Kucing asia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Kucing asia

BrownVarientAsianCat.JPG
Nama lain Kucing malaya
Asal Bendera Inggris dikembangkan di Inggris
Standar ras
WCF standar
Kucing domestik (Felis catus)

Kucing asia (dikenal juga sebagai kucing malaya), adalah salah satu ras kucing yang mirip dengan ras kucing burma, tetapi memiliki perbedaan dalam warna dan pola bulu.[1] Variasi dari kucing asia berbulu panjang disebut dengan kucing bulu setengah panjang asia. Kucing asia pertama kali dikembangkan di Inggris.

Asal[sunting | sunting sumber]

Kucing asia berkembang biak dan dikembangkan di Inggris. Dimulai dengan anak kucingnya yang dibesarkan pada tahun 1981 oleh Baroness Miranda von Kirchberg.

Deskripsi[sunting | sunting sumber]

Penampilan[sunting | sunting sumber]

Kucing asia adalah kucing yang berukuran sedang dengan tubuh berotot tanpa lemak. Kucing asia memiliki dada yang bidang dan bulat dan juga kaki yang ramping. Ekornya lurus dan cukup panjang. Kepalanya berbentuk bulat dan matanya lebar dan berwarna kuning.[2]

Pola dan warna bulu[sunting | sunting sumber]

Seekor kucing asia berwarna asap yang sedang duduk.

Kucing asia memiliki bulu yang pendek dan sangat halus. Kucing asia adalah kucing berbulu pendek yang diklasifikasikan dalam empat variasi yang berbeda, yaitu asia sendiri (termasuk bombay), tabi asia, asap asia, dan burmilla.

Temperamen[sunting | sunting sumber]

Kucing asia adalah kucing yang sangat disayangi dan dicintai, sama seperti saudaranya yang berasal Burma (Myanmar) yaitu ras burma. Kucing asia adalah kucing yang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan suka menjelajahi rumah. Kucing asia juga memiliki kemauan yang kuat. Kucing ini sering menikmati perjalanan jika dibawa pergi keluar rumah. Kucing asia memiliki suara yang sangat keras. Perilaku kucing ini sangat mirip dengan [[kucing burma]. Kucing asia adalah hewan yang mudah bergaul dan mudah beradaptasi dengan orang-orang asing. Kucing ini juga kadang-kadang ramah terhadap orang asing.

Kesehatan dan perawatan[sunting | sunting sumber]

Lingkungan[sunting | sunting sumber]

Kucing asia sangat baik dipelihara di apartemen, terutama jika pemiliknya memberikan rumah tanaman yang tidak beracun dan aman di dekat jendela, karena kucing ini senang menjelajah. Namun, dianjurkan bahwa kucing asia hanya bisa tinggal di apartemen, tidak suka tinggal di kota yang ramai atau besar. Kucing asia tidak menyukai suara keras dari mobil, bus, atau truk. Dan kucing asia merupakan kucing yang tidak suka tinggal di kota.

Perawatan[sunting | sunting sumber]

Untuk menjaga bulu agar tetap bersih dan mengkilap, pemilik kucing kucing asia dapat melakukannya dengan cara hanya membelai bulunya sambil menggosokkannya dengan baik menggunakan kain flanel, sarung tangan ataupun simlir. Kucing ini bulunya harus disikat seminggu sekali.

Kesehatan[sunting | sunting sumber]

Kucing asia adalah kucing yang berumur panjang dan sehat, dengan sangat sedikit masalah kesehatan.

Kesalahan[sunting | sunting sumber]

Kesalahan pada kucing asia sangat bervariasi. Kucing asia adalah kucing yang memiliki mata berwarna biru, hijau atau kuning. Warna bulunya berwarna solid (atau polos), tanpa bintik-bintik putih atau garis-garis, dan memiliki ekor yang bengkok dan pendek.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Siegal, Mordecai (1983). Simon & Schuster's Guide to Cats. Simon & Schuster. ISBN 0671491709. 
  2. ^ "Asian Breed Standaards". World Cat Federation. Diakses tanggal 26 April 2014. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]