Kitab Ratapan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari

Kitab Ratapan (bahasa Ibrani: איכה ʾēḫā(h), Eikha) terdiri dari lima syair yang meratapi jatuhnya Yerusalem ke tangan tentara Babel pada tahun 586 s.M., dan kehancuran serta masa pembuangan sesudah itu. Kitab ini ditulis oleh nabi Yeremia. Dalam Alkitab bahasa Indonesia terjemahan lama, kitab ini disebut "Nudub Yeremia".

Dalam bahasa Ibrani disebut Eikhah, yang artinya adalah "Kenapa," yang merupakan rumus dalam memulai nyanyian ratapan. Dalam Septuaginta dalam bahasa Yunani disebut threnoi (dari bahasa Ibrani qinoth, yang berarti "ratapan").

Walaupun kitab ini pada umumnya bernada sedih, namun di dalamnya tampak juga segi kepercayaan kepada Tuhan dan harapan akan masa depan yang cerah. Misalnya bagian yang mengungkapkan: "Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!" (3:22-23).

Syair-syair ini digunakan oleh orang Yahudi dalam ibadah mereka pada hari-hari khusus untuk berpuasa dan berkabung. Hari-hari khusus seperti itu diadakan setiap tahun untuk mengenang malapetaka yang menimpa bangsa itu pada tahun 586 SM.[1]

Struktur[sunting | sunting sumber]

  • Kitab ini dibagi menjadi 5 pasal, menurut 5 syair ratapan di dalamnya.
  • Pasal 1, 2, 4 dan 5 terdiri dari 22 ayat, dalam naskah asli bahasa Ibrani.
  • Pasal 3 terdiri dari 66 ayat, dalam naskah asli bahasa Ibrani.
  • Pasal 1 sampai 4 disusun dalam bentuk akrostik, di mana setiap ayat (atau setiap 3 ayat untuk Pasal 3) secara berurutan diawali dengan huruf-huruf mengikuti urutan abjad Ibrani, yang terdiri dari 22 huruf. Pasal 5 terdiri dari 22 huruf, tetapi tidak ditemukan urutan abjad, menggambarkan kehancuran total dari Kerajaan Yehuda dan Yerusalem.

Sumber Naskah[sunting | sunting sumber]

  • Teks Masoret (bahasa Ibrani, abad ke-10 M)
  • Septuaginta (bahasa Yunani; abad ke-3 SM)
    • Dalam naskah kuno Alkitab bahasa Yunani, Septuaginta, sebelum Ratapan 1:1, terdapat kata-kata: "Dan terjadilah, setelah Israel dibawa ke dalam pembuangan, dan Yerusalem dibuat sunyi, Yeremia duduk menangis, dan meratapkan ratapan ini mengenai Yerusalem, dan berkata".[2]
    • Dalam Septuaginta, kitab ini diberi judul "Ratapan Yeremia" (bahasa Yunani: Θρήνοι Ιερεμίου, Threnoi Ieremiou)
  • Naskah Laut Mati (bahasa Ibrani, abad ke-2 SM), terutama:[3]
    • 3Q3 Lamentations (3QLam)
    • 4Q111 Lamentations (4QLam)
    • 5Q6 Lamentationsa (5QLama)
    • 5Q7 Lamentationsb (5QLamb)

Tradisi Kristen[sunting | sunting sumber]

  • Sejumlah bapa-bapa gereja Ante-Nicea mengutip dari kitab ini.
  • Setelah Konsili Nicea, Athanasius mencantumkan kitab Ratapan bersama kitab-kitab lain dalam Perjanjian Lama di dalam suratnya Paschal Letter 39 pasal 4 halaman 552.

Referensi[sunting | sunting sumber]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Kitab Ratapan
Ratapan Ibrani
Didahului oleh:
Rut
Alkitab Ibrani Diteruskan oleh:
Pengkhotbah
Didahului oleh:
Yeremia
Perjanjian Lama
Protestan
Diteruskan oleh:
Yehezkiel
Perjanjian Lama
Katolik Roma
Diteruskan oleh:
Barukh
Perjanjian Lama
Ortodoks Timur