Kitab Tobit

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Tobias Mengucapkan Selamat Tinggal kepada Ayahnya. Lukisan karya William-Adolphe Bouguereau (1860)

Kitab Tobit (/ˈtbɪt/; dari Yunani: Τωβίθ Tōbith atau Τωβίτ Tōbit,[1] yang berasal dari bahasa Ibrani: טובי Tobi "kebaikan [yang] saya [miliki/terima]"; Kitab Tobias dalam Vulgata dari kata Yunani Τωβίας Tōbias, yang berasal dari bahasa Ibrani טוביה Tovya "Yah adalah baik") adalah salah satu kitab suci yang termasuk dalam kanon Alkitab Katolik dan Ortodoks, dinyatakan kanonik oleh Konsili Kartago tahun 397 dan ditegaskan oleh kalangan Katolik Roma dalam Konsili Trente tahun 1546.

Status kanonik[sunting | sunting sumber]

Tobit dan Anna. Lukisan karya Abraham De Pape (kr. 1658), Galeri Nasional London.

Kitab Tobit tercantum dalam kanon yang dihasilkan Konsili Hippo (393 M), Kartago (397 M), dan Florence (1442), serta merupakan bagian dari kanon Gereja Katolik Roma maupun Ortodoks Timur. Kalangan Katolik Roma seringkali menyebutnya deuterokanonika.[2]

Artikel VI dalam 39 Artikel Gereja Inggris mencantumkan kitab ini sebagai salah satu kitab "Apokrifa".[3] Kalangan Protestan memandang Kitab Tobit apokrif karena tidak termasuk dalam Tanakh dan tidak dianggap kanonik oleh kalangan Yudaisme.

Sebelum penemuan fragmen-fragmen Kitab Tobit berbahasa Aram dan Ibrani pada tahun 1952, yakni di antara berbagai Naskah Laut Mati yang ditemukan di Gua IV di Qumran, para akademisi meyakini bahwa Kitab Tobit tidak termasuk dalam kanon Yahudi karena kepenulisannya belakangan, diperkirakan tahun 100 M.[2][4] Namun fragmen-fragmen Qumran tersebut, yang bertarikh antara 100 SM sampai 25 M, menunjukkan kesamaan dengan teks Yunani yang terdapat dalam tiga penyuntingan (recensio) berbeda dan membuktikan waktu penulisannya yang jauh lebih dari awal daripada yang diperkirakan sebelumnya.[2] Fragmen-fragmen ini membuktikan kepenulisannya tidak lebih dari abad ke-2 SM dan setidaknya sezaman dengan tarikh yang ditetapkan para akademisi modern atas kompilasi akhir Kitab Daniel yang berstatus kanonik.[5]

Akademisi-akademisi lainnya mendalilkan bahwa Kitab Tobit tidak disertakan dalam Kitab Suci Yahudi dengan alasan tidak sesuai dengan Halakha karena Raguel—ayah dari mempelai wanita—yang menuliskan perjanjian perkawinan (lih. Tobit 7:14), bukannya dari mempelai pria sebagaimana disyaratkan oleh hukum kerabian Yahudi.[2]

Namun dapat dihipotesiskan bahwa beberapa akademisi rabinik Yahudi kuno memandang Kitab Tobit bernilai historis. Bereshith Rabba, suatu komentari aggadik tentang Kitab Kejadian yang disusun sekitar tahun 400–600 M, menyertakan sebuah potongan Kitab Tobit versi Aramaik.[6] Kitab Tobit termasuk dalam Septuaginta (interpretasi/terjemahan Alkitab Ibrani dalam bahasa Yunani).[2] Pada masa yang lebih kontemporer, sejumlah kaum Yahudi di Israel telah berupaya untuk mengembalikan Kitab Tobit sebagai bagian dari kanon mereka.[7]

Ringkasan isi[sunting | sunting sumber]

Kitab ini mengisahkan cerita tentang seorang Yahudi yang saleh dari suku Naftali yang bernama Tobit (atau Tobias) yang hidup di Niniwe setelah pembuangan suku Israel utara ke Asyur pada tahun 721 SM di bawah raja Salmaneser V (Dua pasal pertama dan setengah pasal berikutnya ditulis dengan kata ganti orang pertama.) Ia khususnya diakui karena berusaha keras dalam menguburkan orang-orang Yahudi yang dibunuh oleh Sanherib. Olah karena perbuatannya itu, raja menyita semua hartanya dan mengirim dia ke pembuangan. Setelah kematian Sankherib, ia diizinkan kembali ke Niniwe, tetapi ia tetap menguburkan seorang mati karena terbunuh di jalan. Malam itu, ia tidur di tempat terbuka dan menjadi buta oleh karena kotoran burung yang jatuh mengenai kedua matanya. Hal ini mengganggu hubungan perkawinannya, dan karena itu akhirnya ia memohon agar nyawanya dicabut.

Sementara itu, di Media, sebuah kerajaan yang jauh dari Niniwe, seorang perempuan muda yang bernama Sarah berdoa memohon kematian karena ia kehilangan tujuh orang suaminya yang diambil oleh hantu Asmodeus. Asmodeus membunuh setiap laki-laki yang dikawininya pada malam pernikahan Sarah, sebelum ia sempat menikmati hubungan perkawinan itu. Allah mengutus malaikat Rafael yang menyamar sebagai seorang manusia, untuk menyembuhkan Tobit dan membebaskan Sarah dari hantu itu.

Kisah utama kitab ini menceritakan pengalaman putra Tobit, Tobiah (bahasa Yunani: Tobias), dari suku Naftali, yang diutus oleh ayahnya yang buta untuk mengumpulkan sejumlah uang yang pernah disimpannya beberapa waktu sebelumnya di Media. Rafael menampilkan diri sebagai sanak keluarga Tobit, Azaria, dan menawarkan bantuan serta melindungi Tobias dalam perjalanannya. Di bawah bimbingan Rafael, Tobias pergi ke Media. Sepanjang perjalanan, ia diserang oleh seekor ikan raksasa yang jantung, hati, dan empedunya diangkat untuk dijadikan obat.

Setelah tiba di Media, Rafael menceritakan kepada Tobias tentang Sarah yang cantik, yang berhak dinikahi Tobias karena mereka masih bertalian keluarga. Rafael menyuruh anak muda itu membakar hati dan jantung ikan itu untuk mengusir hantu itu ke Mesir Hulu, sementara Rafael mengikutinya dan mengikatnya. Sementara itu, ayah Sarah telah menggali liang kubur untuk diam-diam mengubur Tobias (yang diasumsikannya akan mati). Ia terkejut karena ternyata menantunya itu tetap hidup dan sehat wal afiat, lalu ia menyuruh diadakan pesta pernikahan yang dua kali lipat besarnya (dan diam-diam menutup kembali lubang kubur itu). Karena ia tidak dapat berangkat karena pesta itu, Tobias mengutus Rafael untuk mengambil uang ayahnya.

Setelah pesta, Tobias dan Sarah kembali ke Niniwe. Di sana Rafael menyuruh orang muda ini untuk menggunakan empedu ikan itu untuk menyembuhkan mata ayahnya dari buta. Rafael lalu mengungkapkan jati dirinya dan kembali ke surga. Tobit menyanyikan lagu pujian, dan menyuruh anaknya meninggalkan Niniwe sebelum Allah menghancurkannya sesuai dengan nubuat nabi Nahum. Setelah mengebumikan ayahnya, Tobias kembali ke Media dengan keluarganya. Di sana ia mendapat berita bahwa Niniwe telah hancur, tepat seperti yang diramalkan ayahnya.

Arti penting[sunting | sunting sumber]

Kitab ini sangat erat berkaitan dengan sastra hikmat Yahudi. Hal ini paling jelas ditemukan dalam nasihat-nasihat Tobit kepada Tobias sebelum ia berangkat ke Media dalam ps. 4. Nilai tentang doa, puasa, dan beramal secara khusus dipuji dalam nasihat ini.Gereja Katolik sering menggunakan bacaan dari bagian ini di dalam liturginya. Pujian buku ini atas kesucian di dalam perkawinan menjelaskan mengapa buku ini dibaca dalam misa pernikahan Katolik.

Secara doktriner, buku ini dikutip karena ajarannya tentang doa-doa perantaraan para malaikat, ketaatan anak kepada orangtuanya, dan penghormatan bagi mereka yang telah meninggal.

Waktu penulisan[sunting | sunting sumber]

Kitab ini aslinya ditulis dalam bahasa Aram, tetapi teks aslinya telah lenyap, sehingga terjemahan Yunani yang tinggal dianggap sebagai teks standar dari kitab ini. Teksnya juga ditemukan dalam naskah Yunani, Latin, Siriak, dan Yudeo-Aram, selain dua terjemahan Ibrani yang belakangan dari Abad Pertengahan. Tampaknya versi Hieronimus untuk Vulgata dikerjakan dari sebuah teks bahasa Aram yang didapatnya.

Pada umumnya diyakini bahwa kitab ini ditulis pada abad kedua SM, berdasarkan perhatian yang cermat terhadap rincian ritual dan penekanan pada beramal, tetapi kitab ini tidak mengandung nada mesianik. Tempat penulisannya tetap tidak diketahui.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Τωβείθ and Τωβείτ spellings are also attested; see iotacism.
  2. ^ a b c d e Fitzmyer, at pp. 55–57
  3. ^ "Anglican Articles of Religion". Anglicansonline.org. 2007-04-15. Diakses tanggal 2014-03-11. 
  4. ^ "Scrolls Content". The Dead Sea Scrolls. Diakses tanggal 2014-03-11. 
  5. ^ R. Glenn Wooden, "Changing Perceptions of Daniel: Reading Chapters 4 and 5 of Daniel," in From Biblical Criticism to Biblical Faith, Brackney & Evans eds., p. 10 (Mercer Univ.Press 2007) ISBN 0-88146-052-4.
  6. ^ Jared L. Olar, Introduction to the Apocrypha, Part Six: The Book of Tobit.
  7. ^ Mark Bredin, Studies in the Book of Tobit: A Multidisciplinary Approach, p. 3 (T&T Clark 2006), ISBN 0-567-08229-6.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Deuterokanonika Perjanjian Lama
Didahului oleh:
Nehemia
Kitab dalam Alkitab
Katolik Roma
Diteruskan oleh:
Yudit
Didahului oleh:
Ezra-Nehemia
(2 Esdras)
Kitab dalam Alkitab
Ortodoks Timur