Keuskupan Agung Makassar

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Keuskupan Agung Makassar

Archidiœcesis Makassarensis
MakassarCathCathedral.JPG
Katedral Makassar
KeuskupanAgungMakassar.jpg
Lambang Uskup Petahana,
Johannes Liku Ada'
Lokasi
Negara Indonesia
Wilayah
Provinsi GerejawiMakassar
Keuskupan Sufragan
Dekenat
  • Makassar
  • Luwu Raya
  • Sulawesi Barat
  • Sulawesi Tenggara
  • Tana Toraja
PusatJalan Thamrin 5, PO Box 1185 Baru,
Ujung Pandang,
Makassar
90111
Koordinat5°08′11″S 119°24′34″E / 5.136465°S 119.409416°E / -5.136465; 119.409416
Statistik
Luas wilayah100623 km2 (38851 sq mi)[3]
Populasi
- Total
- Katolik
(per 2015[1])
13,650,891[1]
158,551 (1.16[1]%)
Jumlah paroki46[2]
Jumlah imam religius17[1]
Informasi
DenominasiKatolik Roma
Gereja sui iurisGereja Latin
RitusRitus Roma
Didirikan13 April 1937 (84 tahun, 162 hari)
KatedralHati Yesus Yang Mahakudus, Makassar
Jumlah imam96[1]
Kepemimpinan saat ini
PausFransiskus
Uskup Agung MetropolitJohannes Liku Ada'
Vikaris JenderalR.P. Joni Payuk, C.I.C.M.
Vikaris YudisialR.D. Fransiskus Nipa
SekretarisR.D. Paulus Tongli
EkonomR.D. Yulius Malli
Situs web
http://keuskupan.blogspot.com

Keuskupan Agung Makassar merupakan metropolit Provinsi Gerejani dalam kesatuan dengan dua Keuskupan sufragan di dekatnya, yaitu Keuskupan Amboina, dan Keuskupan Manado. Wilayah geografis keuskupan ini mencakup seluruh wilayah administrasi dari provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Antonio de Paiva, seorang pedagang cendana berkebangsaan Portugal, pada tahun 1545 melaporkan kepada Fransiskus Xaverius bahwa sudah terdapat pemukiman umat Kristiani di Kerajaan Suppa. Dalam laporannya pada tahun 1545, ia sempat mengunjungi wilayah Kevikepan Makassar pada tahun 1544. Pada tahun itu, Raja Suppa memberikan dirinya dibaptis dalam Gereja Katolik dan menyebabkan sejumlah warga di sekitar Kerajaan Suppa untuk ikut menjadi umat Katolik. Setelah pembaptisan Raja Suppa, sejunlah 30 orang dari Kerajaan Siang beserta rajanya memberanikan dirinya untuk dibaptis dalam Gereja Katolik. Setelah dua peristiwa tersebut, Paiva menjanjikan adanya pengajar-pengajar agama Katolik dari Keuskupan Melaka-Johor[4] Eksistensi Gowa yang dibarengi dengan kehadiran VOC pada tahun 1607 tidak mempengaruhi karya missi Keuskupan Agung Makassar mengingat prinsip-prinsip toleransi dari Sultan Alauddin I.[5] Pada tahun 1625, dan 1633, missionaris dari Ordo Dominikan mencoba untuk membangun suatu struktur keuskupan namun ternyata tidak berhasil.[5]

Karya missi di Keuskupan Agung Makassar kemudian terhambat saat Melaka dikuasai Belanda pada tahun 1641.[5] Catatan persekusi umat Katolik di Keuskupan Agung Makassar terjadi pada tahun 1644 saat seorang pemuda ditikam di kediaman seorang pangeran setelah adanya berita bahwa pemuda tersebut menerima pembaptisan.[5] Tahun 1660, pemerintah pendudukan VOC berhasil memaksa sultan menandatangani perjanjian yang menutup akses masuk bagi warga Portugal di seluruh wilayah Keuskupan Agung Makassar.[6] Tahun 1669, semua imam dan missionaris yang tersisa di Keuskupan Agung Makassar membubarkan diri dan berpindah ke Keuskupan Makau dan Keuskupan Larantuka.[6]

Sedangkan catatan pembaptisan umat Katolik paling awal di Kevikepan Tana Toraja terjadi pada tanggal 6 Mei 1938, yakni pada saat empat warga Gereja Santo Petrus, Tampo, Makale, Tana Toraja, secara resmi menerima sakramen pembaptisan yang dilakukan oleh Imam Charles Dekkers, C.I.C.M.[7][8]

Gembala[sunting | sunting sumber]

Prefek Apostolik Makassar[sunting | sunting sumber]

Vikaris Apostolik Makassar[sunting | sunting sumber]

Uskup Agung Makassar[sunting | sunting sumber]

Uskup Agung Ujung Pandang[sunting | sunting sumber]

Uskup Agung Makassar[sunting | sunting sumber]

Paroki[sunting | sunting sumber]

Kevikepan Makassar[sunting | sunting sumber]

Kota Makassar[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Maros[sunting | sunting sumber]

  • Paroki Mandai – Bunda Maria

Kabupaten Gowa[sunting | sunting sumber]

  • Paroki Sungguminasa – Simon Petrus Gembala Baik

Kota Parepare[sunting | sunting sumber]

  • Paroki Parepare – St. Petrus Rasul

Kabupaten Bantaeng[sunting | sunting sumber]

  • Paroki Bantaeng – Siti Fatima

Kabupaten Soppeng[sunting | sunting sumber]

  • Paroki Soppeng – St. Perawan Maria Bunda Pengharapan Suci

Kabupaten Pinrang[sunting | sunting sumber]

  • Paroki Suppiran - St. Giovanni don Bosco

Kevikepan Luwu[sunting | sunting sumber]

Kota Palopo[sunting | sunting sumber]

  • Paroki Palopo – St. Mikael

Kabupaten Luwu[sunting | sunting sumber]

  • Paroki Lamasi – St. Yosef
  • Paroki Padang Sappa – St. Petrus
  • Paroki Saluampak – Siti Maryam

Kabupaten Luwu Utara[sunting | sunting sumber]

  • Paroki Bone-Bone – St. Martinus
  • Paroki Mangkutana – St. Petrus

Kabupaten Luwu Timur[sunting | sunting sumber]

  • Paroki Sorowako – Maria Immaculata

Kevikepan Toraja[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Tana Toraja[sunting | sunting sumber]

  • Paroki Ge'tengan – St. Paulus
  • Paroki Minanga – St. Yohanes Rasul
  • Paroki Makale – Hati Tak Bernoda St. Perawan Maria
  • Paroki Rantetayo – St. Paulus
  • Paroki Rembon – St. Antonius
  • Paroki Sangalla – Kristus Imam Agung Abadi

Kabupaten Toraja Utara[sunting | sunting sumber]

  • Paroki Deri – Renya Rosari
  • Paroki Nanggala – St. Petrus
  • Paroki Nonongan – Kristus Raja
  • Paroki Pangli – St. Petrus
  • Paroki Rantepao – St. Theresia
  • Paroki Tombanglambe – St. Maria

Kevikepan Sulawesi Barat[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Mamuju[sunting | sunting sumber]

  • Paroki Baras – St. Yusuf Pekerja
  • Paroki Mamuju – St. Maria

Kabupaten Mamasa[sunting | sunting sumber]

  • Paroki Mamasa – St. Petrus
  • Paroki Messawa – St. Fransiskus

Kabupaten Polewali Mandar[sunting | sunting sumber]

  • Paroki Polewali – St. Yoseph

Kevikepan Sulawesi Tenggara[sunting | sunting sumber]

Kota Kendari[sunting | sunting sumber]

  • Paroki Mandonga – St. Clemens
  • Paroki Sadohoa – St. Fransiskus Xaverius

Kota Baubau[sunting | sunting sumber]

  • Paroki Baubau – St. Paulus

Kabupaten Kolaka[sunting | sunting sumber]

  • Paroki Kolaka – St. Clemens

Kabupaten Muna[sunting | sunting sumber]

  • Paroki Labasa – St. Mikael
  • Paroki Raha – St. Yohanes Pemandi

Kabupaten Konawe[sunting | sunting sumber]

  • Paroki Unaaha – Roh Kudus


Catatan Kaki[sunting | sunting sumber]

Daftar Pustaka[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]