The Martian

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
The Martian
The Martian.jpg
Poster film The Martian
Sutradara
Produser
Penulis
Didasarkan
dari
The Martian
oleh Andy Weir
PemeranMatt Damon
Jessica Chastain
Kristen Wiig
Jeff Daniels
Michael Peña
Kate Mara
Sean Bean
Sebastian Stan
Chiwetel Ejiofor
Penata musikHarry Gregson-Williams
SinematograferDariusz Wolski
PenyuntingPietro Scalia
Perusahaan
produksi
Scott Free Productions
Kinberg Genre
TSG Entertainment
Distributor20th Century Fox
Tanggal rilis
Durasi141 menit[1]
NegaraAmerika Serikat[2]
Bahasa
Anggaran$108 juta[3]
Pendapatan
kotor
$630.161.890[4]

The Martian adalah film fiksi ilmiah Amerika Serikat tahun 2015 yang disutradarai oleh Ridley Scott dan diproduseri oleh Simon Kinberg, Ridley Scott, Aditya Sood, Michael Schaefer dan Mark Huffam. Naskah film ini ditulis oleh Drew Goddard berdasarkan novel The Martian karya Andy Weir. Film ini dibintangi oleh Matt Damon, Jessica Chastain, Kristen Wiig, Jeff Daniels, Michael Peña, Kate Mara, Sean Bean, Sebastian Stan dan Chiwetel Ejiofor.

Film The Martian ditayangkan secara perdana di Festival Film Internasional Toronto pada tanggal 11 September 2015 dan dirilis di Amerika Serikat pada tanggal 2 Oktober 2015.[2][5] Film ini mendapatkan review positif dari para kritikus.

Plot[sunting | sunting sumber]

Mark Watney adalah seorang botanis atau ahli tumbuh-tumbuhan. Ketika ia dan timnya hendak meninggalkan mars, badai menerjang dan mengakibatkan kapsul mereka miring. Mark berinisiatif untuk membetulkan posisi kapsul mereka dengan cara menariknya menggunakan rover. Namun, sebuah alat komunikasi menghantamnya dan membuatnya pingsan. Seluruh kru dari tim astronot yang bernama Iris-3 pun mencari Mark, tetapi badai semakin membesar. Akhirnya, dengan sangat berat hati, tim Irish-3 memutuskan untuk meninggalkan mars tanpa Mark. Mereka mengira, berada di tengah badai dahsyat dengan kondisi yang mungkin saja terluka parah, kecil sekali kemungkinan Mark akan selamat. Nyatanya, Mark Watney memang selamat. Ia sadar ketika badai telah reda dan mendapati dirinya mengalami luka akibat pecahan dari alat komunikasi yang menusuk tubuhnya. Mark pun kembali ke camp untuk mengobati lukanya dan merekam seluruh kejadian yang ia alami setelah timnya pergi. Sayangnya, alat komunikasi yang berada di camp telah rusak. Hal ini membuat Mark tidak dapat menghubungi siapa pun, baik timnya maupun NASA. Mark mengetahui bahwa tim ekspedisi berikutnya baru akan sampai ke mars dalam waktu empat tahun lagi.

Bertahan Hidup

Mark tidak ingin meninggal di mars. Ia bertekad untuk tetap hidup sampai saat tim ekspedisi berikutnya, yaitu tim Irish-4, tiba. Maka, ia pun mulai mengecek semua hal yang ada di sekitarnya dan memetakan apa saja yang ia butuhkan untuk bertahan hidup selama empat tahun ke depan. Setelah memperhitungkan semua yang ada, Mark Watney mendapati ia memiliki persediaan makanan yang semula untuk enam orang. Ia dapat memanfaatkan sumber daya tersebut untuk dirinya sendiri selama 400 sol (sekitar satu tahun) ke depan. Sedikit informasi, satu sol di mars kurang lebih sama dengan satu hari di bumi. Lalu, bagaimana dengan tiga tahun berikutnya? Sebagai ahli dalam bidang botani, Mark berniat untuk memproduksi sumber makanannya sendiri. Ia menemukan kentang dalam camp tersebut dan memutuskan untuk menjadikannya sumber makanan. Mark mulai beraksi. Ia membersihkan panel surya dan menjadikan satu ruangan dalam camp sebagai lahan. Mark menggunakan kotoran kru Irish-3 yang dari tempat dalam kemasan pembuangan khusus sebagai pupuk. Ia pun membuat air dengan cara mengekstrak hidrogen dari hidrozine dan membakarnya menggunakan oksigen. Meskipun sempat mendapat insiden karena salah perhitungan, Mark tidak menyerah. Akhirnya, pada sol ke 54, ia berhasil. Sebuah tunas kentang mulai tumbuh di ladang buatannya.

Komunikasi

Sementara itu, di bumi, prosesi pemakaman Mark baru saja selesai. Akan tetapi, seorang Direktur Program NASA bernama Vincent (Chiwetel Ejiofor) masih ingin mengecek kondisi terbaru di mars karena ia merasa ada kemungkinan Mark masih hidup. Memasuki sol ke-70, Mark mulai memikirkan tim Irish-4 yang akan datang empat tahun lagi. Ia memperhitungkan di mana lokasi mereka akan mendarat dan berapa jaraknya dari lokasi dirinya berada saat ini. Mark juga memikirkan dan merencanakan bagaimana, dengan apa, dan apa risikonya saat ia melakukan perjalanan ke lokasi tersebut. Akhirnya, bumi berhasil mendeteksi bahwa Mark masih hidup. Vincent berniat mengirim pesan kepada Mark dan memintanya untuk bertahan di mars. Vincent berniat untuk segera mengirim tim astronot untuk menjemput Mark. Suatu hari, Mark menemukan cara untuk menghubungi NASA. Ia menggunakan sebuah alat bernama pathfinder yang terkoneksi dengan alat yang sama di bumi. Lalu, dengan bantuan Vincent dan NASA, Mark berhasil menemukan cara untuk melakukan komunikasi dua arah dengan bumi. Setelah berkomunikasi, Mark merasa kecewa. Ia kecewa karena setelah mengetahui dirinya masih hidup, bumi tidak memberitahukan hal itu kepada tim Irish-3.

Kegagalan dan Harapan

Waktu terus berlalu. Mark menghadapi suatu masalah. Sebuah ledakan terjadi dan membakar habis ruang tanaman miliknya. Hal ini membuat ia hanya memiliki persediaan makanan untuk 409 sol lagi. Sementara itu, suplai makanan dari bumi kemungkinan besar baru akan tiba pada sol ke 868. Mark menghadapi ancaman akan mati kelaparan. Tidak lama setelah akhirnya tim Irish-3 berhasil menghubungi Mark, NASA mengalami sebuah kegagalan. NASA berniat meluncurkan roket untuk menyelamatkan Mark, tetapi roket tersebut meledak. Hal ini terjadi karena NASA mengabaikan uji kelayakan terhadap roket tersebut. Berita kegagalan NASA ini sampai ke Cina. Sebuah organisasi yang mirip NASA di Cina pun memutuskan untuk mengirimkan sebuah roket yang mereka miliki demi membantu misi penyelamatan Mark. Di sisi lain, seorang staff astrodinamika bernama Rich Purnell (Donald Glover) menemukan cara untuk menyelamatkan Mark. Rich memiliki ide bagaimana hermes, pesawat dengan tim Irish-3 di dalamnya, dapat melewati bumi untuk menerima roket tanpa harus mendarat. Lalu, hermes akan kembali menuju mars dan menjemput Mark tanpa harus mendarat pula. Setelah menerima informasi tentang ide dari Rich itu, tim Irish-3 melakukan rapat. Seluruh anggota tim sepakat untuk ikut dalam misi ke mars, menjemput Mark Watney. Di saat yang sama, Mark memikirkan bagaimana cara untuk meluncur ke luar atmosfer mars agar hermes dapat menangkapnya pada saatnya nanti. Pada sol ke-461, Mark Watney bersiap melompat ke luar atmosfer mars. Tim Irish-3 dengan hermes bersiap untuk menangkap Mark. NASA pun terus memantau. Mindy Park (Mackenzie Davis), seorang petugas satelit komunikasi, memastikan pergerakan Mark tetap sesuai jadwal. Seluruh dunia menyaksikan siaran langsung momen penyelamatan Mark Watney ini.

Penjemputan Mark Watney

Mark menggunakan kapsul yang telah lama berada di lokasi pendaratan Irish-4 untuk meluncur ke luar atmosfer mars. Sayangnya, terjadi kendala yang menghambat Mark dan membuatnya pingsan di tengah-tengah peluncurannya. Mellisa Lewis (Jessica Chastain), kapten tim Irish-3 bersiap untuk menjemput Mark. Ia dan seluruh anggota tim lainnya saling membantu. Setiap orang mengerahkan kemampuan terbaiknya. Ketika situasi semakin kritis, Mark yang telah sadar menggunakan oksigen dalam kostum astronotnya untuk meluncur hingga Mellisa berhasil menangkapnya. Misi pun sukses. Lima tahun telah berlalu sejak peristiwa itu. Sebagian anggota tim Irish-3 telah pensiun, kecuali seseorang bernama Rick Martines (Michael Pena). Mayor Rick Martines mendapatkan lisensi untuk mengikuti misi ke mars bersama tim Irish-5. Dalam ekspedisi ke planet merah itu, NASA kini bekerja sama dengan CNSA, badan antariksa Cina. Di akhir film, Mark Watney menjadi seorang instruktur di NASA. Ia bertugas mengajar para astronot muda. Mark memberi pembelajaran tentang bagaimana cara bertahan hidup dengan memanfaatkan sains atau ilmu pengetahuan.[6]

Pemeran[sunting | sunting sumber]

Tanggapan Kritikus[sunting | sunting sumber]

Film The Martian mendapatkan review positif dari para kritikus. Berdasarkan Rotten Tomatoes, film ini memiliki rating 91%, berdasarkan 341 ulasan, dengan rating rata-rata 7,8/10.[7] Berdasarkan Metacritic, film ini mendapatkan skor 80 dari 100, berdasarkan 46 kritik, menunjukkan "ulasan yang baik".[8] Berdasarkan CinemaScore, film ini mendapatkan nilai "A" dari penonton film untuk skala A+ sampai F.[9]

Box Office[sunting | sunting sumber]

Film The Martian mendapatkan $228.433.663 di Amerika Utara dan $401.728.227 di negara lain. Total pendapatan yang dihasilkan oleh film ini mencapai $630.161.890, melebihi anggaran produksi film $108 juta.[4]

Pada pembukaan akhir pekan, film ini mendapatkan $54.308.575, menempati posisi teratas di box office.[4]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "The Martian (12A)". British Board of Film Classification. September 16, 2015. Diakses tanggal September 16, 2015. 
  2. ^ a b "The Martian". Toronto International Film Festival. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2015-07-30. Diakses tanggal August 12, 2015.  Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; nama "TIFF" didefinisikan berulang dengan isi berbeda
  3. ^ McCarthy, Todd (September 8, 2015). "From 'The Martian' to 'Truth,' Todd McCarthy's 5 Most Tantalizing Titles at TIFF". The Hollywood Reporter. Diakses tanggal September 10, 2015. 
  4. ^ a b c "The Martian (2015)". Box Office Mojo. Diakses tanggal April 13, 2016. 
  5. ^ Carolyn Giardina (November 16, 2015). "'Star Wars' Dolby Cinema Release Could Push Forward the New Format". The Hollywood Reporter. Diakses tanggal November 17, 2015. 
  6. ^ Film Sci-Fi Terbaik, Sinopsis Film The Martian 2015, 13 Juli 2022
  7. ^ "The Martian (2015)". Rotten Tomatoes. Diakses tanggal September 28, 2016. 
  8. ^ "The Martian reviews". Metacritic. Diakses tanggal September 28, 2016. 
  9. ^ "CinemaScore". cinemascore.com. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]