Nama dan gelar Yesus

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari

Bagian dari seri tentang
Yesus Kristus

Title jesus.jpg

Nama dan gelar
YesusKristusMesiasIsa AlmasihJuruselamat

Yesus Kristus dan Kekristenan
NubuatKronologiKelahiranSilsilahPembaptisanPelayananMukjizatPerumpamaanPenangkapanPengadilanPenyalibanKematianPenguburanKebangkitanKenaikanKedatangan yang keduaPenghakiman

Ajaran utama Yesus Kristus
MesiasKotbah di Bukit
Doa Bapa KamiHukum Kasih
Perjamuan MalamAmanat Agung

Pandangan terhadap Yesus
Pandangan Kristen
Pandangan Islam
Pandangan Yahudi
Yesus dalam sejarah
Yesus dalam karya seni

Nama dan gelar Yesus adalah nama, gelar, istilah atau lambang yang dipakai di dalam Alkitab untuk menggambarkan Yesus Kristus. Beberapa gelar umum yang dipakai untuk menggambarkan Yesus adalah Kristus/Mesias, Juru Selamat, Anak Allah, Anak Domba Allah.

Yesus[sunting | sunting sumber]

Nama "Yesus" adalah alihaksara dari bahasa Latin Iesus, yang berasal dari bahasa Yunani Ἰησοῦς (Iēsoûs), yang pada gilirannya juga merupakan Helenisasi dari bahasa Ibrani יְהוֹשֻׁעַ (Yĕhōšuă‘, Yosua) atau bahasa Aram יֵשׁוּעַ (Yēšûă‘), yang berarti "Yahweh menyelamatkan".[1][2][3]

Kristus[sunting | sunting sumber]

"Kristus" adalah gelar yang berasal dari bahasa Yunani Χριστός (Christós), yang berasal dari bahasa Ibrani מָשִׁיחַ ("Mesias", berarti "yang diurapi" atau "yang terpilih").[4][5]

Mesias[sunting | sunting sumber]

Juru Selamat[sunting | sunting sumber]

Anak Allah[sunting | sunting sumber]

Anak Manusia[sunting | sunting sumber]

Allah Anak[sunting | sunting sumber]

Yesus menggunakan nama dan gelar Allah[sunting | sunting sumber]

Apologis Kristen menyatakan bahwa argumen terkuat untuk keilahian Yesus adalah: Dia secara pribadi menyebut dirinya dengan menggunakan nama dan gelar Allah dari Perjanjian Lama[6] dan juga mengizinkan orang lain untuk memanggilnya dengan nama panggilan Allah.[7] Tindakan ini menyebabkan kemarahan besar dari para penguasa Yahudi sehingga mereka mencoba membunuhnya atas tuduhan penghujatan terhadap Allah.[8] Penguasa Yahudi tidak ragu bahwa guru asal Galilea ini sedang mengklaim sebagai Tuhan yang Mahakuasa.[9]

Allah Sejati[sunting | sunting sumber]

Alfa dan Omega[sunting | sunting sumber]

"Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Maha Kuasa" (Wahyu 1:8, 1:17-18). Ayat ayat tersebut adalah hasil penampakan yang dialami Yohanes yang artinya "Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir" demikian juga pada Wahyu 22:13. Dalam kitab Wahyu kepada Yohanes tertulis bahwa kalimat tersebut merupakan ucapan langsung dari Yesus Kristus yang dicatat oleh Yohanes pertama kalinya pada waktu Yohanes berada di pulau Patmos.[10]

Imanuel[sunting | sunting sumber]

Seorang malaikat berkata kepada Yusuf : "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka." Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" (Matius 1:20-23). Walaupun Yesus tidak pernah sekalipun dipanggil Imanuel ataupun menamakan dirinya Imanuel, tetapi kepercayaan Kristen menganggap bahwa Yesus adalah Imanuel

Pencipta[sunting | sunting sumber]

Menurut Yohanes, Yesus adalah Firman, yang menciptakan segala sesuatu:[11] "Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan." (Yohanes 1:1,3). "Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya." (Yohanes 1:10)

Yang Mahakuasa[sunting | sunting sumber]

Yesus berkata : "Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa." (Wahyu 1:8)

Nama dan Gelar lainnya dalam Alkitab[sunting | sunting sumber]

Sehingga di definisikan sebagai perumpamaan anak domba yang hilang dalam Perjanjian Baru adalah pengikut/jemaat Kristus yang murtad, yang ditemukan dan diselamatkan kembali (bertobat dan kembali ke jalan Kristus).

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]