Yesus sebagai tokoh dalam sejarah

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Bagian dari seri tentang
Yesus Kristus

Title jesus.jpg

Nama dan julukan
YesusKristusMesiasIsa AlmasihJuruselamat

Yesus Kristus dan Kekristenan
KronologiKelahiranSilsilah
PembaptisanPelayananMukjizat
PerumpamaanPerjamuan TerakhirPenangkapan
PengadilanPenyalibanKematian
PenguburanKebangkitanKenaikan
Kedatangan keduaPenghakiman

Ajaran utama Yesus Kristus
MesiasKotbah di Bukit
Doa Bapa KamiHukum Kasih
Perjamuan MalamAmanat Agung

Pandangan terhadap Yesus
Pandangan Kristen
Pandangan Islam
Pandangan Yahudi
Yesus dalam sejarah
Yesus dalam karya seni

Yesus sebagai tokoh dalam sejarah merujuk kepada upaya rekonstruksi kehidupan Yesus dari Nazaret,[1][2][3] berdasarkan metode historis, termasuk analisis kritikal Alkitab terhadap naskah-naskah Injil sebagai sumber utama biografi-Nya, diiringi dengan pertimbangan konteks sejarah dan budaya di tempat Ia pernah hidup.[1][2][4] Dengan menggunakan sumber-sumber non-Alkitab, para sejarawan berusaha merekonstruksi bahwa Yesus adalah: guru/rabi Yahudi yang memiliki sekelompok pengikut dari Galilea, dan setelah beberapa tahun masa pelayanannya, disalibkan oleh pemerintah Romawi di Provinsi Iudaea pada masa Pontius Pilatus menjabat sebagai gubernur.

Rekonstruksi ini dibedakan dari sekedar bertanya "Apakah Yesus pernah ada?", karena sudah diterima kenyataan bahwa Yesus memang pernah ada,[5][6][7][8] meskipun terdapat spektrum pendapat yang luas seberapa dekatnya figur "Yesus" yang diperkenalkan oleh gerakan Kristen mula-mula dengan kenyataan "Yesus sebagai tokoh dalam sejarah".[9]

Upaya rekonstruksi ini dilakukan dengan berbagai agenda, mulai dari mereka yang bermaksud memastikan pandangan Kristen mengenai Yesus, maupun yang berusaha menolak Kekristenan, atau yang berharap untuk mempelajari kehidupan Yesus dengan harapan mengubah sebab musabab sosial.[10][11][12][13][14] Pada abad ke-21, pendekatan "maximalist" dari abad ke-19 yang menerima semua isi Injil, maupun kecenderungan "minimalist" di awal abad ke-20 yang sama sekali menolak Injil, keduanya ditinggalkan dan para ilmuwan mulai berfokus pada apa yang menurut sejarah memungkinkan dan menguatkan mengenai kehidupan Yesus.[15][16][17][18]

Latar belakang budaya Yudea[sunting | sunting sumber]

Model Bait Suci Herodes, yang dihancurkan oleh tentara Romawi pada tahun 70 M, di Museum Israel

Penelitian Yesus dalam sejarah menurut sejumlah pakar harus dipandang dalam konteks sejarah dan budaya Romawi-Yudea dan kekuatan yang mempengaruhi budaya Yahudi pada waktu itu, termasuk tekanan, kecenderungan, dan perubahan di wilayah tersebut di bawah pengaruh Helenisme dan pendudukan oleh pemerintah Romawi, sejak Ptolemeus, dari tahun 63 SM.[19][20]

Studi Arkeologi[sunting | sunting sumber]

Pada abad ke-21 arkeologi semakin meningkat penggunaannya sebagai komponen riset untuk lebih memahami tokoh Yesus dalam sejarah dengan melihat latar belakang sosial ekonomi dan politik pada masa hidup-Nya.[21][22][23][24][25][26] James Charlesworth menyatakan bahwa para pakar tidak lagi mengabaikan penemuan arkeologi yang memperjelas pengetahuan mengenai pola kehidupan di Galilea dan Yudea pada zaman Yesus.[24]

Bahasa, ras dan penampilan[sunting | sunting sumber]

Persepsi ras Yesus telah dipengaruhi oleh penempatan budaya.[27][28] Sebuah ilustrasi Yesus dari Tiongkok, Beijing, 1879

Yesus tumbuh besar di Galilea dan banyak waktu pelayanan-Nya diluangkan di wilayah tersebut.[29] Bahasa yang dipakai di Galilea dan Yudea selama abad ke-1 termasuk bahasa Aram dan bahasa Ibrani Semitik, serta bahasa Yunani, di mana bahasa Aram merupakan bahasa predominan.[30][31] Kebanyakan ilmuwan setuju bahwa selama bagian awal abad ke-1 bahasa Arab merupakan bahasa ibu dari hampir semua wanita di Galilea dan Yudea.[32] Mayoritas pakar mendukung teori bahwa Yesus berbicara dalam bahasa Aram dan Ia juga telah berbicara dalam bahasa Ibrani dan Yunani.[30][31][33][34] James D. G. Dunn menyatakan bahwa ada "konsensus substansial" bahwa Yesus memberikan pengajarannya sebagian besar dalam bahasa Aram.[35][36]

Profesi[sunting | sunting sumber]

"A young Jesus in the workshop of Joseph the Carpenter" ("Yesus muda di tempat kerja Yusuf, si tukang kayu"), lukisan Georges de La Tour, 1640-an.

Dalam Injil Matius (Matius 13:55) Yesus diidentifikasi sebagai putra dari seorang τέκτων (tekton) dan dalam Injil Markus (Markus 6:3) dinyatakan bahwa Yesus sendiri adalah seorang tekton. Tekton secara tradisional telah diterjemahkan sebagai "tukang kayu", semakna dengan istilah bahasa Inggris "carpenter", tetapi sebenarnya merupakan kata yang bersifat umum. Akar katanya sama dengan istilah "teknik" dan "teknologi", yang dapat mencakup pembuat barang-barang dari berbagai bahan, termasuk pembuat rumah.[37] Namun, asosiasi spesifik dengan pekerjaan tukang kayu telah secara konstan dijumpai dalam tulisan-tulisan Kristen awal; Yustinus Martir (mati sekitar tahun 165) menulis bahwa Yesus membuat kuk (gandar) dan alat bajak, dan juga terdapat rujukan serupa pada zaman yang sama.[38]

Pakar lain berpendapat bahwa tekton dapat berarti pula seorang tukang yang ahli dalam pengerjaan bahan kayu atau logam mulia, mungkin pula membuka bengkel dengan beberapa pegawai, dan menemukan sumber-sumber yang mencatat kekurangan tenaga ahli semacam itu pada zaman tersebut.[39] Geza Vermes mengatakan bahwa istilah 'carpenter' dan 'son of a carpenter' digunakan dalam Talmud Yahudi untuk menyebut seorang yang sangat terpelajar, dan ia berpendapat bahwa penggambaran Yusuf sebagai seorang 'naggar' (= carpenter) dapat mengindikasikan Yusuf dianggap seorang yang bijaksana dan terpelajar dalam Taurat.[40]

Kemampuan membaca[sunting | sunting sumber]

Ezra Reads the Law ("Ezra membacakan kitab hukum") di Sinagoga Dura-Europos, pertengahan abad ke-3 M

Ada indikasi kuat bahwa terdapat tingkat buta huruf yang tinggi di antara penduduk kelas sosial ekonomi rendah secara umum di dalam Kekaisaran Romawi, dengan perkiraan ilmiah sekitar 3% sampai 10% tingkat melek huruf.[35][41] Namun, Talmud Babilonia (dari abad ke-3 sampai ke-5 M) menyatakan bahwa orang Yahudi mempunyai sekolah-sekolah di hampir setiap kota mereka.[41] Geoffrey Bromiley menyatakan bahwa sebagai suatu "agama menurut kitab" Yudaisme menekankan pembacaan dan belajar, dan masing-masing orang harus membaca kitab suci dengan suara keras, bukannya diam-diam, suatu praktek yang dianjurkan (Erubin 54a) oleh para Rabbi.[41] James D. G. Dunn menyatakan bahwa Yudaisme dari zaman Bait Suci Kedua memberi penekanan penting akan studi Taurat dan "tulisan para nabi" dalam Yudaisme yang dapat dibaca sendiri oleh publik..[35] Dunn dan secara terpisah Donahue dan Harrington merujuk kepada pernyataan sejarawan Yahudi-Romawi dari abad ke-1 M, Flavius Yosefus (37-100) dalam Against Apion (2.204) bahwa "aturan hukum mewajibkan mereka (anak-anak) diajar membaca" sebagai indikasi tingginya tingkat melek huruf di kalangan orang Yahudi abad pertama.[35][42] Sebaliknya, Richard A. Horsley berpendapat bahwa Yosefus merujuk kepada belajar "grammata" tidak berarti sama dengan membaca dan mungkin terbatas pada tradisi oral.[43] Ada sejumlah bagian Injil yang menyatakan atau menyiratkan bahwa Yesus dapat membaca.[44]

Elemen sejarah[sunting | sunting sumber]

Dua fakta dasar sejarah[sunting | sunting sumber]

Meksipun terdapat perbedaan pandangan yang besar di antara para ilmuwan mengenai konstruksi figur Yesus dalam sejarah, hampir semua pakar modern memandang dua fakta dalam hidup-Nya sebagai fakta sejarah, yaitu: pembaptisan dan penyaliban-Nya.[45][46] James Dunn menyatakan "kedua fakta ini dalam kehidupan Yesus meyakinkan persetujuan hampir menyeluruh" dan "ditempatkan dalam ranking begitu tinggi dalam skala 'hampir tidak mungkin untuk diragukan atau disangkal' dalam penilaian fakta sejarah" sehingga seringkali menjadi titik mula penelitian Yesus sebagai tokoh dalam sejarah.[45]

Persetujuan para pakar mengenai penyaliban Yesus oleh Pontius Pilatus sudah sangat luas, dan kebanyakan pakar menganggap fakta penyaliban ini tidak terbantah.[47][48][49][50] Eddy dan Boyd menyatakan bahwa sekarang "telah ditetapkan kuat" bahwa ada konfirmasi di luar kekristenan mengenai penyaliban Yesus.[51] Bart Ehrman menyatakan bahwa penyaliban Yesus atas perintah Pontius Pilatus adalah elemen yang paling pasti mengenai Yesus.[49] John Dominic Crossan menyatakan bahwa penyaliban Yesus adalah sepasti fakta sejarah apapun.[47] John P. Meier memandang penyaliban Yesus sebagai fakta sejarah dan menyatakan berdasarkan kriteria permaluan orang Kristen tidak akan menciptakan kisah kematian yang menyakitkan dari pemimpin mereka.[50] Meier menyatakan bahwa sejumlah kriteria lain, misalnya kriteria kesaksian berlipat ganda (yaitu konfirmasi lebih dari satu sumber), kriteria koherensi (yaitu sesuai dengan elemen sejarah yang lain) dan kriteria penolakan (yaitu tidak dibantah oleh sumber-sumber kuno) mendukung penetapan penyaliban Yesus sebagai suatu peristiwa sejarah.[52]

Adanya Yohanes Pembaptis dalam zaman yang sama dengan Yesus, dan hukuman matinya oleh Herodes Antipas telah dicatat oleh sejarawan abad ke-1 Flavius Yosefus dan mayoritas mutlak pakar modern memandang catatan Yosefus mengenai kehidupan Yohanes Pembaptis sebagai kesaksian otentik.[53][54] Salah satu argumen yang mendukung nilai sejarah Pembaptisan Yesus oleh Yohanes Pembaptis adalah suatu kisah yang tidak mungkin diciptakan oleh gereja Kristen mula-mula, menurut kriteria permaluan dalam analisis sejarah.[55][56][57] Tida hanya empat Injil yang merujuk kepada baptisan oleh Yohanes, dan Kisah Para Rasul 10:37 mencatat bagaimana rasul Petrus menyebutkan bahwa pelayanan Yesus mengikuti "baptisan yang dikabarkan oleh Yohanes".[58] Argumen lain yang mendukung pemastian sejarah peristiwa pembaptisan itu adalah adanya banyak sumber yang mengacu kepadanya, biasanya disebut "kriteria kesaksian berlipat ganda" (criterion of multiple attestation).[59] Secara teknis, kesaksian berlipat ganda tidak selalu menjamin otentisitas, tetapi menentukan kekunoan suatu kisah.[60] Namun, bagi kebanyakan pakar, bersama dengan kriteria permaluan, kriteria itu memperkuat kredibilitas pembaptisan Yesus oleh Yohanes sebagai peristiwa sejarah.[59][61][62][63]

Delapan elemen kemungkinan sejarah[sunting | sunting sumber]

Yesus dan murid-murid-Nya, lukisan Duccio, 1308-1311

Di luar dua fakta dasar sejarah baptisan dan penyaliban, para pakar menetapkan berbagai tingkat kepastian atas episode-episode lain dalam kehidupan Yesus. Dikenal luas ada delapan kemungkinan fakta yang sering dibicarakan, tetapi bukan berarti menerima persetujuan umum semua pakar.[64]

E.P. Sanders dan secara terpisah Craig A. Evans menyatakan bahwa ada dua insiden lain dalam kehidupan Yesus yang bersejarah, satu bahwa Yesus memanggil murid-murid, dan yang lain bahwa Yesus menyebabkan penyucian Bait Allah.[64][65][66] Pandangan berlanjut ini berasumsi adanya 8 elemen tentang Yesus dan pengikut-Nya yang dapat dipandang sebagai fakta sejarah, 4 episode dalam kehidupan Yesus, dan 4 fakta mengenai Dia dan para pengikut-Nya, yaitu:[64][65]

  • Yesus adalah seorang Galilea.
  • Aktivitasnya hanya terbatas di Galilea dan Yudea.
  • Setelah mati-Nya para murid-Nya meneruskan.
  • Beberapa murid-Nya dianiaya sampai mati.[64][65]

Persetujuan para ilmuwan mengenai daftar lanjutan ini belumlah universal, dan di luar 2 fakta dasar sejarah baptisan dan penyaliban, konsensus para ilmuwan mulai menipis.[64][65][66]

Kronologi[sunting | sunting sumber]

Sebuah prutah perunggu yang dicetak oleh Pontius Pilatus, prefek Provinsi Iudaea Romawi

Perkiraan kronologi Yesus disusun dari sumber-sumber non-Kristen, dan dipastikan dengan korelasi terhadap catatan Perjanjian Baru.[67][68]

Pembaptisan Yesus oleh Yohanes Pembaptis menempatkan-Nya pada era Yohanes, yang kronologinya ditetapkan dari rujukan Flavius Yosefus (Antiquitates Iudaicae 18.5.2) pada pernikahan Herodes Antipas dan Herodias serta kekalahan Herodes dari Aretas IV, raja Nabatea, pada tahun 36 M.[53][69][70][71] Kebanyakan pakar memperkirakan pernikahan Herodes dan Herodias, yang dihubungkan oleh Yosefus dengan penghukuman mati Yohanes oleh Herodes, di antara tahun 28-35, mengindikasikan bahwa pembaptisan Yesus oleh Yohanes terjadi sedikit lebih awal dari waktu tersebut.[53][69][71][72][73]

Sejumlah pendekatan digunakan untuk memperkirakan tarikh penyaliban Yesus. Salah satunya berdasarkan masa jabatan prefek Pontius Pilatus sebagai walinegeri di Yudea Romawi, dari tahun 26 M sampai 36 M, setelah itu ia digantikan oleh Marcellus, 36-37 M.[74][75][76] Pendekatan lain memberikan batas atas tahun kematian Yesus dengan perhitungan mundur dari kronologi Rasul Paulus, yang dapat ditetapkan dalam sejarah dari pengadilannya di Korintus di hadapan prokonsul Romawi Lucius Junius Gallio Annaeanus atau "Galio", yang tahun jabatannya dapat ditentukan dari Inskripsi Delphi (penemuan abad ke-20 di kuil dewa Apollo).[77][78] [79][80][81] Dua metode astronomi terpisah (salah satunya dari Isaac Newton) telah digunakan, dan sampai kepada kesimpulan tahun yang sama, yaitu 33 M.[82][83][84] Para ilmuwan umumnya sepakat bahwa Yesus wafat antara tahun 30-36 M.[67][85][86][87]

Pengaruh di dalam sejarah[sunting | sunting sumber]

Sepanjang sejarah dunia, Yesus telah meninggalkan pengaruh yang sangat mendalam. Ketika Kaisar Konstantinus mendapatkan penglihatan tentang Yesus tepat sebelum peperangan penentuan di Roma[88][89][90], adalah salah satu peristiwa paling penting dalam sejarah peradaban Barat. Peristiwa itu menandai dimulainya proses ketika kekristenan beranjak dari status agama minoritas menjadi salah satu agama resmi kekaisaran terbesar hingga saat itu di dunia Barat.[91]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b Amy-Jill Levine in the The Historical Jesus in Context edited by Amy-Jill Levine et al. 2006 Princeton Univ Press ISBN 978-0-691-00992-6 pages 1-2
  2. ^ a b Jesus: Apocalyptic Prophet of the New Millennium by Bart D. Ehrman (Sep 23, 1999) ISBN 0-19-512473-1 Oxford Univ Press pages ix-xi
  3. ^ Jesus Remembered Volume 1, by James D. G. Dunn 2003 ISBN 0-8028-3931-2 pp. 125-127
  4. ^ Ehrman, Bart. The New Testament: A Historical Introduction to the Early Christian Writings. New York: Oxford University Press, 2003. ISBN 0-19-515462-2, chapters 13, 15
  5. ^ Dalam sebuah ulasan situasi kesarjanaan modern pada tahun 2011, Bart Ehrman (seorang agnostik sekuler) menulis: "Ia (Yesus) jelas pernah ada, sebagaimana rasanya semua sarjana yang kompeten di bidang zaman kuno, baik orang Kristen maupun bukan, setuju." B. Ehrman, 2011 Forged : writing in the name of God ISBN 978-0-06-207863-6. page 285
  6. ^ Robert M. Price (seorang ateis yang menyangkal keberadaan Yesus) setuju bahwa pandangan ini bertentangan dengan apa yang diterima oleh mayoritas sarjana: Robert M. Price "Jesus at the Vanishing Point" dalam The Historical Jesus: Five Views suntingan James K. Beilby & Paul Rhodes Eddy, 2009 InterVarsity, ISBN 0-281-06329-X halaman 61
  7. ^ Michael Grant (seorang penganut klasisisme) menyatakan bahwa "Dalam tahun-tahun terakhir, 'tidak ada sarjana serius yang mencoba menyampaikan postulat bahwa Yesus tidak ada dalam sejarah' atau mungkin sangat sedikit sekali, dan mereka tidak berhasil mengemukakan bukti yang lebih kuat dari kebalikannya yang didukung bukti sangat banyak." dalam Jesus: An Historian's Review of the Gospels oleh Michael Grant 2004 ISBN 1-898799-88-1 halaman 200
  8. ^ Richard A. Burridge menyatakan: "Ada orang yang berargumen bahwa Yesus hanyalah sepotong dari imaginasi Gereja, bahwa Yesus sama sekali tidak pernah ada. Saya harus berkata bahwa saya tidak tahu adanya sarjana terhormat yang mengatakan itu lagi." dalam Jesus Now and Then oleh Richard A. Burridge dan Graham Gould (1 April 2004) ISBN 0-8028-0977-4 halaman 34
  9. ^ Jesus as a Figure in History: How Modern Historians View the Man from Galilee oleh Mark Allan Powell 1998 ISBN 0-664-25703-8 halaman 168–173
  10. ^ Allison, Dale (2009-02). The Historical Christ and the Theological Jesus. Wm. B. Eerdmans Publishing. hlm. 59. ISBN 978-0-8028-6262-4. Diakses 2011-Jan-09. "We wield our criteria to get what we want." 
  11. ^ John P. Meier (26 May 2009). A Marginal Jew: Rethinking the Historical Jesus, Law and Love. Yale University Press. hlm. 6–. ISBN 978-0-300-14096-5. Diakses 27 August 2010. 
  12. ^ Akenson, Donald (1998). Surpassing wonder: the invention of the Bible and the Talmuds. University of Chicago Press. hlm. 539–555. ISBN 978-0-226-01073-1. Diakses 2011-Jan-08. "...The point I shall argue below is that, the agreed evidentiary practices of the historians of Yeshua, despite their best efforts, have not been those of sound historical practice..." 
  13. ^ Clive Marsh, "Diverse Agendas at Work in the Jesus Quest" in Handbook for the Study of the Historical Jesus by Tom Holmen and Stanley E. Porter (Jan 12, 2011) ISBN 90-04-16372-7 pages 986-1002
  14. ^ Clive Marsh "Quests of the Historical Jesus in New Historicist Perspective" in Biblical Interpretation Journal Volume 5, Number 4, 1997 , pp. 403-437(35)
  15. ^ The Historical Jesus of the Gospels by Craig S. Keener (Apr 13, 2012) ISBN 0-8028-6888-6 page 163
  16. ^ Jesus in Contemporary Scholarship by Marcus J. Borg (Aug 1, 1994) ISBN 1-56338-094-3 pages 4-6
  17. ^ Studying the Historical Jesus: Evaluations of the State of Current Research by Bruce Chilton and Craig A. Evans (Jun 1998) ISBN 90-04-11142-5 page 27
  18. ^ John P. Meier "Criteria: How do we decide what comes from Jesus?" in The Historical Jesus in Recent Research by James D. G. Dunn and Scot McKnight (Jul 15, 2006) ISBN 1-57506-100-7 page 124 "Since in the quest for the historical Jesus almost anything is possible, the function of the criteria is to pass from the merely possible to the really probable, to inspect various probabilities, and to decide which candidate is most probable. Ordinarily the criteria can not hope to do more."
  19. ^ Fredriksen, Paula (1988). From Jesus to Christ ISBN 0-300-04864-5 pp. ix-xii
  20. ^ Sanders, E.P. (1987). Jesus and Judaism, Fortress Press ISBN 0-8006-2061-5 pp. 1-9
  21. ^ Jonathan L. Reed, "Archaeological contributions to the study of Jesus and the Gospels" in The Historical Jesus in Context edited by Amy-Jill Levine et al. Princeton Univ Press 2006 ISBN 978-0-691-00992-6 pages 40-47
  22. ^ Archaeology and the Galilean Jesus: a re-examination of the evidence by Jonathan L. Reed 2002 ISBN 1-56338-394-2 pages xi-xii
  23. ^ Craig A. Evans (Mar 26, 2012). The Archaeological Evidence For Jesus. The Huffington Post. 
  24. ^ a b "Jesus Research and Archaeology: A New Perspective" by James H. Charlesworth in Jesus and archaeology edited by James H. Charlesworth 2006 ISBN 0-8028-4880-X pages 11-15
  25. ^ What are they saying about the historical Jesus? by David B. Gowler 2007 ISBN 0-8091-4445-X page 102
  26. ^ Craig A. Evans (Mar 16, 2012). Jesus and His World: The Archaeological Evidence. Westminster John Knox Press. ISBN 0-664-23413-5. 
  27. ^ Jesus: the complete guide by Leslie Houlden 2006 082648011X pages 63-100
  28. ^ Teaching Christianity: a world religions approach by Clive Erricker 1987 ISBN 0-7188-2634-5 page 44
  29. ^ Joel B. Green, Scot McKnight, I. Howard Marshall, Dictionary of Jesus and the Gospels (InterVarsity Press, 1992), page 442
  30. ^ a b James Barr, Which language did Jesus speak, Bulletin of the John Rylands University Library of Manchester, 1970; 53(1) pages 9–29 [1]
  31. ^ a b Handbook to exegesis of the New Testament by Stanley E. Porter 1997 ISBN 90-04-09921-2 pages 110–112
  32. ^ Discovering the language of Jesus by Douglas Hamp 2005 ISBN 1-59751-017-3 page 3-4
  33. ^ Jesus in history and myth by R. Joseph Hoffmann 1986 ISBN 0-87975-332-3 page 98
  34. ^ James Barr's review article Which language did Jesus speak (referenced above) states that Aramaic has the widest support among scholars.
  35. ^ a b c d Jesus Remembered by James D. G. Dunn 2003 ISBN 0-8028-3931-2 pages 313-315
  36. ^ Amy-Jill Levine in The Historical Jesus in Context edited by Amy-Jill Levine et al. Princeton Univ Press 2006 ISBN 978-0-691-00992-6 page 10
  37. ^ Dickson, John. Jesus: A Short Life, Lion Hudson, 2008, ISBN 0-8254-7802-2,page 47
  38. ^ Fiensy, David A.; Jesus the Galilean: soundings in a first century life, Gorgias Press LLC, 2007, ISBN 1-59333-313-7 page 68
  39. ^ Fiensy, David A.; Jesus the Galilean: soundings in a first century life, Gorgias Press LLC, 2007, ISBN 1-59333-313-7 pages 74-77
  40. ^ Jesus the Jew: a historian's reading of the Gospels by Jeza Vermes 1983 ISBN SBN: 0961614846 page 21
  41. ^ a b c The International Standard Bible Encyclopedia (Q-Z) by Geoffrey W. Bromiley (Jan 31, 1995) ISBN 0-8028-3784-0 page 50
  42. ^ The Gospel of Mark by John R. Donahue and Daniel J., S.J. Harrington (Jan 1, 2002) ISBN 0-8146-5965-9 pages 60-61
  43. ^ Whoever Hears You Hears Me: Prophets, Performance, and Tradition in Q by Richard A. Horsley and Jonathan A. Draper (Nov 1, 1999) ISBN 1-56338-272-5 page 127
  44. ^ Theissen and Merz 1998, p. 354 (misalnya {{Alkitab|Markus 1:39, 2:25, 12:10; Matius 12:5, 19:4, 21:16; Lukas 4.16; Yohanes 7:15)
  45. ^ a b Jesus Remembered by James D. G. Dunn 2003 ISBN 0-8028-3931-2 page 339
  46. ^ Jesus of Nazareth by Paul Verhoeven (Apr 6, 2010) ISBN 1-58322-905-1 page 39
  47. ^ a b Crossan, John Dominic (1995). Jesus: A Revolutionary Biography. HarperOne. hlm. 145. ISBN 0-06-061662-8. "That he was crucified is as sure as anything historical can ever be, since both Josephus and Tacitus...agree with the Christian accounts on at least that basic fact." 
  48. ^ Jesus and the Gospels: An Introduction and Survey by Craig L. Blomberg 2009 ISBN 0-8054-4482-3 pages 211-214
  49. ^ a b A Brief Introduction to the New Testament by Bart D. Ehrman 2008 ISBN 0-19-536934-3 page 136
  50. ^ a b John P. Meier "How do we decide what comes from Jesus" in The Historical Jesus in Recent Research by James D. G. Dunn and Scot McKnight 2006 ISBN 1-57506-100-7 pages 126-128 and 132-136
  51. ^ Eddy & Boyd (2007) The Jesus Legend: A Case for the Historical Reliability of the Synoptic Jesus Tradition Baker Academic, ISBN 0-8010-3114-1 page 127 states that it is now "firmly established" that there is non-Christian confirmation of the crucifixion of Jesus
  52. ^ John P. Meier "How do we decide what comes from Jesus" in The Historical Jesus in Recent Research by James D. G. Dunn and Scot McKnight 2006 ISBN 1-57506-100-7 pages 132-136
  53. ^ a b c Craig Evans, 2006 "Josephus on John the Baptist" in The Historical Jesus in Context edited by Amy-Jill Levine et al. Princeton Univ Press ISBN 978-0-691-00992-6 pages 55-58
  54. ^ The new complete works of Josephus by Flavius Josephus, William Whiston, Paul L. Maier ISBN 0-8254-2924-2 pages 662-663
  55. ^ Jesus as a figure in history: how modern historians view the man from Galilee by Mark Allan Powell 1998 ISBN 0-664-25703-8 page 47
  56. ^ Who Is Jesus? by John Dominic Crossan, Richard G. Watts 1999 ISBN 0-664-25842-5 pages 31-32
  57. ^ Jesus of Nazareth: An Independent Historian's Account of His Life and Teaching by Maurice Casey 2010 ISBN 0-567-64517-7 page 35
  58. ^ Who is Jesus?: an introduction to Christology by Thomas P. Rausch 2003 ISBN 978-0-8146-5078-3 page 77
  59. ^ a b John the Baptist: prophet of purity for a new age by Catherine M. Murphy 2003 ISBN 0-8146-5933-0 pages 29-30
  60. ^ Jesus and His Contemporaries: Comparative Studies by Craig A. Evans 2001 ISBN 0-391-04118-5 page 15
  61. ^ An introduction to the New Testament and the origins of Christianity by Delbert Royce Burkett 2002 ISBN 0-521-00720-8 pages 247-248
  62. ^ Who is Jesus? by Thomas P. Rausch 2003 ISBN 978-0-8146-5078-3 page 36
  63. ^ The relationship between John the Baptist and Jesus of Nazareth: A Critical Study by Daniel S. Dapaah 2005 ISBN 0-7618-3109-6 page 91
  64. ^ a b c d e f Authenticating the Activities of Jesus by Bruce Chilton and Craig A. Evans 2002 ISBN 0-391-04164-9 pages 3-7
  65. ^ a b c d e Prophet and Teacher: An Introduction to the Historical Jesus by William R. Herzog (Jul 4, 2005) ISBN 0-664-22528-4 pages 1-6
  66. ^ a b Jesus as a Figure in History: How Modern Historians View the Man from Galilee by Mark Allan Powell (Nov 1, 1998) ISBN 0-664-25703-8 page 117
  67. ^ a b Paul L. Maier "The Date of the Nativity and Chronology of Jesus" in Chronos, kairos, Christos by Jerry Vardaman, Edwin M. Yamauchi 1989 ISBN 0-931464-50-1 pages 113-129
  68. ^ The Lion and the Lamb by Andreas J. Kostenberger, L. Scott Kellum and Charles L Quarles (Jul 15, 2012) ISBN 1-4336-7708-3 page 40
  69. ^ a b Herodias: at home in that fox's den by Florence Morgan Gillman 2003 ISBN 0-8146-5108-9 pages 25-30
  70. ^ The new complete works of Josephus by Flavius Josephus, William Whiston, Paul L. Maier ISBN 0-8254-2924-2 pages 662-663
  71. ^ a b Herod Antipas by Harold W. Hoehner 1983 ISBN 0-310-42251-5 pages 125-127
  72. ^ Christianity and the Roman Empire: background texts by Ralph Martin Novak 2001 ISBN 1-56338-347-0 pages 302-303
  73. ^ Hoehner, Harold W (1978). Chronological Aspects of the Life of Christ. Zondervan. hlm. 29–37. ISBN 0-310-26211-9. 
  74. ^ Pontius Pilate: portraits of a Roman governor by Warren Carter 2003 ISBN 0-8146-5113-5 pages 44-45
  75. ^ The history of the Jews in the Greco-Roman world by Peter Schäfer 2003 ISBN 0-415-30585-3 page 108
  76. ^ Backgrounds of early Christianity by Everett Ferguson 2003 ISBN 0-8028-2221-5 page 416
  77. ^ Craig S. Keener in The Blackwell Companion to Paul edited by Stephen Westerholm 2011 ISBN 1-4051-8844-8 page 51
  78. ^ Paul and His Letters by John B. Polhill 1999 ISBN 0-8054-1097-X pages 49-50
  79. ^ The Cambridge Companion to St Paul by James D. G. Dunn (Nov 10, 2003) Cambridge Univ Press ISBN 0-521-78694-0 page 20
  80. ^ Paul: his letters and his theology by Stanley B. Marrow 1986 ISBN 0-8091-2744-X pages 45-49
  81. ^ Chronos, Kairos, Christos by Jerry Vardaman and Edwin M. Yamauchi (Aug 1989) ISBN 0-931464-50-1 page 211
  82. ^ Pratt, J. P. (1991). "Newton's Date for the Crucifixion". Journal of the Royal Astronomical Society 32 (3): 301–304. Bibcode:1991QJRAS..32..301P. 
  83. ^ Humphreys, Colin J.; W. G. Waddington (December 1983). "Dating the Crucifixion". Nature 306 (5945): 743–746. Bibcode:1983Natur.306..743H. doi:10.1038/306743a0. 
  84. ^ Colin Humphreys, The Mystery of the Last Supper Cambridge University Press 2011 ISBN 978-0-521-73200-0, page 13
  85. ^ Jesus & the Rise of Early Christianity: A History of New Testament Times by Paul Barnett 2002 ISBN 0-8308-2699-8 pages 19-21
  86. ^ The Cradle, the Cross, and the Crown: An Introduction to the New Testament by Andreas J. Köstenberger, L. Scott Kellum 2009 ISBN 978-0-8054-4365-3 page 114
  87. ^ Sanders (1993). pp. 11, 249.
  88. ^ Lactantius, De Mortibus Persecutorum 44.4–6, tr. J.L. Creed, Lactantius: De Mortibus Persecutorum (Oxford: Oxford University Press, 1984), qtd. in Lenski, "Reign of Constantine" (CC), 71.
  89. ^ Eusebius, Vita Constantini 1.28, tr. Odahl, 105. Barnes, Constantine and Eusebius, 43; Drake, "Impact of Constantine on Christianity" (CC), 113; Odahl, 105.
  90. ^ Eusebius, Vita Constantini 1.27–29; Barnes, Constantine and Eusebius, 43, 306; Odahl, 105–6, 319–20.
  91. ^ [http://www.bbc.co.uk/religion/religions/christianity/history /jesus_1.shtml "Jesus"]. BBC. Diakses 2013-07-10. 

Pustaka tambahan[sunting | sunting sumber]

v. 1, The Roots of the Problem and the Person, 1991, ISBN 0-385-26425-9
v. 2, Mentor, Message, and Miracles, 1994, ISBN 0-385-46992-6
v. 3, Companions and Competitors, 2001, ISBN 0-385-46993-4
v. 1, The New Testament and the People of God. Augsburg Fortress Publishers: 1992.;
v. 2, Jesus and the Victory of God. Augsburg Fortress Publishers: 1997.;
v. 3, The Resurrection of the Son of God. Augsburg Fortress Publishers: 2003.
  • Wright, N.T. The Challenge of Jesus: Rediscovering who Jesus was and is. IVP 1996
  • Yaghjian, Lucretia. "Ancient Reading", in Richard Rohrbaugh, ed., The Social Sciences in New Testament Interpretation. Hendrickson Publishers: 2004. ISBN 1-56563-410-1.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

  • "Jesus Christ". Encyclopædia Britannica Online. 2009. The first section, on Jesus' life and ministry