Yakobus, saudara Yesus

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Yakobus yang Adil)
Lompat ke: navigasi, cari
Santo Yakobus
Ikon Yakobus
Rasul[1] dan Martir, Adelphotheos
Lahir tidak diketahui
Wafat 69 (menurut Hegesippus, Klemens, dan Eusebius)[2], Yerusalem
Dihormati di Semua Kekristenan
Dikanonisasikan pra-kongregasi
Hari peringatan 3 Mei (Katolik Roma)
1 Mei (Anglikan)
23 Oktober (Lutheran, Gereja Episkopal di Amerika Serikat, Ortodoks Timur)
26 Desember (Ortodoks Timur)
Atribut fuller's club (sejenis tongkat pemukul); pria yang memegang sebuah buku
Kontroversi Ada ketidaksepakatan mengenai hubungannya dengan Yesus. Yakobus kadang diidentifikasi sebagai Yakobus anak Alfeus dan Yakobus Kecil.

Yakobus (bahasa Ibrani: יעקב; bahasa Yunani: Iάκωβος; bahasa Inggris: James), atau dalam bahasa Inggris dapat juga disebut Jacob (Yakub), yang mana meninggal sebagai martir pada tahun 62 atau 69, adalah seorang tokoh penting pada zaman para rasul. Beberapa julukan yang digunakan untuk merujuk pada Yakobus antara lain Yakobus, Saudara Tuhan, dan Yakobus yang Adil atau Yakobus yang Benar. Tradisi Katolik Roma umumnya menganggap bahwa Yakobus ini sama dengan Yakobus anak Alfeus dan Yakobus Muda.[3] Telah disepakati sebagian besar kalangan bahwa ia berbeda dengan Yakobus anak Zebedeus.[1]

Ada beragam penafsiran yang berbeda atas frase "saudara Tuhan". Beberapa akademisi dan kalangan Kristen meyakini bahwa Yakobus adalah saudara tiri Yesus (anak dari Maria, diperanakkan oleh seorang ayah insani); sementara kalangan lain seperti Katolik, Kekristenan Timur, dan beberapa kalangan Protestan (misalnya Anglikan dan beberapa Lutheran) yang memegang keyakinan akan keperawanan abadi Maria,[4][5][6] menyatakan bahwa Yakobus dan lainnya yang disebut sebagai "saudara" Yesus bukanlah anak-anak biologis Maria melainkan para saudara angkat, saudara tiri (melalui Santo Yusuf), atau menurut salah satu teori populer, yakni sepupu Yesus.[7]

Identifikasi[sunting | sunting sumber]

Sebagai seorang uskup Yerusalem[sunting | sunting sumber]

Pada sebuah surat dari abad ke-3 yang dianggap pseudopigrafa[8] dan berasal dari Klemens dari Roma, Yakobus disebut "uskup dari para uskup, yang memerintah Yerusalem, Majelis Suci Ibrani, dan semua majelis di mana-mana".[9] Hegesippus dalam buku Commentaries-nya yang kelima menyebutkan bahwa Yakobus diangkat menjadi seorang uskup Yerusalem, tetapi ia tidak menyebutkan oleh siapa: "Setelah para rasul, Yakobus saudara Tuhan dengan nama panggilan yang Benar (atau Adil) telah menjadi kepala Gereja di Yerusalem."[10] Namun sebagai naskah Kekristenan awal lainnya, informasi mengenai kehidupannya sangat langka dan rancu. Klemens dari Aleksandria menuliskan dalam buku keenam dari Hypotyposes karyanya bahwa Yakobus dipilih sebagai uskup Yerusalem oleh Petrus, Yakobus Tua dan Yohanes: "Karena mereka mengatakan bahwa Petrus dan Yakobus dan Yohanes, setelah kenaikan Juruselamat kita, sebagaimana juga diinginkan Tuhan kita, tidak mencari kemuliaan, melainkan memilih Yakobus yang Adil sebagai uskup Yerusalem". Penulis yang sama, dalam buku ketujuh dari karya yang sama, menceritakan juga beberapa hal mengenainya: "Tuhan, setelah kebangkitan-Nya, menanamkan pengetahuan (gnosis) pada Yakobus yang Adil dan pada Yohanes dan Petrus, dan mereka menanamkannya pada para rasul lainnya, dan para rasul lain itu pada ketujuhpuluh murid, yang mana di antaranya adalah Barnabas."[11]

Menurut Eusebius, Yakobus diangkat menjadi uskup Yerusalem oleh para rasul: "Yakobus, saudara Tuhan, kepada siapa kursi episkopal di Yerusalem telah dipercayakan oleh para rasul".[12] Hieronimus menuliskan hal yang sama: "Yakobus ... setelah sengsara Tuhan kita ... ditahbiskan oleh para rasul menjadi uskup Yerusalem ..." dan Yakobus "memimpin Gereja Yerusalem selama tiga puluh tahun".[13]

Oxford Dictionary of the Christian Church mengklaim bahwa Yakobus yang Adil "sejak awal, bersama dengan Petrus, merupakan seorang pemimpin Gereja di Yerusalem, dan sejak saat Petrus meninggalkan Yerusalem setelah upaya Herodes untuk membunuhnya, Yakobus tampil sebagai otoritas utama yang memimpin Konsili Yerusalem".[14]

Terlepas dari sedikitnya infomasi dalam Injil sinoptik, sumber utama mengenai kehidupannya adalah Kisah Para Rasul, surat-surat Paulus, Eusebius dan Hieronimus, yang juga mengutip penulis sejarah Kekristenan awal St. Hegesippus dan St. Epifanius.[15] Yakobus adalah penulis utama Dekrit Apostolik pada Kisah Para Rasul 15, dan Surat Yakobus dalam Perjanjian Baru secara tradisi dikaitkan dengannya. Dalam daftar yang masih terlestarikan dari St. Hippolitus dari Roma,[16] St Dorotheus dari Tirus, Chronicon Paschale, dan St. Dimitri dari Rostov, ia adalah yang pertama dari Tujuh puluh murid; walau beberapa sumber, seperti Catholic Encyclopedia,[17] menyatakan bahwa "sayangnya daftar-daftar ini tidak berguna".

Kemungkinan kesamaan identitas dengan Yakobus, anak Alfeus[sunting | sunting sumber]

Hieronimus meyakini bahwa "saudara-saudara" Tuhan adalah para saudara sepupu Yesus, sehingga memperkuat doktrin keperawanan abadi. Hieronimus menyimpulkan bahwa Yakobus "saudara Tuhan" (Galatia 1:19) adalah Yakobus anak Alfeus, salah seorang dari Keduabelas Rasul Yesus, dan anak Maria (istri Klopas).[3]

Dalam dua karya kecil, tapi berpotensi penting, dari Hippolitus, On the Twelve Apostles of Christ and On the Seventy Apostles of Christ, ia menceritakan hal berikut:

"Dan Yakobus anak Alfeus, saat sedang mengajar di Yerusalem dirajam sampai mati oleh orang-orang Yahudi, dan dikuburkan di situ di samping Bait Allah."[18]

Yakobus saudara Yesus juga dirajam sampai mati oleh orang-orang Yahudi. Dari kesaksian Hippolitus ini, ada alasan yang baik untuk mengasumsikan bahwa Yakobus anak Alfeus adalah orang yang sama dengan Yakobus saudara Yesus.[butuh rujukan]

Kedua karya Hippolitus ini seringkali diabaikan karena naskah-naskah tersebut hilang selama sebagian besar sejarah gereja, dan baru ditemukan kemudian di Yunani pada abad ke-19. Sebagaimana kebanyakan akademisi menganggapnya palsu, naskah-naskah tersebut seringkali dianggap berasal dari Pseudo-Hippolitus. Keduanya dimasukkan dalam suatu lampiran pada karya-karya Hippolitus di koleksi yang sangat tebal dari para Bapa Gereja awal.[19]

Menurut fragmen-fragmen yang masih terlestarikan dari Exposition of the Sayings of the Lord karya Bapa Apostolik Papias dari Hierapolis, yang hidup sekitar tahun 70-163, Kleopas dan Alfeus adalah orang yang sama, dan Maria istri Kleopas atau Alfeus menjadi ibu dari Yakobus saudara Yesus, Simon, Yudas Tadeus, dan seorang Yusuf.

"(1) Maria ibu Tuhan; (2) Maria istri Kleopas atau Alfeus, yang adalah ibu Yakobus sang uskup dan rasul, Simon dan Tadeus, dan seorang Yusuf; (3) Maria Salome, istri Zebedeus, ibu Yohanes sang Penginjil dan Yakobus; (4) Maria Magdalena. Keempat orang ini ditemukan dalam Injil ..."[20]

Dengan demikian, menurut sumber tersebut, Yakobus saudara Tuhan merupakan anak Alfeus, yang adalah suami Maria istri Kleopas (atau Maria istri Alfeus). Menurut Joseph Lightfoot, seorang teolog Anglikan, fragmen yang dikutip di atas adalah palsu.[21][22]

Kemungkinan kesamaan identitas dengan Yakobus Muda[sunting | sunting sumber]

Hieronimus juga menyimpulkan bahwa Yakobus "saudara Tuhan" adalah sama dengan Yakobus Muda. Untuk menjelaskan hal ini, Hieronimus pertama-tama mengatakan bahwa Yakobus Muda harus diidentifikasikan dengan Yakobus anak Alfeus, dan laporan dalam karyanya The Perpetual Virginity of Blessed Mary sebagai berikut:

"Apakah kamu berpendapat Yakobus Muda yang relatif kurang dikenal itu, yang disebut anak Maria dalam Alkitab, tapi bukan anak Maria ibu Tuhan kita, seorang rasul atau tidak? Jika ia seorang rasul, ia tentu anak Alfeus dan seorang yang beriman dalam Yesus."
"Satu-satunya kesimpulan adalah bahwa Maria, yang dideskripsikan sebagai ibu Yakobus Muda merupakan istri Alfeus dan saudari Maria ibu Tuhan, orang yang disebut Yohanes sang Penginjil sebagai 'Maria isteri Klopas'."[23]:F.15

Setelah mengatakan bahwa Yakobus Muda adalah sama dengan Yakobus, anak dari Maria Kleopas istri Alfeus dan saudari Maria ibu Tuhan, Hieronimus menjelaskan dalam karyanya De Viris Illustribus bahwa Yakobus "saudara Tuhan" adalah sama dengan Yakobus anak Alfeus dan Maria Kleopas:

"Yakobus, yang disebut saudara Tuhan, yang dipanggil yang Benar, putra Yusuf dari istri lain, seperti yang dipikirkan beberapa orang, tetapi bagi saya nampaknya putra Maria, saudari dari ibu Tuhan kita yang mana disebutkan oleh Yohanes dalam kitabnya (Yohanes 19:25)."[13]

Dengan demikian, Hieronimus menyimpulkan bahwa Yakobus anak Alfeus, Yakobus Muda, dan Yakobus saudara Tuhan adalah satu orang yang sama.

Julukan[sunting | sunting sumber]

Eusebius mencatat bahwa Klemens dari Aleksandria menghubungkan "Yakobus ini, yang oleh para tua-tua disebut yang Benar karena kebajikan luar biasanya, adalah orang pertama, sebagaimana kita ketahui dari catatan, yang dipilih untuk tahta uskup dari gereja Yerusalem".[24][25][26][27][28] Julukan lainnya adalah "Yakobus saudara Tuhan, dipanggil yang Benar",[10] "Yakobus yang Saleh" dan "Yakobus dari Yerusalem".[butuh rujukan]

Ia terkadang disebut dalam Kekristenan Timur sebagai "Yakobus Adelphotheos" (bahasa Yunani: Iάκωβος ο Αδελφόθεος, Yakobus Saudara Tuhan). Liturgi Kristen tertua yang masih bertahan, Liturgi St. Yakobus, menggunakan julukan ini.[29]

Yakobus dalam Perjanjian Baru[sunting | sunting sumber]

Injil Matius

Di dalam Injil Matius namanya ditulis sebagai "Yusuf" (menurut teks Aleksandria)

  1. "Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya bernama Maria dan saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas? Dan bukankah saudara-saudara-Nya perempuan semuanya ada bersama kita?" (Matius 13:55-56)
  2. Di antara mereka terdapat Maria Magdalena, dan Maria ibu Yakobus dan Yusuf, dan ibu anak-anak Zebedeus.(Matius 27:56)
Injil Markus
  1. "Bukankah Ia [Yesus] ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?" (Markus 6:3)
  2. Ada juga beberapa perempuan yang melihat dari jauh, di antaranya Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus muda dan Yoses, serta Salome. (Markus 15:40)
  3. Setelah lewat hari Sabat, Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Salome membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yesus. (Markus 16:1)
Injil Lukas
  1. Perempuan-perempuan itu ialah Maria dari Magdala, dan Yohana, dan Maria ibu Yakobus. Dan perempuan-perempuan lain juga yang bersama-sama dengan mereka memberitahukannya kepada rasul-rasul. (Lukas 24:10)
Kisah Para Rasul
  1. Tetapi Petrus memberi isyarat dengan tangannya, supaya mereka diam, lalu ia menceriterakan bagaimana Tuhan menuntunnya ke luar dari penjara. Katanya: "Beritahukanlah hal ini kepada Yakobus dan saudara-saudara kita." Lalu ia keluar dan pergi ke tempat lain. (Kisah Para Rasul 12:17)
  2. Setelah Paulus dan Barnabas selesai berbicara, berkatalah Yakobus: "Hai saudara-saudara, dengarkanlah aku: (Kisah Para Rasul 15:13)
  3. Pada keesokan harinya pergilah Paulus bersama-sama dengan kami mengunjungi Yakobus; semua penatua telah hadir di situ. (Kisah Para Rasul 21:18)
Surat 1 Korintus
  1. Selanjutnya Ia menampakkan diri kepada Yakobus, kemudian kepada semua rasul. (1 Korintus 15:7)
Surat Galatia
  1. Tetapi aku tidak melihat seorangpun dari rasul-rasul yang lain, kecuali Yakobus, saudara Tuhan Yesus. (Galatia 1:19)
  2. Dan setelah melihat kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, maka Yakobus, Kefas dan Yohanes, yang dipandang sebagai sokoguru jemaat, berjabat tangan dengan aku dan dengan Barnabas sebagai tanda persekutuan, supaya kami pergi kepada orang-orang yang tidak bersunat dan mereka kepada orang-orang yang bersunat; (Galatia 2:9)
  3. Karena sebelum beberapa orang dari kalangan Yakobus datang, ia makan sehidangan dengan saudara-saudara yang tidak bersunat, tetapi setelah mereka datang, ia mengundurkan diri dan menjauhi mereka karena takut akan saudara-saudara yang bersunat. (Galatia 2:12)
Surat Yakobus
  1. Salam dari Yakobus, hamba Allah dan Tuhan Yesus Kristus, kepada kedua belas suku di perantauan. (Yakobus 1:1)
Surat Yudas
  1. Dari Yudas, hamba Yesus Kristus dan saudara Yakobus, kepada mereka, yang terpanggil, yang dikasihi dalam Allah Bapa, dan yang dipelihara untuk Yesus Kristus. (Yudas 1:1)

Sumber-sumber lain[sunting | sunting sumber]

Gereja Yerusalem[sunting | sunting sumber]

Fragmen X dari Papias (tulisan dari abad ke-2) mengacu pada "Yakobus sang Uskup dan Rasul".[20] Menurut Eusebius, Gereja Yerusalem pindah ke Pella selama pengepungan Yerusalem oleh Kaisar Titus pada tahun 70, lalu setelah itu kembali dan memiliki serangkaian uskup-uskup Yahudi sampai Perang Bar Kokhba pada tahun 130. Setelah kehancuran Yerusalem yang kedua dan pembangunan kembali kota tersebut sebagai Aelia Capitolina, para uskup berikutnya adalah orang-orang Yunani.[30] Bukti dari Eusebius tersebut diperkuat oleh catatan dari Peziarah Bordeaux.[31]

Menurut tradisi Ortodoks, penerus St. Yakobus saat ini bagi Gereja Yerusalem adalah Patriark Teofilos III.

Yakobus sebagai seorang rasul[sunting | sunting sumber]

Encyclopædia Britannica menceritakan bahwa "Yakobus saudara Tuhan adalah seorang rasul Kristen, menurut St. Paulus, meski bukan salah seorang dari Keduabelas Rasul awal."[1] Menurut Hieronimus, Yakobus saudara Tuhan adalah seorang rasul juga dan ia mengutip Alkitab sebagai sebuah bukti dalam karyanya The Perpetual Virginity of Blessed Mary yang dituliskannya sebagai berikut:

"Perhatikan, bahkan, bahwa saudara Tuhan itu adalah seorang rasul, karena Paulus mengatakan « Lalu, tiga tahun kemudian, aku pergi ke Yerusalem untuk mengunjungi Kefas, dan aku menumpang lima belas hari di rumahnya. Tetapi aku tidak melihat seorangpun dari rasul-rasul yang lain, kecuali Yakobus, saudara Tuhan Yesus. »(Galatia 1:18-19) Dan dalam Surat yang sama « Dan setelah melihat kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, maka Yakobus, Kefas dan Yohanes, yang dipandang sebagai sokoguru jemaat, ... »(Galatia 2:9)."[23]:F.15

Klemens dari Aleksandria menempatkan Yakobus sebagai salah seorang dari para rasul dengan mengatakan, "Tuhan, setelah kebangkitan-Nya, menanamkan pengetahuan pada Yakobus yang Adil dan pada Yohanes dan Petrus, dan mereka menanamkannya pada para rasul lainnya, dan para rasul lain itu pada ketujuhpuluh murid."[11]

Apokrifa Kekristenan awal[sunting | sunting sumber]

Beberapa apokrifa Perjanjian Baru menceritakan mengenai rasa hormat orang-orang Yahudi pengikut Yesus terhadap Yakobus. Injil orang Ibrani meneguhkan catatan Paulus dalam 1 Korintus mengenai penampakan Yesus setelah kebangkitan-Nya kepada Yakobus;[13] dan hal ini disebutkan juga dalam Injil Tomas (salah satu karya yang terdapat dalam perpustakaan Nag Hammadi), yang menuliskan kisah mengenai keduabelas rasul yang bertanya kepada Yesus, setelah kebangkitan-Nya dan sebelum Kenaikan-Nya, "Kami menyadari bahwa Engkau akan meninggalkan kami. Siapa yang akan menjadi pemimpin kami?" Yesus berkata kepada mereka, "Dari mana pun asalmu, kepada Yakobus Yang Adil kamu akan pergi, yang oleh karenanya langit dan bumi ada."[32] Epifanius (Panarion 29.4) menggambarkan Yakobus sebagai seorang Nazirit (bernazar/berkaul secara sukarela).[33]

Pseudopigrafa Apokalipsis Yakobus yang Kedua menyebut ayah Yakobus dengan nama Theudas bukannya Yusuf, yang disajikan sebagai ayah biologis Yakobus pada Protevangelium Yakobus dari pertengahan abad ke-2.[34]

Apokrifon Yakobus, satu-satunya salinan yang di temukan dalam perpustakaan Nag Hammadi dan mungkin ditulis di Mesir pada abad ke-3,[35] menceritakan penampakan Yesus paska kebangkitan-Nya kepada Yakobus dan Petrus.

Injil Filipus tampaknya mencatat seorang bernama Maria sebagai seorang saudari Yesus tanpa menjelaskan apakah ia anak Maria dan Yusuf, anak Yusuf dari pernikahan sebelumnya:

"Ada tiga orang yang selalu berjalan bersama Tuhan: Maria, ibu-Nya, dan saudarinya, dan Magdalena, seorang yang disebut sahabat-Nya. Saudari-Nya dan ibu-Nya dan sahabat-Nya masing-masing bernama Maria."[36][37][a]

Hubungannya dengan Yesus[sunting | sunting sumber]

Saudara-saudara Yesus - Yakobus serta Yudas, Simon dan Yoses - disebut dalam Matius 13:55, Markus 6:3, dan di bagian-bagian lainnya. Nama Yakobus disebut pertama kali dalam daftar, yang mana menunjukkan kalau ia adalah yang tertua di antara mereka.[38] Dalam Jewish Antiquities (20.9.1) karya Yosefus, sejarawan Yahudi tersebut mendeskripsikan Yakobus sebagai "saudara Yesus yang disebut Kristus".

Penafsiran atas frase "saudara Tuhan", dan ungkapan lainnya yang serupa, berbeda antara mereka yang mempercayai bahwa Maria memiliki beberapa anak kandung dan mereka (Katolik Roma, Kekristenan Timur, serta beberapa kalangan Protestan seperti Anglikan dan beberapa Lutheran) yang meyakini keperawanan abadi Maria. Satu-satunya doktrin Katolik yang telah didefinisikan mengenai "saudara-saudara Tuhan" adalah bahwa mereka bukanlah anak-anak biologis Maria,[7] sehingga kalangan Katolik tidak menganggap mereka sebagai saudara-saudara sedarah/kandung Yesus.

Adik kandung, anak Maria dan Yusuf[sunting | sunting sumber]

Perjanjian Baru mengatakan bahwa Yesus dikandung secara ajaib dan lahir dari seorang perawan, dan Yesus disebut sebagai "anak laki-laki yang sulung" (first-born son) dari Maria, sehingga Yakobus dan lainnya yang disebut saudara-saudara Yesus dianggap oleh beberapa orang sebagai saudara-saudara kandung laki-laki yang lebih muda. Nampaknya Helvidius adalah orang pertama yang menyatakan (kr. 380) bahwa Maria mempunyai anak-anak selain Yesus.[39] Hieronimus menyatakan dalam risalahnya The Perpetual Virginity of Blessed Mary, sebagai jawaban kepada Helvidius, bahwa istilah sulung (firstborn) digunakan untuk merujuk pada setiap anak yang membuka rahim, bukan menyiratkan dengan pasti akan adanya anak-anak lain.[23]

Injil Lukas menceritakan mengenai peristiwa kunjungan Maria, Yusuf, dan Yesus ke Bait Allah di Yerusalem saat Yesus berumur 12 tahun dan tidak ada referensi apa pun mengenai saudara-saudara kandung Yesus. Namun Robert Eisenman memiliki keyakinan bahwa Lukas berusaha untuk meminimalisir peranan penting keluarga Yesus dengan cara apapun yang memungkinkan, yakni dengan tidak menuliskan Yakobus dan saudara-saudara Yesus pada Injil.[40] Karl Keating berpendapat bahwa Maria dan Yusuf bergegas tanpa keraguan sedikit pun kembali ke Yerusalem, ketika mereka menyadari Yesus hilang, yang mana seharusnya mereka berpikir dua kali untuk melakukan hal tersebut seandainya ada anak-anak kandung lainnya yang perlu diperhatikan juga.[39]

Adik tiri sekandung, anak Maria dan suami kedua[sunting | sunting sumber]

Variasi lain akan hal ini disajikan oleh James Tabor,[38] yang berpendapat bahwa setelah kematian Yusuf yang dini dan tanpa memberikan anak, Maria menikahi Klopas, yang mana ia menerimanya sebagai seorang adik dari Yusuf, sesuai hukum levirate marriage. Menurut pandangan ini, Kleopas adalah ayah Yakobus dan saudara-saudara kandung selanjutnya, tetapi Yesus tidak termasuk.

Varian lain yang serupa diajukan oleh John Dominic Crossan, salah seorang pendiri Jesus Seminar, yang mengusulkan bahwa Yakobus kemungkinan adalah kakak Yesus.[41]

Kakak tiri, anak Yusuf dari perkawinan sebelumnya[sunting | sunting sumber]

Protoevangelium Yakobus (Injil apokrif Yakobus) menuliskan bahwa Maria ditunangkan dengan seorang kerabat yang lebih tua untuk mempertahankan keperawanannya, dan bahwa Yusuf telah memiliki anak. Dalam hal ini, Yakobus adalah salah seorang anak Yusuf dari perkawinan sebelumnya dan oleh karenanya merupakan saudara tiri Yesus.

Epifanius, Uskup Salamis, menuliskannya juga dalam karyanya Panarion (374-375) bahwa "... Yakobus (saudara Yesus) adalah putra Yusuf dari isteri pertama Yusuf, bukan dari Maria ..."[42] Ia menambahkan bahwa Yusuf menjadi ayah Yakobus dan tiga saudaranya (Yoses, Simeon, Yehuda) dan dua saudari (seorang bernama Salome dan seorang bernama Maria) atau (seorang Salome dan seorang Anna)[43] dengan Yakobus sebagai saudara kandung yang lebih tua. Yakobus dan saudara-saudari kandungnya bukanlah anak-anak Maria tetapi anak-anak dari perkawinan Yusuf sebelumnya. Setelah isteri pertama Yusuf meninggal, beberapa tahun kemudian saat ia berumur 80 tahun, "ia mengambil Maria (ibu Yesus)". Menurut Epifanius, Kitab Suci menyebut mereka "saudara-saudara Tuhan" untuk membingungkan para musuh mereka.[44][45]

Salah satu alasan yang mendukung pandangan ini yaitu adanya pertentangan dengan kebiasaan Yahudi bagi Yesus dengan memberikan ibu-Nya untuk dirawat Yohanes (yang mana tidak ada dugaan sedikit pun bahwa ia seorang kerabat sedarah Yesus) seandainya Maria mempunyai putra lain yang masih hidup. Hal ini dikarenakan putra sulung akan mengemban tanggung jawab atas ibunya sepeninggal sang suami; putra-putra lain dari Maria, jika ada, seharusnya mengambil tanggung jawab ini, oleh karenanya pandangan ini bertentangan dengan anggapan adanya hubungan persaudaraan alamiah secara langsung.[39][46]

Alasan lainnya adalah bahasa Ibrani dan Aramaik (bahasa asli Yesus dan para murid) cenderung menggunakan perifrasa untuk menyatakan hubungan darah; argumen ini menegaskan bahwa menyebut beberapa orang sebagai "saudara-saudara Yesus" tidak selalu menyiratkan ibu yang sama.[47] Sebaliknya, ungkapan seperti "anak-anak dari ibu Yesus" akan digunakan untuk menunjukkan seorang ibu yang sama. Para akademisi dan teolog yang menyatakan pandangan ini menunjukkan bahwa Yesus disebut sebagai "anak Maria" (the son of Mary), bukannya "seorang anak Maria" (a son of Mary), di tempat asal-Nya (Markus 6:3).[3]

Sepupu, anak dari saudari Maria[sunting | sunting sumber]

Yakobus, dan lainnya yang disebut "saudara-saudara" Yesus, dipandang pihak lain sebagai saudara sepupu Yesus. Hal ini didukung dengan kenyataan bahwa saudara-saudara sepupu juga disebut "saudara-saudara" dan "saudari-saudari" dalam bahasa asli Yesus (bahasa Aram), yang mana seperti juga bahasa Ibrani Klasik, tidak mempunyai sebuah kata khusus untuk menyebut "sepupu".[48] Dalam Kitab Suci, kosa kata Yunani adelphos dan adelphe tidak terbatas pada makna literal kata-kata tersebut sebagai saudara atau saudari kandung, bentuk jamaknya pun demikian.[47] Penggunaan ini masih umum di Yunani dan budaya Balkan lainnya.[butuh rujukan] Tradisi yang memandang sepupu sebagai saudara atau saudari masih terlihat dalam kebanyakan budaya Timur; dalam beberapa bahasa, istilah "sepupu" bahkan tidak ada.[butuh rujukan]

Eusebius dari Kaisarea (kr. 275 - 339) melaporkan tradisi bahwa Yakobus yang Adil adalah anak dari Klopas, saudara Yusuf, dan karena itu adalah "saudara" (yang ditafsirkannya sebagai "sepupu") Yesus sebagaimana tertulis dalam Perjanjian Baru. Hal ini diamini oleh Hieronimus (kr. 342 - 419) dalam De Viris Illustribus (Tentang Pria Termasyhur) – Yakobus dikatakan sebagai putra dari Maria yang lain, istri Klopas dan "saudari" Maria ibu Yesus – dengan ungkapan berikut:

"Yakobus, yang disebut saudara Tuhan, yang dipanggil yang Benar, putra Yusuf dari istri lain, seperti yang dipikirkan beberapa orang, tetapi bagi saya nampaknya putra Maria, saudari dari ibu Tuhan kita yang mana disebutkan oleh Yohanes dalam kitabnya..."[13]

Hieronimus mengacu pada adegan penyaliban Yesus dalam Yohanes 19:25, di mana 3 orang perempuan – Maria ibu Yesus, Maria Klopas, dan Maria Magdalena – dikatakan sebagai para saksi. Yohanes juga menyebutkan "saudara" perempuan dari ibu Yesus, yang kerap diidentikkan dengan Maria Klopas karena tata bahasa. Maria "Klopas" sering ditafsirkan sebagai Maria "isteri Klopas". Maria dari Nazaret (ibu Yesus) dan Maria Klopas juga belum tentu bersaudara secara harfiah mengingat penggunaan kata tersebut dalam bahasa Yunani, Ibrani, dan Aram.[3]

Maria Klopas diusulkan untuk dipandang sama dengan "Maria, Ibu Yakobus muda dan Yoses", "Maria ibu Yakobus dan Yusuf", dan "Maria yang lain" terkait peristiwa penyaliban dan paska kebangkitan Yesus di Injil Sinoptik. Para pendukung identifikasi ini berpendapat bahwa para penulis Injil Sinoptik tentunya cukup menyebut Maria ini "ibu Yesus" seandainya ia memang dimaksudkan sebagai ibu Yesus mengingat pentingnya penyaliban dan kebangkitan putranya; mereka juga mencatat bahwa ibu Yakobus dan Yoses disebut "Maria", sedangkan ibu Yesus disebut "Mariam" atau "Marias" dalam bahasa Yunani. Para pendukung pandangan ini merasa tidaklah mungkin bahwa nama Maria digunakan sebagai rujukan anak-anak biologisnya selain Yesus pada satu rentang waktu yang signifikan (Yakobus menjadi saudara seorang bernama Yoses, sebagaimana dieja dalam Markus 6:3, atau Yusuf, sebagaimana dalam Matius 13:55).[47][49]

Pendapat Hieronimus menyarankan identifikasi atas Yakobus yang Adil dengan Rasul Yakobus anak Alfeus; "Klopas" dan "Alfeus" dianggap sebagai transkripsi yang berbeda dari nama yang sama dalam bahasa Aram: Halphai.[47] Meski demikian, beberapa sarjana Alkitab cenderung untuk membedakan mereka; hal ini juga merupakan suatu tradisi Katolik Roma, bukan dogma.

Karena Klopas, menurut Eusebius, adalah saudara Yusuf dari Nazaret (lihat di atas) dan Maria (istri Klopas) dikatakan adalah saudari Maria dari Nazaret, sehingga Yakobus dapat dikaitkan dengan Yesus menurut darah dan hukum.[3]

Hubungan lainnya[sunting | sunting sumber]

Yesus dan Yakobus juga dapat dikaitkan dengan beberapa cara lain, bukan "sepupu" dalam arti sebenarnya, mengikuti penerapan non-harfiah atas istilah adelphos dan istilah Aramaik untuk "saudara".[47] Menurut kitab apokrif Apokalipsis Yakobus yang Pertama, Yakobus bukan saudara Yesus secara duniawi, tetapi saudara rohani[50] yang mana menurut kaum Gnostik "menerima pengetahuan rahasia dari Yesus sebelum Sengsara-Nya".[51]

Kehidupan[sunting | sunting sumber]

Yakobus yang Adil, ikon Rusia dari abad ke-16.

Yakobus tidak disebutkan dalam Injil Yohanes dan bagian awal Kisah Para Rasul. Semua Injil sinoptik menyebutkan namanya, namun tanpa informasi lebih jauh. Tetapi pada bagian-bagian berikutnya Kisah Para Rasul terdapat bukti bahwa Yakobus adalah seorang tokoh penting dalam komunitas Kristen di Yerusalem pada saat itu.

Paulus menggambarkan Yakobus sebagai salah satu orang yang menerima penampakan Yesus setelah kebangkitan-Nya (1 Korintus 15:3-8); kemudian dalam 1 Korintus, Paulus mengisyaratkan bahwa "saudara-saudara Tuhan" bisa saja memiliki isteri9:5; dan dalam Galatia, Paulus menyebutkan Yakobus dengan Kefas (lebih dikenal sebagai Petrus) dan Rasul Yohanes sebagai tiga "pilar" (LAI menerjemahkannya "sokoguru jemaat") Gereja (2:9)[52] yang melayani kalangan "bersunat" (secara umum adalah kaum Yahudi dan Proselit Yahudi) di Yerusalem (2:12)[53], sementara Paulus dan teman-temannya melayani kalangan "tidak bersunat" (secara umum adalah bangsa bukan Yahudi).

Yakobus dikatakan menggantikan posisi Yakobus anak Zebedeus, setelah kemartirannya, sekitar tahun 44.[29] Saat Petrus, setelah secara ajaib lolos dari penjara, harus melarikan diri dari Yerusalem sehubungan dengan penganiayaan dalam masa Herodes Agripa, ia meminta agar Yakobus diinformasikan (Kisah 12:17).

Ketika ada kekhawatiran pada umat Kristen Antiokhia mengenai apakah umat Kristen selain Yahudi perlu disunat agar dapat diselamatkan, mereka mengirim Paulus dan Barnabas untuk berdiskusi dengan Gereja Yerusalem. Yakobus merupakan pimpinan setempat dari gereja tertua dan pimpinan dari kalangan yang paling konservatif dalam Kekristenan Yahudi.[29] Ia memainkan suatu peran penting dalam merumuskan keputusan konsili. Yakobus merupakan tokoh terakhir yang -tercatat- berbicara, yakni setelah Petrus, Paulus, dan Barnabas; ia menyampaikan apa yang ia sebut "keputusan"-nya (Kisah 15:19, beberapa Alkitab terjemahan bahasa Inggris menggunakan kata judgement/decision) – yang mana dalam makna aslinya lebih dekat dengan "opini" atau "pendapat" (seperti terjemahan LAI).[54] Ia mendukung semua yang lain dalam menentang persyaratan yang ada (sebelumnya Petrus telah menyampaikan penglihatan yang ia terima dari Allah mengenai bangsa-bangsa selain Yahudi) dan menyatakan larangan-larangan atas makanan dari darah serta makanan yang dipersembahkan kepada berhala dan percabulan. Ada suatu pandangan bahwa 'mati dicekik' dan 'darah' dalam teks ini mengacu pada kondisi dengan kulup - berturut-turut parafimosis dan pecahnya frenulum.[55] Hal ini menjadi keputusan konsili tersebut, disepakati oleh semua rasul dan para tua-tua, lalu dituangkan dalam surat bagi gereja lainnya.

Saat Paulus tiba di Yerusalem untuk membawa persembahan yang ia peroleh bagi umat di sana, ia mengunjungi Yakobus, dan Yakobus juga yang menegaskan bahwa Paulus harus mentahirkan dirinya di Bait Herodes untuk membuktikan imannya dan menyangkal rumor yang menyebutkan ia mengajarkan perlawanan terhadap Taurat (Kisah 21:18 dan seterusnya) (suatu tuduhan antinomianisme).

Setelah Rasul Petrus pergi meninggalkan Yerusalem, Yakobus memimpin induk Gereja Kristen, sebagai pimpinan setempat Gereja tertua di Yerusalem, sampai kematiannya.[29] Hal ini dikuatkan oleh catatan sejarawan Kristen mula-mula seperti Eusebius dan Klemens dari Alexandria. Pada akhir abad ke-2, Klemens mencatat demikian:

"Karena mereka mengatakan bahwa Petrus dan Yakobus dan Yohanes, setelah kenaikan Juruselamat kita, sebagaimana juga diinginkan Tuhan kita, tidak mencari kemuliaan, melainkan memilih Yakobus yang Adil sebagai uskup Yerusalem".[56][57]

(lihat "Bapa Gereja mula-mula" atau "Early Church Fathers" dan Catatan dari Hieronimus atau Jerome.) Karena itu, Reza Aslan merujuk Yakobus sebagai "Uskup dari Para Uskup" yang pertama[58] mengutip apa yang tertulis dalam literatur Clementina di mana tertulis bagaimana Yakobus disebut sebagai "Uskup dari para uskup, yang memimpin Yerusalem, Gereja suci bangsa Ibrani, dan Gereja di mana-mana" yang mana menurut Joseph Langen (seorang guru besar dalam Katolik Lama) adalah palsu karena "literatur Clementina" akan menjadi sebuah pemalsuan Roma.[59]

Hegesippus (kr. 110-180), menulis lima buku (sekarang telah hilang kecuali beberapa yang dikutip oleh Eusebius) Commentaries on the Acts of the Church. Dalam menggambarkan cara hidup Yakobus yang asketis, Eusebius menuliskan mengenainya dalam Sejarah Gereja (Buku II, 23) yang diambil dari buku kelima Commentaries on the Acts of the Church:

Yakobus, saudara Tuhan, menggantikan kepemimpinan Gereja, bersama dengan para rasul. Ia telah secara umum disebut Yang Adil/Benar (the Just), sejak zaman Tuhan hingga sekarang. Banyak yang terlahir dengan nama Yakobus; tetapi yang satu ini suci sejak dari rahim ibunya. Ia tidak minum anggur atau minuman memabukkan lainnya, tidak makan daging; tidak pernah pisau cukur menyentuh kepalanya; ia tidak mengolesi dirinya dengan minyak, atau mandi. Ia sendiri diizinkan untuk memasuki tempat suci: sebab ia tidak memakai pakaian dari wol, tetapi kain lenan halus saja. Ia sendiri, saya katakan, biasa pergi ke Bait Allah: dan ia sering ditemukan sedang berlutut, memohon pengampunan bagi orang-orang sehingga kulit lututnya menjadi kapalan seperti lutut unta, oleh karena ia selalu menekuk lutut-lututnya dalam adorasi kepada Allah, dan memohon pengampunan bagi orang-orang.[60][61]

Karena menurut hukum adalah dilarang bagi siapapun selain Imam Besar pada Bait Allah untuk memasuki ruang Mahakudus (kemudian hanya sekali setahun pada hari raya Yom Kippur), kutipan Hieronimus dari Hegesippus mengindikasikan bahwa Yakobus dianggap sebagai seorang Imam Besar. Pseudo-Clementine Recognitions menyiratkan hal ini.[62]

Injil Tomas (non-kanonik) menyatakan bahwa Yesus, setelah kebangkitan-Nya, menyebut Yakobus sebagai pemimpin rasul-rasul-Nya: "Para murid berkata kepada Yesus, 'Kami tahu bahwa Engkau akan meninggalkan kami. Siapa yang akan menjadi pemimpin kami?' Yesus berkata kepada mereka, 'Di mana kamu berada, kamu pergi kepada Yakobus yang Adil, yang oleh karenanya langit dan bumi menjadi ada.'"[63][64][65]

Epifanius, Uskup Salamis, menuliskan dalam karyanya Panarion (tahun 374-375) bahwa "Yakobus, saudara Tuhan meninggal dalam keperjakaan pada usia 96".[66] Sumber-sumber yang lebih modern[butuh klarifikasi] juga bersikeras bahwa Yakobus juga adalah seorang "perjaka abadi" sejak dalam kandungan, suatu istilah yang mana menurut Robert Eisenman kemudian dikonversi ke ibunya, Maria.[40] Menurut Catholic Encyclopedia, bagaimanapun ia bukanlah orang yang sama dengan Yakobus Tua,[3] meski hal ini dibantah oleh beberapa pihak.[40]

Penulis seperti R.V. Tasker[67] dan D. Hill[68] menganggap pernyataan pada Matius 1:25 bahwa Yusuf "tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki" berarti Yusuf dan Maria melakukan hubungan suami istri sebagaimana lazimnya setelah kelahiran Yesus, dan bahwa Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon merupakan anak-anak biologis dari Maria dan Yusuf, sehingga oleh karenanya adalah saudara-saudara kandung Yesus. Penulis lainnya, seperti K. Beyer, menjelaskan bahwa kata Yunani ἕως οὗ (sampai) setelah suatu rangkaian kata negatif biasanya sama sekali tidak memberi petunjuk mengenai apa yang terjadi setelah batas waktu yang disebutkan. Raymond E. Brown juga melihat bahwa konteks tersebut cenderung pada tiadanya implikasi masa depan sebab Matius hanya menekankan keperawanan Maria sebelum kelahiran Yesus.[69]:132

Kematian[sunting | sunting sumber]

Kemartiran Yakobus dalam Menologion Basilius II, sebuah naskah yang berasal dari akhir abad ke-10 atau awal abad ke-11.

Menurut catatan yang didapati pada naskah tulisan Flavius Yosefus Antiquitates Iudaicae, (20,9):

"saudara Yesus, yang disebut Kristus, yang namanya adalah Yakobus" mengalami kematian setelah matinya prokurator Perkius Festus tetapi sebelum Lucceius Albinus memulai jabatannya (Antiquitates 20,9) — yang diketahui terjadi pada tahun 62[butuh rujukan]. Imam Besar Hanan ben Hanan (Anani Ananus dalam bahasa Latin) mengambil kesempatan pada kekosongan pengawasan kekaisaran untuk mengumpulkan Sanhedrin (meskipun terjemahan bahasa Yunani synhedrion kriton adalah "dewan hakim-hakim"), yang memutuskan Yakobus bersalah "atas tuduhan melanggar hukum", kemudian menghukum mati dengan rajam. Yosefus mencatat bahwa tindakan Hanan secara luas dianggap lebih dari sekadar pembunuhan secara yudisial dan menyinggung perasaan sejumlah orang "yang dianggap orang-orang paling berpikiran adil di Kota, dan taat dalam menjalankan Hukum", yang lebih lanjut mengatur pertemuan dengan Albinus ketika ia tiba di provinsi itu dengan pengajuan petisi yang berhasil. Sebagai respons, Raja Agrippa menggantikan Ananus dengan Yesus putra Damneus.

Seorang Bapa Gereja, Origen, yang mempelajari karya-karya Yosefus sekitar tahun 248, mengisahkan suatu cerita kematian Yakobus, yang dinyatakan sebagai penyebab pengepungan Romawi atas Yerusalem, sesuatu yang tidak ditemukan pada naskah-naskah Yosefus yang ada sekarang.[70][71]

Eusebius, sambil mengutip catatan Yosefus, juga mencatat bagian-bagian tulisan lain yang telah hilang dari Hegesippus (lihat pranala di bawah) dan Klemens dari Aleksandria (Historia Ecclesiae, 2.23). Catatan Hegesippus sedikit bervariasi dibandingkan dengan yang dilaporkan Yosefus dan mungkin ada suatu upaya untuk menyelaraskan beragam catatan dengan menggabungkan semuanya. Menurut Hegesippus, para ahli Taurat dan kaum Farisi mendatangi Yakobus untuk menumpas ajaran Kristen, yang mana akhirnya Yakobus mati sebagai martir setelah kepalanya terkena semacam tongkat pemukul.[72]

Menurut Philip Schaff, catatan "Hegesippus telah dikutip berulang kali oleh para sejarawan untuk penetapan tahun 69 sebagai waktu kemartirannya," meskipun ia menantang asumsi bahwa Hegesippus memberikan semua informasi yang menunjukkan waktu tersebut.[73] Yosefus tidak menyebutkan dalam tulisannya mengenai bagaimana Yakobus dimakamkan.

Kontroversi osuarium[sunting | sunting sumber]

"James ossuary" (Osuarium atau kotak penyimpanan jenazah Yakobus) dipamerkan pada Royal Ontario Museum, Toronto, Kanada, sejak 15 November 2002 sampai 5 Januari 2003.

Pada Biblical Archaeology Review edisi bulan November 2002, André Lemaire dari Sorbonne University di Paris menerbitkan laporan bahwa suatu ossuary, yaitu kotak penyimpanan jenazah, yang memuat tulisan "Ya'aqov bar Yosef achui d'Yeshua" ("Yakobus putra Yusuf saudara laki-laki Yesus") telah diidentifikasi sebagai milik seorang kolektor, yang ternyata adalah Oded Golan. Osuarium yang sekarang dikenal sebagai "James Ossuary" (Ossuarium Yakobus) itu dipamerkan pada Royal Ontario Museum di Toronto, Kanada, pada akhir tahun 2002; tetapi pada tanggal 18 Juni 2003, Israeli Antiquities Authority menerbitkan laporan yang menyimpulkan, berdasarkan suatu analisis pada patina, bahwa tulisan itu adalah pemalsuan modern. Secara spesifik, nampaknya tulisan itu ditambahkan baru-baru ini dan dibuat kelihatan kuno dengan pembubuhan laruran kapur. Namun, dokumentari pada Discovery Channel tahun 2004, berjudul "James, Brother of Jesus" (Yakobus, saudara laki-laki Yesus) menunjukkan bahwa pemeriksaan patina inskripsi oleh Royal Ontario Museum, menggunakan cahaya ultraviolet gelombang panjang, menyimpulkan "tidak ada hal mencurigakan" pada pahatan itu, dan Golan juga telah mengeluarkan suatu dokumen dengan 34 halaman yang membela keasliannya.[74]

Pada tanggal 29 Desember 2004, Golan didakwa oleh suatu pengadilan Israel bersama tiga pria lain — Robert Deutsch, ahli inskripsi yang mengajar di Haifa University; kolektor Shlomo Cohen; dan dealer barang antik Faiz al-Amaleh, sebagai bagian jaringan pemalsuan yang telah beroperasi lebih dari 20 tahun. Golan menyangkal dakwaan terhadapnya. Menurut BBC, "ketika polisi membawa Oded Golan ke dalam tahanan dan memeriksa apartemennya mereka menemukan suatu ruang kerja dengan berbagai peralatan, bahan dan 'barang antik' yang setengah jadi. Ini merupakan bukti adanya upaya pemalsuan dalam skala yang jauh lebih besar dari yang mereka duga."[75] Namun, pada tanggal 14 Maret 2012, Golan dinyatakan tidak bersalah atas semua tuduhan pemalsuan, meskipun sang hakim mengatakan pembebasan atas dakwaan ini "tidak berarti bahwa inskripsi pada osuarium itu otentik atau bahwa itu ditulis 2.000 tahun lalu" dan "tidak terbukti dalam segala cara bahwa kata-kata 'saudara laki-laki Yesus' pasti merujuk kepada 'Yesus' yang tertera pada tulisan-tulisan Kristen."[76][77]

Hari peringatan[sunting | sunting sumber]

Dalam Gereja Katolik Roma, hari peringatan Filipus Rasul, bersama dengan Yakobus Muda (Katolik Roma mengidentikasinya dengan Yakobus yang Adil sebagai orang yang sama), secara tradisional jatuh pada tanggal 1 Mei, yaitu hari peringatan gereja yang didedikasikan kepada mereka di Roma (sekarang disebut "Church of the Twelve Apostles" atau "Gereja Dua Belas Rasul"). Kemudian hari raya gabungan ini dipindahkan ke 3 Mei dalam kalender ordinarium saat ini.

Dalam Gereja Ortodoks Timur, Yakobus diperingati sebagai "Apostle James the Just, brother of Our Lord" (Rasul Yakobus yang Adil, saudara Tuhan kita), dan ada sejumlah hari untuk peringatannya, yaitu 23 Oktober, 26 Desember dan hari Minggu setelah hari Kelahiran Yesus bersamaan dengan raja Daud dan Santo Yusuf, serta 4 Januari di antara Tujuh puluh murid.

Dalam Gereja Episkopal Amerika Serikat dan Gereja Lutheran, Yakobus, saudara Yesus dan martir diperingati pada tanggal 23 Oktober.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Catatan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Naskah ini membingungkan terkait "saudari" siapa: kalimat pertama nampaknya menggambarkan saudari ibu Yesus (Maria), sedangkan kalimat kedua menggambarkan saudari Yesus. Kemungkinan terjadi kesalahan penerjemahan ke bahasa Inggris.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c (Inggris) "Saint-James. Apostle, the Lord’s brother", Encyclopaedia Britannica (Encyclopaedia Britannica, Inc.) 
  2. ^ (Inggris) Eddy, Paul R.; Boyd, Gregory A. (2007). The Jesus Legend: A Case for the Historical Reliability of the Synoptic Jesus Tradition. Baker Academic. p. 130. 
  3. ^ a b c d e f (Inggris) Camerlynck, Achille (1910), "St. James the Less", The Catholic Encyclopedia. Vol. 8, New York: Robert Appleton Company (retrieved from New Advent) 
  4. ^ (Inggris) Longenecker, Dwight; Gustafson, David (2003). Mary: A Catholic Evangelical Debate. Gracewing Publishing. p. 64. ISBN 9780852445822. Diakses tanggal 8 July 2014. The perpetual virginity of Mary is a beautiful and fitting belief upheld by the Eastern Orthodox as well as many Anglicans and Lutherans. Furthermore, it was defended not only by the ancient church fathers, but by Luther, Zwingli, Calvin, and the classic Anglican theologians. John Wesley also believed in the perpetual virginity of Mary, writing, "I believe he [Jesus Christ] was born of the blessed Virgin, who, as well after she brought him forth, continued a pure and unspotted virgin." 
  5. ^ (Inggris) Richard R. Lorsch, All the People in the Bible (Eerdmans 2008 ISBN 978-0-80282454-7), p. 283
  6. ^ (Inggris) Jackson, Gregory Lee, Catholic, Lutheran, Protestant: a doctrinal comparison. 1993 ISBN 978-0-615-16635-3 page 254
  7. ^ a b (Inggris) Akin, Jimmy, "I: Burial Box of St. James Found?", Ossuary of James, Catholic Answers 
  8. ^ (Inggris) Riddle, M.B. (1886), "Introductory Notice To Pseudo-Clementine Literature", di Ernest Cushing Richardson, Bernhard Pick, The Ante-Nicene Fathers: The twelve patriarchs, Excerpts and epistles, The Clementina, Apocrypha, Decretals, Memoirs of Edessa and Syriac documents, C. Scribner's Sons, p. 69-71 
  9. ^ (Inggris) Riddle, M.B. (1886), "Introductory Notice To Pseudo-Clementine Literature", di Ernest Cushing Richardson, Bernhard Pick, The Ante-Nicene Fathers: The twelve patriarchs, Excerpts and epistles, The Clementina, Apocrypha, Decretals, Memoirs of Edessa and Syriac documents, C. Scribner's Sons, p. 218-222 
  10. ^ a b (Inggris) Schaff: "Hegesippus, who lived near the apostolic age, in the fifth book of his Commentaries, writing of James, says 'After the apostles, James the brother of the Lord surnamed the Just was made head of the Church at Jerusalem.'"
  11. ^ a b (Inggris) of Caesarea, Eusebius. Church History Book II Chapter 1:3-4. www.newadvent.org. 
  12. ^ (Inggris) of Caesarea, Eusebius. Church History Book II Chapter 23:1. www.newadvent.org. Diakses tanggal 9 September 2015. 
  13. ^ a b c d (Inggris) saint, Jerome. De Viris Illustribus (On Illustrious Men) Chapter 2. newadvent.org. 
  14. ^ (Inggris) Cross, edited by F.L. (2005). The Oxford dictionary of the Christian Church (3rd rev. ed. ed.). Oxford: Oxford University Press. p. 862. ISBN 9780192802903. Diakses tanggal 14 September 2015. 
  15. ^ (Jerman) Wilhelm Schneemelcher, Neutestamentarische Apokryphen. In deutscher Übersetzung: 2 Bde., Mohr Siebeck; 1999, Vol. 1, p. 363
  16. ^ (Inggris) "Ante-Nicene Fathers: The Same Hippolytus on the Seventy Apostles". Wm. B. Eerdmans Publishing Company. 
  17. ^ (Inggris) Wikisource-logo.svg "Disciple". Catholic Encyclopedia. New York: Robert Appleton Company. 1913. 
  18. ^ (Inggris) of Rome, Pseudo-Hippolytus. "On the Twelve Apostles" and "On the Seventy Disciples". newadvent.org. 
  19. ^ (Inggris) Ante-Nicean Fathers, ed. Alexander Roberts, James Donaldson and A. Cleaveland Coxe, vol. 5 (Peabody MA: Hendrickson Publishers, 1999), 254–6
  20. ^ a b (Inggris) of Hierapolis, Papias. Exposition of the Sayings of the Lord. Fragment X. earlychristianwritings.com. 
  21. ^ (Inggris) "The Brethren of the Lord by J.B. Lightfoot". 
  22. ^ http://www.textexcavation.com/papias.html
  23. ^ a b c saint, Jerome. The Perpetual Virginity of Blessed Mary. newadvent.org. Diakses tanggal 3 September 2015. 
  24. ^ (Inggris) Bruce Chilton, Jacob Neusner (2001), The brother of Jesus: James the Just and his mission, p. 33-34 
  25. ^ (Jerman) Haase, Wolfgang. Aufstieg und Niedergang der römischen Welt: (ANRW) : Geschichte 21 -26 p801, 1992
  26. ^ (Inggris) Painter, John (2005), Just James: The Brother of Jesus in History and Tradition, p. 115 
  27. ^ (Inggris) Eisenman, Robert (1996), James the Brother of Jesus, Viking, ISBN 0-670-86932-5 
  28. ^ (Inggris) Miller, Robert J., ed. (1994), The Complete Gospels, Polebridge Press, ISBN 0-06-065587-9 
  29. ^ a b c d (Inggris) Philip Schaff, History of the Christian Church, chapter 4 § 27 
  30. ^ (Inggris) "Jerusalem in Early Christian Thought" p75 Explorations in a Christian theology of pilgrimage ed Craig G. Bartholomew, Fred Hughes
  31. ^ (Inggris) Bauckham. "The Christian Community of Aelia Capitolina" in The Book of Acts in Its Palestinian Setting p310.
  32. ^ (Inggris) "Gospel of Thomas (Lambdin Translation) -- The Nag Hammadi Library". 
  33. ^ (Inggris) of Salamis, Epiphanius. Panarion 29. nazarenespace.com. 
  34. ^ (Inggris) W. Hedrick, Charles. The (Second) Apocalypse of James. www.earlychristianwritings.com. 
  35. ^ (Inggris) Robinson, James M., ed. (1978) The Nag Hammadi Library Harper & Row. ISBN 0-06-066933-0
  36. ^ (Inggris) The Old and New Testament and Gnostic contexts and the text are discussed by Robert M. Grant, "The Mystery of Marriage in the Gospel of Philip" Vigiliae Christianae 15.3 (September 1961:129-140)
  37. ^ (Inggris) The Gospel of Philip, Translated by Wesley W. Isenberg, Gnostic Society 
  38. ^ a b (Inggris) James D. Tabor (2006). The Jesus Dynasty: A New Historical Investigation of Jesus, His Royal Family, and the Birth of Christianity. Simon & Schuster. ISBN 0-7432-8723-1. 
  39. ^ a b c (Inggris) Karl Keating (1988), Catholicism and Fundamentalism: The Attack on "Romanism" by "Bible Christians", Ignatius Press, pp. 284–287, ISBN 9780898701777 
  40. ^ a b c (Inggris) Eisenman, Robert (2002), James, the Brother of Jesus" (Watkins)
  41. ^ (Inggris) Crossan, John Dominic (1995). A Revolutionary Biography. HarperCollins. pp. 23–24. ISBN 0060616628. 
  42. ^ (Inggris) of Salamis, Epiphanius. The Panarion Book I (Sects 1-46) Part 29:3:9 and 29:4:1. masseiana.org. 
  43. ^ (Inggris) College, St. Epiphanius of Cyprus ; translated by Young Richard Kim, Calvin (2014). Ancoratus 60:1. Washington, D.C.: Catholic University of America Press. p. 144. ISBN 978-0-8132-2591-3. Diakses tanggal 22 September 2015. 
  44. ^ (Inggris) Williams, translated by Frank (1994). The Panarion of Epiphanius of Salamis : Books II and III (Sects 47-80, De Fide) in Sect 78:9:6. Leiden: E.J. Brill. p. 607. ISBN 9789004098985. 
  45. ^ (Inggris) Williams, translated by Frank (2013). The Panarion of Epiphanius of Salamis. (Second, revised ed.). Leiden [u.a.]: Brill. p. 36. ISBN 9789004228412. 
  46. ^ (Inggris) Constantine Zalalas: Holy Theotokos: Apologetic Study
  47. ^ a b c d e (Inggris) Bechtel, F. (1907). "The Brethren of the Lord". The Catholic Encyclopedia. New York: Robert Appleton Company. 
  48. ^ (Inggris) John Saward (2002), Cradle of Redeeming Love: the Theology of the Christmas Mystery, San Francisco: Ignatius Press, p. 18, ISBN 0-89870-886-9 
  49. ^ (Inggris) Christian Community Bible: Catholic Pastoral Edition (3rd ed.), San Pablo Intl, 1988, ISBN 978-8428520492 
  50. ^ (Inggris) Watson E. Mills, ed. (1991), Mercer Dictionary of the Bible, Mercer University Press, p. 429, ISBN 0-86554-373-9 
  51. ^ (Inggris) Ryan Byrne, Bernadette McNary-Zak (2009), Resurrecting the Brother of Jesus: The James Ossuary Controversy and the Quest for Religious Relics, University of North Carolina Press, p. 101, ISBN 978-0-8078-3298-1 
  52. ^ (Inggris) "Footnote on 2:9", Galatians 2 from New American Bible, USCCB 
  53. ^ (Inggris) "Footnote on 2:12", Galatians 2 from New American Bible, USCCB 
  54. ^ (Inggris) Theological Dictionary of the New Testament, Vol. 3 (Grand Rapids: Eerdmans, 1993); Lihat pula Strong's G2919
  55. ^ (Inggris) Douglas E, JQuad 
  56. ^ Jerome, On Illustrious Men, 2
  57. ^ (Inggris) Eusebius Church History Book 2:1 quoting Clement of Alexandria's Sixth Hypotyposes, Newadvent.org 
  58. ^ (Inggris) Aslan, Reza (2013) Zealot: The life and times of Jesus of Nazareth Random House, New York, p203
  59. ^ (Inggris) of Rome, Clement. Clementine pseudo-writtings. newadvent.org. Diakses tanggal 4 September 2015. 
  60. ^ (Inggris) "Hegesippus (Roberts-Donaldson translation)", Early Christian Writings (Peter Kirby) 
  61. ^ (Inggris) Churton, Tobias Churton (2012). The Missing Family of Jesus: An Inconvenient Truth - How the Church Erased Jesus's Brothers and Sisters from History. Watkins Media Limited. ISBN 9781780282572. 
  62. ^ (Inggris) James Priest, Wheaton.
  63. ^ (Inggris) James the Brother of Jesus, The Nazarene Way 
  64. ^ The Gospel of Thomas, login 12
  65. ^ (Inggris) New Testament Apocrypha: Gospels and related writings, by Wilhelm Schneemelcher, Robert McLachlan, p. 119
  66. ^ (Inggris) Williams, translated by Frank (2013). The Panarion of Epiphanius of Salamis: De fide. Books II and III (Sects 47-80, De Fide) in Sect 78. Against Antidicomarians (Second, revised ed.). Leiden [u.a.]: Brill. pp. 626–627. ISBN 9004228411. Diakses tanggal 18 September 2015. 
  67. ^ (Inggris) Tasker, R.V. (1961), The Gospel according to Saint Matthew, InterVarsity Press, p. 36 
  68. ^ (Inggris) Hill D. (1972), The Gospel of Matthew, London: Marshall, Morgan and Scott, p. 80 
  69. ^ (Inggris) Raymond E. Brown (1999), The Birth of the Messiah, Doubleday, ISBN 978-0-385-49447-2 
  70. ^ "Origen dua kali menyebutkan bahwa Yosefus mengatakan kehancuran Yerusalem terjadi karena apa yang dilakukan terhadap Yakobus. Argumennya adalah kehancuran itu merupakan akibat penghukuman ilahi atas apa yang diperbuat terhadap Yakobus" dalam (Inggris) John Painter, Just James: The Brother of Jesus in History and Tradition, halaman 205 (Fortress Press, 1997). ISBN 0-567-08697-6
  71. ^ "Origen menghargai Yosefus dengan menyatakan bahwa ia telah 'meneliti sebab musabab jatuhnya Yerusalem dan kehancuran Bait Allah dan menyimpulkan bahwa Yosefus 'tidak jauh dari kebenaran' dalam menyimpulkan bahwa alasan terjadinya bencana itu adalah pembunuhan Yakobus yang Adil oleh orang Yahudi", dalam "Origen and Josephus" tulisan Wataru Mizugaki, dalam (Inggris) Louis H. Feldman, Gohei Hata (editors), Josephus, Judaism and Christianity, halaman 329 (Wayne State University Press, 1987). ISBN 0-8143-1831-2
  72. ^ Fragments from the Acts of the Church; Concerning the Martyrdom of James, the Brother of the Lord, from Book 5.
  73. ^ (Inggris) Schaff, Philip (1904) Henry Wace "A Select library of Nicene and post-Nicene fathers of the Christian church" BiblioBazaar ISBN 1-110-37346-5
  74. ^ (Inggris) "The Authenticity of the James Ossuary and the Jehoash Tablet Inscriptions – Summary of Expert Trial Witnesses" by Oded Golan, 2011.
  75. ^ (Inggris) Myllykoski, Matti (2007), "King Solomon's Tablet of Stone", James the Just in History and Tradition: Perspectives of Past and Present Scholarship (Part II)," Currents in Biblical Research 6:11, p.84. (BBC)  DOI:10.1177/1476993X07080242
  76. ^ (Inggris) "Breaking News: Golan and Deutsch Acquitted of All Forgery Charges", Biblical Archaeology Society, diakses tanggal 1 October 2014 
  77. ^ (Inggris) "Oded Golan is not guilty of forgery. So is the 'James ossuary' for real? - The Times of Israel", The Times of Israel, diakses tanggal 1 October 2014 

Daftar pustaka[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]