Islam di Maluku Utara

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Islam di Maluku Utara memiliki sejarah yang panjang. Kepulauan Maluku yang terkenal kaya dengan hasil bumi yang melimpah membuat wilayah ini sejak zaman antik dikenal dan dikunjungi para pedagang seantero dunia. Karena status itu pula Islam lebih dulu mampir ke Maluku sebelum datang ke Makassar dan kepulauan-kepulauan lainnya.

Kerajaan Ternate adalah kerajaan terbesar di kepulauan ini. Islam masuk ke wilayah ini sejak tahun 1440. Sehingga, saat Portugis mengunjungi Ternate pada tahun 1512, raja Ternate adalah seorang Muslim, yakni Bayang Ullah. Kerajaan lain yang juga menjadi representasi Islam di kepulauan ini adalah Kerajaan Tidore yang wilayah teritorialnya cukup luas meliputi sebagian wilayah Halmahera, pesisir Barat kepulauan Papua dan sebagian kepulauan Seram. Ada juga Kerajaan Bacan. Raja Bacan pertama yang memeluk Islam adalah Raja Zainulabidin yang bersyahadat pada tahun 1521. Pada tahun yang sama berdiri pula Kerajaan Jailolo yang juga dipengaruhi oleh ajaran-ajaran Islam dalam pemerintahannya.

Distribusi geografi[sunting | sunting sumber]

Berikut merupakan sebaran Muslim berdasarkan kota/kabupaten di Maluku Utara.

Kota/kabupaten Muslim[1] %
Halmahera Barat 40.902 40.73%
Halmahera Tengah 34.359 80.25%
Kepulauan Sula 120.358 90.82%
Halmahera Selatan 170.641 85.79%
Halmahera Utara 63.927 39.50%
Halmahera Timur 46.583 63.72%
Pulau Morotai 30.823 58.49%
Kota Ternate 178.678 96.22%
Kota Tidore 84.839 94.21%
TOTAL 771.110 74.28%

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ [1]