Josef Nae Soi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Josef Nae Soi
Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi.jpg
Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur 9
Mulai menjabat
5 September 2018
Presiden Joko Widodo
Gubernur Viktor Laiskodat
Pendahulu Benny Alexander Litelnoni
Anggota DPR RI Fraksi Golkar
Masa jabatan
1 Oktober 2004 – 26 Februari 2018
Presiden Megawati Soekarnoputri
Susilo Bambang Yudhoyono
Joko Widodo
Informasi pribadi
Lahir 22 September 1952 (umur 66)
Bendera Indonesia Mataloko, Golewa, Ngada, Nusa Tenggara Timur
Kebangsaan  Indonesia
Partai politik Logo GOLKAR.jpg Partai Golongan Karya
Anak Alfredo Sebastanus Soi
Justina Yosefa Mamo Soi
Alma mater Universitas Atma Jaya Jakarta
Pekerjaan Politikus

Drs. Josef Nae Soi, M.M.[1] (lahir di Mataloko, Golewa, Ngada, Nusa Tenggara Timur, 22 September 1952; umur 66 tahun) adalah Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur periode 2018-2023. Ia adalah wakil dari Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Laiskodat.

Biografi[sunting | sunting sumber]

Josef A. Nae Soi lahir di Mataloko/Flores, Nusa Tenggara Timur pada tanggal 22 September 1952. Ia merantau ke Pulau Jawa sejak menjadi mahasiswa di Universitas Atmajaya, Jakarta. Saat ini ia tinggal di Bekasi bersama isti dan kedua anaknya, Alfredo Sebastanus Soi serta Justina Yosefa Mamo Soi. Josef A. Nae Soi adalah salah satu anggota DPR RI dari fraksi Golongan Karya. Saat pemilihan anggota DPR ia berada pada daerah pemilihan Nusa Tenggara Timur 1 yang meliputi Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Manggarai, Kabupaten Ngada, Kabupaten Ende, Kabupaten Sikka, Kabupaten Flores Timur, Kabupaten Lembata, Kabupaten Alor, Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Manggarai Timur. Pada periode 2009 hingga tahun 2014 ini, Josef A. Nae Soi tergabung sebagai anggota komisi V yang menggeluti bidang Perhubungan, Telekomunikasi, Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, Pembangunan Pedesaan dan Kawasan Tertinggal. Ia berhasil menjadi anggota DPR RI dengan dukungan 53.798 suara. Politisi yang memiliki filosofi “forterter in re suaviter in mondo” (tegas menuntaskan masalah, ramah dalam penyelesaiannya) ini memulai pendidikan dasar hingga menengah atas di Flores. Kemudian ia sempat menjadi guru SMA, sebelum kemudian hijrah ke Jakarta untuk melanjutkan studi di Universitas Atmajaya. Selepas meraih gelar S1, ia melanjutkan ke jenjang S2 Managemen di Sekolah Tinggi Ilmu Management LPMI Rawamangun-Jakarta. Perjalanan karier suami dari Maria Fransisca Djogo ini diawali sebagai guru di Sekolah Menengah Atas (SMA) Maumere Flores mulai tahun 1970 hingga tahun 1972. Rekam jejak kehidupannya mulai meningkat pada tahun 1987 saat ia menjadi Dosen Altri Kehakiman Jakarta. Kemudian ia melanjutkan pekerjaannya menjadi Pembantu Direktur III Altri Kehakiman Jakarta yang dijalaninya mulai tahun 2000 hingga tahun 2005. Karier legislatifnya dimulai di awal periode reformasi, saat ia diajak oleh Akbar Tandjung untuk menjadi seorang politisi di bawah bendera partai Golkar. Josef pun mengubah haluan dari seorang akademisi menjadi politisi. Ia berpendapat bahwa antara dosen politisi memiliki kesamaan dalam mengabdi kepada rakyat. Hanya saja, sebagai seorang politisi ia lebih bisa berbuat langsung saat menemukan ketidakberesan pemerintah. Josef A. Nae Soi akhirnya terpilih menjadi anggota DPR RI pada periode 2004/2009, yang dilanjutkan hingga sekarang sampai pada tahun 2014. Josef A. Nae Soi memiliki banyak pengalaman di bidang organisasi. Ia sempat menjadi sekertaris DPC PKMRI mulai tahun 1974 hingga tahun 1976. Ia juga pernah menjadi ketua umum Koordinator Mahasiswa Universitas Atmajaya mulai tahun 1977 hingga tahun 1979. Selepas kuliah, ia menjadi wakil ketua umum di HILLSI di Jakarta mulai tahun 1992 hingga tahun 2007. Ia juga tercatat sebagai pengurus DPP Partai Golkar dari tahun 1998 hingga pada tahun 2005. Setelah itu ia menjadi Pokja DPP Partai Golkar (sejak 2005). Saat ini, Josef A. Nae Soi sedang memperjuangkan peningkatan kualitas hidup rakyat NTT. Sebagai putra asli NTT, ia faham betul susahnya mendapatkan akses berupa infrastruktur dan moda transportasi. Karena itu ia berharap agar pemerintah memberikan perhatian yang lebih serius bagi pembangunan jalan-jalan dan bandara di provinsi ini.

Riwayat Pendidikan[sunting | sunting sumber]

  • SR Katholik Mataloko Flores (1963)
  • Ambach Schole Mataloko (1967)
  • SMOA Ende Flores (1967-1969)
  • S1 Jurusan Manajemen, Universitas Atmajaya, Jakarta
  • S2 Managemen Sekolah Tinggi Ilmu Management LPMI Rawamangun, Jakarta

Riwayat Karir[sunting | sunting sumber]

  • Guru di Sekolah Menengah Atas (SMA) Maumere Flores (1970 - 1972)
  • Dosen Altri Kehakiman Jakarta (mulai 1987)
  • Pembantu direktur III Altri Kehakiman Jakarta (2000 - 2005)
  • Anggota DPR RI (2004-2009)
  • ‎Anggota DPR RI (2009-2014)
  • ‎Anggota DPR RI (2014-2018)
  • Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (2018-sekarang)

Referensi[sunting | sunting sumber]

Jabatan politik
Didahului oleh:
Benny Alexander Litelnoni
Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur
5 September 2018–Sekarang
Petahana