Gereja Kristen Protestan Indonesia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Gereja Kristen Protestan Indonesia
Logo GKPI.png
KlasifikasiProtestan
PemimpinPdt. Abdul Hutauruk, M.Th
WilayahIndonesia
Didirikan30 Agustus 1964
Sumatera Utara
Pecahan/pemekaran dariHKBP
Situs webgkpisinode.org

Gereja Kristen Protestan Indonesia (disingkat GKPI) adalah sebuah organisasi Gereja Kristen Protestan di Indonesia yang bermula dari provinsi Sumatera Utara. Gereja ini adalah salah anggota resmi Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI). Kantor Pusat GKPI berkedudukan di Jl. Kapt. M.H. Sitorus No. 13, Pematangsiantar, Sumatra Utara, Indonesia. Jemaat-jemaat GKPI tersebar di sejumlah daerah di seluruh Indonesia.

Sejarah Berdirinya GKPI[sunting | sunting sumber]

GKPI adalah gereja yang memisahkan diri dari Huria Kristen Batak Protestan atau HKBP karena adanya keinginan untuk adanya pembaharuan di tubuh gereja HKBP pada waktu itu, awal tahun 1960-an. Untuk tujuan pembaharuan itu dibentuklah "dewan patotahon" atau dewan pembaharu. Namun kesepakatan tidak dapat dicapai sehingga perbedaan pendapat atau perselisihan antara lain berkaitan dengan hubungan Gereja HKBP dengan Universitas Nommensen semakin besar.

Pertikaian memuncak dalam Rapat atau Sinode Khusus yang dilangsungkan di Parapat, Sumatra Utara tanggal 19 - 25 Juli 1964. Sebagian peserta Sinode mengundurkan diri. Lalu bersama sebagian jemaat HKBP mendirikan gereja baru pada tanggal 30 Agustus 1964 di Pematangsiantar dan mengangkat Pdt. Dr. Andar Lumbantobing, seorang dosen dan Ketua (rektor) Universitas HKBP Nommensen sebagai pimpinan (disebut Bishop) dan Pdt. Prof. Dr. Sutan M. Hutagalung, juga dosen di Universitas HKBP Nommensen, sebagai Sekretaris Jenderal. Mereka memimpin GKPI hingga tahun 1988.

Daftar Pimpinan GKPI Berdasarkan Periode Awal- Sekarang[sunting | sunting sumber]

Doktrin dan Teologi[sunting | sunting sumber]

Doktrin (atau dogmatis) dan teologi gereja ini tidak berbeda jauh dengan HKBP.

Pokok-Pokok Pemahaman Iman GKPI[sunting | sunting sumber]

  1. Pedoman dan tuntunan bagi seluruh jajaran GKPI dalam hal ajaran, supaya tidak "diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran" (Efesus 4:14) dan supaya dapat menjawab perkara-perkara mendasar yang berkaitan dengan imannya, sebagaimana terlihat dari susunan isi dokumen ini;
  2. Pedoman dan acuan bagi warga dan pelayan GKPI dalam merumuskan bentuk, isi, dan tujuan kesaksian dan pelayanan, demikian juga dalam menyusun peraturan dan program GKPI disemua aras;
  3. Pedoman dan acuan untuk memberi jawab dan pertanggungjawaban tentang imannya terhadap berbagai pengajaran dan nilai yang terus menerus bermunculan dan berubah, sekaligus menolaknya kalau ternyata bertentangan dengan iman kristiani.
  4. Pokok-pokok Pemahaman Iman GKPI ini bersumber dan berdasar pada Alkitab. Karena itu tidak dimaksudkan sebagai pengganti ataupun tandingan Alkitab. Namun di lain pihak dokumen ini hendak juga mencerminkan pemahaman dan penafsiran atas amanat Alkitab secara aktual, sehingga Alkitab sungguh-sungguh bersuara secara relevan pada masa kini, dan pesannya menjadi jelas bagi para warga dan pelayan GKPI.


Pokok-pokok Pemahaman Iman GKPI ini juga mengacu pada sejumlah dokumen iman gereja dari segala abad, terutama yang dipelihara dalam tradisi iman gereja reformatoris, antara lain Pengakuan Iman Rasuli, Pengakuan Iman Nicea-Konstantinopel, Pengakuan Iman Athanasianum, Katekhismus Martin Luther dan Konfessi Augsburg, demikian juga Pokok pokok ajaran bapa-bapa gereja yang diakui sebagai bersifat ekumenis dan reformatoris. Dan sebagai bagian dari gereja Kristen yang mengesa di Indonesia, Pokok-pokok Pemahaman iman ini juga mengacu kepada Pemahaman Bersama Iman Kristen di Indonesia (PBIK), salah satu dari Lima Dokumen Keesaan Gereja (LDKG) yang dirumuskan bersama di dalam Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI).

Seperti juga dinyatakan dalam Tata Gereja GKPI, dengan Pokok-pokok Pemahaman Iman ini GKPI juga sekaligus hendak menegaskan jatidirinya sebagai gereja yang hadir di tengah pergumulan bangsanya, dan turut memberi sumbangan bagi peletakan landasan moral, etik dan spritual bagi kehidupan bangsa Indonesia yang sedang membangun demi perwujudan cita-citanya.

Daftar Lembaga dan Wilayah[sunting | sunting sumber]

Lembaga[sunting | sunting sumber]

Panti Asuhan (PA) Mamre GKPI[sunting | sunting sumber]

Yayyasan Tunanetra (Yapentra) GKPI[sunting | sunting sumber]

Yayasan Dana Agape GKPI[sunting | sunting sumber]

Lembaga Pelayanan Pengembangan Masyarakat (LPPM) GKPI[sunting | sunting sumber]

Badan Pendidik GKPI[sunting | sunting sumber]

Media Suara GKPI[sunting | sunting sumber]

Kolportase GKPI[sunting | sunting sumber]

Yayasan Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Rumah Lansia Sejahtera (LENTERA)GKPI[sunting | sunting sumber]

Badan Kerjasama Sinode (BKS) Guru Sekolah Minggu GKPI[sunting | sunting sumber]

Badan Kerjasama Sinode (BKS) Pumuda GKPI[sunting | sunting sumber]

Badan Kerjasama Sinode (BKS) Pria[sunting | sunting sumber]

Wilayah[sunting | sunting sumber]

Wilayah I: Medan I - Langkat[sunting | sunting sumber]

Wilayah II: Medan II - Deli Serdang[sunting | sunting sumber]

Wilayah III: Siantar-Simalungun-Tebing-Sergei[sunting | sunting sumber]

Wilayah IV: Dairi-Tanah Karo-Alas-Pakpak Barat[sunting | sunting sumber]

Wilayah V: Asahan-Labuhan Batu[sunting | sunting sumber]

Wilayah VI: Silindung-Pahae-Tapteng-Tapsel[sunting | sunting sumber]

Wilayah VII: Humbang-Samosir-Toba[sunting | sunting sumber]

Wilayah VIII: Sumatera Bagian Selatan[sunting | sunting sumber]

Wilayah IX : Riau[sunting | sunting sumber]

Wilayah X: Kepulauan Riau[sunting | sunting sumber]

Wilayah XI: Jabodetabek-Jawa-Kalimantan[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]