Pelabuhanratu, Sukabumi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Kota Pelabuhan Ratu)
Lompat ke: navigasi, cari
Palabuhanratu
Kecamatan
Negara  Indonesia
Provinsi Jawa Barat
Kabupaten Sukabumi
Pemerintahan
 • Camat -
Luas - km²
Jumlah penduduk -
Kepadatan - jiwa/km²
Desa/kelurahan -
Patung megalitik di daerah Palabuhanratu (foto diambil pada tahun 1929).

Palabuhanratu[1] (juga disebut Pelabuhanratu[catatan 1][2]) adalah sebuah kota sekaligus kecamatan di Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Letaknya berada di pesisir Samudra Hindia, yakni di bagian barat daya wilayah kabupaten. Palabuhanratu merupakan ibukota Kabupaten Sukabumi. Di masa Hindia Belanda, daerah ini dikenal dengan nama Wijnkoopsbaai.[3]

Geografi[sunting | sunting sumber]

Secara geografis luas Kota Pelabuhan Ratu mencapai 102,88 km2, dan berpenduduk 130.782 jiwa[4], meliputi sebelas kelurahan sebagai berikut:

  1. Buniwangi
  2. Cibodas
  3. Cikadu
  4. Cimanggu (Pemekaran dari kelurahan Buniwangi)
  5. Citarik
  6. Citepus
  7. Gunung Sumping (Pemekaran dari kelurahan Citepus)
  8. Jayanti (Pemekaran dari kelurahan Citarik)
  9. Palabuhanratu Kota (Pusat pemerintahan ibukota kecamatan dan kabupaten)
  10. Pasir Suren
  11. Tonjong

Berikut merupakan batas-batas wilayah Kota Palabuhanratu meliputi:

Utara kecamatan Cikidang
Selatan Samudera Hindia
Timur kecamatan Bantargadung
Barat kecamatan Cikakak

Wisata[sunting | sunting sumber]

Pantai Karang Hawu, Palabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat.

Palabuhanratu memiliki sejumlah Lokasi Wisata yang terbagi dalam beberapa kategori, yakni Wisata Alam, Wisata Religi dan Wisata-wisata Lainnya :

Wisata Alam[sunting | sunting sumber]

Orang Belanda di Pantai Palabuhanratu (saat itu "Wijnkoopsbaai") pada tahun 1920
Orang Eropa di Pantai Palabuhanratu pada tahun 1920

Pantai Palabuhanratu atau lebih populer sebagai Pantai Pelabuhanratu, adalah sebuah tempat wisata di pesisir Samudra Hindia di selatan Jawa Barat. Lokasinya terletak sekitar 60 km ke arah selatan dari Kota Sukabumi. Pantai ini dikenal memiliki ombak yang sangat kuat dan karena itu berbahaya bagi perenang pantai. Topografinya berupa perpaduan antara pantai yang curam dan landai, tebing karang terjal, hempasan ombak, dan hutan cagar alam.

Karena tempat ini mempunyai daya tarik sendiri, Presiden Soekarno mendirikan tempat peristirahatannya pada tahun 1960 di Tenjo Resmi. Selain itu, atas inisiatif Soekarno pula didirikanlah Samudera Beach Hotel, salah satu hotel mewah pertama yang dibangun di Indonesia pada kurun waktu yang sama dengan Hotel Indonesia, Bali Beach Hotel, dan Toko Serba Ada “Sarinah”, yang kesemuanya menggunakan dana pampasan perang dari Jepang.

Selain hotel besar dan mewah Samudera Beach Hotel, di daerah ini terdapat pula sejumlah hotel dan losmen kecil, Pondok Dewata resor adalah salah satu villa mewah yang cukup laris dikunjungi wisatawan. Tidak berapa jauh dari Pantai Palabuhanratu terdapat beberapa lokasi wisata lainnya adalah :

Pasanggrahan di Pantai Karang Hawu pada tahun 1920

Pantai Karanghawu, yang letaknya sekitar 20 km dari Palabuhanratu, merupakan pantai karang yang menjorok ke laut dan berlubang di beberapa bagian itu. Bentuk karangnya lebih mirip tungku, dalam bahasa Sunda disebut “Hawu”. Pantai-pantai lain yang terletak di daerah ini antara lain adalah :

Gua Lalay (Bahasa Sunda : Goa Lalay) adalah merupakan salah satu objek wisata alam yang berlokasi sekitar 3 Km dari Palabuhanratu. Di Gua Lalay pengunjung dapat menyaksikan juta'an kelelawar yang menghuni Gua Lalay ini, sehingga dinamakan dengan Gua Lalay (Lalay=Kelelawar). Rombongan Kelelawar ini mulai keluar menjelang senja sekitar jam 17:00. Juta'an Kelelawar ini terbang sekitar 20 menit dan kemudian muncul lagi untuk 30 menit kemudian.

Mereka beterbangan hanya di sekitar muka Gua Lalay. Berdasarkan kepercaya'an penduduk setempat, Kelelawar-kelelawar ini terbang juga ke daerah lain seperti Banten, Bogor, Jakarta bahkan Bandung. Setelah menikmati atraksi ribuan kelelawar, pengunjung dapat langsung menikmati keindahan Sunset Pantai Palabuhanratu. karena Gua Lalay ini hanya berjarak beberapa meter saja dari bibir pantai.

Sebuah kunjungan ilmiah pernah dilakukan di lokasi gua ini, tepatnya 7 November 1937, oleh seorang ilmuwan Belanda. Sedangkan foto Gua Lalay pertama kali di publikasikan tahun 1938 dalam sebuah jurnal de Tropische Natuur. Ketika itu, Palabuhanratu lebih dikenal dengan Wijnkoopsbaai dan dalam kunjungan ilmiah waktu itu lebih banyak mengupas tentang vegetasi disekitar kawasan tersebut. Barisan ratusan ribu kelelawar yang meliuk-liuk, menyerupai “awan hidup” yang keluar dari Gua Lalay.

Wisata Air[sunting | sunting sumber]

  • Taman Samudera Indonesia Water Park Palabuhanratu

Taman Samudera Indonesia Water Park Palabuhanratu adalah merupakan taman rekreasi air yang berada di Pantai Palabuhanratu. Tujuan wisata ini mengajak pengunjung untuk merasakan sensasi petualangan Water Adventure sambil menikmati suasana Pantai Palabuhanratu.

  • Air Panas

Air Panas, terletak sekitar 17 km dari Pantai Palabuhanratu, yang airnya mengandung belerang yang tinggi dan berguna bagi kesehatan. Tempat ini terdapat sungai dengan mata air panas dengan letupan vulkanis, di dekatnya terdapat air terjun dan perkebunan karet.

Wisata Religi[sunting | sunting sumber]

  • Maqom Keramat Syaikh Al-'Alim Al-'Allamah Al-Habru Al-Bahru Al-Fahamah Syaikhuna Syaikh Haji Abdus Shobur (Mama Gunung Sumping) ibnu Syaikh Muhammad Husni bin Syaikh Muhammad Shodiqin.

Wisata Olahraga[sunting | sunting sumber]

Di seputar Palabuhanratu, paling tidak ada sembilan titik lokasi untuk berselancar, yaitu di :

  1. Batu Guram
  2. Karang Sari
  3. Samudra Beach
  4. Cimaja
  5. Karang Haji
  6. Indicator
  7. Sunset Beach
  8. Ombak Tujuh
  9. Ujung Genteng

Masing-masing pantai mempunyai ombak dengan karakteristiknya sendiri.

Bandar Udara[sunting | sunting sumber]

Di Pantai Palabuhanratu terdapat sebuah bandar udara yang sudah tidak digunakan, bandara ini mempunyai kode ICAO:WIIR. Bandara yang berada pada 13/31 size 3.600 by 91 meter (11.811 × 299 ft). Bandara ini adalah bandara terbesar kedua di Indonesia setelah Bandar Udara Atang Sanjaya.

Pemekaran[sunting | sunting sumber]

Rencananya Palabuhanratu akan dimekarkan menjadi kota mandiri, terpisah dari Kabupaten Sukabumi, sedangkan desa/kelurahan yang ada di Palabuhanratu statusnya akan di tingkatkan menjadi 6 kecamatan.[butuh rujukan]

Pusat Perbelanjaan[sunting | sunting sumber]

  1. Pasar Semi Modern Palabuhanratu
  2. Palabuhanratu City Mall
  3. Samudera Mall Palabuhanratu
  4. Matahari Mall Palabuhanratu
  5. Ramayana Square Palabuhanratu
  6. Toserba Selamat Palabuhanratu
  7. Ratu Plaza Palabuhanratu
  8. Dan Lain - lainnya

Mitos[sunting | sunting sumber]

Masyarakat pantai selatan khususnya Palabuhanratu percaya adanya penguasa laut selatan yaitu Ratu Kidul. Konon, ia adalah seorang ratu yang cantik bagai bidadari. Di Laut Selatan – nama lain dari Samudra Hindia – sebelah selatan Pulau Jawa, ia bertahta pada sebuah kerajaan makhluk halus yang besar dan indah.

Hari Nelayan[sunting | sunting sumber]

Perahu nelayan di Pantai Palabuhanratu

Hajat Laut, yakni upacara yang dilakukan nelayan di Palabuhanratu sebagai perwujudan rasa terima kasih mereka terhadap kemurahan Tuhan Yang Maha Esa dengan cara melarung sesajen ke laut lepas. Acara ini biasa dilaksanakan pada tiap-tiap bulan April biasanya masyarakat sekitar Palabuhanratu mengadakan ritual upacara adat Hari Nelayan. Hari Nelayan dimaksudkan sebagai syukuran kepada Tuhan YME atas rezeki yang telah mereka dapatkan dari hasil laut dan agar dijauhkan dari bencana. Biasanya dalam upacara ini disediakan sesaji berupa kepala kerbau yang nantinya akan dilarung ke tengah laut.

Catatan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Berdasarkan data dari Kemendagri, nama yang digunakan adalah "Pelabuhanratu".

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Kecamatan Palabuhanratu - situs resmi kabupaten sukabumi". Diakses tanggal 21 November 2016. 
  2. ^ "BUKU XII PROVINSI JAWA BARAT" (pdf). Kemendagri. Diakses tanggal 21 November 2016. 
  3. ^ (Belanda) Nederlandse Malacologische Vereniging, Correspondentieblad van de Nederlandse Malacologische Vereniging, Volumes 161-170 (1974), hal. 475
  4. ^ Sensus Tahun 2011