Kliring Berjangka Indonesia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero)
Sebelumnya
PT Kliring dan Jaminan Bursa Komoditi (Persero)
Badan usaha milik negara
IndustriJasa keuangan
Didirikan25 Agustus 1984; 37 tahun lalu (1984-08-25)
Kantor
pusat
Jakarta, Indonesia
Wilayah operasi
Indonesia
Tokoh
kunci
Fajar Wibhiyadi[1]
(Direktur Utama)
Sutriono Edi[2]
(Komisaris Utama)
MerekKeMas
Jasa
  • Perdagangan berjangka komoditas
  • Registrasi sistem resi gudang
  • Penjaminan pasar fisik komoditas
  • Penjualan emas ritel
PendapatanRp 70,805 milyar (2018)[3]
Rp 26,458 milyar (2018)[3]
Total asetRp 1,879 triliun (2018)[3]
Total ekuitasRp 317,637 milyar (2018)[3]
PemilikPemerintah Indonesia
Karyawan
58 (2018)[3]
Situs webwww.ptkbi.com

PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) adalah sebuah badan usaha milik negara Indonesia yang bergerak di bidang kliring.[3][4] Perusahaan ini beroperasi sebagai pelaksana kliring dan penjaminan penyelesaian atas transaksi yang terjadi di Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) serta transaksi-transaksi yang terjadi di luar bursa yang dilakukan oleh anggota-anggotanya.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Perusahaan ini didirikan tahun 1984 dengan nama "PT Kliring dan Jaminan Bursa Komoditi (Persero)". Pada awalnya, perusahaan ini menjalankan kegiatan registrasi atas pasar fisik komoditas karet, kopi, dan kuota tekstil. Pada tanggal 15 Desember 2000, perusahaan ini mulai beroperasi sebagai Lembaga Kliring Berjangka, di mana minyak sawit mentah, kopi, dan olein merupakan kontrak berjangka yang dikliringkan dan dijamin penyelesaiannya. Pada tanggal 18 Juni 2001, nama perusahaan ini diubah menjadi seperti seperti sekarang. Pada tanggal 4 September 2001, perusahaan ini memperoleh izin untuk beroperasi sebagai lembaga kliring berjangka, guna menjalankan fungsi kliring, penjaminan, dan penyelesaian atas seluruh transaksi kontrak berjangka dan derivatif di bursa atau luar bursa yang didaftarkan oleh masing-masing anggota kliring. Pada tahun 2004, perusahaan ini mendapat izin untuk melakukan kliring penjaminan dan penyelesaian transaksi yang terjadi di pasar lelang spot-forward. Pada tahun 2005, perusahaan ini ditugaskan untuk memberikan layanan kliring dan penyelesaian transaksi atas kontrak berjangka derivatif indeks dan mata uang asing. Pada tahun 2009, perusahaan ini mendapat persetujuan sebagai pusat registrasi resi gudang dan ditugaskan sebagai administrator sistem pengawasan tunggal. Pada tahun 2010, perusahaan ini mendapat persetujuan sebagai lembaga kliring dan penjaminan pasar komoditas fisik. Pada tanggal 12 Desember 2012, perusahaan ini mendapat persetujuan untuk menggunakan sistem pengawasan tunggal dalam transaksi Sistem Perdagangan Alternatif (SPA). Pada tanggal 1 April 2014, perusahaan ini meluncurkan layanan penjualan emas ritel dengan nama "KeMas". Pada tanggal 9 September 2014, perusahaan ini meluncurkan Kontrak Berkala Emas (KBE).[4][3]

Pemegang Saham[sunting | sunting sumber]

PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yang sahamnya dimiliki sepenuhnya oleh Negara Republik Indonesia, dengan kepemilikan Modal Dasar Rp 200 miliar terbagi atas 200.000 (dua ratus ribu) saham, masing-masing saham dengan nilai nominal Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah), dan dari modal dasar tersebut telah ditempatkan dan diambil bagian yang telah disetor penuh,yaitu sebanyak 102.000 (seratus dua ribu) saham atau seluruhnya sebesar Rp 102 miliar. Yang didirikan pada tanggal 25 Agustus 1984, dengan melayani bidang usaha Kliring dan Penjaminan Penyelesaian Transaksi Kontrak Berjangka dan Derivatif dan Pusat Registrasi Resi Gudang- Derivatif Resi Gudang.

Dasar Hukum Pendirian:

  • Peraturan Pemerintah No.35 Tahun 1982 tentang Bursa Komoditas.
  • Keputusan Presiden RI No. 80 Tahun 1982 tentang Pendirian Pokok-Pokok Organisasi Bursa Komoditas.
  • Peraturan Pemerintah No.6 Tahun 1984 tentang Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia untuk Pendirian Perseroan (Persero) di Bidang Kliring dan Jaminan Bursa Komoditas.

Dasar Hukum Operasional:

  • UU Nomor 32 Tahun 1997 tentang Perdagangan Berjangka Komoditas.
  • UU Nomor 9 Tahun 2006 tentang Sistem Resi Gudang.
  • Surat izin No.128/BAPPEBTI/IX/2001 tanggal 4 September 2001 sebagai Lembaga Kliring Berjangka (LKB).
  • SK BAPPEBTI No.03/BAPPEBTI/Kep-SRG/SP/PUSREG/6/2009 tanggal 16 Juni 2009 tentang Izin definitif sebagai Pusat Registrasi Resi Gudang.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Dewan Direksi". PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero). Diakses tanggal 25 Desember 2021. 
  2. ^ "Dewan Komisaris". PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero). Diakses tanggal 25 Desember 2021. 
  3. ^ a b c d e f g "Laporan Tahunan 2018" (PDF). PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero). Diakses tanggal 25 Desember 2021. 
  4. ^ a b "Sejarah Perusahaan". PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero). Diakses tanggal 25 Desember 2021. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]