Vaksinasi kucing

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Anak kucing yang sedang divaksinasi.

Vaksinasi kucing adalah pemberian vaksin ke dalam tubuh kucing dengan tujuan agar kucing mendapatkan kekebalan tubuh yang tinggi dan dilindungi dari berbagai serangan penyakit. Umumnya kucing akan mulai divaksinasi pada umur sekitar 8-9 minggu. Kekebalan kucing yang diterima dari induknya melalui susu akan mulai berkurang ketika berumur 8-9 minggu, sehingga kucing perlu divaksinasi. Selain itu, kucing juga perlu divaksinasi ulang, agar kekebalan tubuh yang dimiliki oleh kucing tetap tinggi dan kucing tidak akan mudah terserang penyakit. Jika tidak di vaksinasi ulang, hal ini dapat menyebabkan kekebalan kucing menurun dan kucing jadi mudah terserang penyakit.

Vaksinasi hanya harus diberikan kepada kucing yang sehat, karena vaksinasi bersifat pencegahan. Kucing hamil dan yang sedang menyusui tidak boleh divaksinasi. Kucing yang sehat berarti kucing tersebut bebas dari kutu, tidak sedang diare, tidak sedang demam, tidak sedang muntah-muntah, dan tidak ada radang (pada mata, telinga atau mulut). Kucing yang kurang sehat juga tidak bolah diberi vaksinasi, dan jika diberi akan dapat membuatnya menjadi terkena penyakit. Selain itu, walaupun kucing sudah divaksinasi, kucing tetap saja dapat terkena penyakit, tetapi biasanya penyakit yang tidak parah.

Kucing yang setelah divaksin akan mengalami kelesuan. Kucing tidak akan mau makan selama 1-2 hari dan ada juga kucing yang mengalami bengkak pada area bekas suntik setelah diberi vaksin. Kucing yang telah di vaksin tidak boleh dimandikan selama 1 minggu dan tidak boleh dibawa pergi keperjalanan yang jauh. Kucing juga tidak boleh di-groming (merapihkan bulu pada kucing) selama 2 minggu setelah divaksin, agar kucing tidak stres dan agar kekebalan tubuhnya dapat terbentuk.

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]