My Fair Lady (film)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
My Fair Lady
Berkas:My fair lady poster.jpg
Poster rilis teatrikal buatan Bill Gold,
ilustrasi asli karya Bob Peak
SutradaraGeorge Cukor
ProduserJack L. Warner
SkenarioAlan Jay Lerner
Berdasarkan
Pemeran
Musik
SinematografiHarry Stradling
PenyuntingWilliam H. Ziegler
DistributorWarner Bros.1
Tanggal rilis
  • 09 November 1964 (1964-11-09)
[1]
Durasi
170 menit[2]
NegaraAmerika Serikat
BahasaInggris
Anggaran$17 juta[1]
Pendapatan kotor$72 juta[1]

My Fair Lady adalah sebuah film drama musikal Amerika, produksi tahun 1964, hasil adaptasi sandiwara musikal gubahan Lerner dan Loewe dengan judul yang sama. Sandiwara musikal itu sendiri didasarkan atas naskah sandiwara karangan George Bernard Shaw dari tahun 1913 yang berjudul Pygmalion. Film dengan skenario yang ditulis oleh Alan Jay Lerner dan disutradarai oleh George Cukor ini bercerita tentang gadis penjual bunga miskin bernama Eliza Doolittle yang kebetulan mendengar Henry Higgins, seorang profesor fonetik yang congkak, dengan entengnya sesumbar berani bertaruh kalau ia sanggup mendidik si gadis penjual bunga dari kalangan buruh itu sampai fasih bertutur dalam bahasa Inggris "yang baik dan benar", sehingga tidak akan canggung berhadapan dengan orang-orang kalangan atas kota London era Edward .

Film ini dibintangi oleh Audrey Hepburn yang memerankan Eliza Doolittle, dan Rex Harrison yang memerankan Henry Higgins, sementara Stanley Holloway, Gladys Cooper, dan Wilfrid Hyde-White turut berlakon sebagai pemeran-pemeran pembantu. Film yang laris manis dan banyak dipuji kritikus ini memenangkan delapan penghargaan piala Oscar, antara lain piala Oscar untuk Film Terbaik, piala Oscar untuk Aktor Terbaik, dan piala Oscar untuk Sutradara Terbaik.[3] Pada tahun 1998, Lembaga Perfilman Amerika menempatkan film ini pada urutan ke-91 dalam daftar film Amerika terbesar sepanjang masa.

Alur cerita[sunting | sunting sumber]

Profesor Henry Higgins, seorang ahli fonetik di kota London, yakin bahwa logat dan intonasi suara merupakan penentu masa depan seseorang dalam kehidupan bermasyarakat (lagu "Why Can't the English?"). Suatu malam di Covent Garden, ia berjumpa dengan Kolonel Hugh Pickering, seorang ahli fonetik yang datang jauh-jauh dari India dengan maksud bertemu dengannya. Profesor Higgins sesumbar bahwa ia sanggup mendidik siapa pun untuk bertutur kata dengan sangat baik sehingga layak diperkenalkan sebagai seorang adipati atau adipati putri dalam pesta dansa di wisma kedutaan asing, sekalipun yang harus ia didik adalah orang semacam Eliza Doolittle, gadis berlogat medok kalangan buruh yang mencoba menjual buket bunga kepada mereka. Eliza bercita-cita menjadi karyawati toko bunga, tetapi terhalang logatnya yang medok sekali (lagu "Wouldn't It Be Loverly"). Keesokan paginya, Eliza mendatangi rumah Profesor Higgins, minta diberi les bahasa. Kolonel Pickering terpancing, dan menyatakan kesediaannya untuk mengganti seluruh ongkos pendidikan Eliza andaikata Profesor Higgins berhasil mendidik gadis itu. Profesor Higgins setuju, lalu mengemukakan bahwa perempuan hanyalah perusak kesenangan hidup laki-laki (lagu "I'm an Ordinary Man").

Kabar kepindahan Eliza ke tempat tinggal Profesor Higgins akhirnya sampai ke telinga ayahnya, Alfred P. Doolittle, seorang tukang sampah (lagu "With a Little Bit of Luck"). Alfred mendatangi rumah Profesor Higgins tiga hari kemudian, berlagak hendak menjaga nama baik putrinya, tetapi sesungguhnya mengharapkan persenan dari Profesor Higgin, dan akhirnya dapat dicucuk hidungnya dengan uang sejumlah 5 Pounsterling. Profesor Higgins terkesan dengan kejujuran, bakat alam di bidang bahasa, dan terutama kerendahan akhlak Alfred yang tidak ia tutup-tutupi. Profesor Higgins merekomendasikan Alfred ke seorang hartawan Amerika yang tertarik mengkaji akhlak orang.

Eliza bersabar menjalani didikan keras dan menghadapi segala perlakuan kasar yang ia terima (lagu "Just You Wait"), tetapi hanya mengalami sedikit kemajuan. Tepat pada saat ia, Profesor Higgins, dan kolonel Pickering nyaris menyerah, Eliza akhirnya berhasil menguasai materi pelajaran (lagu "The Rain in Spain"), dan mulai pandai bertutur kata secara baik dan benar dengan logat khas kalangan atas (lagu "I Could Have Danced All Night").

Sebagai langkah uji coba, Profesor Higgins membawanya menghadiri acara nonton pacuan kuda di Ascot (lagu "Ascot Gavotte"). Mula-mula Eliza tampil memukau tanpa cela, tetapi kemudian mengejutkan semua orang ketika keceplosan meneriakkan kata-kata dengan logat khas kalangan buruh ketika kegirangan melihat kuda yang ia jagokan melaju kencang. Profesor Higgins sampai cengar-cengir dibuatnya. Di arena pacuan kuda Ascot pula Eliza berjumpa dengan Freddy Eynsford-Hill, seorang pemuda dari kalangan atas yang langsung jatuh hati padanya (lagu "On the Street Where You Live"). Sebagai ujian terakhir, Profesor Higgins membawa Eliza menghadiri pesta dansa yang digelar di wisma kedutaan asing. Penampilan Eliza memukau semua orang, sampai-sampai seorang pangeran dari negeri seberang mengajaknya berdansa. Eliza juga diajak berdansa oleh Zoltan Karpathy, seorang ahli fonetik Hongaria, bekas anak didik Profesor Higgins, yang memanfaatkan keahliannya untuk mendeteksi orang-orang yang berpura-pura berasal dari kalangan atas lalu menyurati mereka untuk meminta uang tutup mulut. Setelah mendengar tutur kata Eliza, Zoltan menyimpulkan bahwa Eliza bukanlah perempuan Inggris kalangan atas sebagaimana pengakuannya, melainkan keturunan raja-raja Hongaria, seorang putri.

Kendati demikian, jerih payah Eliza tidak dihargai. Profesor Higgins saja yang dipuji-puji (lagu "You Did It"). Karena merasa disepelekan dan kesal menghadapi sikap kasar, terutama kedidakpedulian Profesor Higgins terhadap masa depannya, Eliza akhirnya kabur, tanpa sepengetahuan Profesor Higgins yang menganggapnya tak tahu budi (lagu "Just You Wait (ulangan)"). Di luar rumah Profesor Higgins, Freddy masih saja menunggu-nunggu kesempatan untuk berjumpa dengan Eliza (lagu "On the Street Where You Live (ulangan)"). Begitu melihat Eliza keluar rumah, Freddy langsung mendekati dan menyalaminya, tetapi Eliza malah merasa kesal karena menganggap pemuda itu hanya bisa omong saja (lagu "Show Me"). Eliza mencoba kembali ke kehidupan lamanya, tetapi malah tidak bisa berbaur dengan lingkungan asalnya seperti sediakala. Ia berjumpa dengan ayahnya, yang sudah menjadi orang kaya, karena ditinggali warisan berlimpah oleh hartawan Amerika yang dulu mengkaji akhlaknya, dan kini terpaksa harus menikahi ibu tiri Eliza. Alfred merasa Profesor Higgins telah menghancurkan hidupnya. Ia berkeluh kesah bahwa dirinya kini terjerat dalam ikatan "akhlak kalangan menengah" (lagu "Get Me to the Church On Time"). Eliza akhirnya berkunjung ke rumah ibu Profesor Higgins, yang menjadi geram ketika mengetahui perilaku kasar putranya terhadap Eliza.

Keesokan harinya, Profesor Higgins mendapati bahwa Eliza sudah pergi meninggalkan rumahnya. Ia berusaha mencari Eliza (lagu "A Hymn to Him"), dan akhirnya menemukan gadis itu di rumah ibunya. Profesor Higgins mencoba membujuk Eliza untuk pulang ke rumahnya. Ia marah ketika Eliza berkata akan menikah dengan Freddy, dan bekerja sebagai asisten Zoltan (lagu "Without You"). Profesor Higgins akhirnya pulang sambil meyakinkan diri sendiri bahwa suatu hari nanti Eliza akan mengemis-mengemis untuk kembali padanya. Meskipun demikian, ia akhirnya sadar bahwa Eliza telah menjadi bagian penting dari hidupnya (lagu "I've Grown Accustomed to Her Face"). Ketika ia sedang mendengarkan rekaman suara Eliza, tiba-tiba Eliza datang, mematikan pemutar rekaman, lalu berkata dengan logat kasar khas kalangan buruh, "aku sudah cuci muka sama cuci tangan sebelum kemari, lo." Profesor Higgins terlihat kaget, tetapi kemudian senang, sebelum akhirnya bertanya, "mana sandalku?"

Lagu tema[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c "My fair lady", Box office mojo .
  2. ^ "My Fair Lady (1964)". IMDB. December 25, 1964. Diakses tanggal November 25, 2015. 
  3. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama NY Times
Daftar pustaka
  • Lees, Gene (2005). The Musical Worlds of Lerner and Loewe. Bison Books. ISBN 978-0-8032-8040-3. 
  • Green, Benny, ed. (1987). A Hymn to Him : The Lyrics of Alan Jay Lerner. Hal Leonard Corporation. ISBN 0-87910-109-1. 
  • Lerner, Alan Jay (1985). The Street Where I Live. Da Capo Press. ISBN 0-306-80602-9. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Templat:My Fair Lady