Bahasa Ibrani Alkitabiah

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Bahasa Ibrani Alkitabiah
Ibrani Klasik
שְֹפַת כְּנַעַן, יְהוּדִית, (לָשׁוֹן) עִבְרִית, לְשׁוֹן הַקֹּדֶשׁ
Shiloach.jpg
WilayahKerajaan Israel (kerajaan bersatu)
Kerajaan Yehuda
Kerajaan Israel (Samaria)
Dinasti Hashmonayim
Global (sebagai bahasa liturgis bagi Yudaisme)
EraAda bukti sejak abad ke-10 SM; dikembangkan menjadi bahasa Ibrani Mishnah setelah Perang Yahudi-Romawi pada abad pertama Masehi
Abjad Proto-Kanaan / Fenisia
Abjad Ibrani Kuno
Abjad Ibrani
Abjad Samaria
Kode bahasa
ISO 639-3Salah satu:
hbo – Ancient Hebrew (bahasa Ibrani Purba)
smp – Samaritan (bahasa Ibrani Samaria)
LINGUIST List
hbo
 smp
Glottologanci1244  (Ancient Hebrew)[1]
sama1313  (Samaritan)[2]
Artikel ini mengandung simbol fonetik IPA. Tanpa bantuan render yang baik, Anda akan melihat tanda tanya, kotak, atau simbol lain, bukan karakter Unicode.

Bahasa Ibrani Alkitabiah (bahasa Ibrani: עִבְרִית מִקְרָאִית Ivrit Miqra'it atau לְשׁוֹן הַמִּקְרָא Leshon ha-Miqra; bahasa Inggris: Biblical Hebrew, Ancient Hebrew, Classical Hebrew), juga disebut Bahasa Ibrani Klasik, adalah sebuah bentuk kuno (arkaik) bahasa Ibrani, sebuah bahasa yang tergolong ke dalam rumpun bahasa Semitik Kanaan yang dipakai oleh bani Israel di wilayah yang disebut sebagai tanah Israel, yang terutama terletak di sisi barat Sungai Yordan dan sisi timur Laut Tengah. Istilah "Ibrani" tak dipakai untuk nama bahasa dalam Alkitab,[3] sebaliknya untuk menyebutnya digunakan istilah שפת כנען (sefat kena'an, artinya "bahasa Kanaan") atau יהודית (Yehudit, artinya "bahasa Yehuda" atau "bahasa Yudea"),[3] namun istilah "bahasa Ibrani" dipakai dalam teks-teks bahasa Yunani dan Ibrani Mishnah.[3] Bahasa Ibrani Alkitabiah cukup mudah dibaca oleh para pemakai bahasa Ibrani Modern, karena banyak unsur-unsur alkitabiah tetap dimuat dalam bahasa modern.[4]

Pemakaian bahasa ini memiliki bukti epigrafi keberadaannya sejak abad ke-10 SM,[5][6] dan sebagai bahasa percakapan digunakan sampai melewati Periode Bait Suci Kedua, yang berakhir dengan pengepungan Yerusalem (tahun 70 M). Kemudian berkembang menjadi bahasa Ibrani Mishnah yang diucapkan sampai abad ke-5 M.

Penamaan[sunting | sunting sumber]

a
p
r
G43A1
ˁApiru (ʕprw)[7]
dalam Hieroglif

Sumber tertulis tertua menyebut bahasa Ibrani Alkitabiah menurut nama negeri di mana bahasa itu digunakan yaitu: שפת כנען sefat kena'an, artinya "bahasa Kanaan" (lihat Yesaya 19:18).[8] Selain itu juga tercatat disebut sebagai יהודית Yehudit, artinya "bahasa Yehuda" atau "bahasa Yudea" (misalnya, 2 Raja-raja 18:26,28).[8] Dalam periode Hellenistik, tulisan-tulisan Yunani menggunakan istilah Hebraios, Hebraïsti (Yosefus, Antiquities I, 1:2, dll.), dan dalam Ibrani Mishnah didapati istilah עברית ivrit, artinya "(bahasa) Ibrani dan לשון עברית "bahasa Ibrani" (Mishnah Gittin 9:8, dll.).[8]

Asal usul istilah ini tidak jelas; sejumlah usulan asal mulanya meliputi nama tokoh Alkitab Eber, etnonim Ḫabiru, Ḫapiru, dan ˁApiru yang ditemukan dalam sumber-sumber dari Mesir dan Timur Dekat, serta turunan atau derivasi dari akar kata עבר "melewati", "menyeberangi", yang mengacu pada penyeberangan melewati sungai Yordan.[8][9] Orang Yahudi juga menyebut bahasa Ibrani sebagai לשון הקדש "Bahasa Kudus" (Inggris: "the Holy Tongue") dalam Ibrani Mishnah.[8] Istilah Bahasa Ibrani Klasik dapat meliputi semua dialek Ibrani sebelum Abad Pertengahan, termasuk Ibrani Mishnah, atau dapat dibatasi pada bahasa Ibrani yang sezaman dengan Alkitab Ibrani. Istilah Bahasa Ibrani Alkitabiah merujuk kepada dialek-dialek sebelum Mishnah (kadang kala tidak memasukkan bahasa Ibrani yang dipakai dalam karya-karya non-Alkitab dari antara Naskah Laut Mati). Istilah Bahasa Ibrani Alkitabiah juga dapat meliputi atau tidak meliputi teks-teks di luar Alkitab, seperti prasasti-prasasti (misalnya: Inskripsi Siloam), dan umumnya juga meliputi tradisi vokalisasi di kemudian hari untuk teks konsonantal Alkitab Ibrani, di mana yang paling umum adalah vokalisasi Tiberias dari awal Abad Pertengahan.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Koin dari zaman pemberontakan Bar-Kokhba menggunakan tulisan Ibrani Kuno (Paleo-Hebrew), di satu sisi menggambarkan lorong di Bait Suci, Tabut Perjanjian di dalamnya, bintang di atasnya; dan di sisi lain sebuah lulav dengan etrog.
Koin yang dicetak selama Perang Bar Kokhba. Teks dalam abjad Ibrani Kuno (Paleo-Hebrew) berbunyi שמעון "Simeon" di bagian depan dan לחרות ירושלם "untuk kemerdekaan Yerusalem" di bagian belakang.

Catatan arkeologi mengenai prasejarah bahasa Ibrani Alkitabiah jauh lebih lengkap daripada catatan bahasa Ibrani Alkitabiah itu sendiri.[10] Materi terkait bahasa Semit Barat Laut Awal (ENWS; Inggris: Early Northwest Semitic) memiliki bukti keberadaan dari tahun 2350 SM sampai 1200 SM, yaitu akhir Zaman Perunggu.[10] Bahasa-bahasa Semit Barat laut, termasuk bahasa Ibrani, jelas terdiferensiasi selama Zaman Besi (1200–540 SM), meskipun pada tahapan paling awalnya bahasa Ibrani Alkitabiah tidak sangat berbeda dari bahasa-bahasa Ugarit dan Kanaan yang didapati dalam Surat-surat Amarna.[11]

Bahasa Ibrani berkembang selama paruh kedua milenium kedua SM di antara sungai Yordan dan Laut Tengah, daerah yang dikenal sebagai Kanaan.[8] Suku-suku Israel mendirikan suatu kerajaan di Kanaan pada permulaan milennium pertama SM, yang kemudian terpecah menjadi kerajaan Israel di utara dan kerajaan Yehuda di selatan setelahs pertikaian terkait pergantian tahta.[12] Tulisan bahasa Ibrani tertua saat ini ditemukan di Khirbet Qeiyafa dan bertarikh abad ke-10 SM.[5][6]

Kerajaan Israel direbut oleh orang Asyur pada tahun 722 SM.[12] Kerajaan Yehuda ditaklukkan oleh orang Babel pada tahun 586 SM, kalangan bangsawan dibuang ke Babel dan Bait Salomo dihancurkan.[12][13] Kemudian orang Persia menjadikan Yehuda (Yudea) sebuah provinsi dan mengizinkan orang buangan Yahudi pulang dan membangun Bait Suci kembali.[12] Menurut Gemara, bahasa Ibrani pada periode ini mirip dengan bahasa Aram Kerajaan;[14][15][16] dalam Pesahim, Tractate 87b, Hanina bar Hama mengatakan bahwa Allah mengirimkan orang-orang buangan Yahudi ke Babel karena "bahasa [Babilonia] itu seperti Leshon Hakodesh".

Bahasa Aram menjadi bahasa umum di Israel utara, di Galilea dan Samaria.[13] Bahasa Ibrani tetap digunakan di Yehuda; tetapi orang-orang buangan membawa pulang pengaruh bahasa Aram dan memakai bahasa itu untuk berkomunikasi dengan suku bangsa lain selama periode Persia.[13] Aleksander Agung menguasai Yehuda pada tahun 332 SM, memulai periode dominasi Hellenistik (Yunani).[13] Selama periode Hellenistik Yudea menjadi merdeka di bawah dinasti Hashmonayim, tetapi kemudian orang Romawi mengakhiri kemerdekaan mereka, menjadikan Herodes Agung gubernur mereka.[12] Pemberontakan orang Yahudi melawan orang Romawi sampai kehancuran Bait Kedua pada tahun 70 M, dan Perang Bar Kokhba kedua pada tahun 132–135 menyebabkan keberangkatan sejumlah besar penduduk Yahudi dari Yudea.[12]

Bahasa Ibrani Alkitabiah setelah periode Bait Suci Kedua berkembang menjadi bahasa Ibrani Mishnah, yang berhenti menjadi bahasa percakapan dan berkembang menjadi bahasa sastra sekitar tahun 200 M.[17] Bahasa Ibrani terus digunakan sebagai bahasa sastra dan liturgis dalam bentuk bahasa Ibrani Abad Pertengahan, lalu bahasa Ibrani memulai proses revival pada abad ke-19, berpuncak dengan dijadikannya bahasa Ibrani Modern sebagai bahasa resmi Israel. Saat ini, bahasa Ibrani Klasik umumnya diajarkan di sekolah-sekolah publik di Israel, sedangkan bentuk-bentuk bahasa Ibrani Alkitabiah kadang-kadang digunakan dalam sastra Ibrani Modern, sebanyak konstruksi arkaik dan alkiabiah digunakan dalam sastra Inggris Modern. Mengingat bahasa Ibrani Modern memuat banyak unsur-unsur alkitabiah, bahasa Ibrani Alkitabiah cukup mudah dibaca oleh para pemakai bahasa Ibrani Modern.[4]

Sumber utama materi bahasa Ibrani Alkitabiah adalah Alkitab Ibrani.[11][18] Materi epigrafi dari wilayah Israel ditulis dalam suatu bentuk bahasa Ibrani yang disebut Inscriptional Hebrew, meskipun buktinya tidak banyak.[18][19] Menurut Waltke & O'Connor, Inscriptional Hebrew "tidak jauh berbeda dari bahasa Ibrani yang terlestarikan dalam teks Masoret."[19] Iklim lembab Israel menyebabkan cepatnya kerusakan dokumen papirus dan perkamen, berlawanan dengan lingkungan kering di Mesir, sehingga pelestarian Alkitab Ibrani lebih dikarenakan tekad para jurutulis dalam membuat salinan-salinan.[20] Tidak ditemukan naskah Alkitab Ibrani sebelum tahun 400 SM, meskipun dua gulungan perak (gulungan Ketef Hinnom) dari abad ke-7 atau ke-6 SM yang memuat suatu versi Berkat Imamat.[20][21][22] Huruf hidup dan tanda-tanda kantilasi ditambahkan pada lapisan konsonantal yang lebih tua pada Alkitab antara tahun 600 M dan awal abad ke-10.[23][nb 1] Para cendekiawan yang melestarikan pelafalan Alkitab dikenal sebagai kaum Masoret. Sistem yang dikembangkan dan terlestarikan terbaik serta satu-satunya yang masih digunakan dalam keagamaan adalah vokalisasi Tiberias, tetapi baik vokalisasi Babilonia dan Palestina juga ada bukti keberadaannya.[23] Sistem Palestinian terlestarikan terutama dalam piyyutim, yang memuat kutipan-kutipan Alkitab.[23]

Klasifikasi[sunting | sunting sumber]

Refleks konsonan Proto-Semitik dalam bahasa Ibrani[24][25]
Proto-Semitik IPA Ibrani Aram Arab Contoh
Ibrani Aram Arab Arti
*ḏ */ð/ /z/ ז /d/ ד /ð/ ذ זהב דהב ذهب 'emas'
*z */z/ /z/ ז /z/ ز מאזנים מאזנין موازين 'skala'
*/ʃ/ /ʃ/ שׁ /ʃ/ שׁ /s/ س שנה שנה سنة 'tahun'
*ṯ */θ/ /t/ ת /θ/ ث שלושה תלתה ثلاثة 'tiga'
*ṱ */θʼ/ /sˤ/ צ /tˤ/ ט /ðˤ/ ظ צל טלה ظل 'bayangan'
*ṣ́ */ɬʼ/ /ʕ/ ע /dˤ/ ض ארץ ארע أرض 'tanah'
*ṣ */sʼ/ /sˤ/ צ /sˤ/ ص צרח צרח صرخ 'jeritan'

Bahasa Ibrani Alkitabiah merupakan suatu bahasa Semit Barat Laut dari subgrup Kanaan.[26][27] Karena bahasa Ibrani Alkitabiah berkembang dari bahasa Proto-Semit, maka mengalami sejumlah penggabungan atau peleburan konsonantal yang paralel dengan bahasa-bahasa Kanaan lainnya.[24][28][29][nb 2] Tidak ada bukti bahwa peleburan ini terjadi setelah adaptasi abjad Ibrani.[30][nb 3]

Sebagai suatu bahasa Semit Barat Laut, bahasa Ibrani menunjukkan pergeseran */w/ inisial menjadi /j/, suatu sistem kata ganti orang independen yang mirip dengan bahasa-bahasa Semit Barat Laut lainnya (dengan kata ganti orang ketiga tidak pernah memuat /ʃ/), bentuk-bentuk purba/arkaik, seperti /naħnu/ "kita" atau "kami", akhiran untuk kata ganti orang pertama tunggal -i atau -ya, dan /n/ umumnya mendahului akhiran-akhiran kata ganti orang (pronominal suffixes).[28] Akhiran-akhiran semacam itu dijumpai dalam bahasa-bahasa Semit Barat Laut pada milennium kedua SM, tetapi kemudian menghilang hampir seluruhnya.[28] Mimation tidak dijumpai dalam kata-kata benda tunggal/singular, tetapi sering dipertahankan dalam bentuk jamak/plural, sebagaimana dalam bahasa Ibrani.[28]

Bahasa-bahasa Semit Barat Laut membentuk suatu keberlangsungan (continuum) dialek pada Zaman Besi (1200–540 SM), dengan bahasa Fenisia dan Aram pada masing-masing ujungnya.[28][31] Bahasa Ibrani digolongkan bersama bahasa Fenisia dalam subgrup Kanaan, yang juga meliputi bahasa Amon, Edom, dan Moab.[28] Bahasa Moab dapat dianggap sebagai suatu dialek bahasa Ibrani, meskipun memiliki ciri-ciri khusus bahasa Aram.[31][32] Meskipun Ugaritik menunjukkan afinitas kuat dalam bahasa Ibrani untuk struktur puisi, kosa kata, dan sejumlah gramatika, tetapi tidak mempunyai sejumlah ciri Kanaan (seperti pergeseran pelafalan Kanaan dan pergeseran */ð/ > /z/), serta kemiripannya lebih mungkin dihasilkan baik dari kontak maupun pelestarian archaisme.[33]

Bahasa Ibrani mengalami pergeseran Kanaan, di mana Proto-Semit /aː/ cenderung bergeser menjadi /oː/, mungkin ketika mendapat penekanan.[28][34] Bahasa Ibrani seperti bahasa-bahasa Kanaan juga mengalami pergeseran */ð/ > /z/, */θʼ/ dan */ɬʼ/ > /sʼ/, reduksi diftong meluas dan asimilasi penuh /n/ non-final ke konsonan berikutnya jika kata terakhir, yaitu בת /bat/ dari *bant.[28] Ada pula bukti adanya aturan asimilasi /y/ dengan konsonan coronal sesudahnya dalam posisi pre-tonic, yang sama-sama didapati dalam bahasa Ibrani, Fenisia dan Aram.[35]

Kata-kata khas bahasa Kanaan dalam bahasa Ibrani antara lain: גג "atap" שלחן "meja" חלון "jendela" ישן "(barang) tua" זקן "(orang) tua" dan גרש "mengusir".[28] Ciri-ciri morfologis bahasa Kanaan dalam bahasa Ibrani antara lain penanda jamak maskulin , kata ganti orang pertama tunggal אנכי, kata ganti interogatif מי, kata sandang definit ה- (muncul dalam milenium pertama SM), dan penanda kata kerja feminim jamak orang ketiga ת-.[28]

Era[sunting | sunting sumber]

Bahasa Ibrani Alkitabiah yang dilestarikan dalam Alkitab Ibrani tersusun dari sejumlah lapisan linguistik. Kerangka konsonan teks adalah yang paling tua, sedangkan vokalisasi dan kantilasi adalah penambahan di kemudian hari dalam tahapan perkembangan bahasa.[18] Tambahan-tambahan ini terjadi setelah tahun 600 M; bahasa Ibrani sudah berhenti menjadi bahasa percakapan sekitar tahun 200 M.[36] Bahasa Ibrani Alkitabiah yang dicerminkan dalam teks Alkitab dan prasasti-prasasti di luar Alkitab dapati dibagi menurut era.

Bentuk tertua bahasa Ibrani Alkitabiah, yaitu bahasa Ibrani Arkhaik, ditemukan dalam bagian puisi Alkitab serta sejumlah prasasti bertarikh sekitar tahun 1000 SM, pada awal Periode Kerajaan.[37][38] Tahap ini juga dikenal sebagai bahasa Ibrani Kuno atau Paleo-Hebrew, dan merupakan lapisan tertua bahasa Ibrani Alkitabiah. Artifak tertua bahasa Ibrani Arkhaik yang dapat dikenali adalah berbagai bagian Tanakh, antara lain Nyanyian Musa (Keluaran 15) dan Nyanyian Debora (Hakim-hakim 5).[39] Puisi Alkitabiah menggunakan sejumlah item leksikal khas, misalnya חזה untuk prosa ראה 'melihat', כביר untuk גדול 'agung'.[40]

Ortografi[sunting | sunting sumber]

Nama Ibrani Kuno Blok Samaria Nilai
fonetik
(Pra-Pembuangan)[41][42]
(IPA)
Alef (Aleph) Alef א [ʔ],
Beth Beth ב [b], β
Gimel Gimel ג [ɡ], ɣ
Daleth Daleth ד [d], ð
He Heh ה [h],
Waw Waw ו [w],
Zayin Zayin ז [z]
Heth Heth ח [ħ], [χ][43][44]
Teth Teth ט [][43][44]
Yodh Yodh י [j],
Kaph Kaph כ, ך [k], x
Lamedh Lamedh ל [l]
Mem Mem מ, ם [m]
Nun Nun נ, ן [n]
Samekh Samekh ס [s]
Ayin Ayin ע [ʕ], [ʁ][43][44]
Pe Pe פ, ף [p], ɸ
Sadhe/Tsade Sadhe צ, ץ [][43][44]
Qoph Qoph ק [q] or [][43][44]
Resh Resh ר [r]
Shin/Syin Shin ש [ʃ], [ɬ][43][44]
Taw Taw ת [t], θ

Tulisan bahasa Ibrani tertua yang pernah ditemukan telah digali di Khirbet Qeiyafa, bertarikh abad ke-10 SM.[5] Ostrakon pecahan tembikar berbentuk trapesium berukuran 15 cm x 16.5 cm (5.9 in x 6.5 in) itu memuat lima baris tulisan dengan tinta dalam huruf-huruf abjad Proto-Kanaan (bentuk kuno abjad Fenisia).[5][6] Lempengan atau "tablet" itu ditulis dari kiri ke kanan, menunjukkan bahwa saat itu tulisan Ibrani masih dalam tahap pembentukan (formatif).[6]

Suku-suku Israel yang menempati tanah Israel mengadopsi huruf-huruf Fenisia sekitar abad ke-12 SM, sebagaimana ditemukan dalam Kalender Gezer (sekitar abad ke-10 SM).[45][46] Abjad ini berkembang menjadi abjad Ibrani Kuno (Paleo-Hebrew) pada abad ke-10 atau ke-9 SM.[47][48][49] Abjad Ibrani Kuno mempunyai perbedaan utama dengan abjad Fenisia dalam hal "pelengkungan ke kiri goresan ke bawah pada aksara-aksara "berkaki panjang"... penggunaan konsisten huruf "Waw" dengan atas melengkung ke dalam (konkaf), [dan] "Taw" berbentuk "x"."[47][nb 4] Inkripsi tertua dalam abjad Ibrani Kuno bertarikh sekitar pertengahan abad ke-9 SM, yang paling terkenal adalah Prasasti Mesa (Mesha Stele) yang ditulis dalam bahasa Moab (yang dapat dianggap sebagai suatu dialek bahasa Ibrani).[21][32] Abjad Ibrani purba digunakan terus menerus sampai awal abad ke-6 SM, yaitu akhir masa Bait Suci Pertama.[50] Pada masa Bait Suci Kedua, abjad Ibrani Kuno lambat laun tidak dipakai dan sama sekali ditinggalkan di antara orang Yahudi setelah kegagalan pemberontakan Bar Kokhba.[48][51] Orang Samaria masih mempertahankan abjad Ibrani purba, yang berkembang menjadi abjad Samaria modern.[48][51]

Menjelang akhir masa Bait Suci Pertama tulisan (skrip) Aram, suatu turunan terpisah abjad Fenisia, menluas di seluruh wilayah, lambat laun menggantikan Ibrani Kuno.[51]

Abjad Fenisia tidak lagi memakai lima huruf menjelang abad ke-12 SM, menyisakan dua puluh dua fonem konsonantal bahasa itu.[49] Akibatnya, 22 huruf abjad Ibrani Kuno berjumlah lebih sedikit daripada fonem konsonan Ibrani Alkitabiah; khususnya, huruf-huruf ח, ע, ש masing-masing dapat menandai dua fonem berbeda.[52] Setelah suatu pergeseran bunyi, huruf-huruf ח, ע hanya dapat menandai satu fonem, tetapi (kecuali dalam Ibrani Samaria) ש masih menandai dua fonem. Sistem vokalisasi Babilonia kuno menulis suatu superskrip ס di atas ש untuk mengindikasikan nilai /s/, sedangkan kaum Masoret menambahkan shin dot untuk membedakan antara dua variasi huruf itu.[53][54]

Abjad Ibrani asli hanya terdiri dari huruf mati (konsonan), tetapi lambat laun huruf-huruf א, ה, ו, י, juga digunakan untuk mengindikasikan huruf hidup (vokal atau vowel), dikenal sebagai matres lectionis ketika digunakan dalam fungsi ini.[49][55] Diyakini bahwa ini merupakan hasil perkembangan fonetik: misalnya, *bayt ('rumah'; 'bait') bergeser menjadi בֵּית dalam keadaan konstruk tetapi mempertahankan ejaannya.[56] Tidak ada contoh ortografi Ibrani awal yang ditemukan, tetapi teks Fenisia yang lebih tua dan bahasa Moab menunjukkan bagaimana penulisan bahasa Ibrani masa Bait Suci Pertama.[55]

Sementara tradisi pembacaan Tiberias, Babilonia, dan Palestinia punah, berbagai sistem pelafalan lain berevolusi sejalan waktu, terutama tradisi-tradisi Yaman, Sefardi, Ashkenazi, dan Samaria. Pelafalan Ibrani modern juga digunakan oleh sejumlah orang untuk membaca teks Alkitab. Tradisi pembacaan modern tidak berasal hanya dari sistem Tiberias; misalnya, tradisi Sefardim yang membedakan qamatz gadol dan qatan adalah pre-Tiberian (sebelum Tiberias).[57] Namun, sistem ortografi satu-satunya yang digunakan untuk menandai huruf-huruf hidup adalah vokalisasi Tiberias.

Fonologi[sunting | sunting sumber]

Fonologi yang direkonstruksi untuk Ibrani Alkitabiah adalah sebagai berikut:

Huruf mati[sunting | sunting sumber]

Huruf-huruf mati (Consonants) yang terhilang dan tertambahkan selama perjalanan waktu bahasa Ibrani Alkitabiah masing-masing diberi kode warna.

Huruf mati Ibrani Alkitabiah[43][44]
Labial Dental/
Alveolar
Post-
alveolar
Palatal Velar Uvular Pharyngeal Glottal
Nasal m n
Stop tak bersuara p t k ʔ
voiced b d ɡ
emfatik [43][44] kʼ/qʼ[43][44]
Frikatif tak bersuara ɸ θ s ɬ[43][44] ʃ x[43][44] χ[43] ħ h
voiced β ð z ɣ[43][44] ʁ[43] ʕ
emfatik sʼ/ʦʼ[43]
Aproksiman w l j
Getar r

Sifat fonetik sejumlah huruf mati Ibrani Alkitabiah masih diperdebatkan. Apa yang dinamakan "emfatika" ("emphatics") kemungkinan adalah ejektif, tetapi bisa jadi pharyngealized atau velarized.[58][59] Ada yang berpendapat bahwa /s, z, sʼ/ adalah affricated (/ts, dz, tsʼ/).[58]

Aslinya, huruf-huruf Ibrani ח dan ע masing-masing mewakili dua kemungkinan fonem, uvular dan pharyngeal, dengan perbedaan yang tidak ditandai dalam ortografi Ibrani. Namun, fonem uvular /χ/ ח dan /ʁ/ ע bergabung dengan pasangan pharyngeal masing-masing /ħ/ ח dan /ʕ/ ע sekitar tahun 200 SM.

Proto-Semitik IPA Ibrani Aram Arab contoh
Ibrani Aram Arab arti
*ḫ */χ/ */ħ/ ח */ħ/ ח */χ/ خ חמשה
צרח
חמשה
צרח
خمسة
صرخ
'lima'
'jeritan'
*ḥ */ħ/ */ħ/ ح מלח מלח ملح 'garam'
*/ʁ/ */ʕ/ ע */ʕ/ ע */ʁ/ غ עורב
מערב
ערב
מערב
غراب
غرب
'gagak'
'barat'
*/ʕ/ */ʕ/ ع עבד עבד عبد 'budak'

Ini diamati dari pembedaan konsisten fonem-fonem tersebut dalam Taurat Septuaginta (contoh Ishak יצחק = Ἰσαάκ dibandingkan Rahel רחל = Ῥαχήλ), tetapi ini menjadi lebih sporadis pada kitab-kitab kemudian dan umumnya absen dalam Kitab Ezra dan Kitab Nehemia.[60][61]

Pelafalan khusus /ś/ sebagai [ɬ] didasarkan pada bukti komparatif (/ɬ/ setara dengan fonem Proto-Semitik dan masih terbukti dalam dialek bahasa Arab Selatan modern[54] maupun bentuk pinjaman awal (contoh: balsam < Yunani balsamon < Ibrani baśam). /ɬ/ mulai melebur dengan /s/ dalam Ibrani Alkitabiah Muda, sebagaimana diindikasikan oleh saling bertukarnya ortografi ש dan ס, kemungkinan di bawah pengaruh bahasa Aram, dan ini menjadi aturan dalam Ibrani Mishnah.[43][59] Dalam semua tradisi pembacaan Yahudi /ɬ/ dan /s/ telah sepenuhnya melebur; tetapi dalam Ibrani Samaria /ɬ/ malah melebur dengan /ʃ/.[43]

Huruf hidup[sunting | sunting sumber]

Sistem huruf hidup (vowel system) bahasa Ibrani Alkitabiah telah berubah banyak menurut jalannya waktu. Huruf-huruf hidup (vowels) berikut direkonstruksi untuk tahapan paling awal bahasa Ibrani, untuk yang dibuktikan dalam Secunda, untuk berbagai tradisi vokalisasi (Tiberias serta variasi Babilonia dan Palestina), juga untuk tradisi Samaria, dengan huruf-huruf hidup yang hilang dalam sejumlah tradisi diberi kode berwarna.

Proto-Ibrani[62] Ibrani Secunda[63] Ibrani Tiberias, Babilonia, dan Palestina[64][65][66] Ibrani Samaria[67]
Depan Belakang
Tertutup i iː u uː
Tertutup-tengah ()
Terbuka a aː
Depan Belakang
Tertutup
Tertutup-tengah e eː o oː
Terbuka a1
Reduced ə
Depan Belakang
Tertutup i u
Tertutup-tengah e o
Terbuka-tengah ɛ1 ɔ2
Terbuka a
Reduced ă3 ɔ̆3 (ɛ̆)3
ə3
Depan Belakang
Tertutup i u
Tengah e (o)1
Terbuka a ɒ ɒː
Reduced (ə)2
  1. kemungkinan dilafalkan [æ], sebagaimana alternat ortografi α dan ε[68]
  1. melebur dengan /e/ dalam tradisi Palestina dan dengan /a/ dalam tradisi Babilonia[69][70][nb 5][nb 6]
  2. melebur dengan /a/ atau /o/ in the Palestinian tradition[70][nb 5][71]
  3. The Tiberian tradition has the reduced vowel phonemes /ă ɔ̆/ and marginal /ɛ̆/, while Palestinian and Babylonian have one, /ə/ (pronounced as [ɛ] in later Palestinian Hebrew)
  1. /u/ dan /o/ hanya kontras dalam open post-tonic syllables, contoh ידו /jedu/ ('his hand') ידיו /jedo/ ('his hands'), where /o/ stems from a contracted diphthong.[72] In other environments, /o/ appears in closed syllables and /u/ in open syllables, e.g. דור /dor/ דורות /durot/.[72]
  2. results from both /i/ and /e/ in closed post-tonic syllables[73]
Reduksi suku-suku kata short open stressed[sunting | sunting sumber]

Contoh:

Kemungkinan derivasi sejumlah bentuk nominal/verbal
'membunuh/pembunuh (masc. sg.)' 'ia [laki-laki] membunuh' 'ia [perempuan] membunuh' 'mereka (telah) membunuh' 'mereka membunuh' (pausa) 'engkau [laki-laki tunggal] (masc. sg.) membunuh' 'engkau [perempuan tunggal] (fem. sg.) membunuh'
Proto-Central-Semitik *ˈqaːtilu *ˈqatala *ˈqatalat *ˈqataluː *ˈqataluː *ˈtaqtulu *taqtuˈliː(na)
Pra-Ibrani *ˈqaːṭilu *ˈqaṭala *ˈqaṭalat *ˈqaṭaluː *ˈqaṭaluː *ˈtaqṭulu *ˈtaqṭuliː
Pergeseran Kanaan *ˈqoːṭilu
Penultimate stress *qoːˈṭilu *qaˈṭala *qaˈṭalat *qaˈṭaluː *qaˈṭaluː *taqˈṭulu *taqˈṭuliː
Final short vowel loss (verb) *qaˈṭal *taqˈṭul
Pre-tonic lengthening *qaːˈṭal *qaːˈṭalat *qaːˈṭaluː *qaːˈṭaluː
Stress shift / de-stressed reduction *qaːṭəˈlat *qaːṭəˈluː *taqṭəˈliː
Tonic lengthening/lowering *qoːˈṭeːlu *qaːˈṭaːluː
Final short vowel loss (noun) *qoːˈṭeːl
Feminine /-at/ > /aː/ *qaːṭəˈlaː
Short vowel lowering *taqˈṭol
Law of attenuation *tiqˈṭol *tiqṭəˈliː
Tiberias /aː/ > /ɔː/ *qoːˈṭeːl *qɔːˈṭal *qɔːṭəˈlɔː *qɔːṭəˈluː *qɔːˈṭɔːluː
Loss of phonemic vowel length; attested Tiberian form qoˈṭel qɔˈṭal qɔṭəˈlɔ qɔṭəˈlu qɔˈṭɔlu tiqˈṭol tiqṭəˈli

Sistem Babilonia dan Palestina hanya memiliki satu fonem huruf hidup tereduksi /ə/ seperti Secunda, meskipun dalam Ibrani Palestina dikembangkan pelafalan [ɛ].[63][70][74] Namun, tradisi Tiberias memiliki tiga huruf hidup tereduksi /ă ɔ̆ ɛ̆/ di mana /ɛ̆/ dipertanyakan fonemisitasnya.[75][76][nb 7] /ă/ di bawah suatu huruf non-guttural dilafalkan sebagai tiruan sangat pendek (ultrashort copy) huruf hidup setelahnya sebelum suatu guttural, misalnya וּבָקְעָה [uvɔqɔ̆ˈʕɔ], dan sebagai [ĭ] mendahului /j/, misalnya תְדֵמְּיוּ֫נִי [θăðamːĭˈjuni], tetapi selalu dilafalkan sebagai [ă] di bawah guttural, misalnya שָחֲחו, חֲיִי.[77][78] Ketika direduksi, */a i u/ etimologis menjadi /ă ɛ̆⁓ă ɔ̆/ di bawah guttural (misalnya אֲמרתם 'kalian [mp.] berkata' (waktu lampau) bandingkan אָמר 'dia [laki-laki] berkata' (waktu lampau)), dan umumnya /ă/ under non-gutturals, tetapi */u/ > /ɔ̆/ (dan jarang */i/ > /ɛ̆/) masih dapat terjadi, khususnya setelah stop (atau pasangan spirantized-nya) dan /sʼ ʃ/ (misalnya דֳּמִי /dɔ̆ˈmi/).[79][80] Ibrani Samaria dan Qumran memiliki huruf hidup penuh bukannya huruf hidup tereduksi seperti pada Ibrani Tiberias.[81]


Tabel berikut meringkas refleks-refleks paling umum untuk huruf-huruf hidup Proto-Semitik dalam berbagai tahapan bahasa Ibrani:

Proto-Semitik Proto-Ibrani Secunda Tiberias Babilonia Palestinia Samaria1
*aː *aː ɔ a a, ɒ
*oː o u
*iː *iː i e, i
*uː *uː u o, u4
Proto-Semitik Proto-Ibrani "lengthened"5 "reduced"6 word-final lainnya7
Sc T B P Sm1 Sc T B P Sm1 Sc T B P Sm1 Sc T B P Sm1
*a *a ɔ a a, ɒ ə ă ə *9 Ø a a, i2 a, ɒ
*i *i e ə ă, ɛ̆ ə *9 e ɛ, i8, a3 e, i8, a3 e, i, a3
*u *u o a, ɒ, i ə ă, ɔ̆ ə *9 o ɔ, u8 o, u8 a, ɒ, i
  1. Huruf-huruf hidup Samaria dapat diperpanjang jika ada konsonan guttural etimologis. /ə/ dihasilkan baik dari /i/ maupun /e/ dalam closed post-tonic syllables.
  2. di bawah kondisi law of attenuation
  3. di bawah kondisi Phillipi's law
  4. Huruf hidup Samaria /o u/ hampir dalam distribusi komplementer (/o/ dalam open syllables, /u/ dalam closed syllables)
  5. perpanjangan (lengthening) terjadi dalam sejumlah open pretonic syllables dan sejumlah stressed syllables; kondisi-kondisi tepatnya tergantung pada huruf hidup dan pada tradisi
  6. reduksi terjadi dalam open syllables dua suku kata jauhnya dari stress dan kadangkala juga dalam pretonic and stressed open syllables
  7. secara efektif dalam kebanyakan closed syllables
  8. lebih umum sebelum geminate consonants
  9. Ibrani Samaria mempunyai huruf-huruf hidup penuh ketika tradisi-tradisi lain telah mereduksi huruf-huruf hidup, tetapi ini tidak selalu berkorelasi dengan pendahulu Proto-Ibrani bahasa itu.

Penekanan[sunting | sunting sumber]

Bahasa Ibrani purba (Proto-Ibrani; Proto-Hebrew) umumnya mempunyai penekanan (stress) pada satu suku kata sebelum suku kata terakhir (dalam bahasa Inggris: penultimate stress).[82] [nb 8] Penekanan akhir (ultimate stress) pada tradisi-tradisi bahasa Ibrani di kemudian hari biasanya dihasilkan dari hilangnya huruf-huruf hidup pada akhir kata (final vowel) dalam banyak kata, melestarikan lokasi penekanan proto-Semitik.[nb 9] Ada bukti bahwa Ibrani Qumran memiliki suatu pola penekanan serupa dengan Ibrani Samaria.[81]

Catatan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Ini diketahui karena redaksi akhir Talmud, yang tidak menyebutkan tambahan-tambahan ini, adalah sekitar tahun 600 M, sedangkan naskah dengan vokalisasi bertarikh mulai awal abad ke-10. Lihat Blau (2010)
  2. ^ Namun, perlu dicatat bahwa bahasa Akkadia juga memiliki banyak pergeseran suara ini tetapi kurang terkait dengan bahasa Ibrani dibandingkan dengan bahasa Aram. Lihat Blau (2010)
  3. ^ Namun, contohnya, ketika bahasa Aram Tua meminjam abjad Kanaan, masih memiliki interdental, tetapi menandainya dengan apa peleburannya dalam bahasa Kanaan. Misalnya, "lembu" ditulis שר tetapi dilafalkan dengan suara /θ/ di awalnya ("inisial"; initial). Gejala yang sama juga terjadi ketika orang Arab mengadopsi abjad Nabath. Lihat Blau (2010).
  4. ^ Pada suatu waktu orang Moab, Amon, Edom, dan Filistin juga menggunakan abjad Ibrani Kuno. Lihat Yardeni (1997)
  5. ^ a b In this respect the Palestinian tradition corresponds to the modern Sephardi pronunciation, and the Babylonian tradition to the modern Yemenite pronunciation.
  6. ^ While the vowels /a e i ɔ o u/ certainly have phonemic status in the Tiberian tradition, /ɛ/ has phonemic value in final stressed position but in other positions it may reflect loss of the opposition /a ː i/. See Blau (2010)
  7. ^ See אֳנִי /ɔ̆ˈni/ ('kapal-kapal') אֲנִי /ăˈni/ ('aku'), חֳלִי /ħɔ̆ˈli/ ('penyakit') חֲלִי /ħăˈli/ ('ornamen'), עֲלִי /ʕăˈli/ ('naiklah!') (Bilangan 21:17) dan בַּעֱלִי /baʕɛ̆ˈli/ ('[dengan] pestle'; Amsal 27:22). Blau (2010) /ɛ̆/ sering beralternasi dengan /ă/ dan jarang berkontras dengannya, e.g. אֱדוֹם /ʔɛ̆ˈðom/ ('Edom') versus אֲדֹמִי /ʔăðoˈmi/ ('orang Edom'). Blau (2010) /ɔ̆/ jelas fonemik tetapi memuat beban fungsional minimal. Sáenz-Badillos (1993) /ă/ ditulis baik dengan mobile šwa ⟨‌ְ ⟩ dan hataf patah ⟨‌ֲ ⟩.Blau (2010)
  8. ^ Untuk tujuan pergeseran kualitas huruf hidup (vowel quality shifts), kata-kata dalam keadaan konstruk diperlakukan seakan-akan penekanan jatuh langsung pada suku kata pertama yang mengikuti kata itu. Lihat Janssens (1982)
  9. ^ Additionally, short stressed vowels in open syllables were reduced and lost stress, leading to ultimate stress in forms like קטלו < */qaˈtʼaluː/. In Tiberian Hebrew some words have penultimate stress in pause (before a break in reading), but ultimate stress in context, such as שָמָ֫רָה and שָמְרָה ('she watched'), because the penultimate vowel in the original form */ʃaˈmaru/ lengthened in pause, while in context it was not lengthened, and then lost the stress and was reduced due to this sound shift. See Blau (2010)

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Nordhoff, Sebastian; Hammarström, Harald; Forkel, Robert; Haspelmath, Martin, ed. (2013). "Ancient Hebrew". Glottolog. Leipzig: Max Planck Institute for Evolutionary Anthropology. 
  2. ^ Nordhoff, Sebastian; Hammarström, Harald; Forkel, Robert; Haspelmath, Martin, ed. (2013). "Samaritan". Glottolog. Leipzig: Max Planck Institute for Evolutionary Anthropology. 
  3. ^ a b c Barton, John, ed. (2004) [2002]. The Biblical World. 2. Taylor & Francis. hlm. 7. Interestingly, the term 'Hebrew' (ibrit) is not used of the language in the biblical text 
  4. ^ a b Blau (2010)
  5. ^ a b c d Feldman (2010)
  6. ^ a b c d Shanks (2010)
  7. ^ Budge (1920)
  8. ^ a b c d e f Sáenz-Badillos (1993)
  9. ^ Rainey 2008.
  10. ^ a b Waltke & O'Connor (1990)
  11. ^ a b Waltke & O'Connor (1990)
  12. ^ a b c d e f Steiner (1997)
  13. ^ a b c d Sáenz-Badillos (1993)
  14. ^ History of the Jewish People: From Yavneh to Pumbedisa, Meir. Holder, p115
  15. ^ One-minute History Lessons: Six Millennia of Great Jewish Leaders, Moshe Goldberger, p79
  16. ^ Aramaic: the Yiddish of the Middle East
  17. ^ Sáenz-Badillos (1993)
  18. ^ a b c Blau (2010)
  19. ^ a b Waltke & O'Connor (1990): "Materi linguistik di luar Alkitab (extrabiblical) dari Zaman Besi terutama adalah epigrafis, yakni teks-teks yang tertulis pada bahan keras (tembikar, batu, tembok, dll.). Teks epigrafis dari wilayah Israel ditulis dalam bahasa Ibrani dalam suatu bentuk bahasa yang dapat disebut Inscriptional Hebrew; "dialek" ini tidak jauh berbeda dengan bahasa Ibrani yang terlestarikan dalam teks Masoret. Sayangnya, bukti-buktinya hanya sedikit."
  20. ^ a b Waltke & O'Connor (1990)
  21. ^ a b Yardeni (1997)
  22. ^ Tov (1992)
  23. ^ a b c Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama b7
  24. ^ a b Blau (2010)
  25. ^ Frank (2003)
  26. ^ Rendsburg (1997)
  27. ^ Sáenz-Badillos 1993, hlm. 29.
  28. ^ a b c d e f g h i j Sáenz-Badillos (1993)
  29. ^ Dolgopolsky (1999)
  30. ^ Blau (2010)
  31. ^ a b Waltke & O'Connor (1990)
  32. ^ a b Blau (2010)
  33. ^ Blau (2010)
  34. ^ Blau (2010)
  35. ^ Garnier & Jacques (2012)
  36. ^ Blau (2010)
  37. ^ Sáenz-Badillos (1993)
  38. ^ Rendsburg (1997)
  39. ^ Sáenz-Badillos (1993)
  40. ^ Sáenz-Badillos (1993)
  41. ^ Blau (2010)
  42. ^ Rendsburg (1997)
  43. ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q Blau (2010)
  44. ^ a b c d e f g h i j k l Rendsburg (1997)
  45. ^ Yardeni (1997)
  46. ^ Hanson (2011)
  47. ^ a b Yardeni (1997)
  48. ^ a b c Tov (1992)
  49. ^ a b c Sáenz-Badillos (1993)
  50. ^ Yardeni (1997)
  51. ^ a b c Yardeni (1997)
  52. ^ Blau (2010)
  53. ^ Sperber (1959)
  54. ^ a b Blau (2010)
  55. ^ a b Tov (1992)
  56. ^ Blau (2010)
  57. ^ Blau (2010)
  58. ^ a b Blau (2010)
  59. ^ a b Rendsburg (1997)
  60. ^ Rendsburg (1997)
  61. ^ Blau (2010)
  62. ^ Steinberg (2010)
  63. ^ a b Janssens (1982)
  64. ^ Blau (2010)
  65. ^ Sáenz-Badillos (1993)
  66. ^ Sperber (1959)
  67. ^ Ben-Ḥayyim (2000)
  68. ^ Janssens (1982)
  69. ^ Blau (2010)
  70. ^ a b c Blau (2010)
  71. ^ Yahalom (1997)
  72. ^ a b Ben-Ḥayyim (2000)
  73. ^ Ben-Ḥayyim (2000)
  74. ^ Sáenz-Badillos (1993)
  75. ^ Blau (2010)
  76. ^ Sáenz-Badillos (1993)
  77. ^ Yeivin (1980)
  78. ^ Blau (2010)
  79. ^ Blau (2010)
  80. ^ Yeivin (1980)
  81. ^ a b Sáenz-Badillos (1993)
  82. ^ Janssens (1982)

Daftar pustaka[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]