Ulu Daya, Mallawa, Maros

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Uludaya
Negara Indonesia
ProvinsiSulawesi Selatan
KabupatenMaros
KecamatanMallawa
Kodepos
90563[1]
Kode Kemendagri73.09.06.2009 Edit the value on Wikidata
Luas11,30 km² tahun 2017
Jumlah penduduk690 jiwa tahun 2017
Kepadatan61,06 jiwa/km² tahun 2017

Uludaya (Bugis: ᨕᨘᨒᨘᨉᨐ) adalah nama sebuah desa yang berada di wilayah kecamatan Mallawa, kabupaten Maros, provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Desa Uludaya berstatus sebagai desa defenitif dan tergolong pula sebagai desa swasembada. Desa Uludaya memiliki luas wilayah 11,30 km² dan jumlah penduduk sebanyak 690 jiwa dengan tingkat kepadatan penduduk sebanyak 61,06 jiwa/km² pada tahun 2017.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pada awalnya desa Uludaya bernama Lappa Hudaja, adalah hamparan padang yang luas dan panjang yang membentang dari timur ke barat di sepanjang lereng Gunung Samaenre (Bulu Saminring), merupakan pusat/tempat Karaeng (Arung) dan masyarakat distrik Watang Mallawa kala itu unjuk kekuatan dalam lomba pacuan kuda. Inilah asal muasal nama Uludaya dibentuk. Dalam bahasa Bugis ulu berarti "pusat" sedangkan daya berarti "kekuatan". Uludaya merupakan Pusat Kekuatan. Desa Uludaya mulai terbentuk pada tahun 1996 sebagai desa defenitif, hasil pemekaran dari desa Samaenre yang pada saat itu merupakan salah satu dusun yang terletak di sebelah timur Rea Malempo ibu kota desa Samaenre. Dalam pemekarannya sebagai Desa Persiapan, H. Andi Amir Abdullah ditunjuk sebagai kepala desa Uludaya yang pertama. Dusun Tattumpung yang saat itu bagian dari wilayah desa Batuputih diintegrasikan ke dalam wilayah desa Uludaya.

Kondisi Geografis[sunting | sunting sumber]

Penggunaan lahan di desa Uludaya berupa persawahan dan non pertanian. Wilayah persawahan yang ada di desa Uludaya setiap tahun semakin berkurang disebabkan adanya alih fungsi lahan menjadi pengembangan perumahan. Sehingga luas sawah yang masih ada sekarang sekitar 103,00 ha dan lahan non pertanian yang dimaksud sudah tercakup di dalamnya untuk perumahan, perkantoran dan fasilitas lainnya dengan luas keseluruhan 42,29 ha. Irigasi yang ada di desa Uludaya panjangnya ± 6.000 meter yang mengairi persawahan dan rumah-rumah masyarakat setempat. Rumah-rumah warga yang dialiri mata air dengan bantuan pipa yang telah dipasang oleh masyarakat itu sendiri.

Topografi[sunting | sunting sumber]

Desa Uludaya merupakan wilayah dataran tinggi/pengunungan.

Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Desa Uludaya memiliki batas-batas wilayah sebagai berikut:

Sebelah Berbatasan
utara Desa Gattareng Matinggi
selatan Desa Mattampapole dan Desa Tellumpanuae
barat Desa Samaenre
timur Desa Batu Putih

Iklim[sunting | sunting sumber]

Iklim di desa Uludaya, sebagaimana desa-desa lain di wilayah Indonesia memiliki iklim tropis dengan dua musim, yakni musim kemarau dan penghujan, hal tersebut mempunyai pengaruh langsung terhadap pola tanam yang ada di desa Uludaya.

Hidrologi dan Tata Air[sunting | sunting sumber]

Sebagian besar masyarakat Desa Uludaya menggunakan air dari pengunungan yang disalurkan dengan menggunakan pipa untuk memenuhi kebutuhan air bersih dan keperluan hidup sehari-hari.

Kondisi Demografis[sunting | sunting sumber]

Tahun Laki-laki Perempuan Jumlah Rumah Tangga Total Penduduk (jiwa) Pertumbuhan Penduduk (jiwa) Kepadatan Penduduk (jiwa/km²)
2000 - - - - - -
2001 - - - - - -
2002 - - - - - -
2003 - - - - - -
2004 - - - - - -
2005 - - - - - -
2006 - - - - - -
2007 - - - - - -
2008 - - - - - -
2009 - - - - - -
2010 - - - - - -
2011 - - - - - -
2012 - - - - - -
2013 - - - - - -
2014 - - - - - -
2015 - - - - - -
2016 - - - - - -
2017 - - - - - -
2018 - - - - - -
2019 - - - - - -
2020 - - - - - -

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Pembagian Wilayah Administrasi[sunting | sunting sumber]

Desa Uludaya memiliki tiga wilayah pembagian administrasi berupa dusun sebagai berikut:

  1. Dusun Kajuara
  2. Dusun Tattumpung
  3. Dusun Uludaya

Daftar Kepala Desa[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah daftar kepala desa Uludaya:

No. Foto Nama Awal Menjabat Akhir Menjabat Keterangan
1 - H. Andi Amir Abdullah 1994 1996 Kepala Desa (status desa persiapan)
2 - H. Andi Jalamuddin 1996 2006 Kepala Desa Pertama (status desa defenitif)
3 - H. A. Safri Emni 2006 2018 2 periode
4 - - 2018 6 Februari 2019 Plt Kepala Desa
5 - Muzakkar 7 Februari 2019 sedang menjabat masa tugas 7 Februari 2019 - 6 Februari 2025

Agama[sunting | sunting sumber]

Tempat ibadah[sunting | sunting sumber]

  • Masjid Nurul Hidayah
  • Masjid Al-Muttaqin

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Sekolah[sunting | sunting sumber]

  • TK Mutiara Sari
  • TK-TPA Al-Hidayah (dusun Tattumpung)
  • SD Negeri 76 Uludaya

Jalan[sunting | sunting sumber]

  • Jl. Tani
  • Jl. Dusun Kajuara

Lapangan[sunting | sunting sumber]

  • Lapangan Umum Desa Uludaya

Peristiwa Penting[sunting | sunting sumber]

  • 1940: Masyarakat belum bermukim pada satu tempat.
  • 1959: Warga mengungsi ke Ladange dan Abbalu desa Padaelo.
  • 1969: Warga kembali dari pengungsian dan mulai mukim di Lappa Hudaja.
  • 1980: Uludaya masih wilayah Desa Samaenre.
  • 1980: Awal mula nama Desa Uludaya.
  • 1980: Pembangunan masjid Uludaya
  • 1980: Pembangunan SD Uludaya sebanyak 3 kelas
  • 1987: Pertambangan batubara di Bara Sapie yang menyebabkan lahan kemiri sumber utama penghidupan masyarakat rusak.
  • 1992: Pembangunan jembatan yang menghubungkan dusun Uludaya dengan desa Samaenre.
  • 1994: Uludaya dibentuk Desa Persiapan.
  • 1994: Tattumpung masuk dalam wilayah Uludaya.
  • 1995: Kantor Desa Uludaya dibangun.
  • 1996: Desa Uludaya menjadi Desa Defenitif.
  • 1996: H. Andi Jalamuddin menjadi Kepala Desa Uludaya pertama.
  • 1997: Listrik masuk desa Uludaya.
  • 2004: Program PPK masuk desa Uludaya.
  • 2005: Pertambangan Batubara kembali di eksplorasi di lokasi Bara sapie.
  • 2006: Program SWASH masuk desa Uludaya.
  • 2006: H. A. Safri Emni terpilih menjadi Kepala Desa Uludaya kedua.
  • 2009: Perluasan Eksplorasi tambang batubara kepemukiman penduduk.
  • 2012: Pemilihan kepala desa Uludaya periode ketiga.
  • 2012: H. A. Safri Emni terpilih kembali menjadi Kepala Desa Uludaya.
  • 2013: Dimulai pembangunan perpipaan irigasi Makkajungeng.
  • 2013: Lokasi eks tambang dilokasi Bara Sapie dan sekitarnya tersisa kubangan air dan gundukan tanah yang rawan longsor.

Informasi[sunting | sunting sumber]

  • Kode Wilayah: 73.09.06.2009

Referensi[sunting | sunting sumber]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]