Perkebunan Nusantara IV

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
PT Perkebunan Nusantara IV
Perseroan Terbatas
IndustriPerkebunan
Kantor
pusat
Jalan Letjend.Suprapto No.02 Medan, Sumatra Utara
,
Cabang
9 lokasi (Kabupaten Langkat, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Simalungun, Asahan, Labuhan Batu, Padang Lawas, Batubara dan Mandailing Natal)
Tokoh
kunci
Sucipto Prayitno[1]
(Direktur Utama)
Dahlan Harahap[2]
(Komisaris Utama)
ProdukMinyak Sawit (CPO) dan Teh
PendapatanRp 5.65 Trilyun (2016)
Rp 1.057 Trilyun (2016)
Rp 528.65 Milyar (2016)
Total asetRp 14.558 Trilyun (2016)
Total ekuitasRp 6.948 Trilyun (2016)
Karyawan
22.581 (2016)
IndukPT Perkebunan Nusantara III (Persero) (90%)
Anak
usaha
PT Prima Medica Nusantara
PT Agro Sinergi Nusantara
Situs webwww.ptpn4.co.id

PT Perkebunan Nusantara IV adalah anak usaha PTPN III yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit dan teh. PTPN IV juga mengelola sebuah balai benih kelapa sawit di Adolina, Perbaungan, Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Perusahaan ini berkantor pusat di Medan, Sumatra Utara. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1996 sebagai hasil penggabungan antara PT.Perkebunan VI, PT.Perkebunan VII, dan PT.Perkebunan VIII.[3] Pada tahun 2014, Pemerintah Indonesia resmi menyerahkan mayoritas saham perusahaan ini ke PTPN III, sebagai bagian dari upaya untuk membentuk holding BUMN di bidang perkebunan.[4]

Kelapa Sawit[sunting | sunting sumber]

Untuk menanam dan mengolah kelapa sawit menjadi CPO, PTPN IV memiliki beberapa unit usaha yang terbagi ke dalam tiga distrik, yang didalamnya terdiri dari 30 kebun inti dengan sebagian Pabrik Kelapa Sawit yang ada dibawah manajemen kebun, 1 kebun plasma, 9 Pabrik Kelapa Sawit dengan manajemen yang terpisah dari kebun inti, dan 1 Balai Benih Kelapa Sawit yaitu sebagai berikut:[5]

Distrik I[sunting | sunting sumber]

  1. Bah Birung Ulu
  2. Bah Jambi
  3. Balimbingan
  4. Bukit Lima
  5. Dolok Sinumbah - PKS Dolok Sinumbah
  6. Marihat
  7. Mayang - PKS Mayang
  8. Pasir Mandoge
  9. Sei Kopas
  10. Tonduhan

Pabrik Kelapa Sawit

  1. PKS Bah Jambi
  2. PKS Gunung Bayu
  3. PKS Pasir Mandoge

Distrik II[sunting | sunting sumber]

  1. Ajamu
  2. Air Batu - PKS Air Batu
  3. Batang Laping
  4. Berangir
  5. Meranti Paham
  6. Panai Jaya
  7. Plasma Madina
  8. Pulu Raja - PKS Pulu Raja
  9. Sosa - PKS Sosa
  10. Timur

Pabrik Kelapa Sawit

  1. PKS Ajamu
  2. PKS Berangir
  3. PKS Timur

Distrik III[sunting | sunting sumber]

  1. Adolina - PKS Adolina
  2. Bah Birung Ulu
  3. Dolok Ilir
  4. Laras
  5. Marjandi
  6. Pabatu
  7. Padang Matinggi
  8. Sawit Langkat - PKS Sawit Langkat
  9. Tanah Itam Ulu
  10. Tinjowan

Pabrik Kelapa Sawit

  1. PKS Dolok Ilir
  2. PKS Pabatu
  3. PKS Tinjowan

Pembibitan[sunting | sunting sumber]

  1. Balai Benih Adolina

Teh[sunting | sunting sumber]

Unit usaha Kebun Teh PTPN IV memiliki tiga kebun, yakni Kebun Tobasari, Kebun Bah Butong, dan Kebun Sidamanik, yang total luasnya mencapai 6.373,29 hektar. Sementara untuk mengolah daun teh, perusahaan ini memiliki dua pabrik, yakni Pabrik Tobasari dan Pabrik Bah Butong, yang masing-masing berkapasitas 55 ton dan 100 ton teh per hari.[6]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Dewan Direksi". Perkebunan Nusantara III. Diakses tanggal 10 Oktober 2021. 
  2. ^ "Dewan Komisaris". Perkebunan Nusantara IV. Diakses tanggal 10 Oktober 2021. 
  3. ^ "Peraturan Pemerintah nomor 9 tahun 1996" (PDF). Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. Diakses tanggal 9 Oktober 2021. 
  4. ^ "Peraturan Pemerintah nomor 72 tahun 2014" (PDF). Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. Diakses tanggal 9 Oktober 2021. 
  5. ^ "Kelapa Sawit". Perkebunan Nusantara IV. Diakses tanggal 10 Oktober 2021. 
  6. ^ "Teh". Perkebunan Nusantara IV. Diakses tanggal 10 Oktober 2021. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]