Kucing memijat

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kucing yang sedang memijat temannya (kucing lain).

Memijat adalah salah satu kegiatan yang dilakukan oleh kucing dengan cara memijat atau dengan menekankan telapak kakinya secara bergantian, kanan dan kiri. Kucing terkadang ada juga yang memijat dengan cara menarik penuh cakarnya, dan ada juga yang akan mengeluarkan cakarnya saat menekan dan menariknya saat mengangkat. Kucing seringkali memijat manusia atau kucing lain dengan disertai suara dengkuran, dan terkadang bahkan dengan mengeluarkan air liur pada saat kucing mengendurkan rahangnya. Hal ini bukanlah suatu hal yang aneh bagi kucing.

Teori[sunting | sunting sumber]

Banyak teori yang menjelaskan berbagai perbedaan tingkah laku kucing memijat, namun tak ada yang meragukan bahwa hal tersebut berdasarkan sifat naluriah. Bayi kucing yang baru lahir atau anak kucing akan memijat perut induknya pada saat berbaring rapat untuk menyusu, dan gerakan tersebut dianggap sebagai dorongan untuk melancarkan aliran air susu melalui puting-putingnya.

Ada satu teori yang menyatakan bahwa, kucing-kucing yang memijat adalah kucing-kucing yang dipisahkan atau disapih dari induknya terlalu cepat, akibatnya kucing-kucing tersebut masih terus membawa perilaku kekanak-kanakan tersebut ke masa dewasa, walaupun hampir semua kucing dewasa sebenarnya juga dapat memijat, tanpa memperhatikan bagaimana atau kapan harus disapih.

Selain itu pada zaman dahulu, kucing-kucing liar menepuk-nepuk rerumputan tinggi atau mengacak-acak dedaunan untuk membuat tempat tidur atau tempat melahirkan yang empuk dan lembut. Setelah melewati beberapa dekade, perilaku kucing liar ini kemudian dipercayai terus berlangsung dan menjadi satu bagian alami pada insting seekor kucing saat dia akan menyiapkan tidur siangnya yang nyaman.

Manfaat[sunting | sunting sumber]

Kucing memiliki kelenjar bau yang terdapat pada bagian telapaknya yang lunak. Saat kucing memijat, aroma tersebut dilepaskan pada permukaan yang sedang dipijat. Ini juga berfungsi sebagai penanda wilayah bagi kucing-kucing asing lain yang mungkin datang dan mencoba mengklaim wilayah tersebut. Selain itu, Saat kucing memijat pada pangkuan pemiliknya, dia menunjukkan bahwa dia sedang merasa nyaman dan aman, serta dia juga sedang mengklaim bahwa pemiliknya yang dia pijat adalah miliknya. Selain memijat, mencakar juga adalah satu bagian alami dari insting seekor kucing yang menghasilkan sisa bau, seperti juga tanda visual yang digoreskan cakarnya yang dapat dikenali oleh kucing-kucing lain.

Referensi[sunting | sunting sumber]