Uskup metropolit

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Uskup metropolitan)
Lompat ke: navigasi, cari
Macarius II, Metropolit Moskow. Dalam Gereja Ortodoks Rusia, kopiah klobuk putih dikhususkan bagi metropolit.

Dalam Gereja-Gereja Kristiani yang memiliki kebijakan episkopal, uskup metropolit (bahasa Inggris: metropolitan bishop), atau singkatnya metropolit, adalah jabatan yang dipegang oleh seorang uskup diosesan atau uskup agung dari suatu metropolis (karena itu lebih tepat disebut uskup agung metropolitan); yakni, kota utama dalam sebuah Provinsi Romawi pada masa lampau, provinsi gerejawi, atau ibu kota wilayah. Yurisdiksinya disebut metropolia atau metropolis.

Ketika belum ada para patriark (dimulai pada 325 Masehi), metropolit merupakan jabatan episkopal tertinggi dalam Gereja. Para metropolit memimpin sinode-sinode para uskup, serta diberi hak-hak istimewa oleh hukum kanon dan tradisi suci.

Struktur Gereja mula-mula umumnya mengikuti praktik kekaisaran Romawi, dengan satu uskup memimpin jemaat di satu kota dan kawasan teritorialnya.[1] Uskup dari ibu kota provinsi, yakni metropolit, memiliki hak-hak tertentu atas uskup-uskup lainnya dalam provinsi tersbut, yang kelak disebut para sufragan.[1]

Gereja Ortodoks[sunting | sunting sumber]

Dalam Gereja-Gereja Ortodoks Timur, penggunaan gelar ini bervariasi. Dalam Gereja-Gereja Yunani, jenjang kehormatan metropolit berada di bawah uskup agung, dan para primat Gereje-Gereja lokal di bawah jenjang patriark umumnya disebut uskup agung. Sebaliknya dalam Gereja-Gereja Slavia (Gereja Ortodoks Rusia, Gereja Ortodoks Serbia, dst.) dan Gereja Ortodoks Rumania, jenjang metropolit berada di atas uskup agung, dan gelar tersebut dapat digunakan bagi tahta-tahta keuskupan primasial serta kota-kota penting.

Baik dalam Gereja-Gereja Yunani maupun dalam Gereja-Gereja Slavia dan Rumania, para metropolit tidak memiliki otoritas atas uskup-uskup lainnya dalam provinsi-provinsi mereka. Sekalipun demikian, para metropolit (uskup agung dalam Gereja Ortodoks Yunani) merupakan ketua-ketua dari sinode para uskupnya masing-masing, dan memiliki hak-hak istimewa.

Gereja Katolik[sunting | sunting sumber]

Dalam Gereja Katolik, provinsi gerejawi, yang terdiri atas beberapa keuskupan yang saling berdekatan,[2] dikepalai oleh seorang metropolit, yakni uskup agung dari salah satu keuskupan-keuskupan tersebut, yang ditunjuk oleh Sri Paus.[3] Uskup-uskup lainnya dikenal sebagai para uskup sufragan.

Wewenang metropolit atas keuskupan-keuskupan selain keuskupannya sendiri biasanya terbatas pada:

  1. Menyelia ketaatan pada iman dan disiplin gerejawi dan menyampaikan pemberitahuan kepada Sri Paus mengenai setiap pelanggaran yang terjadi;
  2. Melaksanakan, untuk alasan-alasan yang sudah disetujui sebelumnya oleh Tahta Suci, suatu inspeksi sehubungan dengan aturan hukum kanon yang telah diabaikan oleh uskup sufragan;
  3. Menunjuk seorang administrator keuskupan jika dewan penasehat gagal memilih seorang imam yang sekurang-kurangnya berumur 35 tahun un tuk menduduki jabatan tersebut dalam waktu delapan hari setelah kekosongan jabatan diketahui;[4] dan
  4. Menjadi hakim gerejawi tetap bagi pengajuan-pengajuan keberatan atas keputusan-keputusan tribunal dari para uskup sufragan.[5]

Metropolit juga memiliki keistimewaan liturgis untuk memimpin ibadat-ibadat suci di seluruh keuskupan dalam provinsi yang dikepalainya, sama seperti yang dia lakukan di keuskupannya sendiri, hanya saja jika dia memimpin ibadat dalam sebuah gereja katedral, maka uskup dari keuskupan yang bersangkutan harus sudah diberikan pemberitahuan sebelumnya.[6]

Metropolit diwajibkan untuk meminta pallium, simbol wewenang yang dimilikinya atas provinsi gerejawi yang dipimpinnya, dalam persekutuan dengan Gereja Roma.[7] Aturan ini tetap berlaku sekalipun dia sudah pernah menerima pallium saat menjabat sebagai metropolit di keuskupan lain.

Sudah merupakan tanggung jawab metropolit, dengan persetujuan dari mayoritas para uskup sufragan, untuk mengumumkan penyelenggaraan suatu konsili tingkat provinsi, memutuskan tempat penyelenggaraannya, dan menetapkan agenda yang akan dibahas. Sudah menjadi hak prerogatifnya untuk memimpin konsili tingkat provinsi tersebut.[8] Tak satu pun konsili tingkat provinsi yang boleh diselenggarakan jika tahta metropolit sedang lowong.[9]

Semua metropolit ritus Latin adalah uskup agung, namun tidak semua uskup agung adalah metropolit, karena ada keuskupan agung yang tidak memiliki sufragan, atau pun karena keuskupan agung tersebut adalah sufragan dari keuskupan agung lain. Uskup agung tituler (yakni uskup tertahbis yang diberikan gelar kehormatan sebagai pemimpin keuskupan agung tertentu yang kini sudah tidak berfungsi lagi; misalnya banyak pejabat Vatikan, duta besar Vatikan, dan delegatus apostolik adalah uskup-uskup agung tituler) bukanlah metropolitan.

Pada April 2006, ada 508 keuskupan agung yang dikepalai oleh uskup-uskup agung metropolitan, ada 27 orang uskup agung yang bukan metropolit, dan ada 89 orang uskup agung tituler.

Dalam Gereja-Gereja Katolik Timur, metropolit adalah kepala dari gereja partikular otonom yang tidak cukup besar untuk dikepalai oleh seorang patriark atau seorang uskup agung mayor. Karena itu mereka agak lebih tunduk di bawah pengawasan Sri Paus dan Kongregasi bagi Gereja-Gereja Timur dibanding Gereja-Gereja yang dikepalai patriark atau uskup agung mayor.

Gereja Anglikan[sunting | sunting sumber]

Dalam komuni Anglikan, seorang metropolit umumnya adalah kepala dari sebuah provinsi gerejawi (atau sekelompok keuskupan) dan jenjangnya setingkat di bawah primat gereja nasional (yang seringkali juga seorang metropolit). Sebagian besar metropolit, namun tidak semua, bergelar uskup agung.

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]