Perumpamaan kewaspadaan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Bagian dari seri tentang
Yesus Kristus

Title jesus.jpg

Nama dan gelar
YesusKristusMesiasIsa AlmasihJuruselamat

Yesus Kristus dan Kekristenan
NubuatKronologiKelahiranSilsilahPembaptisanPelayananMukjizatPerumpamaanPenangkapanPengadilanPenyalibanKematianPenguburanKebangkitanKenaikanKedatangan yang keduaPenghakiman

Ajaran utama Yesus Kristus
MesiasKotbah di Bukit
Doa Bapa KamiHukum Kasih
Perjamuan MalamAmanat Agung

Pandangan terhadap Yesus
Pandangan Kristen
Pandangan Islam
Pandangan Yahudi
Yesus dalam sejarah
Yesus dalam karya seni

Perumpamaan kewaspadaan atau perumpamaan hamba yang menantikan tuannya adalah sebuah perumpamaan yang diajarkan oleh Yesus kepada murid-muridnya. Kisah ini tercantum di dalam Lukas 12:35-40. Perumpamaan ini hampir sama dengan perumpamaan yang ditulis dalam Injil Matius dan Injil Lukas yang bertajuk nasihat untuk berjaga-jaga.

Kewaspadaan[sunting | sunting sumber]

Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala. Dan hendaklah kamu sama seperti orang-orang yang menanti-nantikan tuannya yang pulang dari perkawinan, supaya jika ia datang dan mengetok pintu, segera dibuka pintu baginya. Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka. Dan apabila ia datang pada tengah malam atau pada dinihari dan mendapati mereka berlaku demikian, maka berbahagialah mereka. Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pukul berapa pencuri akan datang, ia tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar. Hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu sangkakan.
 
— Lukas 12:35-40


Lihat pula[sunting | sunting sumber]