Gereja Masehi Injili di Timor

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Gereja Masehi Injili di Timor
Logo GMIT Baru.png
Logo GMIT
KlasifikasiProtestan
TeologiCalvinis
Struktur organisasiPresbiterial Sinodal
AdministrasiMajelis Sinode
KetuaPdt. Dr. Mery L. Y. Kolimon
SekretarisPdt. Yusuf Nakmofa, M.Th.
Asosiasi
WilayahNusa Tenggara Timur (kecuali Pulau Sumba), dan Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat
BahasaBahasa Indonesia
Didirikan31 Oktober 1947
GMIT Syalom Airnona
Pecahan/pemekaran dariGereja Protestan Indonesia
Komunitas pemudaPemuda GMIT
Gereja2.504[1]
Rumah sakitRSIA Ume Manekan Soe
Panti asuhanPanti Asuhan Petra
Organisasi kemanusiaanAlfa Omega
Sekolah dasarSD GMIT (Yapenkris, jumlah sekolah GMIT: 598 (2019))[2]
Sekolah menengahSMP Kristen (Yapenkris, jumlah sekolah GMIT: 598 (2019))[2]
Pendidikan tinggiUniversitas Kristen Artha Wacana
Universitas Tribuana Kalabahi
Situs webhttp://sinodegmit.or.id/

Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) adalah salah satu Gereja Bagian Mandiri dalam Gereja Protestan di Indonesia (GBM GPI).[3] Gereja ini terletak di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).[3] Gereja ini berdiri pada 31 Oktober 1947.[3] Pada tahun 1948, gereja ini bergabung dengan World Christian Conference (WCC).[3] Selain itu Gereja ini juga ikut mendirikan dan tergabung dalam Gereja Protestan Indonesia (GPI), Dewan Gereja-gereja di Indonesia (DGI), yang sekarang disebut Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) pada tahun 1950.[3]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

GMIT adalah salah satu dari 3 GBM pertama (Gereja Bangun Mandiri) dari Indische Kerk yang disetujui pada 1933 untuk mewakili wilayah Minahasa (keresidenan Minahasa), Maluku (Keresidenan Maluku), dan Timor (Keresidenan Timor & Pulau2), namun peresmiannya terjadi yang paling akhir pada tahun 1947, 2 gereja saudara yang telah mandiri adalah GMIM (1934) dan GPM (1935), GMIT yang akan menyusul pada 1937 tertunda akibat pergolakan politik daerah dan nasional, diikuti pecahnya perang dunia ke 2 (1939 - 1945), lalu masuknya jepang ke nusa tenggara 1942, dan pergerakan kemerdekaan (NIT/RIS 1946 - 1950).

Pada Maret 1947 walaupun belum resmi menjadi Gereja Bagun Mandiri, GMIT termasuk dalam "Majelis Usaha bersama Gereja-Gereja di Indonesia bagian Timur" yang merumuskan DGI (Dewan Gereja2 Indonesia) di Makassar.

kemandirian GMIT dipercepat segera dalam 3 bulan setelah rapat 1947 di Makassar dan akhirnya pada oktober 1947 diresmikan. hal ini ini agar tidak didahului GBM baru yaitu GIPB sebagai GBM saudara bagian barat dari ke 3 GBM awal, GPIB sudah dipersiapkan Indische kerk dan diresmikan pada desember 1948 sekaligus Indische Kerk berganti nama menjadi GPI (Gereja Protestan Indonesia) -yang mana penamaan GPI-B menandai sejarah pergantian nama ini.

Alkitab, pada masa awal berdirinya gereja ini, belum tersedia.[4] Maka dari itu, Pdt. J. Huandao dan M. R. Pello menerjemahkan Alkitab dari bahasa Melayu ke dalam bahasa Timor.[4] Mereka menggunakan kata uis neno mnanu, yang berarti 'tuan langit yang tinggi', sebagai kata penunjuk TUHAN.[4]

Klasis[sunting | sunting sumber]

Bagan pemekaran GPI yang menghasilkan berbagai gereja mandiri di Indonesia, antara lain GMIT.

Gereja ini memiliki 52 klasis per April 2020, meliputi wilayah eks keresidenan Timor (Sumbawa, Flores, Alor, Timor, Rote, Sabu - kecuali Sumba). Klasis-klasis tersebut antara lain:[5]

Kota Kupang[sunting | sunting sumber]

  • Kota Kupang
  • Kota Kupang Barat
  • Kota Kupang Timur

Kabupaten Kupang[sunting | sunting sumber]

  • Kupang Tengah
  • Kupang Barat
  • Kupang Timur
  • Semau
  • Amarasi Barat
  • Amarasi Timur
  • Sulamu
  • Fatuleu Barat
  • Fatuleu Timur
  • Amfoang Utara
  • Amfoang Selatan
  • Amabi Oefeto Timur

Kabupaten Timor Tengah Selatan[sunting | sunting sumber]

  • So'e
  • Mollo Timur
  • Mollo Barat
  • Mollo Utara
  • Amanuban Selatan
  • Amanuban Timur
  • Amanuban Tengah Utara
  • Amanuban Tengah Selatan
  • Amanuban Timur Selatan
  • Amanatun Timur
  • Amanatun Utara
  • Amanatun Selatan
  • Kuanfatu
  • Soe Timur

Kabupaten Timor Tengah Utara[sunting | sunting sumber]

  • Timor Tengah Utara

Kabupaten Belu[sunting | sunting sumber]

  • Belu

Kabupaten Malaka[sunting | sunting sumber]

  • Malaka

Kabupaten Rote Ndao[sunting | sunting sumber]

  • Lobalain
  • Rote Tengah
  • Rote Timur
  • Rote Barat Laut
  • Rote Barat Daya
  • Pantai Baru
  • Rote Barat

Kabupaten Sabu Raijua[sunting | sunting sumber]

  • Sabu Barat Raijua
  • Sabu Timur

Kabupaten Alor[sunting | sunting sumber]

  • Alor Barat Laut
  • Alor Tengah Utara
  • Alor Tengah Selatan
  • Alor Barat Daya
  • Alor Timur
  • Alor Timur Laut
  • Pantar Barat
  • Pantar Timur
  • Teluk Kabola

Pulau Flores dan Sumbawa[sunting | sunting sumber]

  • Flores
  • Sumbawa

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Emma Y. Meza, Elisabeth (Februari 2013). "IV". Pendeta Dan Penilaian Kinerja (Suatu Studi Terhadap Respons Pendeta di Gereja Masehi Injili di Timor Terhadap Penilaian Kinerja Pendeta GMIT) (MM). Universitas Kristen Satya Wacana. https://repository.uksw.edu/handle/123456789/4118. Diakses pada 2 April 2021. 
  2. ^ a b Beverly Rambu (18 Oktober 2019). "Sekolah GMIT Kembali Jadi Sorotan". Diakses tanggal 2 April 2021. 
  3. ^ a b c d e (Indonesia)Cooley, Frank L.1976.Benih yang Tumbuh XI: Gereja Masehi Injili di Timor.Jakarta: Lembaga Penelitian dan Studi Dewan Gereja-gereja di Indonesia
  4. ^ a b c (Indonesia)Middelkoop, P.1982.Atoni Pah Meto: Pertemuan Injil dan Kebudayaan di Kalangan Suku Timor Asli.Jakarta: BPK Gunung Mulia
  5. ^ "Daftar Nama dan Nomor Kontak Ketua Majelis Klasis GMIT 2020-2023". Sinode GMIT. 24 April 2020. Diakses tanggal 15 Januari 2021. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

  • Infografis GPI. Kaitan dengan gereja-gereja lain, termasuk GMIT. Karya Samuel Mandang. 2013.