Alkhairaat

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Alkhairaat

Alkhairaat (kebaikan atau segala kebaikan) yang diambil dari bahasa arab, adalah sebuah organisasi Islam terbesar ketiga di Indonesia.[butuh rujukan] Bergerak pada bidang keagamaan, pendidikan, social dan dakwah, organisasi ini berdiri pada tanggal 30 Juni 1930 oleh Idrus bin Salim Aljufrie yang akrab disapa dengan panggilan Guru Tua.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Kehadiran Guru Tua di Wani pada tahun 1929 merupakan awal mula sejarah pendidikan Alkhairaat di Kota Palu. Kedatangan Guru Tua di Wani atas permintaan beberapa tokoh masyarakat di Wani yang ingin belajar Islam lebih baik. Dengan dibantu oleh masyarakat setempat dibangunlah Madrasah Al-Hidayah. Nama madrasah tersebut merujuk kepada nama madrasah milik Sayyid Ali Alhabsyie dan Sayyid Abdollah Alhabsyie di Tojo Una-Una, Ampana.

Hampir setahun Guru Tua tinggal dan menetap di Wani, kemudian beliau meninggalkan Wani dan menetap di Kota Palu. Kepindahan Guru Tua ke Kota Palu menjadi awal sejarah berdirinya Lembaga Islam Alkhairaat.

Kehadiran Guru Tua di Kota Palu disambut baik oleh masyarakat setempat dengan menggunakan tempat mereka sebagai tempat belajar mengajar. Merespon antusiasme masyarakat yang begitu besar akan pendidikan, Guru Tua pun mendirikan Alkhairaat. Peresmian madrasah Alkhairaat untuk pertama kalinya bertempat di lantai bawah, rumah Haji Daeng Marocca (depan masjid Jami), Kampung Baru.

Untuk menegaskan eksistensi Alkhairaat dilembah Palu, Guru Tua yang didukung oleh istri beliau, Ince Ami, mewakafkan tanah seluas 5 hektar yang kelak menjadi Komplek Alkhairaat sekaligus Kantor Pengurus Besar Alkhairaat.

Paham Keagamaan[sunting | sunting sumber]

Alkhairaat menganut paham Ahlussunnah Wal Jamaah yang sumber hukumnya berasal dari Al-Quran, hadis, ijtihad dan qiyas.[butuh rujukan]

Organisasi[sunting | sunting sumber]

Jaringan Kelembagaan[sunting | sunting sumber]

  1. Pengurus Besar Alkhairaat, Kantor Pusat berada di Kota Palu, Sulawesi Tengah.
  2. Komisaris Wilayah (KOMWIL) setingkat Provinsi, terdapat di 13 Provinsi
  3. Komisaris Daerah (KOMDA) setingkat Kabupaten/Kota

Majelis Kelembagaan[sunting | sunting sumber]

  1. Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah
  2. Majelis Pendidikan Tinggi
  3. Majelis Hubungan Luar Negeri
  4. Majelis Peranan Wanita
  5. Majelis Dakwah dan Pembinaan Umat
  6. Majelis Hukum dan Wakaf
  7. Majelis Ekonomi
  8. Majelis Pembangunan
  9. Majelis Litbag
  10. Majelis Usaha Sosial
  11. Majelis Organisasi
  12. Majelis Peranan Pemuda

Basis pendukung[sunting | sunting sumber]

Untuk menentukan basis pendukung Alkhairaat lebih dikenal dengan sebutan Abnaul Khairaat (anak-anak Alkhairaat) yang mereka pernah sekolah atau mengeyam pendidikan di Alkhairaat, baik TK, Ibtidaiyah, SD, Tsanawiyah, SMP, Aliyah, SMA, SMK, atau Perguruan Tinggi.

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  1. Habib Idrus bin Salim Aljufrie; Modernis Pendidikan dan Dakwah di Tanah Kaili (1930–1969)
  2. Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII dan XVIII
  3. Sayyid Idrus bin Salim al Jufri, pendiri Alkhairaat dan kontribusinya dalam pembinaan umat
  4. Sejarah Alkhairaat

Pranala Luar[sunting | sunting sumber]

  1. (Indonesia) Muktamar Alkhairaat, Sambutan Susilo Bambang Yodhoyono
  2. (Indonesia) Habib Idrus bin Salim Aljufrie
  3. (Indonesia) Alkhairaat Gelar Muktamar ke-10