Lompat ke isi

Jalur kereta api Purwokerto–Wonosobo

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jalur kereta api Purwokerto–Wonosobo
Jembatan Kali Ponggawa di lintas ini

Jalur kereta api Purwokerto–Wonosobo
Peta
Ikhtisar
JenisJalur kereta api lintas cabang
SistemJalur kereta api rel ringan
StatusTidak beroperasi
TerminusPurwokerto
Operasi
Dibangun olehSerajoedal Stoomtram Maatschappij
Dibuka1896-1917
Ditutup
  • 1 Agustus 1978 (Segmen Mantrianom - Wonosobo)
  • 1986 (Segmen Purwokerto Timur - Mantrianom)
  • Pertengahan dekade 2000-an (Segmen Purwokerto - Purwokerto Timur)
PemilikPT Kereta Api Indonesia
OperatorWilayah Aset V Purwokerto
Data teknis
Panjang rel88 kilometer (55 mi)
Lebar sepur1.067 mm (3 ft 6 in)
Kecepatan operasi40–60 kilometer per jam (25–37 mph)
Peta rute
elev (M)
atau panjang (m)
dalam meter

CKP–CN–KYA
ke Karanggede arah Maos
Purwokerto Timur
Pasar Wage
Sangkal Putung
Sokaraja
Banjarsari
ke Jompo arah Purbalingga
Muntang
Karangkemiri
Kemangkon
Purwareja
ke Kandis
Gandulekor
Bantar
Mandiraja
Purwonegoro
Gumiwang
Binorong
Mantrianom
Pucang
Wangon
Banjarnegara
Sukanandi
Singomerto
Sigaluh
Prigi
Bandingan
Bojanegara
Tunggoro
Selokromo
Krasak
Selomerto
Penawangan
Wonosobo
elev. (M)
atau panjang (m)
dalam meter

Banjarsari
Jompo
Kalimanah
Purbalingga
elev. (M)
atau panjang (m)
dalam meter

Purwareja
Kandis


 
elev (M)
atau panjang (m)
dalam meter

Jalur kereta api Purwokerto–Wonosobo beserta lintas cabang Banjarsari–Purbalingga adalah jalur kereta api yang pernah menghubungkan Stasiun Purwokerto dengan Stasiun Wonosobo. Jalur ini panjangnya 88 km dan termasuk dalam Wilayah Aset V Purwokerto. Jalur ini dahulu merupakan lintas utama dari Serajoedal Stoomtram Maatschappij (SDS) dan dalam perkembangannya, jalurnya disambung dengan jalur SS Prupuk–Kroya.

Sisa jalur di segmen Mandiraja.
Jembatan di lintas Purwokerto-Purwokerto Timur
Peta jaringan kereta api SDS pada Juli 1918

Karena kebutuhan angkut wilayah Bumi Banyumas sangat besar maka diperlukan suatu jalur kereta api yang dapat menjangkau kawasan-kawasan penting di Bumi Banyumas, seperti Banjarnegara dan Purbalingga.[1] Oleh karenanya, kereta api menjadi jawaban bagi setiap persoalan pengangkutan barang di Bumi Banyumas. Pelayanan kereta api ini mengharuskan adanya suatu perusahaan; perusahaan itu kelak diberi nama Serajoedal Stoomtram Maatschappij (SDS). SDS diberi izin berdasarkan besluit tertanggal 24 April 1894 yang disahkan oleh Pemerintah Kolonial Hindia Belanda. Perusahaan ini segera melaksanakan konsesi pembangunan jalur kereta api dari Maos menuju Purwokerto Timur bersambung ke Banjarnegara.[2]:112

Dengan bermodal awal 1.500.000 gulden, jalur kereta api pertama SDS, Maos–Purwokerto Timur, akhirnya selesai pada tanggal 16 Juli 1896. Selanjutnya jalur ini diperpanjang hingga Sokaraja pada tanggal 5 Desember 1896.[3]

Pembangunan jalur menuju Wonosobo baru dimulai dengan keluarnya besluit tertanggal 22 Juni 1912 No. 12. Proyek ini masih dilanjutkan menuju Banjarnegara, yang selesai pada 18 Mei 1898, dan keseluruhan proyek dapat diselesaikan pada 7 Juni 1917.[2]:78

Tujuan dari dibentuknya perusahaan jasa angkutan kereta api ini adalah mengintegrasikan perusahaan-perusahaan gula. Pabrik-pabrik gula yang terintegrasi antara lain Pabrik Gula Purwokerto, Pabrik Gula Kalibagor, Pabrik Gula Kalimanah, Pabrik Gula Bojong, dan Pabrik Gula Klampok. SDS juga mengepakkan sayap bisnisnya ke pengangkutan hasil bumi seperti teh, kayu manis, dan tembakau, karena di wilayah tersebut memang ditanami tanaman tersebut.

Dalam verslag yang dibuat oleh SDS, jalur kereta apinya dibuka dalam beberapa tahap, termasuk dua percabangan menuju Kandis dari Purwareja dan percabangan menuju Purbalingga dari Banjarsari.[4]

Segmen Panjang (km) Dibuka
Purwokerto SDS–Sokaraja 9 5 Desember 1896
Sokaraja–Purwareja 16 2 Juli 1897
Purwareja–Banjarnegara 30 18 Mei 1898
Banjarnegara–Selokromo 19 1 Mei 1916
Selokromo–Wonosobo 14 7 Juni 1917
Purwareja–Kandis 7 16 Juli 1898
Banjarsari–Purbalingga 7 1 Juli 1900

Pada tanggal 1 Juli 1916, segmen jalur SS PatuguranKroya Staatsspoorwegen (SS) telah selesai dibangun. Agar memungkinkan pengguna jasa SS berpindah moda untuk ke Wonosobo, dibangunlah jalur kereta api transit dari Purwokerto menuju Purwokerto Timur.[4]

Penutupan

[sunting | sunting sumber]

Jalur-jalur ini tetap beroperasi pasca-kemerdekaan, kecuali jalur menuju Kandis. Pada tahun 1960-an, jalur ini masih mengandalkan lokomotif uap eks-SDS untuk menunjang operasinya. Karena kesulitan bahan bakar, maka pada 1970-an, lokomotif lama tersebut digantikan dengan lokomotif diesel. Menurut keterangan dari seorang mantan Kepala Stasiun Wonosobo, jalur tersebut mulai menyusut nilai ekonomisnya, dan pada 1976, jalur tersebut akhirnya mulai jarang melayani penumpang.[5] Pada 1 Agustus 1978, jalur ini diubah menjadi semiaktif oleh PJKA, dengan catatan lori motor masih dapat melewatinya.[6]

Pada tahun 1982, jalur ini sempat dibuka kembali untuk pembangunan dua PLTA: Telaga Menjer dan Mrica hingga proyek tersebut hampir rampung, dengan membangun sepur simpang yang terletak di antara Halte Gumiwang dan Halte Binorong, dan pemberhentian kereta api di Stasiun Mantrianom.[7] Hingga tahun 1984, lori inspeksi masih dapat dijalankan di jalur tersebut.[5] Selain itu, kereta api Pupuk Sriwidjaja dengan rute Purwokerto–Singomerto juga masih tetap dijalankan sampai kedua proyek tersebut selesai. Untuk lintas Purwokerto–Purwokerto Timur dinonaktifkan pada pertengahan tahun 2000-an.

Reaktivasi

[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan Lampiran Perpres No. 79 tahun 2019, jalur kereta api ini direncanakan akan diaktifkan kembali guna mendukung pembangunan infrastruktur dalam rangka meningkatkan konektivitas antar kawasan melalui pengembangan angkutan massa yang mudah dan cepat.[8]

Sebelumnya, pada bulan April 2018 PT KAI telah melakukan survei dan pendataan stasiun di jalur ini. Tidak ada progres reaktivasi untuk jalur ini.[9] Pada tanggal 23 November 2018, PT KAI Daop V Purwokerto resmi meluncurkan angkutan terusan berupa minibus dinas yang akan melayani rute Purwokerto–Wonosobo dan Purwokerto–Purbalingga.[10]

Pada bulan Oktober 2019, PT KAI juga telah melakukan survei kembali tanah reaktivasi dan melakukan pemasangan patok DJKA berupa CP dan BM dari Purwokerto sampai Wonosobo.

Jalur terhubung

[sunting | sunting sumber]

Lintas aktif

[sunting | sunting sumber]

Lintas nonaktif

[sunting | sunting sumber]

Layanan kereta api

[sunting | sunting sumber]

Tidak ada layanan yang dijalankan di jalur ini.

Daftar stasiun

[sunting | sunting sumber]

Purwokerto–Wonosobo

[sunting | sunting sumber]
NomorNama stasiunSingkatanAlamatLetakKetinggianStatusFoto
Lintas Purwokerto–Wonosobo
Segmen Purwokerto–Purwokerto Timur
Diresmikan pada tanggal 1916
oleh Serajoedal Stoomtram Maatschappij
Termasuk dalam Daerah Operasi V Purwokerto
2110PurwokertoPWTJalan Stasiun Purwokerto, Kober, Purwokerto Barat, Banyumaskm 349+955 lintas JakartaJatinegaraCikampekCirebon PrujakanPrupukPurwokertoKroya
km 0+200 lintas PurwokertoPurwokerto Timur
+75 mBeroperasi
Segmen Purwokerto–Sokaraja
Diresmikan pada tanggal 5 Desember 1896
2240 Purwokerto Timur PKTKranji, Purwokerto Timur, Banyumaskm 28+986 lintas MaosPurwokerto TimurBanjarnegaraStasiun Wonosobo
km 2+739 (dari Purwokerto SS)
+75 mTidak beroperasi
2232 Pasar Wage PWEJalan Jenderal Soedirman, Purwokerto Wetan, Purwokerto Timur, Banyumaskm 30+400Tidak beroperasi
2231 Sangkal Putung SPTSokaraja Tengah, Sokaraja, Banyumaskm 36+100+36 mTidak beroperasi
2229 Sokaraja SOKJalan Amad II, Sokaraja Kidul, Sokaraja, Banyumaskm 37+578Tidak beroperasi
Segmen Sokaraja–Purwareja
Diresmikan pada tanggal 2 Juli 1897
2228 Banjarsari BJRSBanjaranyar, Sokaraja, Banyumaskm 41+309 lintas MaosPurwokerto TimurBanjarnegaraWonosobo
km 0+000 lintas BanjarsariPurbalingga
+28 mTidak beroperasi
2227 Muntang MTJalan Semilir, Sumilir, Kemangkon, Purbalinggakm 44+275Tidak beroperasi
2226 Karangkemiri KKIJalan Raya Karangkemiri, Karangkemiri, Kemangkon, Purbalinggakm 47+783Tidak beroperasi
2225 Kemangkon KMAkm 49+100Tidak beroperasi
2224 Purwareja PWJNasional 15 Jalan Raya Ajibarang–Wonosobo, Kaliwinasuh, Purworejo Klampok, Banjarnegarakm 53+704+36 mTidak beroperasi
Segmen Purwareja–Banjarnegara
Diresmikan pada tanggal 18 Mei 1898
2223 Gandulekor GDKNasional 15 Jalan Raya Ajibarang–Wonosobo, Panggisari, Mandiraja, Banjarnegarakm 58+065Tidak beroperasi
2222 Bantar BTRkm 61+000Tidak beroperasi
2221 Mandiraja MRJNasional 15 Jalan Raya Ajibarang–Wonosobo, Mandirajakulon, Mandiraja, Banjarnegarakm 63+517+116 mTidak beroperasi
2219 Purwonegoro PRWNasional 15 Jalan Raya Ajibarang–Wonosobo, Purwonegoro, Purwanegara, Banjarnegarakm 68+671+157 mTidak beroperasi
2218 Gumiwang GMWNasional 15 Jalan Raya Ajibarang–Wonosobo, Gumiwang, Purwanegara, Banjarnegarakm 72+629+188 mTidak beroperasi
2217 Binorong BNNJalan KH Burso, Bawang, Bawang, Banjarnegarakm 75+900Tidak beroperasi
2216 Mantrianom MTABandingan, Bawang, Banjarnegarakm 77+491+232 mTidak beroperasi
2215 Pucang PUCNasional 15 Jalan Raya Ajibarang–Wonosobo, Pucang, Bawang, Banjarnegarakm 80+645Tidak beroperasi
2214 Wangon WGNJalan Raya Wangon, Wangon, Banjarnegara, Banjarnegarakm 83+600+281 mTidak beroperasi
2213 Banjarnegara BAJalan Mayjend Bambang Sugeng, Semarang, Banjarnegara, Banjarnegarakm 86+212+291 mTidak beroperasi
Segmen Banjarnegara–Selokromo
Diresmikan pada tanggal 1 Mei 1916
2212 Sukanandi SANSokanandi, Banjarnegara, Banjarnegarakm 88+030+318 mTidak beroperasi
2211 Singomerto SGMNasional 15 Jalan Raya Banjarnegara–Wonosobo 586 Singomerto, Sigaluh, Banjarnegarakm 90+113Tidak beroperasi
2209 Sigaluh SGLkm 92+600Tidak beroperasi
2208 Prigi PRGNasional 15 Jalan Raya Banjarnegara–Wonosobo, Prigi, Sigaluh, Banjarnegarakm 95+800Tidak beroperasi
2207 Bandingan BNINasional 15 Jalan Raya Banjarnegara–Wonosobo, Bandingan, Sigaluh, Banjarnegarakm 97+440Tidak beroperasi
2206 Bojanegara BOJBojanegara, Sigaluh, Banjarnegarakm 99+626Tidak beroperasi
2205 Tunggoro TGONasional 15 Jalan Raya Banjarnegara–Wonosobo, Tunggara, Sigaluh, Banjarnegarakm 101+720Tidak beroperasi
2204 Selokromo SORNasional 15 Jalan Raya Brengkok–Banjarnegara 18 Selokromo, Leksono, Wonosobokm 105+145Tidak beroperasi
Segmen Selokromo–Wonosobo
Diresmikan pada tanggal 7 Juni 1917
2203 Krasak KSKJalan Raya Gunung Tawang, Krasak, Selomerto, Wonosobokm 106+192Tidak beroperasi
2202 Selomerto SERSelomerto, Wonosobokm 110+782Tidak beroperasi
2244 Penawangan PEAJalan Pacarmulyo, Mlipak, Wonosobo, Wonosobokm 114+110Tidak beroperasi
2201 Wonosobo WSJalan Raden Kolonel Karjono, Wonosobo Barat, Wonosobo, Wonosobokm 119+229+772 mTidak beroperasi

Percabangan menuju Purbalingga

[sunting | sunting sumber]
NomorNama stasiunSingkatanAlamatLetakKetinggianStatusFoto
Segmen Banjarsari–Purbalingga
Diresmikan pada tanggal 1 Juli 1900
2228 Banjarsari BJRSBanjaranyar, Sokaraja, Banyumaskm 41+309 lintas MaosPurwokerto TimurBanjarnegaraWonosobo
km 0+000 lintas BanjarsariPurbalingga
Tidak beroperasi
2243 Jompo JPOJalan Raya Mayjen Sungkono, Jompo, Kalimanah, Purbalinggakm 1+626Tidak beroperasi
2242 Kalimanah KLHJalan Raya Mayjen Sungkono, Kalimanah Wetan, Kalimanah, Purbalinggakm 4+535Tidak beroperasi
2241 Purbalingga PBGJalan Ahmad Yani, Kandang Gampang, Purbalingga, Purbalinggakm 6+516Tidak beroperasi

Keterangan:

  • Stasiun yang dicetak tebal merupakan stasiun kelas besar dan kelas I.
  • Stasiun yang dicetak miring merupakan stasiun nonaktif.

Referensi:

  • Letak stasiun: [11][12]
  • Pengidentifikasi stasiun: [13]
  • Tanggal pembukaan jalur: [2]:106–124

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Oemar, Mohammad; Sudarjo; Abu Suud (1994). Sejarah Daerah Jawa Tengah. Jakarta: Direktorat Jenderal Kebudayaan, Depdikbud RI.
  2. 1 2 3 Reitsma, S.A. (1928). Korte Geschiedenis der Nederlandsch-Indische Spoor- en Tramwegen. Weltevreden: G. Kolff & Co.
  3. Zuhdi, Susanto (2002). Cilacap (1830-1942): bangkit dan runtuhnya suatu pelabuhan di Jawa. Jakarta: Gramedia.
  4. 1 2 Serajoedal Stoomtram Maatschappij (1917). Verslag der Serajoedal Stoomtram Maatschappij. SDS.
  5. 1 2 "Mengenang Jalur KA Wonosobo - Banjarnegara - Purwokerto". Suara Merdeka. 8 Januari 2012.
  6. Kantor Pusat KAI (2010). "Dokumen Lintas Cabang yang Masih Aktif dan Tidak Aktif (PPK.8-2011/OR/ORP-KP.BD)" (Document). Bandung: PT Kereta Api Indonesia (Persero).
  7. Mediatama, Grahanusa (2016-01-19). "KAI aktifkan kembali rute Purwokerto-Banjarnegara". PT. Kontan Grahanusa Mediatama. Diakses tanggal 2024-09-11.
  8. Lampiran Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2019 Tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi Kawasan Kendal – Semarang – Salatiga – Demak – Grobogan, Kawasan Purworejo – Wonosobo – Magelang – Temanggung, Dan Kawasan Brebes – Tegal – Pemalang
  9. Luciana, Anisa (2018-04-05). "KAI Survei Pengaktifan Kembali Jalur Kereta Purwokerto-Wonosobo". Tempo. Diakses tanggal 2018-10-15.
  10. "PT KAI Luncurkan Feeder Wonosobo-Stasiun Purwokerto". Suara Merdeka. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-11-25. Diakses tanggal 2018-11-25.
  11. Subdirektorat Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). ;
  12. Perusahaan Umum Kereta Api (1992). Ikhtisar Lintas Jawa.
  13. Arsip milik alm. Totok Purwo mengenai Nama, Kode, dan Singkatan Stasiun Kereta Api Indonesia