Islam di Sulawesi Utara

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Islam di Sulawesi Utara adalah agama minoritas yang dipeluk oleh sekitar 31% atau 701.699 jiwa penduduk provinsi ini,[1] dari keseluruhan 2.270.596 jiwa penduduk berdasarkan sensus tahun 2010.[1]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Islam di Sulawesi Utara datang yaitu sekitar tahun 1525 melalui suku Bolango dari Jazirah Gorontalo, yang kemudian masuk ke wilayah Bolaang Mongondow. Gorontalo memang dikenal sejak dahulu sebagai pusat penyebaran agama islam sekaligus pusat perdagangan barang dan jasa di Kawasan Teluk Tomini.

Penyebaran agama Islam kemudian mulai berkembang ketika datangnya pejuang-pejuang kemerdekaan yang ditawan oleh penjajah Belanda, antara lain Tuanku Imam Bonjol dan Pangeran Diponegoro beserta pengikutnya. Selain melalui para pahlawan yang diasingkan ke Tondano, arah lain masuknya Islam ialah melalui para pedagang Arab yang singgah di pesisir daerah Manado. Disamping berdagang mereka juga menyiarkan ajaran agama Islam. Kemudian, Islam masuk di Manado juga melalui jalur pernikahan.[2]

Distribusi geografi[sunting | sunting sumber]

Berikut merupakan sebaran umat Islam per kota/kabupaten di Provinsi Sulawesi Utara.

Kabupaten/kota Muslim[3] %
Bolaang Mongondow 129.531 60.67%
Minahasa 20.358 6.56%
Kepulauan Sangihe 25.489 20.21%
Kepulauan Talaud 2.606 3.12%
Minahasa Selatan 17.727 9.07%
Minahasa Utara 35.102 18.58%
Bolaang Mongondow Utara 62.214 88.01%
Siau Tagulandang Biaro 2.027 3.18%
Minahasa Tenggara 17.854 17.78%
Bolaang Mongondow Selatan 53.101 93.16%
Bolaang Mongondow Timur 46.543 73.12%
Kota Manado 128.483 31.30%
Kota Bitung 66.654 35.52%
Kota Tomohon 3.436 3.86%
Kota Kotamobagu 90.474 84.19%
TOTAL 701.699 30.90%

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b Penduduk Menurut Kelompok Umur dan Agama yang Dianut Provinsi Sulawesi Utara, Badan Pusat Statistik. Diakses 13 November 2013.
  2. ^ "Sejarah Perkembangan Islam di Sulawesi Utara". Kota Islam (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2022-05-13. 
  3. ^ [1]