Dewi Perssik

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Dewi Persik)
Lompat ke: navigasi, cari
Dewi Persik
Dewi Perssik
Latar belakang
Nama lahir Dewi Murya Agung
Nama lain Dewi Persik
Lahir 16 Desember 1985 (umur 31)
Bendera Indonesia Jember, Jawa Timur, Indonesia
Jenis musik Dangdut
Pekerjaan penyanyi, aktris
Tahun aktif 2003–sekarang
Perusahaan rekaman Pelangi Records
Terkait dengan
Pasangan Saiful Jamil (2005–2008)
Farid Yusuf Mansur (2008)
Aldiansyah Taher (2009)
Anak Felice Gabriel (Anak angkat)
Orang tua Mochammad Aidil
Sri Muna

Dewi Murya Agung (lahir di Jember, 16 Desember 1985; umur 31 tahun) atau lebih dikenal dengan nama panggungnya Dewi Persik yang disingkat DEPE, adalah seorang penyanyi dangdut Indonesia. Putri pasangan H. M. Aidil (ayah) dan Hj. Sri Muna (ibu) ini mengaku mempunyai keturunan Tionghoa dari neneknya. Dewi juga berzodiak Sagittarius & bershio Tikus.

Persik yang dipakai Depe sebagai nama belakangnya merupakan anjuran dari produsernya demi mempermudah masyarakat mengingat dirinya. Menurut filosofi, persik adalah buah yang dipercaya oleh masyarakat Tionghoa sebagai pembawa keberuntungan. Oleh karena itu Depe berharap, dengan menggunakan Persik sebagai nama belakangnya dapat membawa keberuntungan.

Depe melejit setelah ia membintangi sinetron "Mimpi Manis" (2006). Sinetron tersebut menggunakan original soundtrack yang dinyanyikan oleh Depe dengan judul yang sama. Depe kemudian semakin dikenal oleh masyarakat Indonesia melalui single "Mimpi Manis" tersebut. Tak hanya "Mimpi Manis", Depe juga membintangi beberapa judul sinetron lain, satu di antaranya adalah sinetron "Laila" (2009).

Kemampuan berakting yang ia miliki di samping kepiawaiannya dalam menyanyikan lagu dangdut membawa Depe menjadi pemeran film layar lebar. "Tali Pocong Perawan" (2008) merupakan film layar lebar pertama yang diperankan oleh Depe. Akting Depe yang dirasa cukup bagus ketika memerankan tokoh Virnie di film tersebut, membuat Depe kian sering ditawari peran di film lainnya. Sebut saja "Tiran: Mati Di Ranjang" (2010) yang mempertemukan Depe dengan Indra L. Bruggman serta "Setan Budeg" (2008) yang membuat Depe beradu akting dengan mantan suaminya sendiri, Saiful Jamil. Selain kedua film tersebut, Depe juga membintangi beberapa film horor lainnya, yaitu "Paku Kuntilanak" (2009) dan "Arwah Kuntilanak Duyung" (2011). Depe juga beberapa kali membintangi film non-horor seperti "Lihat Boleh Pegang Jangan" (2010) dan "Kutunggu Jandamu" (2008).

Banyaknya judul layar lebar yang dibintangi Depe bukan berarti menghalangi perjalanan karirnya di bidang tarik suara. Tahun 2010 silam, ia direkrut oleh Republik Cinta Manajemen (RCM) kepunyaan Ahmad Dhani. Kerjasama pertama yang dilakoni Depe di RCM ditunjukkan ke masyarakat dengan tampilnya Depe yang kala itu membawakan lagu "Makhluk Tuhan yang Paling Seksi" milik Mulan Jameela. Penampilan Depe di acara itu dianggap di luar dari kewajaran karena ia bergoyang di atas piano. Namun, karirnya bersama RCM selesai pada pertengahan 2012. Depe saat itu menjelaskan keputusannya keluar didasarkan pada keinginannya untuk mandiri.

Karier[sunting | sunting sumber]

Dewi dikenal karena tembang Bintang Pentas. Nama Perssik sendiri diberikan oleh manajernya, Pak Yogi, agar kariernya bersinar seperti buah persik yang di Tiongkok dianggap sebagai buah pembawa keberuntungan. Sinetron yang pernah dibintangi Dewi antara lain Mimpi Manis dan Legenda episode "Nyi Ronggeng". Namun karier Dewi tak selalu mulus. Dewi yang terkenal dengan goyang gergajinya mulai mendapat kritikan atas aksi panggungnya yang seronok, serta pakaiannya yang minim dan ketat. Puncaknya adalah saat Dewi usai mengisi sebuah acara ulang tahun TPI yang digelar di Istora Senayan, 23 Januari 2008. Dada Dewi tiba-tiba diraba oleh seorang laki-laki. Saat itu Dewi mengenakan tank top warna putih dengan strip hitam. Sebelum menyentuh payudara Dewi, laki-laki tersebut iseng mencuri-curi gambar payudara Dewi dengan kamera handphone saat pedangdut seksi ini sibuk diwawancarai. Kejadian payudara Dewi yang menjadi konsumsi umum bukan baru pertama terjadi. Pada tahun 2005, gara-gara bergoyang terlalu 'hot' di sebuah acara SCTV, buah dada menggairahkan milik Dewi ikut menyembul. Kejadian itu hanya berlangsung beberapa detik.[1]

Tahun 2008 juga menjadi tahun "pencekalan" bagi Dewi. Pemerintah daerah yang pertama mencekal penampilan Dewi di daerahnya adalah Pemerintah Kota Tangerang. Pencekalan tersebut dimaksudkan guna menghindari kerawanan sosial dan berkaitan dengan Peraturan Daerah (Perda) No. 8 Tahun 2005 tentang pelarangan pelacuran di daerah itu.[2] Menyusul Tangerang, Walikota Bandung juga menyatakan mencekal Dewi Persik dan juga artis-artis yang goyangannya keterlaluan (mengundang syahwat).[3] Kemudian beberapa pemerintah daerah lain mengikuti seperti, Walikota Depok,[4] MUI Sumatera Selatan,[5] Bupati Sukabumi,[6] Bupati Probolinggo,[7] dan Walikota Balikpapan.[8]

Sayangnya, komentar Dewi seputar pencekalannya justru malah memperkeruh suasana. Dewi menganggap pencekalan tersebut mengekang kebebasannya dan hal itu adalah bagian dari pembunuhan karakter dan fitnah terhadap dirinya. Bahkan saat itu Dewi Persik menyampaikan 'tantangannya' untuk menuntut orang-orang yang memfitnahnya itu ke meja hukum.[9] Tak hanya itu, Dewi bahkan melontarkan kalimat bernada 'ancaman' kepada Walikota Tangerang.[10] Kontroversi pencekalan yang berlangsung selama berhari-hari di media mendapat perhatian dari Menpora Adhiyaksa Dault dan Menteri Pemberdayaan Perempuan, Meuthia Hatta. Bahkan Menpora pun menelepon Dewi untuk meminta dia introspeksi diri.[11][12][13] Tak berapa lama, Dewi mengaku bersalah dan khilaf, meski dirinya tetap tidak akan mengubah goyangan erotisnya.[14]

Tak hanya penampilan panggung Dewi yang menuai kontroversi, film perdananya, Tali Perawan juga dianggap terlalu mengumbar aurat dan mengarah ke pornografi. Namun Dewi berdalih bahwa "semua itu ujung-ujungnya duit."[15]

Setelah perceraiannya dengan Saiful Jamil, mereka memerankan sepasang suami-istri dalam film "Setan Budeg" produksi Maxima Pictures.

Pada tahun 2016, mengeluarkan single "Halalin Aku" yang dibuat untuk soundtrack Centini Manis. Di sinetron ini Dewi Perssik berperan sebagai tokoh utama yang berperan sebagai pembantu rumah tangga yang mencoba meniti karier sebagai penyanyi dangdut.

Filmografi[sunting | sunting sumber]

Tahun Judul film Peran Catatan
2008 Tali Pocong Perawan Virnie
Tiren: Mati Kemaren Ranti
Ku Tunggu Jandamu Persik Wulandari
Setan Budeg Anita
2009 Susuk Pocong Klien Zul
Paku Kuntilanak[16] Kuntilanak
2010 Tiran: Mati di Ranjang Susan
Lihat Boleh, Pegang Jangan Salma
2011 Arwah Goyang Jupe-Depe Lilis
Pacar Hantu Perawan Mandy
Arwah Kuntilanak Duyung Linda
2012 Mr. Bean Kesurupan Depe Marny
2013 Pantai Selatan Larasati
Bangkit dari Lumpur Shakira

Sinetron[sunting | sunting sumber]

Tahun Judul sinetron Peran Keterangan
2006–2007 Mimpi Manis Lilis / Desi Pemeran utama
2009 Laila Laila Pemeran utama
2011 Saudara Oesman Pemeran pendukung
2016 Centini Manis Centini Pemeran utama
2017 Nadin Nadin Pemeran utama

Diskografi[sunting | sunting sumber]

Album studio[sunting | sunting sumber]

Album kompilasi[sunting | sunting sumber]

Single[sunting | sunting sumber]

  • Hikayat Cintaku (feat. Glenn Fredly) (2008)
  • Diam Diam (feat. Ahmad Dhani) (2010)
  • Tak Mengapa (2011)
  • Aku Suka (2013)
  • Mata Hati (feat. Roy Jeconiah) (2013)
  • Halalin Aku (2016)
  • Salsa Dangdut (feat. Fabio) (2016)
  • Dilema (2016)
  • Indah Pada Waktunya (2016)
  • Mau Tak Mau (2016)
  • Surga Dunia (2016)
  • Gerimis (2016)
  • Melayang (2016)
  • Meleleh (2016)
  • Thola 'Al Badru (2016)
  • Suara Hati (2017)

Acara TV[sunting | sunting sumber]

Penghargaan dan Nominasi[sunting | sunting sumber]

Tahun Penghargaan Kategori Nominasi Keputusan
2004
Anugerah Musik Indonesia
Artis Solo Wanita Dangdut Bintang Pentas Nominasi
Album Dangdut/Dangdut Kontemporer Terbaik Bintang Pentas Nominasi
2008
Silet Awards
Artis Tersilet Dewi Perssik Menang
2016
Festival Film Bandung
Pemeran Wanita Terpuji Serial Televisi Centini Nominasi
2017
Indonesian Television Awards
Aktris Terpopuler Nadin Belum diputuskan

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]