Starvoices Indonesia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Starvoices Indonesia
Starvoices.jpeg
StarVoices
PembuatDeon Oxivar
PresenterNizar Wijaya (2011–sekarang)
JuriRonald Misael (2011-sekarang)

Rendy Pandugo (2014-sekarang
Miss Cicco (2014-sekarang)
Anest (2014-sekarang)

Deon Oxivar (2011–2012)
Revol Tamba (2011–2012)
Philip Takato (2011–2012)
Negara asalIndonesia
No. musim2
Produksi
Durasi60–120 menit
Rilis
Format audio.mp3
.amv
Tanggal tayang asli16 Juli 2011 –
sekarang
Pranala luar
Situs web

Starvoices Indonesia adalah sebuah ajang pencarian bakat menyanyi yang diselenggarakan secara dalam jaringan melalui jejaring sosial Twitter. Acara ini merupakan bentuk baru dan pertama di dunia dalam ajang pencarian bakat. Meskipun digelar secara dalam jaringan, konsep acara Starvoices dikemas sedemikian rupa sehingga menyerupai acara pencarian bakat di televisi. Setiap aktivitas acara dilakukan melalui posting di Twitter. Peserta yang mendaftar harus mengikuti akun Twitter Starvoices terlebih dahulu.

Terdapat empat juri yang siap menilai peserta dan juga pembawa acara yang membawakan acara setiap minggunya.[1] Selain itu, pemirsa diberikan kesempatan untuk mendukung peserta dengan cara memberikan suara melalui halaman web Starvoices (starvoicesindo.com).[2] Melihat antusias yang cukup banyak dari pemirsa pada musim pertama, penyelenggara mengadakan Starvoices musim kedua dan menggunakan halaman web sebagai bentuk visualnya.

Konsep teknologi komunikasi[sunting | sunting sumber]

Starvoices merupakan ajang pencarian bakat yang dilakukan secara Dalam jaringan. Antara pembawa acara, juri, peserta dan penonton berinteraksi satu sama lain melalui koneksi Internet.[3] Sebelum acara ini dimulai, setiap orang harus mengaktifkan Gawai ataupun komputer untuk dapat terhubung satu sama lain selama acara ini berlangsung.[4] Selain itu, Starvoices mensyaratkan setiap peserta harus terdaftar terlebih dahulu di situs jejaring sosial twitter. Secara tidak langsung, penggunaan twitter merupakan suatu bentuk penerapan teknologi komunikasi dimana terdapat proses penyampaian pesan dari manusia ke manusia melalui mesin.[5] Dalam hal ini, Twitter sebagai media bagi penyelenggara untuk mengkomunikasikan informasi lomba setiap minggunya, baik jadwal pengumpulan rekaman maupun pilihan lagu untuk setiap minggunya.

Selain menggunakan Twitter, penerapan teknologi komunikasi itu juga diterapkan dalam aplikasi web dan SoundCloud.[6] Melalui aplikasi web, penyelenggara acara bertujuan mengkomunikasikan berbagai informasi terkait berita acara dan aktivitas para finalis kepada para pemirsa setia acara ini. Melalui SoundCloud, sesuai dengan peranannya dijadikan media bagi peserta untuk mendistribusikan dan mempromosikan rekaman suaranya.[7] Dengan begitu, rekaman suara dapat dinilai oleh juri terlebih dahulu dan kemudian pemirsa dapat mendengar serta menyimpan hasil rekaman dari setiap peserta.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Berawal dari ketertarikan terhadap kompetisi bernyanyi, Deon Oxivar mempunyai ide untuk membuat kompetisi serupa melalui media twitter. Hal ini merupakan kali pertama sebuah kontes bernyanyi diadakan melalui media sosial twitter. Deon Oxivar mengajak teman-temannya yang sebelumnya pernah mengikuti kompetisi bernyanyi yang sama. Ronald M. Pakiding, Revol Tamba, Takato Philip serta Nizar Wijaya diajak untuk menduduki posisi juri dan pembawa acara. Acara Starvoices merupakan adaptasi dari beberapa kompetisi bernyanyi yang populer di Indonesia seperti, Indonesian Idol, The Voice Indonesia dan X Factor Indonesia. Kemudian, acara ini mulai diselenggarakan pertama kali pada tahun 2011.[8]

Persyaratan Peserta[sunting | sunting sumber]

Adapun yang menjadi kriteria peserta yang dapat mengikuti acara Starvoices adalah, sebagai berikut :

Format Acara[sunting | sunting sumber]

Starvoices merupakan acara yang dkhususkan untuk Warga Negara Indonesia, namun kebanyakan peserta membawakan lagu-lagu barat. Pada awal audisi, peserta diberi kebebasan untuk memilih lagu masing-masing. Menjelang terpilihnya 12 besar, penyelenggara menentukan daftar lagu yang bisa dipilih peserta. Dan untuk tahapan 12 besar, peserta diberi kebebasan untuk memilih lagunya sendiri hanya terbatas dengan tema yang ditentukan oleh penyelenggara.Peran dukungan dari pemirsa akan berlaku di babak 12 besar. Namun, pada akhirnya jurilah yang menentukan siapa yang akan keluar dari dua peserta yang berada di posisi terendah. Di beberapa babak, satu juri akan membimbing masing-masing satu finalis.

Babak-babak[sunting | sunting sumber]

Starvoices mempunyai tahapan-tahapan yang cukup panjang sampai pada akhirnya terpilihnya sang pemenang. Adapun tahapan-tahapan tersebut dimulai dari babak audisi hingga babak Grand Final. Pada akhirnya, pemenang akan mendapatkan gelar Starvoices Indonesia.

Blind Audition[sunting | sunting sumber]

Blind Audition merupakan tahap awal bagi peserta yang mendaftar Starvoices. Disebut sebagai Blind Audition, karena di tahap ini yang menjadi penilaian juri murni karena kualitas vokal tanpa memperhatikan penampilan ataupun faktor lainnya. Dalam tahap ini, para peserta diminta untuk mengirimkan suara mereka dalam bentuk audio .mp3 atau .amr untuk dinilai oleh para juri. Peserta dikatakan lolos apabila mendapatkan 3 'yes' dari empat juri.

Eliminasi Ronde 1[sunting | sunting sumber]

Pada babak ini, peserta yang telah lolos Blind Audition ditantang kembali oleh juri untuk disaring kembali menjadi 50 peserta. Pada tahap ini, selain kualitas vokal yang dinilai, kualitas audio rekaman juga menjadi bahan pertimbangan juri. Babak 50 besar mulai berlaku sejak musim kedua. Di musim pertama, pada babak ini jumlah peserta yang terpilih sebanyak 40 peserta dan kemudian babak ini mulai berlaku pada musim kedua.

Eliminasi Ronde 2 - Top 50[sunting | sunting sumber]

Pada babak ini, 25 peserta pria dan 25 peserta wanita ditantang membawakan lagu dengan diiringi alat musik. Pada musim pertama karena jumlah peserta yang terpilih 40 maka kontestan dibagi menjadi 20 peserta pria dan 20 peserta wanita.

Sudden death dan Voting - Top 24 dan Top 18[sunting | sunting sumber]

Pada babak ini, 24 kontestan yang terdiri dari 12 Pria dan 12 wanita akan ditantang menyanyi sekali lagi oleh juri sebelum diputuskan siapa saja peserta yang masuk ke dalam 12 finalis di babak live Shows. Penilaian terbagi menjadi dua : Keputusan juri (sudden death) dan pilihan pemirsa (Voting). Pada sudden death, juri akan mengeliminasi 6 peserta yang terdiri dari 3 pria dan 3 wanita dimana mereka dianggap masih belum cukup berkualitas untuk maju ke babak live shows. Pada musim pertama, finalis yang terpilih adalah 20 peserta dan langsung terpilih 12 besar untuk babak live shows. Di musim kedua, Top 18 tidak dilaksanakan. Dari 24 besar peserta langsung mengerucut menjadi 12 besar untuk tampil di babak live shows.

Top 12[sunting | sunting sumber]

Live shows akan digelar setiap minggunya dan menampilkan seluruh finalis Starvoices yang terbaik. live shows merupakan babak yang paling ditunggu-tunggu dan sangat penting untuk finalis dalam menunjukkan kemampuannya. Di setiap minggunya, live shows mengusung tema yang berbeda. Setiap minggunya akan ada 1 peserta yang tereliminasi hingga menyisakan 2 grandfinalis pada akhir acara. Voting. Pemirsa twitter diberikan kebebasan untuk memilih peserta yang mereka sukai. Dari hasil voting, akan diambil 2 finalis yang mendapatkan voting terendah (bottom two).

Juri mengeliminasi salah satu dari 2 finalis yang masuk dalam bottom two. Dimana keempat juri diberikan kesempatan untuk menentukan peserta yang harus tereliminasi saat itu. Apabila terjadi seri, hasil voting yang terendah yang akan menentukan siapa yang tereliminasi. Di setiap minggunya, posisi juri tidak hanya diduduki oleh Deon Oxivar, Ronald M. Pakiding, Revol Tamba, Takato Philip tetapi juga dilengkapi dengan juri tamu.

Grand Final[sunting | sunting sumber]

2 grandfinalis yang terpilih akan bertarung untuk terakhir kalinya dan memperebutkan titel Pemenang Starvoices Indonesia.

Musim[sunting | sunting sumber]

Musim Pertama (2011)[sunting | sunting sumber]

Di musim pertama, jumlah finalis terpilih adalah 12 orang. Album digital di musim ini mengusung lagu Michael Jackson "We Are The World" yang dinyanyikan oleh semua finalis. Irva Lestari terpilih sebagai Pemenang Starvoices yang pertama, dengan lagu "Apalah Arti Menunggu" milik Raisa, "A Moment Like This" milik Kelly Clarkson, dan "River Deep Mountain High" milik Tina Turner sebagai lagu kemenangan di babak Grand Final. Sementara di posisi Runner Up ditempati oleh Gina Dewi. Setiap minggunya dalam babak 12 besar mempunyai tema yang berbeda. Adapun daftar tema lagu yang dipakai adalah sebagai berikut:

  • Top 12 : Tribute to Michael Jackson
  • Top 11 : Billboard hot 100
  • Top 10 : Rock Night
  • Top 9 : Malam Galau
  • Top 8 : Mariah Carey
  • Top 7 : Jazz Night
  • Top 6 : Movie Soundtrack
  • Top 5 : Audition Reprise
  • Top 4 : Judge’s Request
  • Top 3 : Inspirational Songs


Musim Kedua (2012)[sunting | sunting sumber]

Di musim ini, jumlah finalis terdapat 12 orang. Di malam final, kedua belas finalis melakukan kolabarasi dengan membawakan lagu “When You Tell Me That You Love Me” dari Diana Ross. Jessica Nathania terpilih sebagai Pemenang Starvoices musim kedua, dengan lagu ciptaan sendiri yang bertajuk "A Better of Me", "Bahasa Kalbu" milik Titi Dwijayati, dan "Makes Me Wanna Pray" milik Christina Aguilera. Di babak final masing-masing finalis membawakan lagu ciptaan mereka sendiri. Selisih 11,4 % pada akhir voting menjadikan Mustika Dwi Prasastya di posisi Runner Up. Setiap minggunya dalam babak 12 besar mempunyai tema yang berbeda. Adapun daftar tema lagu yang dipakai adalah sebagai berikut:

  • Top 12 : Lennon – McCartney
  • Top 11 : Indonesian All – Time Hits
  • Top 10 : David Foster
  • Top 9 : Billboard Hot 100
  • Top 8 : Indie Nights
  • Top 7 : Divas
  • Top 6 : Starholics (red: pemirsa StarVoices Indonesia) Request
  • Top 5 : Reprise
  • Top 4 : Judges Challenge
  • Top 3 : Movie Soundtrack

Musim Ketiga (2014)[sunting | sunting sumber]

Musim ketiga dimenangkan oleh Terra Andi Pasomah, finalis dari Bogor. Daftar tema lagu setiap minggu yang ada di musim ketiga adalah sebagai berikut:

  • Top 12 : Tribute To Stevie Wonder
  • Top 10 : Billboard #1 Hits
  • Top 8 : Lagu-lagu Terbaik Indonesia Versi Rolling Stones
  • Top 6 : Disney Miracle
  • Top 5 : Reprise
  • Top 4 : Judges Challenge
  • Top 3 : Producer's Challenge

Grand Prize[sunting | sunting sumber]

  • 12 besar finalis akan mendapatkan merchandise
  • 5 besar finalis akan mendapatkan trophy
  • Pemenang pertama dan kedua akan mendapatkan sejumlah uang tunai dan mendapatkan album digital dimana album ini bersifat non-komersil dan dapat di-download secara gratis oleh penggemar acara Starvoices Indonesia.

Starvoices Awards[sunting | sunting sumber]

Sejak musim pertama hingga sekarang, Starvoices Indonesia mempunyai acara tambahan setelah terpilihnya pemenang dalam Grand Final. Pada sesi ini, Starholics (red: pemirsa StarVoices Indonesia) mempunyai peranan penting dalam voting. Adapun daftar titel yang diperebutkan tidak hanya untuk peserta saja, tetapi juga diberikan kepada juri dan Starholics. Kategori-kategori tersebut yaitu, Most attractive female and male" dan Miss and Mr Congeniality untuk peserta, Most Favorite Judge dan Most Memorable Comment untuk juri, Most Favorite Guest Judge untuk juri tamu, Most Favorite Theme, Most Creative Track, Most Popular Track dimana kriteria penilaian dilihat dari popularitas lagu yang diunduh oleh Starholics serta kategori-kategori lainnya.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ http://www.starvoicesindo.com/juri-host Juri dan Host Starvoices Indonesia
  2. ^ http://www.thejakartapost.com/news/2012/03/04/starvoices-searching-online-idol.html
  3. ^ Rogers, E. M. (1986). Communication technology: The new media in society. New York: Free Press
  4. ^ Grant, A. (2006). Communication Technology Update. Chico: College of Mass Communications and Information Studies
  5. ^ Fakhrurroja, Hanif dan Ari. (2009). Twitter Ngoceh Dapat Duit. Jogjakarta: Great Publisher
  6. ^ http://www.thejakartapost.com/news/2012/03/04/starvoices-searching-online-idol.html
  7. ^ http://www.wired.com/business/2009/07/soundcloud-threatens-myspace-as-music-destination-for-twitter-era/
  8. ^ http://www.starvoicesindo.com/format-acara

Bibliografi[sunting | sunting sumber]

  • Fakhrurroja, Hanif dan Ari. (2009). Twitter Ngoceh Dapat Duit. Jogjakarta: Great Publisher
  • Grant, A. (2006). Communication Technology Update. Chico: College of Mass Communications and Information Studies
  • Rogers, E. M. (1986). Communication technology: The New Media in Society. New York: Free Press

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]