Gereja Kristen Protestan Bali

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Gereja Kristen Protestan di Bali
Logo Gereja Kristen Protestan Bali.jpg
Logo GKPB
KlasifikasiProtestan
PemimpinBishop I Nyoman Agustinus, M.Th
WilayahIndonesia
Didirikan11 November 1931
Bali
Kelompok jemaatPresbiterial Sinodal
Umat13.520 jiwa
Situs webwww.balichurchsynod.org
Email: sinode.gkpb@gmail.com

Gereja Kristen Protestan di Bali (disingkat GKPB) adalah gereja Protestan di Indonesia yang berpusat di Jl. Raya Kapal No. 20, Kapal - Mengwi - Mangupura - Bali dan terdaftar menjadi anggota PGI pada tanggal 25 Mei 1950.[1] GKPB juga merupakan pemilik Yayasan Perguruan Kristen Harapan.

Sejarah GKPB[sunting | sunting sumber]

GKPB berdiri sebagai hasil penginjilan Christian and Missionary Alliance (CMA) yang pada tahun 1930 mengutus Tsang Kam Foek (Tsang To Hang) ke Bali. Kemudian, pada tanggal 11 November 1931 ketua CMA, R. A. Affray, membaptiskan 12 orang Bali asli di Yeh Poh, sungai kecil dekat dusun Untal-untal di desa Dalung. Hari pembaptisan yang pertama inilah yang ditetapkan sebagai hari lahirnya GKPB. Pada tanggal 14-16 Januari 1948 diadakan Sidang I di Blimbingsari diputuskan bahwa nama gereja adalah Persatuan Kristen Protestan Bali (PKPB) dan Ds. Made Rungu terpilih sebagai Ketua Badan Pekerja. Nama gereja itu kembali diubah menjadi Gereja Kristen Protestan di Bali (GKPB) pada Sidang IV Gereja Bali pada 20 sampai 21 April 1949. GKPB berbentuk presbiterial sinodal serta berasaskan pada sola gratia, sola fide dan sola scriptura.[1]

Logo GKPB[sunting | sunting sumber]

Logo GKPB yang berisikan gambar salib menari ini, mulai digunakan pada tahun 1977. Logo GKPB dalam bentuk gambar ini dibuat oleh salah satu seniman Bali, I Nyoman Darsana. Lingkaran yang paling luar, berbentuk oval (seperti telur) menyimbolkan bahwa ada kehidupan di dalamnya. Dalam bahasa Bali dikenal istilah "manik" yang bisa diidentifikasikan sebagai jiwa dari kehidupan. Salib yang bengkok (Salib yang menari) : Ini menyimbolkan kebangkitan Kristus dari kematian-Nya. Oleh kebangkitan Yesus maut telah kehilangan sengatnya. Seandainya Yesus tidak bangkit dari kematian-Nya maka iman kita kepada-Nya akan sia-sia. Sepuluh lingkaran kecil (lima disisi kanan dan lima disisi kiri sebelah atas) : Salib adalah simbol dari Sepuluh Perintah Tuhan dalam Perjanjian Lama yang kemudian digenapi dengan kematian dan kebangkitan Yesus di kayu salib Langit merah berdarah adalah simbol dari darah Kristus yang sudah dipersatukan dengan kehidupan mereka yang mau bertobat Perahu dengan kepala ikan identik dengan perahu masyarakat Bali, yang bisa dijumpai dari Sanur sampai bagian barat pulau Bali. Ini menyimbolkan Perahu Kehidupan yang diberkati yang berlayar di samudera kehidupan yang tidak bertepi. Batas tepinya adalah dunia harapan baru. Yesus Kristus yang hidup adalah nahkoda dari perahu itu yang disimbolkan dengan salib yang menari. Laut biru melambangkan Samudra Perdamaian.

Teratai dan burung-burung jantan dan betina menggambarkan perumpamaan Yesus tentang kekhawatiran, "Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu ?" (Matius 6 : 25-26), "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Sebab hidup itu lebih penting dari pada pakaian. Perhatikanlah burung-burung gagak yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mempunyai gudang atau lumbung, tetapi demikian diberi makan oleh Allah. Betapa jauhnya kamu melebihi burung-burung itu! Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta pada jalan hidupnya ? Jadi, jikalau kamu tidak sanggup membuat barang yang paling kecil, mengapa kamu kuatir akan hal-hal lain ? Perhatikanlah bunga bakung, yang tidak memintal dan tidak menenun, namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. Jadi, jika rumput di lading, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api demikian didandani Allah, terlebih lagi kamu, hai orang yang kurang percaya !" (Lukas 12 : 22-31). [Sumber]


KESIMPULAN :

Di dalam tubuh GKPB ada jiwa dari jemaat yang berlayar dan dinahkodai oleh Yesus untuk mengarungi samudra kehidupan menuju dunia yang belum diketahui, dunia baru, dunia yang penuh damai sejahtera, dunia yang sangat indah dimana tidak ada kekhawatiran dan keraguan

Wilayah Pelayanan[sunting | sunting sumber]

Pimpinan Pusat[sunting | sunting sumber]

Foto Kantor Sinode GKPB

Pimpinan Majelis Sinode Harian GKPB masa kini adalah:

  • Ketua Umum: Bishop I Nyoman Agustinus, M.Th [Sumber]
  • Sekretaris Umum: Pdt. Dr. I Wayan Damayana, S.Th., M.Si., M.M [Sumber]
  • Bendahara: Pdt. Si Bagus Herman Suryadi, M.Th [Sumber]

Sekretariat[sunting | sunting sumber]

Kantor pusat GKPB beralamatkan:[1]
Jl. Raya Kapal No 20, Kapal - Mengwi - Mangupura - Bali, 80351

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]