Gereja Toraja

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Gereja Toraja
Logo Gereja Toraja.png
Logo Gereja Toraja
Klasifikasi Protestan, Kalvinis
Pemimpin Pdt. Musa Salusu, M.Th. (2016-2021)
Daerah Sulawesi, Indonesia
Didirikan 25 Maret 1947
Rantepao, Sulawesi Selatan
Anggota 400.000 orang (2012)[1]
Situs web Situs Resmi Gereja Toraja

Gereja Toraja (disingkat GT) adalah salah satu kelompok gereja Protestan di Indonesia yang bermula di Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Gereja ini adalah lembaga gereja terbesar di Sulawesi Selatan. Meskipun memakai nama Toraja, Gereja Toraja terbuka bagi semua suku.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Gereja Toraja lahir dan tumbuh dari hasil kegiatan pekabaran injil misionaris Perhimpunan Pekabaran Injil Gereformeerd (Gereformeerde Zendingsbond-Belanda (GZB)).[2] GZB didirikan oleh satu aliran dalam tubuh Gereja Hervormd Belanda (NHK). GZB mengutus penginjil dan guru-guru sekolah di kalangan Suku Toraja. Pdt. A.A. van de Loosdrecht menjadi misionaris pertama yang tiba di Rantepao, Sulawesi Selatan, pada 7 November 1913.[2] Namun, tragis karena ia terbunuh di tempat itu.[2] Atas kerja keras dan pengorbanan mereka, terbentuklah jemaat-jemaat di berbagai tempat yang kemudian mendirikan Gereja Toraja yang berdiri sendiri.[1]

Gereja Toraja

Injil berkembang pesat hingga tahun 1938 telah terdapat 14.000 orang Kristen dari 300.000 penduduk.[2] Pada 25 Maret 1947, jemaat-jemaat sepakat membentuk suatu organisasi gereja yang bernama Gereja Toraja dalam sidang Majelis Am yang pertama di Rantepao.[3] Gereja ini menjadi anggota Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) pada tahun 1950.[1]

Gereja ini berbentuk Presbiterial Sinodal yang berarti pengaturan tata hidup dan pelayana gereja yang dilaksanakan oleh para presbiter (penatua, pendeta, dan diaken) dalam suatu jemaat dengan keterikatan dan ketaataan dalam lingkup yang lebih luas (klasis dan sinode).[3]

Pada masa pemberontakan DI/TII Kahar Muzakar, banyak anggota jemaat Gereja Toraja yang terbunuh.[2] Tahun 2000, anggota jemaatnya sebanyak 375.000 orang.[2]

Saat ini, kantor Pusat Gereja Toraja terletak di Rantepao, Sulawesi Selatan.[2] Gereja Toraja kemudian tersebar di luar Toraja, seperti Makassar, Surabaya, Jakarta, dan kota lainnya.[2]

Dalam tahun 2012-2013 Gereja Toraja menyelenggarakan acara mensyukuri 100 tahun Injil Masuk Toraja 1913-2013.[4]

Badan Pekerja Sinode[sunting | sunting sumber]

Gereja Toraja dipimpin oleh pengurus yang disebut Badan Pekerja Sinode (BPS). BPS Gereja Toraja berkedudukan di Tongkonan Sangullele Gereja Toraja, di Rantepao. BPS Gereja Toraja dipilih oleh Sidang Sinode Am yang dilaksanakan (lima) tahun sekali. Personil BPS dipilih secara langsung oleh para utusan persidangan yang datang dari 89 Klasis. BPS menjalankan tugas memimpin Gereja Toraja berdasarkan mandat keputusan Sidang Sinode Am.[5]

Sejak berdiri sebagai sebuah sinode mandiri, 25 Maret 1947, Gereja Toraja sudah 24 kali melaksanakan Sidang Sinode Am. Yang terbaru adalah Sidang Sinode Am XXIV, yang berlangsung selama 8 hari, tanggal 20-27 Juli 2016, bertempat di Makale.

Dalam Sidang Sinode Am XXIV ini, ditetapkan struktur baru BPS Gereja Toraja yang terdiri atas : Ketua Umum, Ketua I (Bidang Pembinaan Warga Gereja dan Pekabaran Injil), Ketua II (Bidang Ajaran dan Kapasitas Pelayanan), Ketua III (Bidang Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi, dan Aset), Ketua IV (Bidang Sosial Politik, Hukum, dan Kemitraan), Ketua V (Bidang Organisasi Intra Gerejawi), Sekretaris Umum, Wakil Sekretaris Umum dan Bendahara Umum.[5]

Berikut adalah Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja Toraja periode tahun 2016-2021 yang merupakan hasil Sidang Sinode Am XXIV di Makale sebagai berikut :

  • Ketua Umum : Pdt. Musa Salusu, M.Th.
  • Ketua I : Pdt. Dr. Alfred Anggui
  • Ketua II : Pdt. Yahya Boong, S.Th.
  • Ketua III : Pnt. Prof. Dr. dr. Daniel Sampepayung, Sp.PD
  • Ketua IV : Pnt. Dr. Ir. Adrianus Parenden, M.Si
  • Ketua V : Pdt. Arsiaty Kabanga, M.Th.
  • Sekretaris Umum : Pdt. Suleman Allolinggi, M.Th.
  • Wakil Sekretaris Umum : Pnt. Lewi Randan
  • Bendahara Umum : Kristina Tombi

Badan Verifikasi Sinode[sunting | sunting sumber]

Berikut adalah Badan Verifikasi Sinode (BVS) Gereja Toraja periode tahun 2016-2021 yang merupakan hasil Sidang Sinode Am XXIV di Makale sebagai berikut :

  • Ketua : Dkn. Habel Pongsibidang
  • Wakil Ketua: Pnt. Aris Tanan
  • Sekretaris: Pnt. Esron Pakiding
  • Wakil Sekretaris: Pnt. Dr. Oktovianus Pasoloran
  • Anggota :
    • Pnt. John Diplomasi
    • Pnt. Yulianus Sampe
    • Pnt. Joni

Organisasi Intra Gerejawi[sunting | sunting sumber]

PPGT (Persekutuan Pemuda Gereja Toraja) (2013-2018)

  • Ketua  : Feri Hendra, S.Th
  • Sekretaris : Jery Parimba, ST

PWGT (Persekutuan Wanita Gereja Toraja)

  • Ketua  : Dra. Yacolina Palimbong
  • Sekretaris : Abigael Salusu, S.PAK

SMGT (Sekolah Minggu Gereja Toraja)

  • Ketua  : Pdt. Syukur Matasak, S.Th
  • Sekretaris : Yunus Buana Patiku

PKBGT(Pesekutuan Kaum Bapak Gereja Toraja)

  • Ketua  : Welem Sambolangi’, SE
  • Sekretaris : Richard Ranteallo

Sekretariat[sunting | sunting sumber]

Kantor Badan Pusat Sinode Gereja Toraja:[1]

Jl. Ahmad Yani No.45 Rantepao 91831
Toraja Utara – Sulawesi Selatan
Telp. 0423-25143; 0813 5528 8450
E-mail: admin@bps-gerejatoraja.org
Situs Web: www.bps-gerejatoraja.org/home

Wilayah Pelayanan[sunting | sunting sumber]

Saat Ini Gereja Toraja terbagi atas 89 klasis dan 1088 Jemaat yang tergabung atas 4 Wilayah terdiri atas sebagai berikut:

  • Wilayah I Luwu terbagi atas 21 klasis dan 256 Jemaat, yang meliputi wilayah Luwu Timur, Utara, Luwu, dan Kota Palopo
  • Wilayah II Rantepao terbagi atas 30 klasis dan 340 Jemaat, yang meliputi wilayah Kabupaten Toraja Utara
    • Wilayah Klasis Rantepao Barat: Jemaat Saloso, Jemaat Singki' Pangrante, Jemaat Penanian, Jemaat Ba'lele, Jemaat Tilengko, Jemaat Mariri, Jemaat Buntu Laang, dan Jemaat Buntu Ambaang
  • Wilayah III Makale terbagi atas 26 klasis dan 302 Jemaat, yang meliputi Kabupaten Tana Toraja; Ketua
  • Wilayah IV Makassar terbagi atas 3 klasis dan 53 Jemaat, yang meliputi wilayah Kota Makassar, Pare-pare, Bone
    • Wilayah Klasis Makassar: Jemaat Tamalanrea, Jemaat Baji Marumpa, Jemaat Sungguminasa, Jemaat Bantaeng, Jemaat Labuang Baji, Jemaat Bukit Tamalanrea, Jemaat Lanraki Biringkanaya, Jemaat Biringkanaya, Jemaat Tello Batua, Jemaat Lahai Roi Tello Baru, Jemaat Bara Baraya, Jemaat Silo Campagaya, Jemaat Tallo, Jemaat Tamalate, Jemaat Siporannu, Jemaat Masale, Jemaat Dadi, Jemaat Rama, Jemaat Maccini Raya, Jemaat Bawakaraeng, Jemaat Panakkukang, Jemaat Pniel Perumnas, Jemaat Rappocini, Jemaat Takalar, dan Jemaat Bulukumba.
  • Wilayah IV Sulawesi Tengah Barat (Sultengbar) terbagi atas 4 klasis dan 53 Jemaat, yang meliputi wilayah Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat
  • Wilayah IV Kalimantan terbagi atas 4 klasis dan 60 Jemaat, yang meliputi wilayah Seluruh Pulau Kalimantan
  • Wilayah IV Pulau Jawa terbagi atas 1 klasis dan 20 Jemaat, yang meliputi wilayah Seluruh Pulau Jawa, Batam, Malaysia
    • Wilayah Klasis Pulau Jawa: Jemaat Kota Jakarta, Jemaat Kelapa Gading Jakarta, Jemaat Kramat Jati Jakarta, Jemaat Galaxy Surabaya, Jemaat Depok, Jemaat Bekasi, Jemaat Bandung, dan Jemaat Cimahi.

Statistik[sunting | sunting sumber]

Data Berdasarkan Statistik Jemaat Gereja Toraja

  • Jumlah Klasis : 89 Klasis (Data 2016)
  • Jumlah gereja/jemaat : 1088 jemaat (Data 2016)

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d Profil Gereja Toraja di situs PGI
  2. ^ a b c d e f g h F.D.Wellem. Kamus Sejarah Gereja. Jakarta: BPK Gunung Mulia 2009.
  3. ^ a b I.Y. Panggalo & Markus Rani. Tata Gereja: Gereja Toraja. Tana Toraja: PT SULO 2008.
  4. ^ 100 Tahun IMT
  5. ^ a b BPS Gereja Toraja

Pranala luar[sunting | sunting sumber]