Inna Hotels & Resorts

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Hotel Indonesia Natour)
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
PT Hotel Indonesia Natour
Anak perusahaan BUMN
IndustriPariwisata
Didirikan5 Agustus 1962; 59 tahun lalu (1962-08-05)
Kantor
pusat
Jakarta, Indonesia
Cabang
Lihat Lokasi
Wilayah operasi
Indonesia
Tokoh
kunci
Iswandi Said[1]
(Direktur Utama)
Bonny Anang Dwijanto[1]
(Komisaris Utama)
ProdukHotel
MerekInna, Grand Inna, dan Inaya
PendapatanRp 698,7 milyar (2018)[2]
Rp 48,8 milyar (2018)[2]
Total asetRp 9,7 triliun (2018)[2]
Total ekuitasRp 8,481 triliun (2018)[2]
Karyawan
2.198 (termasuk karyawan kontrak, 2018)[2]
IndukPT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero)
Situs webwww.innagroup.co.id

PT Hotel Indonesia Natour (beroperasi dengan merek dagang Inna Hotels & Resorts atau Inna Group) adalah anak usaha Aviasi Pariwisata Indonesia yang bergerak di bidang penyediaan akomodasi, makanan, dan minuman. Salah satu hotel bintang lima milik PT Hotel Indonesia Natour, yakni Inaya Putri Bali di Nusa Dua, dirancang oleh Ridwan Kamil.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Perusahaan ini memulai sejarahnya dengan nama PT Hotel Indonesia International dan PT Natour. PT Hotel Indonesia International (Persero) atau biasa disingkat menjadi HII merupakan hasil penggabungan antara PT Hotel Indonesia, PT Ambarsam, dan PT Bali Beach. Ketiganya merupakan pemilik dari hotel-hotel yang dibangun pada awal dekade 1960-an dengan dana pampasan perang dari Jepang, yakni Hotel Indonesia di Jakarta, Samudra Beach Hotel di Pelabuhan Ratu, Ambarrukmo Palace Hotel di Yogyakarta, dan Bali Beach Hotel di Sanur. Pada tahun 1985, HII membuka Hotel Putri Bali di Nusa Dua, yang kemudian direnovasi mulai tahun 2012 hingga 2015.[2]

Sementara itu, PT Perusahaan Hotel dan Tourist Nasional (Persero) atau biasa disebut sebagai Natour adalah pemilik hotel-hotel hasil nasionalisasi dari perusahaan Belanda, antara lain Hotel Parapat di Parapat, Hotel Dharma Deli di Medan, Hotel Garuda di Yogyakarta, Hotel Bath Tretes di Pasuruan, Hotel Bali di Denpasar, dan Hotel Dibya Puri di Semarang.[2]

Pada tahun 1999, Pemerintah Indonesia resmi menggabungkan Natour ke dalam Hotel Indonesia International. Nama Hotel Indonesia Internasional pun diubah menjadi Hotel Indonesia Natour (HIN).[3]

Pada tanggal 8 April 2021, anak usaha HIN, PT Hotel Indonesia Group (HIG), meluncurkan tiga merek baru untuk semua hotel yang mereka kelola, yakni "Khas" untuk hotel bintang tiga, "Truntum" untuk hotel bintang empat, dan "Meru" untuk hotel bintang lima.[4] Pada tanggal 11 Juni 2021, perusahaan ini resmi menyerahkan hotel-hotel miliknya ke Wika Realty, sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk menyatukan kepemilikan hotel BUMN.[5] Walaupun begitu, perusahaan ini akan menjadi operator dari seluruh hotel BUMN yang telah disatukan kepemilikannya ke Wika Realty,[6] melalui anak usahanya, yakni HIG.[7] Pada tanggal 6 Oktober 2021, Pemerintah Indonesia resmi menyerahkan mayoritas saham perusahaan ini ke Aviasi Pariwisata Indonesia , sebagai bagian dari upaya untuk membentuk holding BUMN yang bergerak di bidang aviasi dan pariwisata.[8]

Lokasi[sunting | sunting sumber]

Inna Hotels mengelola 12 hotel yang tersebar di Sumatra, Jawa, dan Bali.[9]

Bali[sunting | sunting sumber]

Sumatra[sunting | sunting sumber]

Jawa[sunting | sunting sumber]

Rencana[sunting | sunting sumber]

  • Inna 8 Jakarta

Hotel Indonesia Natour berencana mengelola 25 hotel pada tahun 2018. Dengan menambah jumlah hotel yang dikelola. Hotel ini merupakan milik sesama Badan Usaha Milik Negara sebagai sinergi. Selain itu perusahaan akan masuk ke bisnis hotel budget dengan memanfaatkan lahan di Kemayoran, Tebet, Kelapa Gading, dan Buncit.

Hotel Indonesia Natour merenovasi enam hotel yaitu Inna Grand Bali Beach di Sanur, Inna Putri Bali di Nusa Dua, Inna Bali di Denpasar, Inna Garuda di Yogyakarta, Inna Simpang di Surabaya, serta Inna Samudera Beach Hotel di Pelabuhan Ratu sepanjang 2015 dengan anggaran Rp1,5 triliun. Setelah renovasi, jumlah kamar Inna Hotel Group secara keseluruhan akan bertambah menjadi 2.400, dari saat ini 2.200 unit.[13]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b "Pimpinan". innagroup.co.id. Hotel Indonesia Natour. Diakses tanggal 3 September 2021. 
  2. ^ a b c d e f g "Laporan Tahunan 2018". innagroup.co.id. Hotel Indonesia Natour. Diakses tanggal 3 September 2021. 
  3. ^ "Peraturan Pemerintah nomor 89 tahun 1999" (PDF). Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. Diakses tanggal 5 Oktober 2021. 
  4. ^ Hariyanto, Hariyanto (9 April 2021). "Hotel Indonesia Group Perkenalkan Brand Baru di Tiga Wilayah Indonesia". Industry.co.id. Diakses tanggal 23 Desember 2021. 
  5. ^ Pratomo, M. Nurhadi (13 Juni 2021). "Holding Hotel BUMN Makin Dekat, Inbreng 11 Hotel Diteken". bisnis.com. Bisnis.com. Diakses tanggal 27 Juli 2021. 
  6. ^ Wareza, Monica (14 Juni 2021). "Erick Bikin Holding, Hotel Indonesia Natour Spin-Off 11 Hotel". cnbcindonesia.com. CNBC Indonesia. Diakses tanggal 27 Juli 2021. 
  7. ^ "Pembentukan Holding Hotel BUMN Memasuki Tahapan dan Tonggak Baru". kontan.co.id. Kontan. 26 Februari 2021. Diakses tanggal 28 Juli 2021. 
  8. ^ "Peraturan Pemerintah nomor 104 tahun 2021" (PDF). Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. Diakses tanggal 12 Oktober 2021. 
  9. ^ Christ, Helga (6 Desember 2019). "Inaya Putri Bali Hotel BUMN di Bali Bintang 5". HelgaCrist. 6 Desember 2019. 
  10. ^ Inna Bali Heritage Diarsipkan 2016-11-24 di Wayback Machine.
  11. ^ Grand Inna Muara Diarsipkan 2017-02-23 di Wayback Machine.
  12. ^ Grand Inna Simpang Surabaya Diarsipkan 2017-02-23 di Wayback Machine.
  13. ^ Jati, Gentur Putro (4 November 2015). "Grup Inna Hotel Bidik Pendapatan Naik 20 Persen Tahun Depan". CNN Indonesia. Diakses tanggal 4 Februari 2021. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]