Bank Tabungan Negara

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Bank BTN Syariah)
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Perusahaan perseroan (Persero)
Didirikan16 Oktober 1897 (sebagai Postpaarbank)
1 April 1942 (sebagai Tyokin Kyoku)
17 Agustus 1945 (sebagai Kantor Taboengan Pos)
9 Februari 1950 (sebagai Bank Tabungan Pos, ditetapkan sebagai Hari Jadi BTN)
22 Juni 1963 (sebagai Bank Tabungan Negara)
PendiriPemerintah Hindia Belanda
Kantor
pusat
Menara BTN, Gambir, Jakarta Pusat, Jakarta, Indonesia
Tokoh
kunci
Haru Koesmahargyo (Presiden Direktur)
PemilikPemerintah Indonesia (60%)
IndukKementerian BUMN
Situs webwww.btn.co.id

Bank Tabungan Negara atau BTN (IDX: BBTN) adalah Badan Usaha Milik Negara Indonesia yang berbentuk perseroan terbatas dan bergerak di bidang jasa keuangan perbankan. Sejak tahun 2021, bank ini dipimpin oleh Haru Koesmahargyo sebagai direktur utama.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Gedung Postspaarbank di Weltevreden (kini kecamatan Gambir, Jakarta Pusat) pada tahun 1925–1930
Gedung Postspaarbank di Harmonieplein (1938)
Buku tabungan Postspaarbank (kini Bank Tabungan Negara) pada tahun 1939

Cikal bakal BTN dimulai dengan didirikannya Postspaarbank (bank tabungan pos) di Batavia pada tahun 1897. Pada tahun 1942, sejak masa pendudukan Jepang di Indonesia, bank ini dibekukan dan digantikan dengan Tyokin Kyoku atau Chokinkyoku (貯金局). Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia bank ini diambil alih oleh pemerintah Indonesia dan diubah menjadi Kantor Tabungan Pos. Nama dan bentuk perusahaan selanjutnya berubah beberapa kali hingga akhirnya pada tahun 1963 diubah menjadi nama dan bentuk resmi yang berlaku saat ini.[1]

Kemudian sejarah Bank BTN mulai diukir kembali dengan ditunjuknya oleh Pemerintah Indonesia pada tanggal 29 Januari 1974 melalui Surat Menteri Keuangan RI No. B-49/MK/I/1974 sebagai wadah pembiayaan proyek perumahan untuk rakyat. Sejalan dengan tugas tersebut, maka mulai 1976 mulailah realisasi KPR (Kredit Pemilikan Rumah) pertama kalinya oleh Bank BTN di Indonesia.[1]

Bank BTN mengembangkan bisnisnya pada tahun 1989 dengan memulai operasi sebagai bank komersial dan mengeluarkan obligasi pertama. Pada tahun 1992 status Bank BTN ini menjadi PT Bank Tabungan Negara (Persero) karena sukses Bank BTN dalam bisnis perumahan melalui fasilitas KPR. Pada tahun 1994, BTN memperoleh izin untuk beroperasi sebagai Bank Devisa. Delapan tahun berikutnya (2002) berdasarkan kajian konsultan independent, Price Water House Coopers, Pemerintah melalui menteri BUMN dalam surat No. 5 – 544/MMBU/2002 memutuskan Bank BTN sebagai Bank umum dengan fokus bisnis pembiayaan perumahan tanpa subsidi.[1]

Di tahun 2009, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) mengeluarkan pernyataan efektif terhadap produk investasi baru berbasis sekuritisasi. Produk itu adalah EBA Danareksa Sarana Multigriya Finansial I - Kredit Kepemilikan Rumah Bank Tabungan Negara (SMF I-KPR BTN). Di tahun yang sama juga Bank BTN melakukan Penawaran Umum Saham Perdana (IPO) dan listing di Bursa Efek Indonesia.[1]

Unit Usaha Syariah[sunting | sunting sumber]

BTN Syariah merupakan Strategic Bussiness Unit (SBU) dari Bank BTN yang menjalankan bisnis dengan prinsip syariah, mulai beroperasi pada tanggal 14 Februari 2005 melalui pembukaan Kantor Cabang Syariah pertama di Jakarta.

Pembukaan SBU ini guna melayani tingginya minat masyarakat dalam memanfaatkan jasa keuangan Syariah dan memperhatikan keunggulan prinsip Perbankan Syariah, adanya Fatwa MUI tentang bunga bank, serta melaksanakan hasil RUPS tahun 2004.

Produk yang dihadirkan BTN Syariah, antara lain:

  1. Giro BTN iB
  2. Giro BTN Investa iB
  3. Tabungan BTN Batara iB
  4. Tabungan BTN Prima iB
  5. Tabungan BTN Haji iB
  6. Deposito BTN iB
  7. TabunganKu iB

Struktur organisasi[sunting | sunting sumber]

Menara BTN (kanan), kantor pusat Bank BTN yang terletak tepat di belakang gedung lama.

Struktur organisasi sejak Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Bank BTN tanggal 08 April 2021[2][3]

Direksi[sunting | sunting sumber]

  • Direktur Utama: Haru Koesmahargyo
  • Wakil Direktur Utama: Nixon L. P. Napitupulu
  • Direktur Consumer and Commercial Lending: Hirwandi Gafar
  • Direktur Finance, Planning and Treasury: Nofry Rony Poetra
  • Direktur Compliance and Legal: Eko Waluyo
  • Direktur Wholesale Risk and Asset Management: Elisabeth Novie Riswanti
  • Direktur Operation, IT and Digital Banking: Andi Nirwoto
  • Direktur Distribution and Retail Funding: Jasmin
  • Direktur Risk Management and Transformation: Setiyo Wibowo

Dewan Komisaris[sunting | sunting sumber]

  • Komisaris Utama/Independen: Chandra M. Hamzah
  • Wakil Komisars Utama/Independen: Iqbal Latanro
  • Komisaris Independen: Ahdi Jumhari Luddin
  • Komisaris Independen: Armand B. Arief
  • Komisaris: Eko D. Heripoerwanto
  • Komisaris: Andin Hadiyanto
  • Komisaris: Heru Budi Hartono

Dewan Pengawas Syariah[sunting | sunting sumber]

Daftar Direktur Utama[sunting | sunting sumber]

Berikut daftar direktur Utama BTN:

Direktur Utama Awal Akhir Ket.
Kodradi
16 Mei 2000
19 Desember 2007
[4][5]
Iqbal Latanro
19 Desember 2007
28 Desember 2012
[6]
Maryono
28 Desember 2012
27 November 2019
[7]
Oni Febriarto Rahardjo (Pjs.)
27 November 2019
29 Desember 2019
Pahala Mansury
29 Desember 2019
23 Desember 2020
Nixon Napitupulu (Plt.)
23 Desember 2019
10 Maret 2021
Haru Koesmahargyo
10 Maret 2021
sekarang
[8]

[sunting | sunting sumber]

Perubahan slogan[sunting | sunting sumber]

  • 1992–2000: Mengembangkan Tradisi Menabung dan Membangun
  • 2000–2011: Berpengalaman Melayani Keluarga Indonesia
  • 2011–sekarang: Sahabat Keluarga Indonesia
  • 2020–sekarang: Hidup Gak Cuma Tentang Hari Ini (#HGCTHI)

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d "Tentang Kami: Sejarah BTN", PT Bank Tabungan Negara (Persero), diakses tanggal 1 April 2019 
  2. ^ "Tata Kelola: Dewan Komisaris", PT Bank Tabungan Negara (Persero), diakses tanggal 1 April 2019 
  3. ^ "Tata Kelola: Dewan Direksi", PT Bank Tabungan Negara (Persero), diakses tanggal 1 April 2019 
  4. ^ "Kodradi, 40 Tahun Kerja Tanpa Cuti", detikFinance, 5 Mei 2006, diakses tanggal 1 April 2019 
  5. ^ "Kodradi Segera Lengser dari BTN, Agus Martowardojo Aman", detikFinance, 27 Agustus 2007, diakses tanggal 1 April 2019 
  6. ^ "Iqbal Latanro, Dirut BTN yang Baru", detikFinance, 20 Desember 2007, diakses tanggal 1 April 2019 
  7. ^ "Maryono Jadi Dirut Baru BTN", Kompas.com, 20 Desember 2007, diakses tanggal 1 April 2019 
  8. ^ Kompas.com, 10 Maret 2021 Sah! Haru Koesmahargyo jadi Direktur Utama Bank BTN https://keuangan.kontan.co.id/news/sah-haru-koesmahargyo-jadi-direktur-utama-bank-btn Sah! Haru Koesmahargyo jadi Direktur Utama Bank BTN Periksa nilai |url= (bantuan), diakses tanggal 27 April 2021  Tidak memiliki atau tanpa |title= (bantuan)

Pranala luar[sunting | sunting sumber]