Perumpamaan orang kaya yang bodoh

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Orang kaya yang bodoh adalah sebuah perumpamaan yang diajarkan oleh Yesus kepada murid-muridnya. Kisah ini tercantum hanya pada satu Kitab Injil dalam Perjanjian Baru di Alkitab Kristen, yaitu di dalam Injil Lukas: Lukas 12:13-21.

Orang kaya yang bodoh[sunting | sunting sumber]

The Parable of the Rich Fool ("Perumpamaan orang kaya yang bodoh") lukisan Rembrandt, tahun 1627.

Naskah lain[sunting | sunting sumber]

Suatu kutipan dalam bentuk lebih singkat didapati pada naskah di luar Alkitab yang dinamai "Injil Tomas" (Perkataan 63).[1]

Interpretasi[sunting | sunting sumber]

Perumpamaan ini disampaikan kepada seorang penanya yang berusaha meminta pertolongan Yesus Kristus untuk menjadi hakim dalam pertikaian harta dengan saudaranya.[2] Orang kaya dalam perumpamaan ini digambarkan mempunyai sifat negatif yaitu ketamakan.[2] Dengan memperbesar lumbung-lumbungnya, orang ini bermaksud untuk meningkatkan penghasilannya, sekaligus menunggu waktu yang tepat untuk menjual dengan harga tinggi.[2] St. Augustinus memberi komentar bahwa petani itu "berencana untuk mengisi jiwanya dengan pesta pora yang berlebihan dan tidak perlu serta dengan sombong mengabaikan perut-perut kosong orang-orang miskin. Ia tidak menyadari bahwa perut-perut kosong orang miskin merupakan tempat penyimpanan yang lebih aman daripada lumbung-lumbungnya."[3]

Percakapan si petani dengan dirinya sendiri selain bersifat negatif[2] juga berpusat pada diri sendiri: banyak menggunakan kata "aku" atau "jiwaku".[4] Arland J. Hultgren berkomentar bahwa perumpamaan ini "memberikan contoh untuk tidak berbuat hal yang sama. Orang yang identitasnya dikaitkan dengan harta, status atau prestasinya — dan difokuskan pada perolehan hal-hal tersebut — mudah untuk tidak menyadari panggilan Allah dan kebutuhan sesamanya."[4]

Kebodohan si petani itu terletak pada fakta bahwa kekayaan tidak menjamin masa depan: Penghakiman terakhir datang lebih dini dari yang diperkirakannya.[5]

Karya seni[sunting | sunting sumber]

Perumpamaan ini menjadi objek karya seni sejumlah pelukis, termasuk Rembrandt, Jan Luyken, James Tissot, and David Teniers the Younger.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Gospel of Thomas: Lamb translation and Patterson/Meyer translation
  2. ^ a b c d Joel B. Green, The Gospel of Luke, Eerdmans, 1997, ISBN 0-8028-2315-7, pp. 487-491.
  3. ^ Arthur A. Just, Luke, InterVarsity Press, 2003, ISBN 0-8308-1488-4, p. 208.
  4. ^ a b Arland J. Hultgren, The Parables of Jesus: A Commentary, Eerdmans, 2002, ISBN 0-8028-6077-X, pp. 104-109.
  5. ^ John Clifford Purdy, Parables at Work, Westminster John Knox Press, 1986, ISBN 0-664-24640-0, pp. 41-43.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]