Titiek Puspa

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Titiek Puspa
Titiek Puspa Varia cover.jpg
Titiek Puspa sebagai sampul majalah Varia (1963)
LahirSudarwati
1 November 1937 (umur 84)
Tanjung, Tabalong, Kalimantan Selatan, Hindia Belanda
Nama lainKadarwati
Sumarti
Titiek Puspa
PekerjaanAktris, penyanyi
Tahun aktif1950 - sekarang
Suami/istriZainal Ardi (1959-1961)
Alm. Mus Mualim (1970-1990)
AnakElla Puspasari Kamarullah
Petty Tunjungsari Murdago
Orang tuaToegeno Poespowidjojo
Siti Mariam[1]
Situs webwww.titiekpuspa.com
Tanda tangan
Signature of Titiek Puspa.png

Sudarwati, yang lebih dikenal sebagai Titiek Puspa[2] (lahir 1 November 1937)[3] adalah seorang musikus Indonesia.

Kehidupan awal[sunting | sunting sumber]

Titiek terlahir dengan nama Sudarwati di Tanjung, Kalimantan Selatan pada 1 November 1937,[4] dari pasangan Tugeno Puspowidjojo dan Siti Mariam. Ia berdarah Jawa. Keluarganya kemudian mengganti namanya menjadi Kadarwati dan akhirnya menjadi Sumarti.[5] Saat kecil, ia bercita-cita ingin menjadi guru taman kanak-kanak. Namun, setelah memenangkan beberapa kompetisi menyanyi, ia memutuskan untuk menjadi seorang penghibur, membuat keputusan tersebut sekitar usia 14 tahun. Namun, orang tuanya menentang keputusannya tersebut.[6][7]

Dalam suatu kesempatan, Sumarti terpaksa mengikuti lomba tanpa sepengetahuan orang tuanya. Agar tidak ketahuan, seorang teman menyarankan untuk menggunakan nama samaran "Titiek Puspo" diambil dari Titiek yang merupakan nama panggilannya sehari-hari dan 'Puspo' nama bapaknya. Sumarti setuju dan menerjemahkan Puspo menjadi Puspa. Sejak itulah ia dikenal sebagai Titiek Puspa. Nama ini pula yang diambil untuk nama orkes pengiringnya "PUSPA SARI" yang dipimpinnya sendiri dan mengiringinya menyanyi di awal kariernya.

Karier[sunting | sunting sumber]

Titiek dan Bing Slamet.

Awal karier bernyanyinya dimulai di Semarang, saat itu ia mengikuti kontes menyanyi Bintang Radio. Tidak hanya sampai di bidang menyanyi saja, Titiek juga menunjukan totalitasnya dalam menggarap beberapa operet yang sempat sangat disukai pemirsa TVRI, seperti operet Bawang Merah Bawang Putih, Ketupat Lebaran, Kartini Manusiawi, dan Ronce-ronce.

Rekaman piringan hitamnya yang pertama dengan label GEMBIRA, berisi lagu Di Sudut Bibirmu, Esok Malam Kau Kujelang, dan duet bersama Tuty Daulay dalam lagu Indada Siririton, iringan musik Empat Sekawan Sariman. Pada pertengahan 1960, Titiek Puspa sempat menjadi penyanyi tetap pada Orkes Studio Jakarta. Saat itu Titiek Puspa banyak mendapat bimbingan dari Iskandar (pencipta lagu dan pemimpin orkes) dan Zainal Ardi (suaminya sendiri seorang penyiar Radio Republik Indonesia Jakarta).[5] Sebagai penyanyi yang mulai menanjak popularitasnya, Titiek belum menciptakan banyak lagu dalam albumnya, lagu-lagunya banyak diciptakan misalnya oleh Iskandar, Mus Mualim, ada juga Wedasmara. Barulah pada album Si Hitam dan Pita (1963) yang berisi 12 lagu tiap albumnya semuanya adalah ciptaannya sendiri dan menjadi populer saat itu, selain itu juga album Doa Ibu berisi 12 lagu, 11 lagu adalah ciptaannya dengan 1 lagu ciptaan Mus Mualim. Dari album Si Hitam, lagu yang semakin memopulerkan namanya adalah Si Hitam, Tinggalkan, Aku dan Asmara. Bisa juga dikatakan bahwa bersama album Si Hitam, album Doa Ibu adalah album yang legendaris karena berisi lagu-lagu seperti Minah Gadis Dusun, Pantang Mundur, yang semakin menancapkan Titiek Puspa sebagai penyanyi dan pencipta lagu Indonesia yang baik. Titiek meninggalkan Orkes Studio Jakarta pada 1962.[7] Nama panggungnya dipilih oleh Presiden Sukarno pada tahun 1950-an.[6]

Pada 1957, Titiek menikah dengan Zainal Ardi, seorang karyawan Radio Republik Indonesia. Pada tahun 1963 mereka memiliki dua anak perempuan. Selama periode ini Puspa mulai belajar menulis lagu, belajar dari suaminya.[7] Selain menyanyi dan menulis lagu, Puspa juga berakting.[5]

Pada 2009, Titiek didiagnosis kanker serviks. Setelah beberapa bulan pengobatan, termasuk dua bulan kemoterapi di Rumah Sakit Mount Elizabeth di Singapura (di mana dia menulis 61 lagu),[8] dia dinyatakan bebas dari kanker. Dia mengungkapkan bahwa doa yang ia panjatkan serta terapinya di rumah sakit menjadi faktor keberhasilannya melawan kanker.[9]


Pada tahun 2014, Titiek membentuk sebuah grup vokal yang beranggotakan 10 orang anak dari berbagai latar belakang etnis bernama Duta Cinta.[10] Pada tahun 2017, grup vokal ini juga hadir di sejumlah episode Pesta Sahabat dari episode 3 (Aku Anak Sehat) sampai episode 6 (Kasih Ibu). Namun, pada tanggal 25 Juli 2018, Duta Cinta juga hadir kembali dalam Pesta Sahabat Anak Indonesia bersama dengan Titiek.

Sejak 2017, Titiek tampil di episode drama musikal Pesta Sahabat yang tayang di RTV mulai dari Pesta Sahabat Cinta Indonesia (kecuali Pesta Sahabat Lebaran Sebentar Lagi dan 17-an di Kampung Halaman).

Konser[sunting | sunting sumber]

Untuk memperingati ulang tahunnya yang ke-70, Titiek menggelar konser bertajuk Karya Abadi Sang Legenda: 70 Tahun Titiek Puspa. Konser ini ditujukan sebagai perwujudan rasa terima kasih Titiek Puspa kepada semua yang terlibat dan pernah bekerja sama dengan Titiek Puspa terhadap negeri ini, khususnya terima kasih tak terhingga untuk penonton dan penggemar Titiek Puspa. Konser yang diriingi musisi Dian HP Orchestra dengan melibatkan Ari Lasso, Andi /rif, 3 Diva (KD, Titi DJ, Ruth Sahanaya), Melly Goeslaw, Vina Panduwinata, Pinkan Mambo, Yovie Widianto, Hedi Yunus, Kevin Aprilio, Rio Febrian, Delon Thamrin, Bob Tutupoly, Dewi Sandra, Emilia Contessa, Marini, Euis Darliah, Elvy Sukaesih, Inul Daratista, Warna, Project Pop, Gita Gutawa, artis Mamma Mia, dan Host Ringgo Agus Rahman, Daniel Mananta, dan Tamara Bleszynski, turut pula disaksikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beserta menteri, pejabat negara, dan mantan pejabat negara.[11]

Kehidupan pribadi[sunting | sunting sumber]

Titiek menikah dengan sutradara Mus Mualim. Bersama-sama mereka memiliki dua anak.[5] Hingga 2008, Titiek tinggal di Jakarta Selatan.[6]

Karya[sunting | sunting sumber]

Titiek Puspa pada seri perangko Indonesia tahun 2020.

Diskografi[sunting | sunting sumber]

Album solo[sunting | sunting sumber]

  • Kisah Hidup (1963)
  • Puspa Dewi (Bali. ARN-1001)
  • Tinggi Gunung Seribu Janji (Irama. EP-03)
  • Daun Yang Gugur (Irama. EP-27)
  • Ditinggal Kekasih (Extended Play / Irama. EP-85)
  • Selamat Jalan, Selamat Berpisah (Extended Play /Irama. EP-86)
  • Buka Pintu (Single Play /Irama. SP-50)
  • Si Hitam (Irama. LPI 175116)
  • Sampul Surat (Single Play /Irama. SP-61)
  • Doa Ibu (Irama. LPI-17580)
  • Sok Teu (J&B. JBL-28837)
  • Aneka Gaya Titiek Puspa (Irama. LPI-175126)
  • Pita (Irama. LPI 175138) (1963)

Album bersama[sunting | sunting sumber]

  • Mari Bersukaria dengan Irama Lenso (Irama. LPI-17588) (1965)
  • Gajah Dungkul - Titiek Puspa, Bing Slamet dan Indonesia Tiga (Bali Rec. BLP-7005)
  • Duta Cinta & Titiek Puspa (Musica Studio's) (2015)[12]

Album kumpulan[sunting | sunting sumber]

  • Papaya, Mangga, Pisang, Jambu (Bisikan Alam Maya - Irama. LPI-17522)
  • Ini dan Itu volume 2 (Mata Sapi; Dulu dan Kini - Mesra. LP-19)
  • Kroncong Parade (Bubuy Bulan; Bengawan Solo. - Pop Sound. 6417-001)

Lagu[sunting | sunting sumber]

Lain-lain[sunting | sunting sumber]

Filmografi[sunting | sunting sumber]

Film[sunting | sunting sumber]

Tahun Judul Peran Keterangan
1966 Di Balik Tjahaja Gemerlapan
Minah Gadis Dusun
1972 Pemburu Mayat
Bing Slamet Setan Djalanan
1973 Rio Anakku
1974 Bawang Putih Mak Bakung Juga sebagai penulis cerita
Ateng Minta Kawin Emak Ateng
1975 Tiga Cewek Badung Titiek
1976 Inem Pelayan Sexy Nyonya Cokro
1977 Karminem Karminem
Inem Pelayan Sexy II Nyonya Cokro
Inem Pelayan Sexy III
1979 Tuyul Perempuan Tuyul Puspa
Rojali dan Zuleha Pemilik warung
1980 Gadis Bu Titik Juga sebagai penulis cerita
Putri Giok
1981 Koboi Sutra Ungu
1983 Apanya Dong Pei-Pei
2008 Cinta Setaman
2016 Ini Kisah Tiga Dara Oma
2017 Musik untuk Cinta

Sinetron[sunting | sunting sumber]

Tahun Judul Peran Produksi
2004 Gara-Gara Inul SinemArt

Teater[sunting | sunting sumber]

Prestasi dan pengakuan[sunting | sunting sumber]

  • Juara Bintang Radio Jenis Hiburan tingkat Jawa Tengah (1954)
  • BASF Award ke-10 untuk kategori "Pengabdian Panjang di Dunia Musik" (1994)
  • Diabadikan oleh majalah Rolling Stone Indonesia sebagai salah satu dari The Immortals: 25 Artis Indonesia Terbesar Sepanjang Masa pada tahun 2008

Penghargaan dan nominasi[sunting | sunting sumber]

Tahun Penghargaan Kategori Karya yang dinominasikan Hasil
2001 SCTV Awards Lifetime Achievement Award Penerima
2016 Anugerah Musik Indonesia Penerima
Festival Film Indonesia Pemeran Pendukung Wanita Terbaik Ini Kisah Tiga Dara Nominasi
Piala Maya Aktris Pendukung Terpilih Nominasi
2017 Usmar Ismail Awards Pemeran Pendukung Wanita Terbaik Nominasi
2018 Indonesian Choice Awards Lifetime Achievement Award Penerima
Anugerah Komisi Penyiaran Indonesia Penghargaan Pengabdian Seumur Hidup Penerima
2021 Anugerah Musik Indonesia Dedikasi untuk Musik Indonesia Penerima

Referensi[sunting | sunting sumber]

Catatan kaki
Daftar pustaka

Pranala luar[sunting | sunting sumber]