Gereja Kebangunan Kalam Allah

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Gereja Kebangunan Kalam Allah
Logo GKKAI .jpg
Logo GKKA
Klasifikasi Protestan
Pemimpin Pdt. Adrianus Hardjanto, STh
Wilayah Indonesia

Gereja Kebangunan Kalam Allah (disingkat GKKA) adalah suatu organisasi gereja Kristen Protestan di Indonesia yang berasal dari perubahan nama lembaga misi Chinese Foreign Missionary Union (CFMU). Pada awalnya gereja ini diketuai oleh Pdt. Leland Wong. Pusat Sinode GKKA terletak di Surabaya dan ketua sinode periode 2007-2012 adalah Pdt. Adrianus Hardjanto, STh, yang saat ini masih menjabat sebagai Gembala Sidang GKKA Denpasar Bali.

Sejarah CFMU[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 1919 Pdt. Dr. Robert Alexander Jaffray, seorang misionari bangsa Kanada yang fasih berbahasa Kanton menemukan adanya potensi rohani para mahasiswa sekolah Alkitab Cien Tau di kota Ik Chou, Provinsi Kwang Si, sehingga Sekolah Alkitab Cien Tau dipakai sebagai batu loncatan dan pusat pelayanan injil Pdt. Jaffray yang bersifat International. Sekolah ini memiliki motto terkenal ,yaitu : "Buka Ladang Baru, Bersedia Menderita Dan Berkobar-Kobar Dalam Roh". Karena dorongan visi untuk pelayanan Injil keluar Tiongkok, dia bersama beberapa rekan pendeta gereja Tionghoa mendirikan Chinese Foreign Missionary Union (CFMU). Sebagian besar misionari Tionghoa yang diutus melayani di Vietnam, Kamboja, Thailand, Myanmar, Malaysia, termasuk Indonesia berasal dari Sekolah Alkitab Cien Tau. Patut dicatat, beberapa Pendeta tersebut ada di antaranya sebelumnya adalah pengusaha, pedagang yang kemudian mempersembahan diri setelah ditantang oleh dia untuk menjadi penjala jiwa. Sejak awal berdirinya CFMU, dia sudah bertekad agar lembaga misi ini dipimpin oleh seorang Tionghoa. Atas permintaan dia, Pdt. Dr. Leland Wong akhirnya bersedia menjadi ketua CFMU, sedangkan dia menjadi wakilnya. Dengan demikian, peristiwa ini merupakan suatu terobosan baru bahwa CFMU menjadi Lembaga Misi Tionghoa pertama yang memberitakan Injil lintas budaya yang terlibat dalam pelayanan misi dunia khususnya daerah Indocina hingga Indonesia.

Beberapa misionari yang pernah melayani di Indonesia antara lain : Pdt.Choe Sing Hwen, misionari pertama CFMU yang diutus keluar Tiongkok, mula-mula melayani di Vietnam lalu diutus ke Makassar dan Tarakan. Pdt. Tze Ying Kwang melayani di Makassar. Pdt. Tsang To Hang melayani di Bali. Pdt. C.Y.Wong diutus ke pulau penghasil timah di Bangka-Belitung dan sekitarnya juga mengadakan penginjilan di beberapa daerah di Djawa. Pdt. Yason S. Lim, Pdt. Liem Kwang Ling ke Samarinda dan pendalaman, pelayanan mereka kemudian dilanjutkan oleh Pdt. Chang Shieh Ying yang membuka ladang baru di pendalaman Kalimantan Timur. Pdt. James Timothy Chen dan beberapa misionari di utus melayani di Samarinda.

Lembaga Misi Tionghoa yang dulu bernama CFMU telah melahirkan banyak gereja dewasa di berbagai tempat di Indonesia, Khususnya gereja-gereja cikal bakal yang kemudian terhimpun dalam Sinode GEPEKRIS, GKKA dan GPMII .Tiga sinode ini telah membentuk Badan Kerjasama Tiga Sinode Ex CFMU. Hari Ulang Tahun CFMU Ke-80 diperingati pada tanggal 26 Maret 2009 di PangkalPinang.[1]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Buku kenangan perayaan 70 tahun CFMU. Diposkan oleh GKKA INDONESIA Jemaat Ujung Pandang