Wilhelmus
Stanza pertama Wilhelmus | |
Lagu kebangsaan | |
| Penulis lirik | Tidak diketahui, Diperdebatkan, antara tahun 1568 dan 1572 |
|---|---|
| Komponis | Diadaptasi oleh Adrianus Valerius, komposer dengan sumber tidak diketahui, 1568 |
| Penggunaan | 10 Mei 1932 1954 (Antillen Belanda) |
| Pencabutan | 1964 (Antillen Belanda) |
| Sebelumnya | "Wien Neêrlands Bloed" |
| Sampel audio | |
Het Wilhelmus (US Navy Band) | |
Wilhelmus van Nassouwe, biasanya hanya dikenal sebagai "Wilhelmus" (bahasa Belanda: Het Wilhelmus; pelafalan [ɦɛt ʋɪlˈɦɛlmʏs] ⓘ) adalah lagu kebangsaan Belanda dan negara berdaulat Kerajaan Belanda. Lagu ini berasal setidaknya dari tahun 1572, menjadikannya lagu kebangsaan tertua yang masih digunakan, jika didefinisikan memiliki melodi dan lirik.[1][2] Meski baru diakui resmi pada tahun 1932, Wilhelmus telah lama populer dan kerap muncul kembali sepanjang sejarah Belanda sebelum memperoleh statusnya sekarang.[3] Wilhelmus juga pernah menjadi lagu kebangsaan Antillen Belanda pada tahun 1954–1964.
Nama "Wilhelmus" diambil dari kata pertama lagu tersebut, yang merupakan bentuk Latin dari nama Willem (panggilan William dalam bahasa Belanda). Nama ini terbentuk dari penambahan sufiks Latin -us pada nama Jermanik Wilhelm. Jika merujuk pada baris pertama lengkapnya, Wilhelmus van Nassouwe, kata "Nassouwe" merupakan salah satu variasi ejaan nama Nassau pada masa itu.
Wilhelmus lahir dari Revolusi Belanda melawan Imperium Spanyol. Liriknya mengisahkan Willem dari Oranye, Bapak Bangsa Belanda yang menjabat sebagai stadhouder (semacam gubernur) di bawah Raja Filips II dari Spanyol. Dalam sudut pandang orang pertama, Willem seolah-olah berbicara tentang perjuangan kemerdekaan dan konflik batinnya: setia pada raja Spanyol,[4] namun tetap setia pada hati nurani, Tuhan, dan rakyat Belanda. William disamakan dengan Daud dalam Alkitab yang melayani Raja Saul yang tiran; seperti Daud yang akhirnya diberkati, Willem berharap mendapat ganjaran serupa. Lagu ini dan Pemberontakan Belanda perlu dipahami dalam konteks Reformasi abad ke-16 dan penindasan terhadap Protestan oleh Inkuisisi Spanyol. Dengan memadukan nuansa mazmur dan pesan politik, Wilhelmus menjadi contoh utama genre musik perjuangan pada masanya.[5]
Penciptaan
[sunting | sunting sumber]Asal usul melodi
[sunting | sunting sumber]Melodi "Wilhelmus" diambil dari lagu Katolik Prancis yang terkenal berjudul Autre chanson de la ville de Chartres assiégée par le prince de Condé[6] (sering disingkat Chartres). Lagu ini mengejek kegagalan Pengepungan Chartres tahun 1568 oleh Pangeran Condé dari pihak Huguenot (Protestan) dalam Perang Agama Prancis. Namun, isi "Wilhelmus" yang bernada kemenangan sangat berbeda dari lagu aslinya, sehingga bersifat subversif. Kaum Protestan Belanda mengambil lagu anti-Protestan tersebut dan mengubahnya menjadi propaganda mereka sendiri. Praktik ini lazim pada abad ke-16, ketika kelompok yang bertikai saling "mencuri" lagu untuk ditulis ulang.[4]
Meski melodinya berasal dari 1568, versi tertulis tertua yang diketahui berasal dari 1574; saat itu lagu dinyanyikan dengan tempo lebih cepat.[7] Komponis Belanda Adriaen Valerius mencatat melodi Wilhelmus versi sekarang dalam Nederlantsche Gedenck-clanck (1626), dengan tempo diperlambat, kemungkinan agar cocok dinyanyikan di gereja.

Asal-usul lirik
[sunting | sunting sumber]Asal lirik Wilhelmus tidak pasti. Lagu ini ditulis antara awal Perang Delapan Puluh Tahun pada April 1568 dan jatuhnya Brielle pada 1 April 1572.[8] Setelah selesai, liriknya dikaitkan dengan Philips dari Marnix atau Dirck Coornhert, namun klaim ini diperdebatkan karena keduanya tidak pernah menyebut sebagai penulisnya. Liriknya juga mengandung rima yang tidak lazim, termasuk perubahan vokal agar berima, yang membuat sebagian pihak meragukan kepenulisan oleh penyair berpengalaman. Karena itu, ada dugaan liriknya ditulis oleh sosok lain yang kemudian tidak tercatat dalam sejarah. Terjemahan Prancis "Wilhelmus" muncul sekitar tahun 1582.[9]
Penelitian stilometri terbaru menyebut Pieter Datheen sebagai kemungkinan penulis lirik lagu kebangsaan Belanda.[10] Peneliti Belanda dan Flandria (Institut Meertens, Universitas Utrecht, dan Universitas Antwerpen) menemukan banyak kesamaan gaya antara tulisannya dan Wilhelmus.[11][12]
Lirik
[sunting | sunting sumber]Wilhelmus terdiri dari 15 stanza asli yang ditulis dalam bentuk akrostik - huruf pertama setiap stanza (ditandai dengan huruf tebal di bawah) membentuk nama "Willem van Nassov" (ejaan kuno untuk "Willem van Nassau"). Berikut adalah lirik dari Het Wilhelmus dalam Bahasa Belanda dan terjemahan Bahasa Indonesia.
| Bahasa Belanda (1568)[13]
WILLEM VAN NASSOV |
Bahasa Belanda modern
WILLEM VAN NAZZOV |
Terjemahan Indonesia[13] |
|---|---|---|
Wilhelmus van Nassouwe |
Wilhelmus van Nassouwe |
Willem dari Nassau, |
Penggunaan
[sunting | sunting sumber]Sejarah
[sunting | sunting sumber]
Meski baru ditetapkan sebagai lagu kebangsaan pada tahun 1932, "Wilhelmus" telah dinyanyikan selama berabad-abad. Lagu ini kerap digunakan dalam acara resmi sejak Pemberontakan Belanda tahun 1568, termasuk saat Pengepungan Haarlem (1573) dan penyambutan Pangeran Oranye di Brussel pada 18 September 1578.
Sebuah kisah menyebutkan bahwa saat penyiksaan terhadap Balthasar Gérard (pembunuh Willem Sang Pendiam) pada tahun 1584, para penjaga menyanyikan "Wilhelmus" untuk menutupi teriakannya; Gérard konon membalas dengan ejekan dan berkata, "Bernyanyilah! Wahai para pendosa Belanda! Bernyanyilah! Tetapi ketahuilah bahwa sebentar lagi aku akan dinyanyikan!".[14] Legenda lain menyatakan bahwa pada tahun 1651, awak kapal Belanda Brederode menyanyikan "Wilhelmus" sebagai balasan tembakan peringatan armada Inggris, yang memicu Pertempuran Goodwin Sands dan Perang Inggris–Belanda Pertama.[14]
Pada Masa Keemasan Belanda, "Wilhelmus" menjadi lagu de facto Wangsa Oranye-Nassau dan pendukungnya, sehingga identik dengan faksi politik tertentu. Lagu ini dimainkan pada berbagai kunjungan pangeran dan peristiwa kenegaraan. Setelah Revolusi Batavia, lagu ini dilarang dan dijuluki "Mars Para Pangeran".
Saat berdirinya Kepangeranan Berdaulat Belanda (1813), "Wilhelmus" meredup. Pangeran Willem Frederik memilih lagu baru agar bersifat netral, sehingga "Wien Neêrlands Bloed" menjadi lagu kebangsaan resmi dari tahun 1815 hingga 1932. Namun, "Wien Neêrlands Bloed" tidak populer dan dinilai bermasalah, sementara "Wilhelmus" tetap digemari. Aransemen oleh Eduard Kremser dimainkan saat penobatan Ratu Wilhelmina. Pada 10 Mei 1932, sebagian atas saran Wilhelmina, Wilhelmus resmi menggantikan "Wien Neêrlands Bloed", dengan harmonisasi oleh Walther Boer. Penolakan terhadap "Wilhelmus" karena asosiasi politiknya mereda setelah Perang Dunia II.
"Wilhelmus" juga pernah diterjemahkan ke dalam bahasa Melayu dan dinyanyikan di Hindia Belanda,[15] dengan lirik berikut:
Selamat bagi Ratu yang maha mulia
Aman dan sentosa di atas takhtanya
Umur dan usia dilanjutkan Allah
Rezeki murah lipat berganda-ganda
Bulan yang kedelapan diinilah waktu
Tiga puluh satu bilangan tertentu
Hari lahir Baginda Putri Ratu
Mengucapkan selamat kami sekutu
Selama pendudukan Jerman, Nazi melarang segala simbol kerajaan termasuk "Wilhelmus", namun lagu ini justru diadopsi oleh gerakan perlawanan. Partai kolaborator NSB menggantinya dengan lagu lain, "Alle Man van Neerlands Stam" ("Semua Pria Keturunan Belanda").[16] Lagu ini dikenal luas di dunia berbahasa Inggris lewat film Inggris tahun 1942, One of Our Aircraft Is Missing.[17] Kini, bait ke-6 kadang dinyanyikan karena baris De tirannie verdrijven ("Usir tirani, yang menusuk kalbuku") dimaknai sebagai perlawanan terhadap Nazi.
Penyiar Bert Garthoff meraih ketenaran dengan mengakhiri siaran NIROM pada hari penyerahan diri kepada Jepang selama kampanye Hindia Belanda pada 8 Maret 1942 dengan berkata "Para pendengar, kami akhiri siaran sekarang. Selamat tinggal, sampai hari-hari yang lebih baik. Hidup Tanah Air, hidup Sang Ratu." Garthoff kemudian mengatakan bahwa karyawan stasiun radio itu diberitahu oleh otoritas Jepang untuk "melanjutkan seperti biasa". Mereka kemudian mengakhiri siaran dengan lagu "Wilhelmus", yang sangat mengejutkan para pendengar. Ketika Jepang mengetahui hal ini, mereka mengeksekusi tiga karyawan NIROM tersebut sebagai balasan.[18]
Penggunaan saat ini
[sunting | sunting sumber]"Wilhelmus" biasanya dimainkan satu kali dalam upacara resmi dan, bila memungkinkan, menjadi lagu terakhir saat menyambut kepala negara asing.
Lagu ini diputar pada ajang olahraga internasional yang melibatkan Belanda, seperti Piala Dunia FIFA, Kejuaraan Eropa UEFA, Olimpiade, dan Grand Prix Belanda. Umumnya hanya bait 1 dan 6 (atau bait 1 saja) yang dinyanyikan, bukan seluruh lagu.
"Wilhelmus" juga digunakan dalam pertemuan nasionalis Flandria sebagai simbol kesatuan budaya dengan Belanda; acara tahunan seperti IJzerbedevaart dan Vlaams Nationaal Zangfeest biasanya ditutup dengan bait ke-6, lalu dilanjutkan lagu kebangsaan Flandria "De Vlaamse Leeuw".
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Leerssen, J. (2020). National Thought in Europe: A Cultural History. Amsterdam University Press. hlm. 103.
- ↑ Bristow, Michael Jamieson (ed.). "Facts About National Anthems". www.national-anthems.org. The words of the Japanese anthem Kimigayo date from the 9th century.
- ↑ "Netherlands – Het Wilhelmus". NationalAnthems.me. Diarsipkan dari asli tanggal 2013-12-12. Diakses tanggal 21 November 2011.
- 1 2 van Oostendorp, Marc (ed.). "Geuzenliedboek". Project Laurens Jansz. Coster (dalam bahasa Belanda). Diarsipkan dari asli tanggal 2021-09-26.
- ↑ DeLapp, Nevada Levi (2014). The Reformed David(s) and the Question of Resistance to Tyranny: Reading the Bible in the 16th and 17th Centuries (dalam bahasa Inggris). Bloomsbury. hlm. 87. ISBN 978-0-567-65549-3.
- ↑ BogaertVanderauderaa (2010-09-28), "O la folle entreprise du Prince de Condé" ( Wilhelmus van Nassau ), c. 1568, diakses tanggal 2025-12-22
- ↑ Patu (2010-12-12), Het Wilhelmus (reconstruction), diakses tanggal 2025-12-22
- ↑ Instituut, Meertens (2016-05-20), Louis Peter Grijp-lezing 10 mei 2016, diakses tanggal 2025-12-22
- ↑ DBNL. "XVII. Philips van Marnix van St. Aldegonde., De ontwikkelingsgang der Nederlandsche letterkunde. Deel 2: Geschiedenis der Nederlandsche letterkunde van Middeleeuwen en Rederijkerstijd (2), Jan te Winkel". DBNL (dalam bahasa Belanda). Diakses tanggal 2025-12-22.
- ↑ "Schrijver Wilhelmus is te ontdekken met computeralgoritme". 10 Mei 2016. Diakses tanggal 13 Agustus 2016.
- ↑ Oostendorp, Marc van (2016-05-11). "Toevallig op Petrus Datheen stuiten". Neerlandistiek (dalam bahasa Belanda). Diakses tanggal 2025-12-22.
- ↑ Neerlandistiek, Redactie (2016-05-22). "Louis Peter Grijp-lezing online". Neerlandistiek (dalam bahasa Belanda). Diakses tanggal 2025-12-22.
- 1 2 "Wilhelmus" music, lyrics and customs, Royal House of the Netherlands
- 1 2 van Doorn, T. H. "Het Wilhelmus, analyse van de inhoud, de structuur en de boodschap". Cultureel Brabant. Diarsipkan dari asli tanggal 28 Oktober 2017. Diakses tanggal 14 Agustus 2016.
- ↑ "Lagu Wilhelmus dan Nasionalisme yang Dipaksakan di Hindia Belanda". kumparan. Diakses tanggal 2025-12-22.
- ↑ Dewulf, Jeroen (2010). Spirit of Resistance: Dutch Clandestine Literature During the Nazi Occupation (dalam bahasa Inggris). Camden House. ISBN 978-1-57113-493-6.
- ↑ Furhammar, Leif; Isaksson, Folke (1971). Politics and film. New York: Praeger. hlm. 81. ISBN 978-0-289-79813-3. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ↑ "Radio Chief Held at Gunpoint". The ABC Weekly. 29 June 1946. hlm. 6.