Lukas 1

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Markus 16       Lukas 1       pasal 2
Minuscule 481, 10th century

Permulaan Injil Lukas (pasal 1:1-7a), folio 102 pada Minuscule 481, yang dibuat sekitar abad ke-10.
Kitab: Injil Lukas
Bagian Alkitab: Perjanjian Baru
Kitab ke- 3
Kategori: Injil

Lukas 1 (disingkat Luk 1) adalah pasal pertama dari Injil Lukas pada Perjanjian Baru dalam Alkitab Kristen. Disusun oleh Lukas, seorang Kristen yang merupakan teman seperjalanan Rasul Paulus.[1][2]

Teks[sunting | sunting sumber]

Lukas 1:1-7 pada Codex Nitriensis (~550 M) edisi Tischendorf.

Struktur isi[sunting | sunting sumber]

Pembagian isi pasal:

Ayat 1[sunting | sunting sumber]

Terjemahan Baru

Teofilus yang mulia, Banyak orang telah berusaha menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di antara kita[4]

Ayat 1 bahasa Yunani[sunting | sunting sumber]

Textus Receptus

Ἐπειδήπερ πολλοὶ ἐπεχείρησαν ἀνατάξασθαι διήγησιν περὶ τῶν πεπληροφορημένων ἐν ἡμῖν πραγμάτων
Transliterasi: Epeidēper polloi epecheirēsan anataxasthai diēgēsin peri tōn peplēroforēmenōn en ēmin pragmatōn
Terjemahan harfiah: Sebagaimana banyak (orang) (telah) berusaha menyusun narasi tentang yang (telah) terlaksana di antara kita perihal

Ayat 1 bahasa Latin[sunting | sunting sumber]

Biblia Sacra Vulgata

quoniam quidem multi conati sunt ordinare narrationem quae in nobis conpletae sunt rerum

Ayat 1 catatan[sunting | sunting sumber]

  • "Teofilus yang mulia": dalam naskah asli bahasa Yunani tidak disebutkan pada ayat 1 melainkan pada ayat 3 yang masih merupakan kesatuan kalimat (ayat 1-3).[5]
  • "Banyak orang telah berusaha"

Penulis Injil Lukas mengaku bahwa ia bukan orang pertama yang menulis riwayat Yesus Kristus. Sebelumnya sudah ada orang-orang yang menyusun kisah riwayat hidup Yesus. Bapa-bapa gereja mencatat bahwa Injil Lukas ditulis setelah Injil Matius dan Injil Markus beredar.[6]

  • "Telah terjadi"

Kata Yunani "πεπληροφορημένων" (peplēroforēmenōn) mengandung makna "telah tuntas terlaksana atau digenapi". Penulis mengindikasikan bahwa ada suatu rencana Allah yang terlaksana dalam riwayat yang ditulisnya tersebut.[6]

Ayat 2[sunting | sunting sumber]

Terjemahan Baru

Seperti yang disampaikan kepada kita oleh mereka, yang dari semula adalah saksi mata dan pelayan Firman.[7]

Ayat 2 bahasa Yunani[sunting | sunting sumber]

Textus Receptus

καθὼς παρέδοσαν ἡμῖν οἱ ἀπ' ἀρχῆς αὐτόπται καὶ ὑπηρέται γενόμενοι τοῦ λόγου
Transliterasi: kathōs paredosan ēmin oi ap archēs autoptai kai upēretai genomenoi tou logou
Terjemahan harfiah: seperti disampaikan (kepada) kita (oleh) yang sejak semula saksi-saksi mata dan telah menjadi pelayan-pelayan Firman.

Ayat 2 bahasa Latin[sunting | sunting sumber]

Biblia Sacra Vulgata

sicut tradiderunt nobis qui ab initio ipsi viderunt et ministri fuerunt sermonis

Ayat 2 catatan[sunting | sunting sumber]

  • "Saksi mata"

Penulis Injil Lukas mendapatkan bahan tulisannya dari "para saksi mata" ("αὐτόπται", dari bentuk tunggal "", autoptés yaitu kombinasi dari kata "auto" ("sendiri") + "opto" ("melihat; penglihatan"), "melihat sendiri"), meskipun penulis bukan termasuk seorang saksi mata.[6]

  • "Firman"

Kata Yunani "τοῦ λόγου" (tou logou) dalam bentuk kepunyaan "(dari) Sang Firman" menyiratkan perujukan Yesus Kristus sebagai "Logos" (= Firman; kalam; kata; bahasa Arab: kalimah) sebagaimana pada Yohanes 1:1 dan seterusnya.[8]

Ayat 3[sunting | sunting sumber]

Terjemahan Baru

Karena itu, setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan saksama dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk membukukannya dengan teratur bagimu,[9]

Ayat 3 bahasa Yunani[sunting | sunting sumber]

Textus Receptus

ἔδοξε κἀμοί, παρηκολουθηκότι ἄνωθεν πᾶσιν ἀκριβῶς, καθεξῆς σοι γράψαι, κράτιστε Θεόφιλε

Transliterasi:

edoxen kamoi, parēkolouthēkoti anōthen pasin akribōs, kathexēs soi grapsai, kratiste Theofile

Terjemahan harfiah:

baiklah bagiku, (setelah) menyelidiki (dari) awal semuanya (dengan) saksama, (secara) teratur kepadamu menuliskan(nya), termulia Teofilus.

Ayat 3 bahasa Latin[sunting | sunting sumber]

Biblia Sacra Vulgata

visum est et mihi adsecuto a principio omnibus diligenter ex ordine tibi scribere optime Theophile

Ayat 3 catatan[sunting | sunting sumber]

  • "Termulia Teofilus"

Kata-kata Yunani "kratiste Theophile" merujuk kepada nama penerima, kepada siapa Injil Lukas pertama kalinya ditujukan. Sebutan "kratiste" ("termulia", "yang mulia", "yang terhormat") dipakai untuk menyapa pejabat tinggi Romawi, dengan tingkatan sedikit di bawah Senator.[6] Dalam Terjemahan Baru diterjemahkan sebagai "Teofilus yang mulia", tetapi ditempatkan di bagian paling awal ayat 1, di awal kitab Injil ini.

  • Metode penulisan Injil Lukas

Dalam ayat ini penulis Injil Lukas menyampaikan empat metode penyusunannya:[6]

  1. parēkolouthēkoti: berdasarkan "penyelidikan" atau "mengikuti semua kabar yang ada"
  2. anōthen pasin: "dari awal" atau "dari asal mulanya" (terjemahan harfiah: "dari atas", sebagaimana memeriksa suatu daftar mulai dari depan) "semuanya" atau "segala peristiwa itu". Injil Lukas mencatat mulai dari peristiwa-peristiwa menjelang kelahiran Yesus Kristus, termasuk kelahiran Yohanes Pembaptis yang berhubungan dengan riwayat Yesus, karena Injil-injil sebelumnya (Injil Matius dan Injil Markus) memulai catatan pekerjaan Yesus Kristus dari munculnya Yohanes Pembaptis.
  3. akribōs: dengan saksama atau teliti, termasuk mendengar langsung dari saksi-saksi mata (lihat ayat 2)
  4. kathexēs: secara teratur atau berurutan. Ini bukan berarti "kronologis" atau menurut waktu, melainkan lebih bermakna "menurut urutan tema yang jelas". Secara garis besar, Injil Lukas memaparkan kehidupan Yesus dari masa mudanya, pekerjaan di Galilea, pekerjaan di Yudea, akhirnya di Yerusalem.[6]

Ayat 5[sunting | sunting sumber]

Pada zaman Herodes, raja Yudea, adalah seorang imam yang bernama Zakharia dari rombongan Abia. Isterinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet. (TB)[10]

Pemberitahuan kelahiran Yohanes terjadi saat imam Zakharia dari rombongan Abia, melakukan tugasnya di Bait Allah. Rombongan Abia adalah kelompok ke-8 (1 Tawarikh 24:10) dari 24 rombongan imam yang bergiliran melakukan tugas di Bait Allah (1 Tawarikh 24:7-18). Ada pakar yang berpendapat giliran ini biasanya jatuh pada awal bulan Sivan dalam kalender Yahudi atau sekitar bulan Juni kalender Masehi. Dengan demikian Elisabet mulai hamil pada bulan Juni atau segera setelahnya. Jika kehamilan dimulai bulan Juni, maka Yohanes Pembaptis diperkirakan lahir bulan Maret-April pada tahun berikutnya, menurut kalender Masehi, yaitu sekitar Paskah Yahudi.[11]

Ayat 13[sunting | sunting sumber]

Tetapi malaikat itu berkata kepadanya: "Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes." (TB)[12]

Ayat 17[sunting | sunting sumber]

"Dan ia [Yohanes Pembaptis] akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya."[13]
  • "Roh dan kuasa Elia": Dalam banyak hal, Yohanes akan mirip dengan nabi Elia yang berani itu (lihat Maleakhi 4:5). Karena dipenuhi Roh Kudus (Lukas 1:15), Yohanes akan menjadi seorang pengkhotbah yang memberitakan kebenaran moral (Lukas 3:7-14; Matius 3:1-10).
    • Ia akan mempertunjukkan pelayanan Roh Kudus dengan berkhotbah tentang dosa, kebenaran, dan penghakiman (lihat Yohanes 16:8).
    • Ia akan membalikkan hati "orang yang tidak taat kepada hikmat orang benar" (lihat Matius 11:7).
    • Ia tidak akan berkompromi dengan suara hatinya atau membengkokkan prinsip-prinsip alkitabiah hanya demi jabatan atau keamanan pribadi (Lukas 3:19-20; Matius 14:1-11).
    • Ia akan taat kepada Allah dan tinggal setia terhadap seluruh kebenaran. Pendeknya, Yohanes akan menjadi seorang "hamba Allah".

Ayat 24[sunting | sunting sumber]

Beberapa lama kemudian Elisabet, isterinya, mengandung dan selama lima bulan ia tidak menampakkan diri, katanya: (TB)[15]

Ayat 26[sunting | sunting sumber]

Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, (TB)[16]

Ayat 27[sunting | sunting sumber]

kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. (TB)[17]

Ayat 28[sunting | sunting sumber]

Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau." (TB)[18]
  • "Engkau yang dikaruniai": Sekalipun Maria dikaruniai melebihi semua wanita dalam hal dipilihnya sebagai ibu Yesus, para penulis Perjanjian Baru tidak pernah menyatakan bahwa ia harus disembah, atau harus diberi gelar-gelar khusus atau orang harus berdoa kepadanya. Maria layak dihormati, tetapi hanya Anaknyalah yang layak menerima penyembahan orang percaya.
  • 1) Perhatikan bahwa Maria dipilih karena ia telah mendapat kasih karunia di mata Allah (lihat Kejadian 6:8). Hidupnya yang sederhana dan saleh begitu menyenangkan hati Allah sehingga Ia telah memilihnya untuk tugas yang paling penting ini (lihat 2Tim 2:21).
  • 2) Berkat Maria tidak hanya mendatangkan sukacita yang besar bagi dirinya tetapi juga banyak penderitaan dan kepedihan (lihat Luk 2:35), sebab Anaknya akan ditolak dan disalibkan. Di dunia ini, panggilan Allah akan selalu meliputi berkat dan penderitaan, sukacita dan dukacita, keberhasilan dan kekecewaan.[14]

Ayat 32[sunting | sunting sumber]

"Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya" (TB)[19]

Kesamaan penggunaan istilah "Anak Allah" dan "Anak dari Yang Mahatinggi" dari teks 4Q246 dari Gulungan Laut Mati dengan ayat 32 dan 35 dari Kitab Lukas pasal 1 menunjukkan bahwa orang-orang Eseni dan orang-orang Kristen memiliki konsep yang sama bahwa Mesias (atau bahasa Yunani: Kristus) adalah Anak Allah. Ada pakar yang bahkan menduga bahwa penulis 4Q246 mengutip Injil Lukas.[20]

Ayat 35[sunting | sunting sumber]

Jawab malaikat itu kepadanya (Maria): "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah." (TB)[21]

Istilah "Anak Allah" dan "Anak Yang Mahatinggi" dijumpai pada naskah 4Q246 dari Gulungan Laut Mati untuk menyebut Mesias memiliki kesamaan dengan ayat 32 dan 35 dari Kitab Lukas pasal 1 ini.[20]

Ayat 36[sunting | sunting sumber]

[Malaikat menjawab:] "Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu." (TB)[22]

Ayat 37[sunting | sunting sumber]

[Malaikat menjawab:] "Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil." (TB)[23]

Ayat 41[sunting | sunting sumber]

Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus, (TB)[24]

Ayat 46-55[sunting | sunting sumber]

Nyanyian Pujian Maria

Sering dipakai dalam liturgi gereja Kristen dan digubah menjadi sejumlah karya musik terkenal dengan judul "Magnificat". Nama ini diambil dari kata pertama terjemahan bahasa Latin nyanyian pujian ini, meskipun aslinya dicatat oleh Lukas dalam bahasa Yunani.

Ayat 76[sunting | sunting sumber]

Dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi; karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya, (TB)[25]

Maria sebagai saksi mata[sunting | sunting sumber]

Ramsay mengamati bahwa peristiwa-peristiwa dalam Lukas 1 dan 2 merupakan sejarah keluarga yang sifatnya sangat pribadi. Fakta ini hanya mungkin diketahui oleh segelintir orang saja. Lukas tentunya mendapatkan informasi ini dari otoritas yang tepercaya dan sumber ini telah dicantumkannya supaya tidak menimbulkan keraguan, yaitu Maria.[26]

Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya. (Lukas 2:19)
Dan ibu-Nya menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya. (Lukas 2:51)

Namun, ada hal-hal yang hanya diketahui secara pribadi oleh Elisabet tercatat dalam Lukas 1:24 dan Lukas 1:41, dan Lukas dengan cermat memuat bagaimana hal itu dapat diketahui oleh Maria, yaitu dalam Lukas 1:36, 41, dicatat pemberitahuan kepada Maria oleh malaikat dan oleh Elisabet, padahal tidak dikatakan bahwa Maria memberitahukan hal itu kepada Elisabet.[26] Jadi, naratif Injil Lukas hanya terjadi jika Maria menyampaikan apa yang dialaminya sendiri dan apa yang diketahuinya langsung dari sumbernya sebagai orang pertama; apalagi dengan keterangan bahwa hal-hal ini sesungguhnya disimpan oleh Maria dalam hatinya, sehingga kalau bukan dari Maria, tidak ada orang lain yang dapat menjadi otoritas informasi-informasi ini.[26]

Metode Profil Claremont[sunting | sunting sumber]

Metode Profil Claremont (Claremont Profile Method) adalah metode untuk mengelompokkan naskah-naskah kuno Alkitab yang dikembangkan oleh Ernest Cadman Colwell dan murid-muridnya, dan digunakan oleh Frederik Wisse untuk menyusun suatu prosedur akurat dan cepat dalam mengklasifikasi naskah-naskah kuno yang paling banyak ditemukan. Karya Wisse ini membandingkan versi UBS dengan versi Textus Receptus untuk menentukan profil suatu naskah yang dibentuk dengan mencatat nomor-nomor bacaan di mana naskah itu bersesuaian dengan salah satu versi tersebut, tetapi hanya dibatasi untuk tiga pasal dalam Injil Lukas, yaitu pasal 1, 10, dan 20.[27]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Willi Marxsen. Introduction to the New Testament. Pengantar Perjanjian Baru: pendekatan kristis terhadap masalah-masalahnya. Jakarta:Gunung Mulia. 2008. ISBN:9789794159219.
  2. ^ John Drane. Introducing the New Testament. Memahami Perjanjian Baru: Pengantar historis-teologis. Jakarta:Gunung Mulia. 2005. ISBN:9794159050.
  3. ^ Lukas 2:19 dan 51
  4. ^ Lukas 1:1
  5. ^ Lukas 1:1-3
  6. ^ a b c d e f The Nelson Study Bible. Thomas Nelson, Inc. 1997
  7. ^ Lukas 1:2
  8. ^ Yohanes 1:1
  9. ^ Lukas 1:3
  10. ^ Lukas 1:5 - Sabda.org
  11. ^ Lihat Urutan rombongan imam pelayan Bait Suci dan 1 Tawarikh 24.
  12. ^ Lukas 1:13 - Sabda.org
  13. ^ Lukas 1:17
  14. ^ a b The Full Life Study Bible. Life Publishers International. 1992. Teks Penuntun edisi Bahasa Indonesia. Penerbit Gandum Mas. 1993, 1994.
  15. ^ Lukas 1:24 - Sabda.org
  16. ^ Lukas 1:26 - Sabda.org
  17. ^ Lukas 1:27 - Sabda.org
  18. ^ Lukas 1:28 - Sabda.org
  19. ^ Lukas 1:32 - Sabda.org
  20. ^ a b Grant R. Jeffrey. Jesus, the Great Debate, Toronto, Canada: Frontier Research Publications. 1999. ISBN 0-921714-56-4
  21. ^ Lukas 1:35 - Sabda.org
  22. ^ Lukas 1:36 - Sabda.org
  23. ^ Lukas 1:37 - Sabda.org
  24. ^ Lukas 1:41 - Sabda.org
  25. ^ Lukas 1:76 - Sabda.org
  26. ^ a b c Ramsay, William Mitchell, Sir. Was Christ born at Bethlehem? : a study on the credibility of St. Luke. London : Hodder and Stoughton. 1898. Library of Congress: BT315 R2 1898. Open Library ID: OL23371141M. Halaman 74-75.
  27. ^ Wisse, Frederik (1982). The Profile Method for the Classification and Evaluation of Manuscript Evidence, as Applied to the Continuous Greek Text of the Gospel of Luke. Grand Rapids: William B. Eerdmans Publishing Company. ISBN 0-8028-1918-4. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]