Surat Paulus kepada Jemaat di Galatia

| Bagian dari Alkitab Kristen | ||||
| Perjanjian Baru | ||||
|---|---|---|---|---|
|
|
||||

Surat Paulus kepada Jemaat di Galatia[a] adalah buku kesembilan dari surat Paulus dari Perjanjian Baru di Alkitab Kristen.[4] Kitab ini sebenarnya berwujud sebuah surat yang ditulis oleh rasul Paulus untuk jemaat di kota Galatia (sekarang di wilayah negara Turki).[4] Nama Kitab ini berasal dari nama tempat yang menjadi tujuannya.[4] Orang-orang Galatia adalah orang-orang yang berasal dari suku bangsa Keltik yang masa itu tinggal di Asia Kecil.[4]
Setelah Injil tentang Yesus mulai diberitakan dan diterima di antara orang-orang bukan Yahudi, timbullah pertanyaan apakah untuk menjadi seorang Kristen yang sejati orang harus mentaati hukum agama Yahudi.[4] Paulus mengemukakan bahwa hal itu tidak perlu—bahwa sesungguhnya satu-satunya dasar yang baik untuk kehidupan Kristen adalah percaya kepada Kristus.[4] Dengan kepercayaan itu hubungan manusia dengan Tuhan menjadi baik kembali.[4] Tetapi orang-orang yang menentang Paulus telah datang ke jemaat-jemaat di Galatia, yaitu sebuah daerah di Anatolia Pusat di Asia Kecil.[4] Mereka berpendapat bahwa untuk berbaik kembali dengan Tuhan, orang harus melaksanakan hukum agama Yahudi.[4]
Tujuan
[sunting | sunting sumber]Surat Galatia ini ditulis untuk menolong orang-orang yang telah disesatkan oleh ajaran-ajaran palsu.[4] Dengan kata lain, supaya mereka kembali taat kepada ajaran yang benar.[4] Paulus memulai suratnya ini dengan berkata bahwa ia adalah rasul Yesus Kristus.[4] Paulus dengan tegas mengatakan bahwa dia dipanggil oleh Tuhan untuk menjadi rasul dan bukan dari manusia.[4] Dia juga mengatakan bahwa tugasnya ditujukan terutama untuk orang yang bukan Yahudi (1-2).[4] Setelah itu, Paulus mengajarkan kepada jemaat Galatia bahwa hubungan manusia dengan Tuhan diperbaharui atau menjadi baik kembali hanya melalui percaya kepada Kristus (3-4).[4] Di dalam pasal-pasal terakhir kitab ini (5-6), Paulus menjelaskan bahwa cinta kasih yang timbul pada diri orang Kristen itu disebabkan karena iman percayanya kepada Kristus.[4] Iman percaya tersebut akan dengan sendirinya menyebabkan orang itu melakukan perbuatan-perbuatan yang sesuai dengan karakter Kristus, yaitu kasih.[4]
Waktu penulisan
[sunting | sunting sumber]Surat ini diyakini ditulis pada pertengahan kedua (antara bulan Juli - Desember) tahun 56 M.[5] Pendapat lain memberi perkiraan tahun 53,[6] atau tahun 53-56.[7]
Isi
[sunting | sunting sumber]Garis-garis besar surat Paulus kepada jemaat Galatia:[8][9]
- Pendahuluan 1:1-10
- Hak Paulus sebagai rasul 1:11–2:21
- Injil tentang rahmat Tuhan 3:1--4:31
- Kebebasan dan kewajiban orang Kristen 5:1--6:10
- Penutup 6:11-18
Ayat-ayat terkenal
[sunting | sunting sumber]- Galatia 3:28: Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus.
- Galatia 5:22–23: Buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri.
Latar Belakang
[sunting | sunting sumber]Surat Galatia ini ditulis oleh Paulus dengan alasan tertentu.[10] Paulus diberitahu bahwa jemaat di Galatia dikacaukan oleh pengajaran yang sesat.[10] Surat Paulus ini juga ditulis di tengah-tengah hangatnya pergumulan di komunitas yahudi pada saat itu.[10] Orang-orang Yahudi ingin men-yahudi-kan segala jemaat dan mereka memasuki juga jemaat yang didirikan oleh Paulus.[10] Hal ini pun mendapat perlawanan dari Paulus.[10]
Orang Yudais itu mencoba meyakinkan orang-orang Galatia bahwa keselamatan harus dikerjakan dengan jalan menaati Hukum Taurat.[10] Paulus pun mendapat cobaan dan tantangan dalam halam hal ini.[10] Mereka sengaja melakukan hal tersebut untuk menghasut orang-orang Galatia untuk melawan Paulus, dengan menghasut kerasulannya.[10]
Paulus memang tidak diteguhkan menjadi rasul oleh rasul dan dia juga tidak menjadi murid Yesus ketika Yesus hidup.[10] Bahkan Paulus tidak pernah melihat Yesus dengan mata kepalanya sendiri.[10] Hal inilah yang dipertanyakan oleh orang yang menghasut oleh Paulus.[10] Dari isi surat Galatia ini, kita dapat menyimpulkan bahwa usaha tersebut hampir berhasil (1:6).[10] Oleh karena itu, Paulus bereaksi dengan tegas, emosi, dan terus terang, tetapi juga memiliki argumen yang kuat.[10]
Muatan teologis
[sunting | sunting sumber]Paulus berpendapat bahwa tuntutan agar orang-orang bukan Yahudi yang telah bertobat tunduk terhadap Taurat telah merusak pesannya bahwa manusia dibenarkan hanya karena imannya di dalam Kristus, bukan karena melakukan Taurat.[10]
Paulus menolak paham yang menekankan Hukum Taurat.[10] Para penentang Paulus menekankan agar orang-orang non-Yahudi yang menerima Yesus sebagai Mesisas harus terlebih dahulu menjadi orang Yahudi dan menaati hukum-hukum yang dipaparkan dalam Kitab Suci.[10] Sedangkan Paulus mempertahankan bahwa cerita Kitab Kejadian mengenai Abraham menunjukkan bahwa yang dituntut dari keturunan Abraham terutama adalah iman (3:8).[10] Bagi orang-orang non-Yahudi yang bertobat, iman itulah yang mempersatukan mereka dalam Kristus (3:26).[10]
Dalam Pandangan Paulus, manusia tidak dihakimi berdasarkan perbuatannya, tetapi oleh apa yang telah mereka terima dari Kristus.[10]
Lihat pula
[sunting | sunting sumber]Catatan
[sunting | sunting sumber]Surat Paulus kepada Jemaat di Galatia | ||
| Didahului oleh: Surat 2 Korintus |
Perjanjian Baru Alkitab |
Diteruskan oleh: Surat Efesus |
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Aland, Kurt; Aland, Barbara (1995). The Text of the New Testament: An Introduction to the Critical Editions and to the Theory and Practice of Modern Textual Criticism (dalam bahasa Inggris). Diterjemahkan oleh Rhodes, Erroll F. (Edisi 2nd). Grand Rapids, MI: Wm. B. Eerdmans Publishing Co. hlm. 159. ISBN 978-0-8028-4098-1. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal October 5, 2023.
- ↑ ESV Pew Bible. Wheaton, Illinois: Crossway. 2018. hlm. 972. ISBN 978-1-4335-6343-0. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal June 3, 2021.
- ↑ "Bible Book Abbreviations". Logos Bible Software. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal April 21, 2022. Diakses tanggal April 21, 2022.
- 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 J. J. W. Gunning.1975.Tafsiran Alkitab: Surat Galatia.Jakarta.Gunung Mulia.17-64.
- ↑ John Arthur Thomas Robinson (1919-1983). "Redating the New Testament". Westminster Press, 1976. 369 halaman. ISBN 10: 1-57910-527-0; ISBN 13: 978-1-57910-527-3
- ↑ A. Harnack, Geschichte der altchristlichen Litteratur bis Eusehius, Leipzig 1893-7, vol. II.
- ↑ W. G. Kummel, "Introduction to the New Testament" (Heidelberg i963),ET 1966; 21975.
- ↑ E.P. Sanders, Paulus. Eine Einführung, Reclam, Stuttgart: Reclam, 1995.
- ↑ Berdasarkan Pengantar Alkitab oleh Lembaga Alkitab Indonesia, 2002.
- 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 W. R. F Brown.2002.Kamus Alkitab.Jakarta.Gunung Mulia.112-113.
Pranala luar
[sunting | sunting sumber]- Bible Gateway 35 languages/50 versions at GospelCom.net
- Unbound Bible 100+ languages/versions at Biola University
- Online Bible at GospelHall.org
- Translation of Galatians by Gerald O. Hoenecke, et al. Diarsipkan 2008-04-07 di Wayback Machine.
- Easton's Bible Dictionary, 1897: Epistle to the Galatians, commencing "The genuineness of this epistle is not called in question. Its Pauline origin is universally acknowledged."
- G. A. van den Bergh van Eysinga, "The Spuriousness of so-called Pauline epistles exemplified by the Epistle to the Galatians," 1912: a review of the critical analysis that identified Galatians among the "four Epistles" considered by some critical readers to be post-Pauline.
- Galatians, Paul, The Torah-Law & Legalism Diarsipkan 2006-06-13 di Wayback Machine.
- John Chrysostom's Commentary on Galatians
- An alternative commentary on Galatians
- A Secular Site on Galatians Diarsipkan 2009-01-12 di Wayback Machine.