Kabupaten Halmahera Selatan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Kabupaten Halmahera Selatan
Lambang Kabupaten Halmahera Selatan
Lambang Kabupaten Halmahera Selatan


Moto: SARUMA




Peta lokasi Kabupaten Halmahera Selatan di Maluku Utara
Koordinat: -
Provinsi Maluku Utara
Dasar hukum UU RI Nomor 1 Tahun 2003
Tanggal peresmian 25 Februari 2003
Ibu kota Kota Labuha
Pemerintahan
-Bupati Muhammad Kasuba
APBD
-APBD -
-DAU Rp. 479.627.293.000.-(2013)[1]
Luas 8.892 km2
Populasi
-Total 294.749 jiwa (2015)[2]
-Kepadatan 33,15 jiwa/km2
Demografi
-Agama Islam 84.38%
Kristen 14.59%
Katolik 1.02%
Buddha 0.005%
Hindu 0.005%%[3]
-Kode area telepon 927
Pembagian administratif
-Kecamatan 30
-Kelurahan 249
Simbol khas daerah
Situs web http://www.halselkab.go.id/

Kabupaten Halmahera Selatan adalah salah satu kabupaten di provinsi Maluku Utara, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Kota Labuha. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 8.892 km² dan berpenduduk sebanyak 147.919 jiwa (2000). Kabupaten Halmahera Selatan merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Maluku Utara atau saat ini menjadi Kabupaten Halmahera Barat berdasarkan Undang-undang No. 1 tahun 2003 tentang pemekaran wilayah Kabupaten Maluku Utara. Kabupaten Halmahera Selatan pada awal pembentukannya memiliki 9 kecamatan namun kini menjadi 30 kecamatan.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pembentukan sejarah Kerajaan Moloku dimulai pada tahun 1252 dengan Baab Mansur Malamo sebagai penguasa I. Berdasarkan Zeif Beztur Regeling Tahun 1930, Maluku Utara dibagi dalam 3 (tiga) Swapraja, yaitu:

  1. Kesultanan Ternate
  2. Kesultanan Tidore
  3. Kesultanan Bacan

Tiap Kesultanan dibagi menjadi distrik membawahi onder distrik yang dikepalai oleh Holf yang diangkat dan diberhentikan oleh Sultan yang bersangkutan. Pada tahun 1957 lahirlah Undang-undang No. 1 Tahun 1957 tentang pembagian wilayah pemerintahan menjadi Pemerintahan Swapraja yang dipimpin oleh Kepala Pemerintahan setempat atau disebut KPS. Pada masa Inpassing pemerintahan pada tahun 1960, daerah-daerah dipecah dalam bentuk distrik. Kemudian pemerintah melakukan perubahan distrik menjadi kecamatan. Pada tahun 1957 Camat Haerie menjadi camat pertama di kecamatan Bacan yang sekarang setelah lahirnya Undang-undang No. 1 tahun 2003 tentang pemekaran wilayah Kabupaten Maluku Utara, di mana Labuha sebagai ibu kota Kabupaten Halmahera Selatan, terdiri dari 9 (sembilan) kecamatan yang dipimpin oleh Bupati yang aktivitas pemerintahannya mulai berjalan pada tanggal 9 Juni 2003[4].

Geografi[sunting | sunting sumber]

Secara astronomi Kabupaten Halmahera Selatan terletak antara 126° 45’ BT dan 129° 30’ BT dan 0° 30’ LU dan 2° 00’ LS. Kabupaten merupakan wilayah kepulauan karena sebagain besar wilayahnya berupa pulau yang dikelilingi perairan yaitu Laut Maluku, Laut Halmahera, Laut Seram dan dipisahkan oleh selat. Daratan Kabupaten Halmahera Selatan seluas 8779,32 km2 (22%) dan luas lautan sebesar 31.484,40 km2 (78%). Ada enam pulau utama diantara pulau-pulau kecil di Kabupaten Halmahera Selatan yaitu Pulau Obi, Pulau Bacan, Pulau Makian, Pulau Kayoa, Pulau Kasiruta dan Pulau Mandioli. Sisanya berada di bagian selatan semenanjung Pulau Halmahera.

Batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Batas-batas wilayahnya adalah sebagai berikut:

Utara Kabupaten Halmahera Barat dan Kota Tidore Kepulauan
Selatan Laut Seram
Barat Laut Maluku
Timur Laut Halmahera

Topografi[sunting | sunting sumber]

Sebagai wilayah kepulauan maka topografi wilayah Kabupaten Halmahera Selatan seluas 61,1 persen tergolong lahan agak curam (derajat kemiringan 15-40%) dan lahan curam (derajat kemiringan >40%). Hanya 38,9 persen saja tergolong datar dan landai yang banyak terdapat di wilayah pesisir. Semakin ke dalam dan jauh dari pantai maka kebanyakan lahan berbukit-bukit. Kabupaten Halmahera Selatan memiliki beberapa gunung termasuk gunung berapi diantaranya adalah Gunung Buku Sibela (2.111 m), Gunung Buku Uwatcain (1.200 m), Gunung Obi (1.611 m), Gunung Buku Karoang (1.127 m) sedangkan beberapa gunung merupakan gunung berapi yaitu Gunung Makian (1.357 m), Gunung Buku Amasing (1.030 m), Gunung Buku Bibinoi (875 m), Gunung Tigalalu (422 m), Gunung Buku Suanggi, Gunung Buku Lansa dan Gunung Buku Songa.

Klimatologi[sunting | sunting sumber]

Karakteristik iklim wilayah Kabupaten Halmahera Selatan, beriklim tropis dengan curah hujan rata-rata antara 1.000 mm sampai dengan 2.000 mm. Curah hujan ini hampir merata di Pulau Bacan dan sekitarnya, Pulau Obi dan sekitarnya serta semenanjung Halmahera bagian Selatan. Selain itu Kabupaten Halmahera Selatan juga dipengaruhi oleh dua musim yaitu Musim Utara pada bulan Oktober-Maret yang diselingi angin Barat dan Pancaroba pada bulan April. Sedangkan Musim Selatan pada bulan September diselingi angin Timur dan Pancaroba pada bulan Oktober. Berdasarkan tingkat curah hujan 1.250 – 3.250 mm/tahun dengan sebaran curah hujan di mayoritas wilayah Kabupaten Halmahera Selatan adalah 2.250 mm/tahun dan curah hujan tertinggi yaitu 3.250 mm/tahun terjadi di dataran tinggi.

Hidrologi[sunting | sunting sumber]

Kondisi hidrologi (kondisi air permukaan dan air tanah) Kabupaten Halmahera Selatan dipengaruhi oleh iklim, curah hujan serta keberadaan sungai dan danau. Berdasarkan keberadaan Daerah Aliran Sungai (DAS) yang telah teridentifikasi, Kabupaten Halmahera Selatan memiliki 151 DAS dan 5 buah danau.

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati Halmahera Selatan

No. Foto Nama Mulai Akhir Wakil Bupati Keterangan
1 Arief Yasim Wahid 2003 2004
2 Muhammad Kasuba 2005 2015
3 Bahrain Kasuba 2016 sekarang

Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Daftar Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2007 kecamatan dalam wilayah administrasi Kabupaten Halmahera Selatan menjadi 30 kecamatan dimana semula berdasarkan UU No. 1 Tahun 2003 terdiri atas 9 kecamatan. Berikut nama-nama kecamatan di Kabupaten Halmahera Selatan:

  1. Kecamatan Bacan
  2. Kecamatan Bacan Barat
  3. Kecamatan Bacan Barat Utara
  4. Kecamatan Bacan Selatan
  5. Kecamatan Bacan Timur
  6. Kecamatan Bacan Timur Selatan
  7. Kecamatan Bacan Timur Tengah
  8. Kecamatan Kepulauan Batang Lomang
  9. Kecamatan Gane Barat
  10. Kecamatan Gane Barat Selatan
  11. Kecamatan Gane Barat Utara
  12. Kecamatan Gane Timur
  13. Kecamatan Gane Timur Selatan
  14. Kecamatan Gane Timur Tengah
  15. Kecamatan Kasiruta Barat
  16. Kecamatan Kasiruta Timur
  17. Kecamatan Kayoa
  18. Kecamatan Kayoa Barat
  19. Kecamatan Kayoa Selatan
  20. Kecamatan Kayoa Utara
  21. Kecamatan Kepulauan Joronga
  22. Kecamatan Makian Barat
  23. Kecamatan Mandioli Selatan
  24. Kecamatan Mandioli Utara
  25. Kecamatan Obi
  26. Kecamatan Obi Barat
  27. Kecamatan Obi Selatan
  28. Kecamatan Obi TImur
  29. Kecamatan Obi Utara
  30. Kecamatan Pulau Makian

Demografi[sunting | sunting sumber]

Jumlah penduduk Kabupaten Halmahera Selatan tahun 2011 sebanyak 203.707 jiwa. Rasio jenis kelamin menunjukan jenis kelamin laki-laki lebih tinggi dari perempuan. Pada tahun 2011 data menunjukan jumlah laki-laki mencapai 104.240 jiwa dan perempuan mencapai 99.467 jiwa. Kecamatan Bacan merupakan kecamatan dengan jumlah penduduk paling banyak, yaitu 19.991 jiwa. Sedangkan kecamatan dengan jumlah penduduk paling sedikit adalah kecamatan Kayoa Utara, dengan jumlah penduduk 2.727 jiwa.

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

SD/MI[sunting | sunting sumber]

  1. SD Negeri 1 Labuha
  2. SD Negeri 1 Bicoli
  3. SD Negeri Wairoro
  4. SD Negeri 2 Laiwui
  5. SD Negeri 99 Halmahera Selatan

SMP/MTs[sunting | sunting sumber]

  1. SMP Negeri 22 Halmahera Selatan
  2. SMP Negeri 35 Halmahera Selatan
  3. SMP Negeri 1 Halmahera Selatan
  4. SMP Negeri 13 Halmahera Selatan
  5. SMP Islam Ompu Asal
  6. SMP Muhammadiyah 1 Bacan

SMA/SMK/MA[sunting | sunting sumber]

  1. SMA Negeri 1 Gane Timur
  2. SMA Negeri 1 Obi Selatan
  3. SMA Negeri 1 Bacan
  4. SMK Negeri 1 Bacan
  5. SMK Negeri 1 Pulau Makian

Perguruan Tinggi (PT)[sunting | sunting sumber]

  1. STAI (Sekolah Tinggi Agama Islam) Al-Khairaat
  2. STP (Sekolah Tinggi Perikanan) Labuha

Media Massa[sunting | sunting sumber]

Media Cetak[sunting | sunting sumber]

Radio[sunting | sunting sumber]

Televisi[sunting | sunting sumber]

Transportasi[sunting | sunting sumber]

  1. Bandar Udara Oesman Sadik
  2. Pelabuhan Babang

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

  1. Masjid dan Keraton Sultan Bacan Labuha
  2. Cagar Alam Gunung Sibela
  3. Benteng Bernaveld Amasing
  4. Pantai Sibela
  5. Pantai Kupal
  6. Pantai Nusa Ra
  7. Pantai Penamboang
  8. Pulau Pasir Putih Wayaua
  9. Pulau Widi
  10. Air Terjun Amasing
  11. Air Terjun Bibinoi
  12. Air Terjun Gandasuli
  13. Danau Telaga Nusa

Tokoh[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]