Halimah as-Sa'diyah
| Nama dalam bahasa asli | (ar) حَلِيمَةٌ السَّعْدِيَّةُ |
|---|---|
| Biografi | |
| Kelahiran | 6 abad |
| Kematian | 629 Madinah |
| Tempat pemakaman | Jannatul Baqi |
| Data pribadi | |
| Agama | Islam |
| Kegiatan | |
| Pekerjaan | ibu susu |
| Keluarga | |
| Pasangan nikah | Al-Harits bin Abdul Uzza |
| Anak | Syaima binti al-Harits, Abdullah bin al-Harits as-Sa'di, Anisah binti al-Harits, Hafsh bin Halimah |
| Ayah | Q125493519 |
| Kerabat | Muhammad (milk kinship (en) Abu Sufyan bin Harits (milk kinship (en) |
Halimah As-Sa'diyah (Arab:حليمة السعدية) adalah ibu susu dari Nabi Muhammad. Ia dan suaminya, Harits bin Abdil Uzza berasal dari Bani Sa'ad, Kabilah Hawazin di Desa Al-Hudaibiyyah daerah pebukitan dekat Thaif.[1] Halimah As-Sa'diyah memiliki beberapa nama, yaitu Halimah binti Abdullah dan Halimah bint Abi Dhuayb.[2]
Biografinya
[sunting | sunting sumber]Nama lengkapnya Halimah binti Abi Dzuaib bin Abdullah bin Al-Harits bin Syijnah bin Jabir As-Sa’di Al-Bakri Al-Hawazini. Ia menjadi ibu susu Nabi Muhammad saw selama 4 tahun. Ikut bermain mengembala kambing saat masih kecil dengan anak-anak Halimah.[3]
Selama penyusuan Muhammad, domba-domba Halimah menjadi gemuk dan tanah rerumputan menjadi subur[4]. Ia lalu mengembalikan pada ibunya, Aminah karena khawatir atas peristiwa pembedahan dada Nabi saw oleh dua orang berbaju putih (malaikat Jibril). Dimana Abdullah, putra Halimah melihat Muhammad diambil dua lelaki lalu perutnya dibedah. Abdullah segera memanggil orang tuanya yang segera datang dan melihat Muhammad sudah duduk terdiam lalu bercerita bahwa 2 sosok berpakaikan putih membedah perutnya lalu mencuci bagian dalam perutnya ke dalam mangkok emas dengan air zamzam dan membuang bagian yang berwarna hitam.[5][6]

Ia memeluk Islam bersama suaminya pada masa masa awal kenabian. Dari pernikahannya dengan Harits bin Abdul Uzza melahirkan Abdullah bin al-Harits, Anisah binti Al-Harits, Hudzafah, dan Syima binti Al-Harits.[7] Halimah juga menyusui Abu Sofyan bin al-Harits.
Ketika Muhammad telah menikah dengan Khadijah, Halimah datang meminta bantuan karena kekeringan yang melanda kampungnya, Khadijah memberinya 40 ekor unta dan unta pembawa air.[6] Ketika Muhammad berusia 40 tahun lebih di Ji'ronah, datanglah menghadap Halimah dan suaminya, Muhammad lantas menyambutnya dengan hormat dengan membentangkan pakaian dan surbannya untuk tempat duduk orang tua asuhnya.
Kematian
[sunting | sunting sumber]Halimah wafat dan dimakamkan di Baqi, Madinah pada 8 H / 629 M setelah Fathul Mekah.[8] Keturunan Halimah bernama Abdullah, asy-Syaima dan Anisah.
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Sasongko, Agus (29 Apr 2019). "Halimah As-Sa'diyah Wanita Mulia Pengasuh Rasulullah SAW". republika. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-05-29. Diakses tanggal 2023-05-29.
- ↑ Abror, Muhamad (25 Mei 2021). "Kisah Awal Halimah As-Sa'diyyah Menyusui Nabi Muhammad". nu. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-05-29. Diakses tanggal 2023-05-29.
- ↑ Khalil, Muhammad (2025-07-01). Syeikh Khalil: 100 Fakta Menakjubkan Nabi, Rasul, dan Dunia Islam. Asoka Aksara. hlm. 107. ISBN 978-623-7211-05-1. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ↑ Academy, Ana Widyastuti, M. Pd, Carrot (2019-07-08). Kisah Teladan Para Sahabiyah Nabi. Elex Media Komputindo. hlm. 11. ISBN 978-623-00-0146-8. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ↑ Maarif, Nurul H. (2017-05-01). Samudra Keteladanan Muhammad. Pustaka Alvabet. hlm. 34. ISBN 978-602-6577-11-5. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- 1 2 JAM’AH, AHMAD KHALIL (2019-10-14). 70 Tokoh Wanita dalam Kehidupan Rasulullah (dalam bahasa Melayu). Darul Falah. hlm. 6–9. ISBN 978-602-9208-27-6. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ↑ https://bincangsyariah.com/nisa/halimatus-sadiyah-wanita-pengasuh-nabi/ Diarsipkan 2021-01-16 di Wayback Machine. diakses 30 Januari 2020
- ↑ Thifa, Kak (2017-04-16). 365 Kisah Islami: Sejarah 25 Nabi, Para Sahabat, & Ulama Besar Dunia. CERIA. ISBN 978-602-391-404-3.