Lompat ke isi

Sede vacante

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Umbrakulum, lambang Takhta Suci dalam periode sede vacante

Sede vacante (dalam bahasa Latin yang berarti "dengan kursi/tempat duduk yang kosong") atau disebut juga takhta lowong merupakan istilah yang merujuk pada keadaan takhta episkopal suatu keuskupan yang lowong karena tidak adanya uskup yang menempati. Menurut hukum kanonik dalam Gereja Katolik, istilah ini merujuk pada kekosongan kekuasaan uskup dan Paus, setelah pemegang jabatan tersebut mangkat atau melepaskan jabatan.

Kekosongan takhta episkopal

[sunting | sunting sumber]

Kekosongan uskup dapat terjadi karena seorang uskup mangkat, atau uskup tersebut melepaskan jabatannya, baik dengan mengundurkan diri maupun dengan diberhentikan karena berbagai alasan seperti pensiun, dipindahkan ke keuskupan lain, atau diekskomunikasi.

Sejak dimulainya masa sede vacante, urusan keuskupan untuk sementara waktu diserahkan kepada uskup auksilier (atau jika uskup auksilier lebih dari satu, uskup yang paling senior) dengan kekuasaan setingkat vikaris jenderal. Jika tidak terdapat uskup auksilier, urusan keuskupan diberikan kepada kolegium konsultor (atau kapitel katedral) secara keseluruhan. Urusan tersebut diserahkan kepada administrator, setelah penjabatnya terpilih.

Dalam waktu delapan hari setelah dimulainya sede vacante, kolegium konsultor (atau kapitel katedral) diharapkan untuk memilih seorang administrator apostolik, yaitu seorang imam atau uskup berusia 35 tahun ke atas. Jika tidak berhasil, maka uskup agung yang satu provinsi gerejawi dengan keuskupan tersebut, atau (jika keuskupan agung yang dimaksud juga kosong atau jabatan lowong yang dimaksud adalah uskup agung itu sendiri) klerikus yang paling senior di dalam keuskupan tersebut, akan menjadi administrator diosesan.

Dalam masa sede vacante, semua penjabat vikaris jendral dan vikaris episkopal kehilangan jabatan mereka, kecuali jika mereka sendiri memiliki jabatan uskup. Uskup yang memiliki jabatan vikaris jenderal atau vikaris episkopal dapat tetap mempertahankan jabatan tersebut di bawah kekuasaan administrator.

Apabila sudah ada seorang uskup koajutor di keuskupan tersebut, uskup tersebut langsung meneruskan jabatan sebagai uskup diosesan, sehingga periode sede vacante tidak terjadi.

Kekosongan Takhta Suci

[sunting | sunting sumber]

Setelah seorang Paus mangkat atau mengundurkan diri, Tahkta Suci memasuki masa sede vacante. Dalam kasus ini gereja partikularnya adalah Keuskupan Roma dan "takhta" yang kosong berada di Basilika Santo Yohanes Lateran. Selama masa ini, Takhta Suci diurus oleh seorang wali dari Dewan Kardinal.

Menurut Universi Dominici Gregis, pemerintahan Takhta Suci sede vacante (dan oleh karenanya Gereja Katolik Roma) jatuh ke tangan Dewan Kardinal, tetapi dalam kapasitas yang sangat terbatas. Pada saat yang sama, semua pejabat kepala Kuria Romawi mengundurkan diri dari jabatan mereka. Pengecualian adalah bagi Camerlengo yang bertanggung jawab mengurus kekayaan Takhta Suci, dan Kepala Lembaga Persidangan Apotolik (Bahasa Inggris: Apostolic Penitentiary) yang terus menjalankan tugas sehari-harinya. Apabila salah satu harus melakukan sesuatu yang biasanya membutuhkan persetujuan dari Sri Paus, ia harus menyampaikannya kepada Dewan Kardinal. Duta-duta Kepausan tetap melakukan peran diplomatiknya di luar negeri, dan Vikaris Jendral Roma tetap melaksanakan peran pastoralnya di Keuskupan Roma selama masa ini. Kantor pos Negara Kota Vatikan menyiapkan dan menerbitkan perangko khusus untuk digunakan selama masa khusus ini, yang dikenal dengan nama perangko sede vacante.

Lambang Takhta Suci juga berubah selama masa ini. Apabila dulunya adalah tiara kepausan di atas kunci-kunci, maka pada masa ini tiara tersebut digantikan dengan umbraculum atau payung dalam Bahasa Italia. Benda ini mengisyaratkan tidak adanya seorang Paus dan juga keberadaan pemerintahan Camerlengo atas kekuasaan keduniawian Takhta Suci. Lebih jauh lagi, Camerlengo menghiasi lambangnya dengan simbol ini delama masa ini, yang akan ia hilangkan begitu paus baru terpilih. Lambang Camerlengo ini hadir di koin-koin peringatan mata uang Euro yang dicetak selama masa ini, yang merupakan mata uang legal di semua negara anggota Eurozone.

Interregnum atau masa jeda kekuasaan pemerintahan ini biasanya menyoroti misa pemakaman dari paus yang wafat, pertemuan-pertemuan Dewan Kardinal untuk menentukan syarat dan prosedur pemilihan paus yang baru, dan akhirnya berpuncak pada konklaf untuk memilih seorang penerus paus. Setelah seorang paus baru terpilih (dan Uskup Roma baru ditahbiskan bila perlu) sedes tidak lagi kosong, sehingga masa ini secara resmi berakhir. Setelah itu terjadilah Pengangkatan Sri Paus atau Penobatan Sri Paus, tergantung pada bentuk inagurasi dan pentahbisan yang dipilih oleh paus yang baru, dan pengambil-alihan kepemilikan cathedra Basilika Santo Yohanes Lateran.

Para kardinal yang hadir di Roma diharuskan untuk menunggu sedikitnya lima belas hari setelah dimulainya masa kekosongan bagi anggota Dewan Kardinal lainnya sebelum mereka bisa mengadakan konklaf untuk memilih paus yang baru. Namun, setelah dua puluh hari berlalu, meraka harus mengadakan konklaf bahkan bila masih ada kardinal yang belum hadir. Secara historis, periode sede vacante sering kali cukup berkepanjangan, berlangsung selama berbulan-bulan karena konklaf menemui jalan buntu yang berkepanjangan. Selama bertahun-tahun hingga tahun 1922 tenggang waktu dari saat wafatnya Sri Paus hingga saat dimulainya konklaf menjadi lebih singkat, tetapi setelah William Henry Cardinal O'Connell datang terlambat untuk dua konklaf berturut-turut, Paus Pius XI memperpanjang batas waktu. Saat konklaf berikutnya pada tahun 1939, para kardinal mulai melakukan perjalanan lewat udara.

Periode sede vacante Takhta Suci paling baru dimulai pada pukul 07:35 CEST, 21 April 2025, karena wafatnya Paus Fransiskus.

Sede vacante dengan periode berkepanjangan

[sunting | sunting sumber]

Meskipun konklaf dan pemilihan paus umumnya selesai dalam waktu singkat, ada beberapa periode ketika takhta kepausan kosong selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun.

Tabel berikut merinci periode sede vacante yang melebihi satu tahun:

Paus PendahuluPaus PenerusMulaiBerakhirDurasi
Klemens IVGregorius X29 November 12681 September 12712 tahun 10 bulan
Nikolaus IVSelestinus V4 April 12925 Juli 12942 tahun 3 bulan
Klemens VYohanes XXII20 April 13142 August 13162 tahun 3 bulan
Gregorius XIIMartinus V4 Juli 141511 November 14172 tahun 5 bulan

Tabel berikut merinci periode sede vacante yang melebihi satu tahun:

Daftar periode sede vacante sejak abad ke-19

[sunting | sunting sumber]
Paus PendahuluPaus PenerusMulaiBerakhirDurasi
Pius VIPius VII29 Agustus 179914 Maret 1800197 hari
Paus Pius VIIPaus Leo XII20 Agustus 182328 September 182339 hari
Paus Leo XIIPaus Pius VIII10 Februari 182931 Maret 182949 hari
Paus Pius VIIIPaus Gregorius XVI1 Desember 18302 Februari 183163 hari
Paus Gregorius XVIPaus Pius IX1 Juni 184616 Juni 184615 hari
Paus Pius IXPaus Leo XIII7 Februari 187820 Februari 187813 hari
Paus Leo XIIIPaus Pius X20 Juli 19034 Agustus 190315 hari
Paus Pius XPaus Benediktus XV20 Agustus 19143 September 191414 hari
Paus Benediktus XVPaus Pius XI22 Januari 19226 Februari 192215 hari
Paus Pius XIPaus Pius XII10 Februari 19392 Maret 193920 hari
Paus Pius XIIPaus Yohanes XXIII9 Oktober 195828 Oktober 195819 hari
Paus Yohanes XXIIIPaus Paulus VI3 Juni 196321 Juni 196318 hari
Paus Paulus VIPaus Yohanes Paulus I6 Agustus 197826 Agustus 197820 hari
Paus Yohanes Paulus IPaus Yohanes Paulus II28 September 197816 Oktober 197819 hari
Paus Yohanes Paulus IIPaus Benediktus XVI2 April 200519 April 200517 hari
Paus Benediktus XVIPaus Fransiskus28 Februari 201313 Maret 201314 hari
Paus FransiskusPaus Leo XIV21 April 20258 Mei 202516 hari