Keuskupan Surabaya

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Keuskupan Surabaya

Dioecesis Surabayana
Lambang Uskup Surabaya.png
Lambang Uskup Surabaya, Mgr. Vincentius Sutikno Wisaksono
Lokasi
Provinsi GerejawiKeuskupan Agung Semarang
Statistik
Luas wilayah24.500 km²
Jumlah paroki44
Jumlah umat150.000
Informasi
SebelumnyaVikariat Apostolik Surabaia 16 Oktober 1941
Didirikan3 Januari 1961
KatedralHati Kudus Yesus, Surabaya
AlamatJl. Polisi Istimewa 17, Surabaya, Jawa Timur
Kepemimpinan saat ini
UskupMsgr. Vincentius Sutikno Wisaksono
Vikaris JenderalRD. Yosef Eko Budi Susilo[1]
SekretarisRD. Yoseph Indra Kusuma
EkonomRD. Edward Paulus Suryandoko
Situs web

Keuskupan Surabaya merupakan keuskupan sufragan pada Provinsi Gerejani Keuskupan Agung Semarang.[2] Terletak di Jawa Timur, Keuskupan Surabaya meliputi 150.000 umat Katolik yang tersebar di wilayah seluas 24.500 km², di 44 paroki.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 1810 Surabaya hanyalah salah satu stasi dari Prefektur Apostolik Batavia (Jakarta). Pada tahun 1859 beberapa imam Serikat Yesus (Yesuit) ditempatkan melayani Surabaya sampai tahun 1923, ketika Surabaya kemudian diserahkan kepada para imam Lazaris (CM) pada bentang segitiga Surabaya-Kediri-Rembang. Selanjutnya bentang wilayah itu melebar hingga Madiun pada 1928. Umat Katolik berkembang dari 5000 orang pada 1924 menjadi 7625 pada tahun 1928. Pada 15 Februari 1928 didirikan Prefektur Apostolik Surabaya, dilepaskan dari Vikariat Apostolik Batavia (Jakarta). Status itu ditingkatkan menjadi Vikariat Apostolik Surabaya pada 16 Oktober 1941, dan jumlah umat bertambah menjadi 18.000 orang. Dua puluh tahun kemudian, bersamaan dengan didirikannya hierarki Gereja Katolik di Indonesia, pada 3 Januari 1961, Vikariat Apostolik Surabaya berubah status menjadi Diosis atau Keuskupan Surabaya. Jumlah umat mengalami peningkatan hingga 21.890 orang pada tahun 1950, menjadi 57.000 pada tahun 1970, kemudian 91.000 pada tahun 1980. Menurut statistik tahun 2005, jumlah umat Katolik Keuskupan Surabaya pada tahun 2004 tercatat 150.457 orang tersebar di 37 paroki.

Kronik[sunting | sunting sumber]

  • Didirikan sebagai Prefektur Apostolik Surabaia pada 15 Februari 1928, memisahkan diri dari Vikariat Apostolik Batavia
  • Ditingkatkan menjadi Vikariat Apostolik Surabaia pada 16 Oktober 1941
  • Ditingkatkan menjadi Keuskupan Surabaia pada 3 Januari 1961
  • Berganti ejaan nama menjadi Keuskupan Surabaya pada 22 Agustus 1973

Gembala[sunting | sunting sumber]

Prefek Apostolik Surabaia[sunting | sunting sumber]

Vikaris Apostolik Surabaia[sunting | sunting sumber]

  • Michele Verhoeks, C.M. (16 Oktober 1941–8 Mei 1952, wafat)
    • Sede vacante (8 Mei 1952–19 Februari 1953)
  • Jan Antonius Klooster, C.M. (19 Februari 1953–3 Januari 1961)

Uskup Surabaia[sunting | sunting sumber]

  • Jan Antonius Klooster, C.M. (3 Januari 1961–22 Agustus 1973)

Uskup Surabaya[sunting | sunting sumber]

Terjadi peningkatan jumlah imam Praja dari 6 orang pada 1980, menjadi 16 orang pada 1990, dan meningkat jadi 52 orang pada tahun 2000. Jumlah imam tarekat religius relatif konstan, dari 50 orang pada tahun 1980, menjadi 53 orang pada tahun 1990 dan 54 orang pada tahun 2000. Menurut statistik 2005 terdapat 49 imam Praja dan 53 imam tarekat religius di Keuskupan Surabaya.

Paroki[sunting | sunting sumber]

  • Paroki St Yusup, Blitar (1929)
  • Paroki St Maria, Blitar (1968)
  • Paroki St Pius X, Blora (1969)
  • Paroki St Paulus, Bojonegoro (1962)
  • Paroki St Willibrordus, Cepu (1932)
  • Paroki St Maria, Jombang (1971)
  • Paroki St Vincentius a Paulo, Kediri (1925)
  • Paroki St Yosef, Kediri (1967)
  • Paroki St Cornelius, Madiun, (1897)
  • Paroki Mater Dei, Madiun
  • Paroki Regina Pacis, Magetan (1972)
  • Paroki Santo Yoseph Mojokerto (1933)
  • Paroki St Paulus, Nganjuk (1995)
  • Paroki Santo Yosef Ngawi (1972)
  • Paroki St Mateus, Pare (1970)
  • Paroki St Maria, Ponorogo (1969)
  • Paroki St Petrus dan Paulus, Rembang (1954)
  • Paroki St Maria Annunciata, Sidoarjo (1995)
  • Paroki Salib Suci, Tropodo, Sidoarjo (1989)
  • Paroki Redemptor Mundi, Dukuh Kupang, Surabaya(1997)
  • Paroki St Aloysius Gonzaga, Darmo Satelit, Surabaya (1986)
  • Paroki Gembala yang Baik, Jemursari, Surabaya (1982)
  • Paroki Hati Kudus Yesus, Katedral, Surabaya (1928)
  • Paroki Roh Kudus, Purimas Rungkut, Surabaya
  • Paroki St Yusuf, Karangpilang, Surabaya (1981)
  • Paroki Kelahiran St Perawan Maria, Kepanjen, Surabaya (1811)
  • Paroki Kristus Raja, Ketabang, Surabaya (1936)
  • Paroki St Maria Tak Bercela, Ngagel, Surabaya (1969)
  • Paroki St Marinus Yohanes, Kenjeran, Surabaya
  • Paroki St Mikael, Perak, Surabaya (1961)
  • Paroki St Stefanus, Tandes, Surabaya
  • Paroki St Vincentius a Paulo, Sawahan, Surabaya (1951)
  • Paroki St Yakobus, Citraland, Surabaya
  • Paroki St Yohanes Pemandi, Wonokromo, Surabaya (1964)
  • Paroki Sakramen Mahakudus, Pagesangan, Surabaya
  • Paroki St Petrus, Tuban (1976)
  • Paroki St Maria Medali Wasiat, Tulungagung (1951)
  • Paroki St Petrus – Paulus, Wlingi (1994)


Catatan[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  • KWI, Buku Petunjuk Gereja Katolik
  • Dr. F. Hasto Rosariyanto SY, (2001), Becermin pada Wajah-wajah Keuskupan Gereja Katolik Indonesia. Kanisius.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]