Kabupaten Banjarnegara

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Banjarnegara)
Kabupaten Banjarnegara
Transkripsi bahasa daerah
 • Hanacarakaꦧꦚ꧀ꦗꦂꦤꦼꦒꦫ
Kompleks Candi Dieng
Lambang resmi Kabupaten Banjarnegara
Julukan: 
Kota Dawet Ayu
Motto: 
Manunggaling swara tumataning praja
(Jawa) Bersatu padunya masyarakat dan pemerintah dalam membangun dan menata kehidupan demi terwujudnya daerah yang baldatun ṭayyibatun wa rabbun ġafūr
(1571 Masehi)
Peta
Kabupaten Banjarnegara is located in Jawa
Kabupaten Banjarnegara
Kabupaten Banjarnegara
Peta
Kabupaten Banjarnegara is located in Indonesia
Kabupaten Banjarnegara
Kabupaten Banjarnegara
Kabupaten Banjarnegara (Indonesia)
Koordinat: 7°24′S 109°48′E / 7.4°S 109.8°E / -7.4; 109.8
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Tengah
Dasar hukumUndang-Undang Nomor 13 Tahun 1950
Hari jadi26 Februari 1571 (umur 451)
Ibu kotaBanjarnegara
Jumlah satuan pemerintahan
Daftar
  • Kecamatan: 20
  • Kelurahan: 12
  • Desa: 266
Pemerintahan
 • BupatiSyamsudin (Plt.)
 • Sekretaris DaerahIndarto
Luas
 • Total1.069,73 km2 (413,03 sq mi)
Populasi
 • Total1.020.982
 • Kepadatan951/km2 (2,460/sq mi)
Demografi
 • Agama
 • IPMKenaikan 67,86 (2021)
Sedang[3]
Zona waktuUTC+07:00 (WIB)
Kode pos
Kode area telepon0286
Pelat kendaraanR xxxx D*/I*/M*/O*/W*/Y*
Kode Kemendagri33.04 Edit the value on Wikidata
DAURp 1.015.129.697.000,- (2020)[4]
Flora resmiKayu manis cina
Fauna resmiPelatuk bawang
Situs webbanjarnegarakab.go.id

Banjarnegara (bahasa Jawa: ꦧꦚ꧀ꦗꦂꦤꦼꦒꦫ) adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Ibu kota kabupatennya juga bernama Banjarnegara. Kabupaten Banjarnegara terletak di antara 7° 12'–7° 31' Lintang Selatan dan 109° 29'–109° 45'50" Bujur Timur. Luas Wilayah Kabupaten Banjarnegara adalah 106.970,997 ha atau 3,10 % dari luas seluruh Wilayah Provinsi Jawa Tengah. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Batang di sebelah utara, Kabupaten Wonosobo di sisi timur, Kabupaten Kebumen di sisi selatan, serta Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Purbalingga di sebelah barat.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Bentang alam berdasarkan bentuk tata alam dan penyebaran geografis, wilayah ini dapat dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:

Topografi[sunting | sunting sumber]

Topografi wilayah ini sebagian besar (65% lebih) berada di ketinggian antara 100 s/d 1000 meter dari permukaan laut. Secara rinci pembagian wilayah berdasarkan topografi.

Sungai Serayu mengalir menuju ke Barat, serta anak-anak sungainya termasuk Kali Tulis, Kali Merawu, Kali Pekacangan, Kali Gintung dan Kali Sapi. Sungai tersebut dimanfaatkan sebagai sumber irigasi pertanian.

Wilayah kabupaten Banjarnegara memiliki iklim tropis, dengan curah hujan rata-rata 3.000 mm/tahun, serta suhu rata-rata 20°- 26 °C.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Aloen-aloen di Bandjarnegara, Terlihat dari rumah staf, dulunya rumah Kepala Konstruksi Kabupaten Wonosobo Bandjarnegara.

Dalam perang Diponegoro, R.Tumenggung Dipoyudo IV berjasa kepada pemerintah mataram, sehingga di usulkan oleh Sri Susuhunan Pakubuwono VII untuk di tetapkan menjadi bupati banjar berdasarkan Resolutie Governeor General Buitenzorg tanggal 22 agustus 1831 nomor I, untuk mengisi jabatan Bupati Banjar yang telah dihapus setatusnya yang berkedudukan di Banjarmangu dan dikenal dengan Banjarwatulembu. Usul tersebut disetujui.

Persoalan meluapnya Sungai Serayu menjadi kendala yang menyulitkan komunikasi dengan Kasunanan Surakarta. Kesulitan ini menjadi sangat dirasakan menjadi beban bagi bupati ketika dia harus menghadiri Pasewakan Agung pada saat-saat tertentu di Kasultanan Surakarta. Untuk mengatasi masalah ini diputuskan untuk memindahkan ibu kota kabupaten ke selatan Sungai Serayu.

Daerah Banjar (sekarang Kota Banjarnegara) menjadi pilihan untuk ditetapkan sebagai ibu kota yang baru. Kondisi daerah yang baru ini merupakan persawahan yang luas dengan beberapa lereng yang curam. Di daerah persawahan (Banjar) inilah didirikan ibu kota kabupaten (Negara) yang baru sehingga nama daerah ini menjadi Banjarnegara (Banjar: Sawah, Negara: Kota).

R.Tumenggung Dipoyuda menjabat Bupati sampai tahun 1846, kemudian diganti R. Adipati Dipodiningkrat, tahun 1878 pensiun. Penggantinya diambil dari luar Kabupaten Banjarnegara. Gubermen (pemerintahan) mengangkat Mas Ngabehi Atmodipuro, patih Kabupaten Purworejo(Bangelan) I Gung Kalopaking di panjer (Kebumen) sebagai penggantinya dan bergelar Kanjeng Raden Tumenggung Jayanegara I. Dia mendapat ganjaran pangkat "Adipati" dan tanda kehormatan "Bintang Mas" Tahun 1896 dia wafat diganti putranya Raden Mas Jayamisena, Wedana distrik Singomerto (Banjarnegara) dan bergelar Kanjeng Raden Tumenggung JayanegaraII. Dari pemerintahan Belanda Raden Tumenggung Jayanegara II mendapat anugerah pangkat "Adipati Aria" Payung emas Bintang emas besar, Officer Oranye. Pada tahun 1927 dia berhenti, pensiun. Penggantinya putra dia Raden Sumitro Kolopaking Purbonegoro, yang juga mendapat anugerah sebutan Tumenggung Aria, dia keturunan kanjeng R. Adipati Dipadingrat, berarti kabupaten kembali kepada keturunan para penguasa terdahulu. Di antarapara Bupati Banjarnegara, Arya Sumitro Kolopaking yang menghayati 3 zaman, yaitu zaman Hindia Belanda, Jepang dan RI, dan menghayati serta menangani langsung Gelora Revolusi Nasional (1945–1949). Ia mengalami sebutan "Gusti Kanjeng Bupati", lalu "Banjarnegara Ken Cho" dan berakhir "Bapak Bupati". Selanjutnya yang menjadi Bupati setelah Raden Aria Sumtro Kolopaking Purbonegoro ialah: Raden Sumitro, Tahun (1949–1959)

  • Mas Ngabehi Atmodipuro (1878-1896)
  • Raden Mas Jayamisena (1896-1927)
  • Raden Sumitro Kolopaking Purbonegoro (1927-1949)
  • Raden Sumitro, Tahun 1949–1959.
  • Raden Mas Soedjirno, Tahun 1960–1967.
  • Raden Soedibjo, Tahun 1967–1973.
  • Drs. Soewadji, Tahun 1973–1980.
  • Drs.H. Winarno Surya Adisubrata, Tahun 1980–1986.
  • H. Endro Soewarjo, Tahun 1986–1991.
  • Drs.H.Nurachmad, Tahun 1991–1996.
  • Drs.H.Nurachmad, tahun 1996–2001.
  • Drs.Ir. Djasri, MM, MT dan Wabup: Drs. Hadi Supeno, Msi, tahun 2001-2006
  • Drs.Ir. Djasri, MM, MT dan Wabup: Drs. Soehardjo. MM, tahun 2006-2011
  • Sutedjo dan Wabup: Hadi Supeno tahun 2011-2016
  • Budhi Sarwono (Wing Chin) dan Wabup: H. Syamsudin, S.Pd,, M.Pd, tahun 2016-2022

Lambang[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 17 Agustus 1967, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Gotong Royong (DPRDGR) Kabupaten Banjarnegara meluncurkan lambang daerahnya oleh M. Soedjirno, Bupati Banjarnegara ke-7. Lambang Banjarnegara didesain oleh Soehardjo, Wakil Bupati Banjarnegara periode 2006–2011. Ia menyebutkan bahwa lambang tersebut dibuat saat usianya 10 tahun dan merupakan hasil dari perlombaan (sayembara). Ia mengaku bahwa proses untuk dapat disahkan menjadi lambang resmi daerah tersebut berlangsung selama satu tahun, lalu pada dekade 1980-an lambangnya kemudian diberikan sengkalan di bawahnya yang menjadi motto daerah, Wani memetri rahayuning praja, yang artinya "Bertekad melestarikan kemakmuran menuju kebahagiaan lahir-batin bagi rakyat dan pemerintahnya".[5]

Lambang tersebut berbentuk perisai hijau dengan tepi kuning. Di dalamnya terdapat padi 17 butir, kapas 8 kuntum bunga, segilima merah putih, bintang, pohon beringin, gunung dan daratan, sifon Belanda, sebilah keris, dan gelombang air. Lambang dengan sengkalan daerah ini dikukuhkan dengan Peraturan Daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Banjarnegara Nomor 11 Tahun 1988 tentang Perubahan Pertama Peraturan Daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Tentang Lambang Daerah.

Perubahan lambang[sunting | sunting sumber]

Lambang lama Banjarnegara

Pada tahun 2018, Pemkab Banjarnegara menghadirkan tanggal hari jadi yang baru, 26 Februari 1571.[6] Akibat dari penetapan hari jadi yang baru ini, Pemkab Banjarnegara berencana untuk merevisi lambang daerahnya agar sesuai dengan hari jadinya yang baru itu. Pada tahun 2021, sejumlah rancangan lambang versi baru dibocorkan di media sosial. Sekda Banjarnegara Indarto menjelaskan bahwa lambang yang berseliweran ini muncul atas usulan masyarakat Banjarnegara. Namun, pihaknya menyebut bahwa perubahan tersebut masih dibahas di DPRD. Ada usulan dawet ayu yang muncul dari sejarawan Banjarnegara Heni Purwono.[7] Di tengah-tengah pandemi, draf lambang daerah yang diusulkan oleh DPRD itu bocor, dengan hilangnya gambar beringin, diganti dengan Candi Arjuna yang ada di kompleks Candi Dieng l dengan latar belakang logo Kabupaten banjarnegara yg di dominasi Pegunungan / Daratan tinggi. Saat desain tersebut dituding berkaitan dengan sebuah kepentingan politik tertentu, Tuswadi, ilmuwan yang tergabung dalam anggota Akademi Ilmuwan Muda Indonesia beranggapan bahwa beringin bukanlah simbol politik, melainkan perwujudan dari sila ketiga Pancasila, dan tak dapat "disandingkan dengan pohon di lambang partai".[8]

Bentuk final dari lambang tersebut akhirnya muncul di situs resmi Pemerintah Kabupaten Banjarnegara pada Februari 2022. Lambang tersebut mempertahankan mayoritas elemen lama, dengan menambah Candi Arjuna di Dieng, Gunung / Daratan Tinggi ,sawah dan ladang kentang, serta Bendungan Panglima Besar Jenderal Sudirman. Motto daerah yang baru ini adalah sengkalan Manunggaling swara tumataning praja, yang dapat dimaknai sebagai 1571 Masehi. Secara maknawi, sengkalan ini bermakna "Bersatu padunya masyarakat dan pemerintah dalam membangun dan menata kehidupan demi terwujudnya baldatun ṭayyibatun wa rabbun ġafūr". Lambang ini dikukuhkan dengan Perda No. 1 Tahun 2022.

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati[sunting | sunting sumber]

No. Bupati Foto Mulai menjabat Selesai menjabat Partai Wakil Bupati Periode
1 R.Tumenggung Dipoyudo IV 22 Agustus 1831 1846 1
2 Raden Adipati Dipodiningkrat 1846 1878 2
3 Mas Ngabehi Atmodipuro 1878 1896 3
4 Raden Mas Jayamisena 1896 1927 4
5 Raden Adipati Arya Poerbonegoro Soemitro Kolopaking 1927 1949 5
6 Raden Sumarto[9] 1949 1959 6
6 Raden Sumitro 1949 1959 6
7 Raden Mas Soedjirno 1960 1967 PNI 7
8 Raden Soedibjo 1967 1973 8
9 Drs.Soewadji 1973 1980 9
10 Drs.H.Winarno Surya Adisubrata 1980 1986 10
11 H. Endro Soewarjo 1986 1991 11
12 Drs.H. Nurachmad 1991 1996 12
1996 2001 13
13 Drs.Ir. Djasri, MM, MT 2001 2006 Drs. Hadi Supeno, M.Si 14
2006 2011 Drs. Soehardjo, MM 15
14 Sutedjo Slamet Utomo 17 Juli 2011 2016 Drs. H. Hadi Supeno, M.Si 16
Prijo Anggoro BR
Penjabat Bupati
7 November 2016 Mei 2017 17
15 Budhi Sarwono Budhi Sarwono.jpg 22 Mei 2017 3 September 2021 H. Syamsudin, S.Pd., M.Pd
Syamsudin
(Pelaksana Harian)
3 September 2021 22 Mei 2022
Tri Harso Widirahmanto (penjabat) 22 Mei 2022 Petahana


Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Banjarnegara dalam tiga periode terakhir.

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2009–2014 2014–2019 2019–2024
  PDI-P 7 Penurunan 6 Kenaikan 9
  PKB 5 Steady 5 Kenaikan 7
  Demokrat 5 Penurunan 3 Kenaikan 7
  PPP 6 Steady 6 Penurunan 5
  PKS 6 Penurunan 5 Steady 5
  Golkar 8 Penurunan 6 Penurunan 4
  PAN 8 Penurunan 6 Penurunan 4
  NasDem (baru) 3 Kenaikan 4
  Gerindra (baru) 3 Kenaikan 5 Penurunan 3
  Hanura (baru) 0 Steady 0 Kenaikan 2
  PDP (baru) 1
  PKNU (baru) 1
Jumlah Anggota 50 Penurunan 45 Kenaikan 50
Jumlah Partai 10 Penurunan 9 Kenaikan 10

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Banjarnegara terdiri dari 20 kecamatan, 12 kelurahan, dan 266 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 1.002.398 jiwa dengan luas wilayah 1.023,73 km² dan sebaran penduduk 979 jiwa/km².[10][11]

Pusat pemerintahan berada di Kecamatan Banjarnegara, dengan kecamatan terluas dan memiliki penduduk terbanyak adalah kecamatan Punggelan. Kota-kota kecamatan yang cukup signifikan adalah: Kota Mandiraja, Klampok, Wanadadi, Karangkobar, dan Kalibening.

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Banjarnegara, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
Kecamatan Jumlah
Kelurahan
Jumlah
Desa
Status Daftar
Desa/Kelurahan
33.04.09 Banjarmangu 17 Desa
33.04.06 Banjarnegara 9 4 Desa
Kelurahan
33.04.16 Batur 8 Desa
33.04.05 Bawang 18 Desa
33.04.18 Kalibening 16 Desa
33.04.13 Karangkobar 13 Desa
33.04.08 Madukara 2 18 Desa
Kelurahan
33.04.03 Mandiraja 16 Desa
33.04.20 Pagedongan 9 Desa
33.04.14 Pagentan 16 Desa
33.04.19 Pandanarum 8 Desa
33.04.15 Pejawaran 17 Desa
33.04.12 Punggelan 17 Desa
33.04.04 Purwanegara 13 Desa
33.04.02 Purworejo Klampok 8 Desa
33.04.11 Rakit 11 Desa
33.04.07 Sigaluh 1 14 Desa
Kelurahan
33.04.01 Susukan 15 Desa
33.04.10 Wanadadi 11 Desa
33.04.17 Wanayasa 17 Desa
TOTAL 12 266

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Sekolah Menengah Atas[sunting | sunting sumber]

Terdapat beberapa sekolah favorit dan sudah berstandar nasional antara lain:

  1. SMK Negeri 1 Mandiraja
  2. SMA Ma'arif Mandiraja
  3. SMK Negeri 1 Bawang
  4. SMK Tamansiswa Banjarnegara
  5. SMK Negeri 2 Bawang
  6. SMK Cokroaminoto 2 Banjarnegara
  7. SMK Negeri 1 Punggelan
  8. SMK Negeri 1 Wanayasa
  9. SMK Negeri 1 Susukan
  10. SMA Negeri 1 Banjarnegara
  11. SMA Negeri 1 Purwareja klampok
  12. SMA Negeri 1 Purwanegara
  13. SMA Negeri 1 Bawang
  14. SMA Negeri 1 Wanadadi
  15. SMA Negeri 1 Sigaluh
  16. SMA Negeri 1 Karangkobar
  17. SMA Negeri 1 Batur
  18. MAN Negeri 1 Banjarnegara
  19. MAN Negeri 2 Banjarnegara
  20. SMA Muhammadiyah 1 Banjarnegara
  21. SMK Muhammadiyah Banjarnegara
  22. SMA Muhammadiyah Kalibening
  23. SMK Cokroaminoto Wanadadi

Sekolah Menengah Pertama[sunting | sunting sumber]

  1. SMP Negeri 1 Mandiraja
  2. SMP Negeri 2 Mandiraja
  3. SMP Negeri 3 Mandiraja
  4. SMP Negeri 4 Mandiraja
  5. SMP Nurul Ambiya Mandiraja
  6. SMP Plus Riyadul Mustaqim Mandiraja
  7. SMP Negeri 1 Kalibening
  8. SMP Negeri 1 Banjarnegara
  9. SMP Negeri 2 Banjarnegara
  10. SMP Negeri 5 Banjarnegara
  11. SMP Negeri 1 Purwanegara
  12. SMP Negeri 2 Purwanegara
  13. SMP Negeri 3 Purwanegara
  14. SMP Negeri 4 Purwanegara
  15. SMP Negeri 1 Punggelan
  16. SMP Negeri 1 Karangkobar
  17. SMP Negeri 1 Susukan
  18. SMP Negeri 1 Bawang
  19. SMP Negeri 2 Bawang
  20. SMP Negeri 2 Banjarmangu
  21. SMP Negeri 1 Wanadadi
  22. SMP Negeri 2 Wanadadi
  23. SMP IT Permata Hati Banjarnegara
  24. SMP IT Mutiara Hati Banjarnegara
  25. MTS Cokroaminoto Tanjungtirta
  26. MTS Cokroaminoto Tribuana

Perguruan Tinggi[sunting | sunting sumber]

di Banjarnegara juga terdapat perguruan tinggi baik negeri maupun swasta antara lain:

Pendidikan formal TK atau RA SD atau MI SMP atau MTs SMA atau MA SMK Perguruan tinggi Lainnya
Negeri 3 657 95 10 4 0 0
Swasta 539 210 49 17 13 3 0
Total 542 867 144 27 17 3 0
Data sekolah di Kabupaten Banjarnegara
Sumber:[12]

Kesehatan[sunting | sunting sumber]

Rumah Sakit yang memiliki fasilitas yang memadai di antaranya:

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Tempat Wisata[sunting | sunting sumber]

Danau bekas tambang batu Gunung Tampomas di desa Gentansari

Objek wisata yang ada di Banjarnegara, antara lain:

Penginapan[sunting | sunting sumber]

Di Kabupaten Banjarnegara Terdapat banyak hotel yang menjadi pilihan, baik yang berbintang maupun yang belum, di antaranya:

Kuliner khas[sunting | sunting sumber]

Makanan khas Banjarnegara antara lain:

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Perbelanjaan[sunting | sunting sumber]

Perbelanjaan Modern

Pasar Besar[sunting | sunting sumber]

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Emplasemen Banjarnegara

Banjarnegara dilalui jalan Nasional yang menghubungkan antara Banyumas dengan Magelang dan Semarang. Klampok merupakan persimpangan jalur menuju Purbalingga dan Banyumas. Selain itu terdapat juga jalan provinsi yang menghubungkan Banjarnegara dengan Pekalongan & Batang, melintasi dataran tinggi Dieng, serta daerah Mandiraja sebagai penghubung antara Banjarnegara dengan Kebumen.

Angkutan bus antarkota yang melewati Banjarnegara antara lain adalah jurusan Solo-Bawen-Wonosobo-Purwokerto, Semarang-Bawen-Wonosobo-Purwokerto, Wonosobo-Banjarnegara-Bandung, Wonosobo-Banjarnegara-Banyumas serta Banjarnegara-Jakarta. Alternatif lain adalah menggunakan jasa angkutan travel yang antara lain dilayani adalah:

  • Jakarta–Purwokerto–Banjarnegara–Wonosobo
  • Bandung–Purwokerto–Banjarnegara–Wonosobo
  • Purwokerto–Banjarnegara–Semarang
  • Purwokerto–Banjarnegara–Yogyakarta
  • Purwokerto–Banjarnegara–Semarang
  • Purbalingga–Mandiraja–Kebumen
  • Purbalingga–Mandiraja–Yogyakarta

Alternatif angkutan di dalam kota Banjarnegara adalah menggunakan angkutan kota (angkot), becak, dan dokar.

Stasiun[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Banjarnegara memiliki 15 stasiun di Jalur kereta api Purwokerto–Wonosobo yang tidak beroperasi, diantaranya:

Media[sunting | sunting sumber]

Banjarnegara memiliki beberapa surat kabar yang beroprasi di Banjarnegara, antara lain Kabupaten Banjarnegara , Radar Banyumas rubik RADAR BANJARNEGARA dan banjarnegaraku.com, GilarPost Banjarnegra.

Radio[sunting | sunting sumber]

Banjarnegara memiliki Radio yang tersebar di seluruh daerah ini

Yaitu :

  • Radio POP FM Banjarnegara
  • Radio Lppl Suara Banjarnegara

DLL

Tokoh Banjarnegara[sunting | sunting sumber]

  • M. Ma'ruf, Mantan Menteri Dalam Negeri dalam Kabinet Indonesia Bersatu (2004 s/d 2007)' lantas digantikan oleh H. Mardiyanto.
  • Ebiet G. Ade, Penyanyi lagu-lagu balada pada era 70-an hingga sekarang.
  • Chris John, Petinju dengan nama lengkap Yohannes Christian John, atau lebih dikenal sebagai Chris John adalah seorang petinju Indonesia. Ia tercatat sebagai petinju Indonesia kelima yang berhasil meraih gelar juara dunia, setelah Ellyas Pical, Nico Thomas, Ajib Albarado dan Suwito Lagola.
  • Herry Suhardiyanto, peneliti dan rektor Institut Pertanian Bogor.
  • Threes Nio, wartawati luar negeri dari Harian Kompas yang bertugas sejak 1965 hingga kematiannya pada 1990.
  • Wiwiex Soedarno, keyboardist band rock era 90-an , Powerslaves

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Kabupaten Banjarnegara Dalam Angka 2021" (pdf). www.banjarnegarakab.bps.go.id. hlm. 8, 78. Diakses tanggal 15 Juni 2021. 
  2. ^ "Penduduk Menurut Wilayah dan Agama yang Dianut di Kabupaten Banjarnegara". www.sp2010.bps.go.id. 
  3. ^ "Metode Baru Indeks Pembangunan Manusia 2020-2021". www.bps.go.id. Diakses tanggal 10 Desember 2021. 
  4. ^ "Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Provinsi/Kabupaten Kota Dalam APBN T.A 2020" (PDF). www.djpk.kemenkeu.go.id. (2020). Diakses tanggal 15 Juni 2021. 
  5. ^ Pradikta, Dimas Diyan. "Logo Banjarnegara Baru Harus Miliki Filosofis dan Historis - Portal Pekalongan". portalpekalongan.pikiran-rakyat.com. Diakses tanggal 2022-02-08. 
  6. ^ Suwito, Castro. "Hari Jadi Banjarnegara Disepakati 26 Februari 1571 - Suara Merdeka". Hari Jadi Banjarnegara Disepakati 26 Februari 1571 - Suara Merdeka. Diakses tanggal 2022-02-08. 
  7. ^ "Marak Gambar Logo Baru Pemkab Banjarnegara, Ini Kata Sekda". SerayuNews. 2021-09-24. Diakses tanggal 2022-02-08. 
  8. ^ "Desain Logo Baru Kabupaten Banjarnegara Dikaitkan Partai Politik: Pohon Beringin Lambang Sila Ketiga". Tribunjateng.com. Diakses tanggal 2022-02-08. 
  9. ^ "Bupati Banjarnegara dari masa ke masa". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2017-08-15. Diakses tanggal 2017-08-15. 
  10. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  11. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 
  12. ^ Data Pokok Pendidikan (DAPODIK) [https://web.archive.org/web/20110619212201/http://banjarnegara.dapodik.org/rekap.php?ref=sekolah Diarsipkan 2011-06-19 di Wayback Machine. Diarsipkan 2011-06-19 di Wayback Machine. Diarsipkan 2011-06-19 di Wayback Machine. Diarsipkan 2011-06-19 di Wayback Machine. Diarsipkan 2011-06-19 di Wayback Machine. Wilayah Kabupaten Banjarnegara (2010/2011)]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]