Keuskupan Surabaya

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Keuskupan Surabaya

Dioecesis Surabayana
Katolik
Inner Surabaya Cathedral.jpg
Tampak dalam Gereja Katedral Hati Kudus Yesus, Surabaya
Lambang Uskup Surabaya.png
Lambang Uskup Petahana,
Vincentius Sutikno Wisaksono
Lokasi
Negara Indonesia
Wilayah Kabupaten Blora dan Rembang, Jawa Tengah
Semarang
Kevikepan
  • Surabaya Selatan
  • Surabaya Barat
  • Surabaya Utara
  • Mojokerto
  • Kediri
  • Blora
  • Madiun
  • Blitar
Kantor pusat
Jl. Polisi Istimewa 17, Keputran, Tegalsari, Surabaya
Koordinat7°16′51″S 112°44′32″E / 7.280930°S 112.742169°E / -7.280930; 112.742169
Statistik
Luas24.461 km2 (9.444 sq mi)[2]
Populasi
- Total
- Katolik
(per 2013)
22.339.949[1]
169,717 (0.76%)
Paroki42[1]
Kongregasi73
Imam95
Informasi
DenominasiKatolik Roma
Gereja sui iuris
Gereja Latin
RitusRitus Roma
Pendirian15 Februari 1928 (94 tahun, 214 hari)
KatedralHati Kudus Yesus, Surabaya
Kepemimpinan kini
PausFransiskus
UskupVincentius Sutikno Wisaksono
Vikaris jenderal
R.D. Yosef Eko Budi Susilo[3]
Vikaris episkopal
R.P. Godefridus Meko, S.V.D.
Vikaris yudisial
R.D. Laurensius Rony
Sekretaris jenderal
R.D. Paulus Febrianto
EkonomR.D. Edward Paulus Suryandoko
Situs web
www.keuskupansurabaya.org

Keuskupan Surabaya merupakan keuskupan sufragan pada Provinsi Gerejani Keuskupan Agung Semarang. Wilayah mencakup wilayah Jawa Timur bagian barat (selain itu termasuk wilayah Keuskupan Malang) dan dua kabupaten di Jawa Tengah (Blora dan Rembang).

Garis waktu[sunting | sunting sumber]

  • Didirikan sebagai Prefektur Apostolik Surabaia pada tanggal 15 Februari 1928, memisahkan diri dari Vikariat Apostolik Batavia
  • Ditingkatkan menjadi Vikariat Apostolik Surabaia pada tanggal 16 Oktober 1941
  • Ditingkatkan menjadi Keuskupan Surabaia pada tanggal 3 Januari 1961
  • Berganti nama menjadi Keuskupan Surabaya pada tanggal 22 Agustus 1973

Waligereja[sunting | sunting sumber]

Ordinaris[sunting | sunting sumber]

Prefek Apostolik Surabaia
Vikaris Apostolik Surabaia
  • Michel Thomas Verhoeks, C.M. (16 Oktober 1941 s.d. 8 Mei 1952, wafat)
  • Jan Antonius Klooster, C.M. (19 Februari 1953 s.d. 3 Januari 1961, naik tingkat)
Uskup Surabaia
  • Jan Antonius Klooster, C.M. (3 Januari 1961 s.d. 22 Agustus 1973, berubah nama)
Uskup Surabaya

Prelat tituler[sunting | sunting sumber]

Administrator Diosesan Keuskupan Surabaya
  • R.P. Julius Haryanto, C.M. (13 Desember 2003 s.d. 3 April 2007, jabatan selesai)

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 1810 Surabaya hanyalah salah satu stasi dari Prefektur Apostolik Batavia (Jakarta). Pada tahun 1859 beberapa imam Serikat Yesus (Yesuit) ditempatkan melayani Surabaya sampai tahun 1923, ketika Surabaya kemudian diserahkan kepada para imam Lazaris (CM) pada bentang segitiga Surabaya-Kediri-Rembang. Selanjutnya bentang wilayah itu melebar hingga Madiun pada 1928. Umat Katolik berkembang dari 5000 orang pada 1924 menjadi 7625 pada tahun 1928. Pada 15 Februari 1928 didirikan Prefektur Apostolik Surabaya, dilepaskan dari Vikariat Apostolik Batavia (Jakarta). Status itu ditingkatkan menjadi Vikariat Apostolik Surabaya pada 16 Oktober 1941, dan jumlah umat bertambah menjadi 18.000 orang. Dua puluh tahun kemudian, bersamaan dengan didirikannya hierarki Gereja Katolik di Indonesia, pada 3 Januari 1961, Vikariat Apostolik Surabaya berubah status menjadi Diosis atau Keuskupan Surabaya.

Jumlah umat mengalami peningkatan hingga 21.890 orang pada tahun 1950, menjadi 57.000 pada tahun 1970, kemudian 91.000 pada tahun 1980. Selain itu, terjadi juga peningkatan jumlah imam Praja dari 6 orang pada 1980, menjadi 16 orang pada 1990, dan meningkat jadi 52 orang pada tahun 2000. Jumlah imam tarekat religius relatif konstan, dari 50 orang pada tahun 1980, menjadi 53 orang pada tahun 1990 dan 54 orang pada tahun 2000. Menurut statistik tahun 2005, jumlah umat Katolik Keuskupan Surabaya pada tahun 2004 tercatat 150.457 orang tersebar di 37 paroki, sedangkan jumlah imam terdiri dari 49 imam praja dan 53 imam tarekat religius di Keuskupan Surabaya.

Paroki[sunting | sunting sumber]

Kevikepan Surabaya Selatan[sunting | sunting sumber]

Keuskupan Surabaya di Kota Surabaya
Vincentius
Vincentius
Ratu Pencinta Damai
Ratu Pencinta Damai
Mikael
Mikael
Marinus Yohanes
Marinus Yohanes
SMTB
SMTB
Kristus Raja
Kristus
Raja
Yusup
Yusup
Stefanus
Stefanus
Sakramen Maha Kudus
Sakramen Maha Kudus
Redemptor
Redemptor
Aloysius
Aloysius
Yohanes
Yohanes
GYB
GYB
Paroki di Kota Surabaya
Keuskupan Surabaya di Kabupaten Sidoarjo
Salib Suci
Salib Suci
St Maria
St Maria
Paulus
Paulus
Krian
Krian
Paroki di Sidoarjo
Kota Surabaya
Kabupaten Sidoarjo
  • Paroki Sidoarjo – Sta. Maria Annuntiata
  • Paroki Juanda – St. Paulus
  • Paroki Trodopo – Salib Suci

Kevikepan Surabaya Barat[sunting | sunting sumber]

Kota Surabaya
  • Paroki Algonz – St. Aloysius Gonzaga
  • Paroki Dukuh Kupang – Redemptor Mundi
  • Paroki Pagesangan – Sakramen Maha Kudus
  • Paroki Tandes – St. Stefanus
  • Paroki Citraland – St. Yakobus
  • Paroki Karangpilang – St. Yusup

Kevikepan Surabaya Utara[sunting | sunting sumber]

Kota Surabaya
  • Paroki Kepanjen – Kelahiran Sta. Perawan Maria
  • Paroki Tambaksari – Kristus Raja
  • Paroki Ngagel – Sta. Maria Tak Bercela
  • Paroki Kenjeran – St. Marinus Yohanes
  • Paroki Perak – St. Mikael
  • Paroki Pogot – Ratu Pecinta Damai
  • Paroki Widodaren (Sawahan) – St. Vincentius a Paulo

Kevikepan Mojokerto[sunting | sunting sumber]

Kota Mojokerto
Kabupaten Sidoarjo
  • Paroki Krian – Sta. Monika
Kabupaten Gresik
  • Paroki Gresik – Sta. Perawan Maria
Kabupaten Jombang
  • Paroki Jombang – Sta. Maria

Kevikepan Kediri[sunting | sunting sumber]

Kota Kediri
  • Paroki Kediri (Mojoroto) – St. Vincentius a Paulo
  • Paroki Kediri (Sansef) – St. Yosef
Kabupaten Kediri
  • Paroki Pare – St. Mateus

Kabupaten Nganjuk

  • Paroki Nganjuk – St. Paulus

Kevikepan Blora[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Blora
Kabupaten Rembang
  • Paroki Rembang – St. Petrus dan Paulus
Kabupaten Bojonegoro
  • Paroki Bojonegoro – St. Paulus
Kabupaten Tuban
  • Paroki Tuban – St. Petrus

Kevikepan Blitar[sunting | sunting sumber]

Kota Blitar
  • Paroki Blitar (Sukorejo) – Sta. Maria
  • Paroki Blitar (Sanyus) – St. Yusup
Kabupaten Blitar
  • Paroki Mojorejo – St. Fransiskus Asisi
  • Paroki Resapombo – St. Fransiskus Asisi
  • Paroki Wlingi – St. Petrus dan Paulus
Kabupaten Tulungagung
  • Paroki Tulungagung – Sta. Maria dengan Tidak Bernoda Asal

Kevikepan Madiun[sunting | sunting sumber]

Kota Madiun
  • Paroki Madiun (Cornel) – St. Cornelius
  • Paroki Madiun (Kanigoro) – Mater Dei
Kabupaten Ponorogo
  • Paroki Ponorogo – Sta. Maria
  • Paroki Klepu – St. Hilarius
Kabupaten Magetan
  • Paroki Magetan – Regina Pacis
Kabupaten Ngawi

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b http://www.dokpenkwi.org/2015/10/26/keuskupan-surabaya
  2. ^ "Ekaristi.org". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020-02-11. Diakses tanggal 2019-09-10. 
  3. ^ Thomas Putut Indarto (14 April 2017), Keuskupan Surabaya: RD Yosef Eko Budi Susilo Jadi Vikjen, Sesawi.net, diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-01-08, diakses tanggal 2018-01-14 

Pustaka[sunting | sunting sumber]

  • KWI, Buku Petunjuk Gereja Katolik
  • Dr. F. Hasto Rosariyanto SY, (2001), Becermin pada Wajah-wajah Keuskupan Gereja Katolik Indonesia. Kanisius.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]