Batalyon Infanteri 411/Raider

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Batalyon Infanteri Mekanis 411/Pandawa
Logo Yonif 411.png
Logo Yonmek Raider 411
Dibentuk1 Juni 1967
NegaraIndonesia
CabangTNI Angkatan Darat
Tipe unitPasukan Elit Infanteri
MarkasJl. Veteran 1, Salatiga
MotoRaider
Situs webwww.kostrad.mil.id

Batalyon Infanteri Mekanis 411/Pandawa atau sebelumnya dikenal juga sebagai Batalyon Infanteri 411/Raider adalah salah satu kesatuan dalam TNI-AD. Yonif 411/Raider didirikan pada 1 Juni 1967 dengan markas di Salatiga setelah sebelumnya bermarkas di Klaten. Satuan ini merupakan organik Brigade Infanteri Mekanis 6/Trisakti Baladaya, Divisi Infanteri 2/Kostrad.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Sejarah pembentukan Yonif 411 mulanya berawal dari penggabungan Batalyon 444 dan Batalyon 446, yang berada di bawah Brigade Panembahan Senopati di Solo, menjadi batalton K. Tahun 1952, Brigade Panembahan Senopati diubah menjadi Resimen Infanteri 15. Sembilan tahun kemudian resimen tersebut dilikuidasi menjadi Korem 072 untuk satuan territorial, dan Brigade Infanteri (Brigif) 6 untuk satuan tempur. Begitulah, hingga akhirnya Yonif 411 berada di bawah Brigif 6 yang bermarkas di Solo. Brigif 6 sendiri pada tahun 1977 secara resmi bergabung ke Kostrad, tidak lagi di bawah Kodam IV/Diponegoro.

Batalyon K, yang merupakan cikal bakal Yonif 411 mulanya berkedudukan di Kleco Solo, dipimpin Mayor Kaderi. Penggunaan nama Yonif 411 secara resmi dilakukan tahun 1966. Pada Mei 1967, seusai Operasi Dwikora di Kalsel, pasukan Yonif 411 dipulangkan ke Jawa, kemudian markas mereka dipindahkan dari Kleco ke Klaten. Jabatan batalyon lalu diserahterimakan kepada Letkol Soegiri.

Sebagai komandan baru, Soegiri mempunyai tugas utama membersihkan pasukannya dari sisa-sisa pengaruh PKI. Prajurit yang dicurigai sebagian dipindahtugaskan ke Irian Jaya, sebagian lainnya dibebastugaskan, hingga tinggal 61 orang yang tersisa. Untuk mengisi kekosongan prajurit, Soegiri menerima 104 bintara, 399 tamtama, dan beberapa perwira lulusan Akabri. Momen peremajaan personil yang bebas dari pengaruh PKI itulah, kemudian dijadikan hari lahir Yonif 411/Pandawa, tanggal 1 Juni 1967.

Tahun 1974, markas Yonif 411 dipindahkan dari Klaten ke Salatiga, kecuali satu kompi senapan. Baru tahun 1986 pasukan Yonif 411 seluruhnya bermarkas di Salatiga.

Komandan[sunting | sunting sumber]

  • Letkol Inf Bambang S (Alm) (1966-1967)
  • Letkol Inf Sugiri (1967-1968)
  • Letkol Inf Sukowo (1968-1970)
  • Letkol Inf Ramelan JW (1970-1973)
  • Letkol Inf M. Salim Ar (1973-1975)
  • Mayor Inf Namuri Anom (1975-1976)
  • Mayor Inf Sadeli Mochtar (1976-1977)
  • Letkol Inf R Soewarno (1977-1978)
  • Mayor Inf Namuri Anom (1978-1979)
  • Mayor Inf Untung S (1979-1981)
  • Letkol Inf Haryono (1981-1983)
  • Letkol Inf Ferry FX T (1983-1985)
  • Letkol Inf A. Rasyid G (1985-1988)
  • Mayor Inf Makmur Syah (Tahun 1988-1990)
  • Mayor Inf Albert Umboh (1990-1991)
  • Letkol Inf Darmawi C (1991-1994)
  • Letkol Inf Sonny ES (1994-1995)
  • Letkol Inf Udin Supidin (1995-1997)
  • Letkol Inf Bambang H (1997-1999)
  • Letkol Inf Komaruddin S (1999-2001)
  • Letkol Inf Mulyono Syah (2001-2002)
  • Letkol Inf Arif Sujatmika (2002-2003)
  • Letkol Inf Achmad Marzuki (2004-2006)
  • Letkol Inf Asep Sudradjat (2006 -2009)
  • Letkol Inf Wachid Apriliyanto (2009-2010)
  • Letkol Inf Teguh Wardoyo (2010-2011)
  • Letkol Inf Dedi Iswanto(2011 -2012)
  • Letkol Inf Gunawan Permadi, S.E. (2012-2014)
  • Letkol Inf Nandang Dimyati (2014-2016)
  • Mayor Inf Ryzadly Syahrazzy[1] (2016-Sekarang)

Batalyon Raider[sunting | sunting sumber]

Lambang Raider

Pada tanggal 22 Agustus 2013,[2] Kasad Jenderal TNI Moeldoko secara resmi membuka Pendidikan Raider[3] TNI AD untuk meningkatkan kualifikasi 3 Yonif menjadi Yonif Raider dan meningkatkan kualitas TNI AD. Ketiga batalyon infanteri tersebut adalah Yonif 641/Beruang Hitam Kodam XII/Tanjungpura, Yonif 411/Pendawa Divisi Infanteri 2/Kostrad dan Yonif 111/Karma Bakti Kodam Iskandar Muda. Untuk meningkatkan kualifikasi ketiga Yonif tersebut, Kasad Jenderal TNI Moeldoko membuka latihan di lapangan gunung Bohong, Cimahi, Jawa Barat. Pelatihan akan dilakukan selama tiga bulan dengan instruktur dari Kopassus.

Referensi[sunting | sunting sumber]