Daging kucing

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Hidangan dari daging kucing di Vietnam.
Kucing-kucing yang akan disembelih di sebuah restoran daging kucing

Daging kucing ialah daging yang didapat dari kucing yang disembelih. Daging kucing terutama dimakan di sebelah selatan China daratan, dan sebelah utara Vietnam karena dianggap bisa memberi kehangatan tubuh pada musim dingin. Yang biasa dimakan adalah lambung, dan usus kucing serta paha belakang. Kepala, dan bagian lainnya biasanya dibuang.[butuh rujukan]

Di Minahasa disebut ikang tusa.

Di Korea, di mana konsumsi daging anjing juga kerap terjadi, daging kucing sering direbus, dan diminum kuahnya sebagai obat neuralgia dan arthritis.[1]

Disebabkan kucing dianggap sebagai hewan karnivora atau pemakan daging, maka daging ini haram dimakan menurut hukum makanan Yahudi, dan Islam.[2]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Dugnoille, Julien. "The truth about cats and dogs (and how they are consumed in South Korea)". The Conversation (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2022-05-29. 
  2. ^ "Kosher vs. Halal Diets: What's the Difference?". Healthline (dalam bahasa Inggris). 2021-02-05. Diakses tanggal 2022-05-29. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]