Kucing persia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Persia

Kemra2.jpg
Kucing bulu panjang chinchilla
Asal  Iran (Persia)
Standar ras
TICA standar
FIFe standar
CFA standar
ACF standar
CCA standar
AACE standar
ACFA/CAA standar
Kucing domestik (Felis catus)

Kucing persia adalah ras kucing domestik berbulu panjang dengan karakter wajah bulat dan moncong pendek. Namanya mengacu pada Persia, nama lama Iran, di mana kucing serupa ditemukan. Sejak akhir abad 19, kucing jenis ini dikembangkan di Britania Raya dan Amerika Serikat usai Perang Dunia II. Di Britania Raya, ras ini disebut kucing bulu panjang persia, dibagi dalam dua jenis, yaitu chinchilla dengan warna perak cerah dan yang agak gelap.

Seperti halnya dengan ras siam, telah ada upaya oleh beberapa peternak untuk melestarikan ras kucing yang lebih tua, ras tradisional, yang memiliki moncong lebih jelas, yang lebih akrab dengan masyarakat umumnya.

Pembiakan selektif yang dilakukan oleh peternak telah memungkinkan pengembangan berbagai warna bulu, tetapi juga menyebabkan makin datarnya wajah, yang mungkin membawakan sejumlah masalah kesehatan. Penyakit ginjal polikistik turunan lazim dialami oleh ras ini, yang mempengaruhi hampir separuh populasinya di beberapa negara.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Kucing Persia termasuk dalam ras tua. Kucing ini berasal dari Mesopotamia, yang kemudian dikenal sebagai Persia dan saat ini berada di negara Iran. Bulu panjangnya adalah hasil mutasi alamiah, dan ini membuat bangsawan Italia di abad 17 bernama Pietro Della Valle. Membawa kucing ini ke Eropa tahun 1626 dan jadi kucing berbulu panjang pertama di Eropa. Dulu kucing ini punya bulu abu-abu mengkilat, tapi berkat pembiakan selektif, Kucing Persia sekarang bisa ditemukan dalam berbagai warna.[1]

Hingga akhir abad 19, ketika pembiakan dan kontes kucing semakin populer. Kucing berbulu panjang dari Persia, Turki, Afghanistan, dan kucing exotic lokal lainnya dianggap sebagai kucing “Asiatic” dan seringkali dikembangbiakkan bersama.[1]

Melalui pembiakan selektif, pecinta kucing mulai membentuk kucing ini hingga memiliki penampilan seperti saat ini. Kepalanya bundar, wajahnya pesek, pipinya chubby, telinga yang cenderung kecil, mata besar, dan badan yang kokoh. Dengan bulu yang lebih panjang dibanding kucing Anggora, dan kaki yang lebih pendek. Akhirnya popularitas Kucing Persia pun mengalahkan Kucing Anggora.[1]

Di Amerika Serikat, ketika kucing ini diimpor pertama kali di akhir abad 19. Mereka juga menjadi kucing terfavorit, mengalahkan popularitas Kucing Maine Coon, yang sempat menjadi kebanggaan orang Amerika. Sejak waktu itu hingga sekarang, Persia sekarang menjadi kucing favorit diseluruh dunia.[1]

Karakteristik[sunting | sunting sumber]

Kucing persia pada umumnya memiliki bentuk tubuh yang gemuk, besar, dan tambun. Selain itu, yang menjadi khas juga dalam kucing persia ini adalah bentuk hidungnya yang pesek, wajahnya terlihat bulat, dan memiliki bulu yang panjang. Jika diamati dari samping, dahi, hidung, dan dagu terlihat sangat datar. Kucing persia juga memiliki sifat yang manja.

Kucing persia hasil persilangan dengan ras kucing lainnya biasanya beberapa ciri-cirinya hilang. Ada yang mempunyai warna bulu baru, hidung yang sedikit mancung, bentuk tubuh yang lebih ramping dari kucing Persia pada umumnya, dan ada pula yang mempunyai bulu yang lebih pendek.

Jenis[sunting | sunting sumber]

Persia hidung datar[sunting | sunting sumber]

Kucing persia hidung datar (bahasa Inggris: Persian Flatnose cat) merupakan jenis kucing persia dengan hidung pesek. Kucing ini memiliki tubuh yang cukup gemuk dan wajah yang bulat, serta pipinya yang tembem. Kucing ini memiliki wajah yang unik dan tingkah laku yang juga sangat lucu.

Persia medium[sunting | sunting sumber]

Kucing persia medium merupakan jenis kucing persia yang memiliki ukuran tubuh standar seperti kucing lainnya. Bulu yang dimiliki kucing ini tidak terlalu panjang, dan hidungnya tidak terlalu pesek seperti jenis kucing persia lainnya.

Persia hidung pesek[sunting | sunting sumber]

Kucing persia hidung pesek (bahasa Inggris: Persian Peaknose cat) merupakan jenis kucing persia dengan hidung yang sangat pesek. Badan kucing ini jauh lebih gemuk dibandingkan jenis persia lainnya. Kucing jenis ini merupakan jenis yang paling sering diikutkan kontes kucing.

Persia himalaya[sunting | sunting sumber]

Kucing persia himalaya merupakan salah satu ras kucing hasil persilangan antara kucing persia dengan kucing siam. Himalaya merupakan kucing yang mempunyai tubuh yang gemuk, kaki yang pendek, dan tubuh serta wajah yang bulat seperti halnya kucing persia. Yang membedakan dari kucing himalaya dengan kucing persia pada umumnya adalah warna yang dimiliki kucing ini. Warna himalaya lebih cenderung mengikuti kucing siam. Namun, ada juga himalaya yang mempunyai tubuh seperti kucing siam. Himalaya seperti ini terlihat anggun dengan bentuk tubuhnya yang langsing dan ramping. Sehingga kucing himalaya yang seperti ini dapat melompat dengan ketinggian 2 meter.

Persia eksotis[sunting | sunting sumber]

Kucing eksotis merupakan kucing yang berasal dari negara amerika serikat, kucing yang terkenal karena tokoh kartun garfield ini merupakan hasil persilangan dari kucing ras persia dan kucing amerika berbulu pendek. Menurut TICA ( (The International Cat Association) kucing eksotis memenuhi kriteria golongan ras kucing persia oleh karena itu asosiasi ini memasukan nama kucing eksotis pada bagian dari ras kucing persia walaupun asosiasi seperti CFA ( Cat Fanciers' Association ) tidak memasukan kucing eksotis ke dalam golongan ras persia.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d "Kucing Persia Harga, Jenis, dan Perawatan". iKucing. 2020-04-12. Diakses tanggal 2020-04-13. 

Kucing persia di Curlie (dari DMOZ)