Keuskupan Bandung

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Keuskupan Bandung

Dioecesis Bandungensis
Lambang Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, OSC.png
Lambang Uskup Bandung,
Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, O.S.C.
Lokasi
Negara Indonesia
WilayahBandung, Purwakarta, Karawang, Subang, Sumedang, Majalengka, Cirebon, Kuningan, Indramayu, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar
Provinsi GerejawiJakarta
Koordinat6°54′53″S 107°36′41″E / 6.91472°S 107.61139°E / -6.91472; 107.61139
Statistik
Luas wilayah23,315 km2 (9,002 sq mi)[1]
Populasi
- Total
- Katolik
(per 2015)
29,018,059
100,625 (0,35%)
Jumlah paroki24
Jumlah ordo religius76
Informasi
DenominasiKatolik Roma
RitusRitus Latin
Sebelumnya
  • Prefektur Apostolik Bandung (20 April 1932–16 Oktober 1941)
  • Vikariat Apostolik Bandung (16 Oktober 1941–3 Januari 1961)
Didirikan20 April 1932 (86 tahun, 362 hari)
KatedralGereja Katedral Santo Petrus, Bandung
AlamatJl. Mochamad Ramdan No. 18, Kota Bandung 40252, Jawa Barat
Jumlah imam35
Kepemimpinan saat ini
PausFransiskus
UskupMgr. Antonius Subianto Bunjamin, O.S.C.[2]
Vikaris JenderalR.D. Yustinus Hilman Pujiatmoko[3]
Vikaris YudisialR.D. Paulus Wirasmohadi Soerjo[4]
SekretarisR.P. Ignatius Eddy Putranto, O.S.C.[4]
EkonomR.D. Antonius Sulastijana[4]
Situs web
keuskupanbandung.org

Keuskupan Bandung adalah keuskupan sufragan dari Keuskupan Agung Jakarta. Wilayahnya meliputi 24.500 km2 dari sebagian Jawa Barat, berpusat di Bandung. Umat Keuskupan Bandung berjumlah sekitar 105.000, yang tersebar dalam 23 paroki dan dilayani oleh 80 imam. Saat ini tahta Uskup Bandung dipegang oleh Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, O.S.C. yang dipilih oleh Paus Fransiskus pada tanggal 3 Juni 2014, setelah terjadi sede vecante selama lebih dari 3 tahun.

Keuskupan ini meliputi umat Katolik yang berada di Jawa Barat bagian timur, meliputi Bandung, Purwakarta, Karawang, Subang, Sumedang, Majalengka, Cirebon, Kuningan, Indramayu, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, dan Banjar.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

  • Didirikan sebagai Prefektur Apostolik Bandung pada tanggal 20 April 1932, memisahkan diri dari Vikariat Apostolik Batavia
  • Ditingkatkan menjadi Vikariat Apostolik Bandung pada tanggal 16 Oktober 1941
  • Ditingkatkan menjadi Keuskupan Bandung pada tanggal 3 Januari 1961

Perkembangan awalnya berasal dari Cirebon yang sudah mempunyai gereja pada 1878. Bandung sendiri pada waktu itu masih merupakan stasi, yang baru berkembang sejak tahun 1906. Arah menuju keuskupan diawali dengan pembentukan Prefektur Apostolik Bandung, dipisahkan dari Vikariat Apostolik Batavia (Jakarta) pada 20 April 1932, dan pembinaannya diserahkan Kongregasi Suci Pewartaan Iman (Propaganda Fide) kepada Ordo Salib Suci (OSC). Ditingkatkan menjadi Vikariat Apostolik pada 16 Oktober 1941. Menjadi keuskupan (diosis) bersamaan dengan pendirian hierarki Gereja Katolik yang mandiri di Indonesia pada 3 Januari 1961.

Arah Karya[sunting | sunting sumber]

Melalui musyawarah pastoral, Keuskupan Bandung hendak mewujudkan Gereja ba-gai-ma-du, yaitu singkatan dari Gereja yang terlibat, bergairah, murah hati dan peduli; serta Gereja yang ta-man-ba-di, singkatan dari bertangan, beriman, berhati dan berbudi. Keuskupan Bandung juga mempunyai beberapa seminari tempat pendidikan calon imam, seperti Seminari Tinggi Fermentum milik Keuskupan Bandung.

Gembala[sunting | sunting sumber]

Prefek Apostolik Bandung[sunting | sunting sumber]

Vikaris Apostolik Bandung[sunting | sunting sumber]

  • Jacobus Hubertus Goumans, O.S.C. (16 Oktober 1941–3 Maret 1951, mengundurkan diri)
    • Sede vacante (3 Maret 1951–10 Januari 1952)
  • Pierre Marin Arntz, O.S.C. (10 Januari 1952–3 Januari 1961)

Uskup Bandung[sunting | sunting sumber]

Paroki[sunting | sunting sumber]

Keuskupan Bandung terdiri dari 23 paroki dengan rata-rata 1.200 umat per paroki. Jumlah imam Praja (diosesan) 27 orang, dan imam tarekat religius 53 orang (Statistik 2007). Gereja-gereja di keuskupan ini antara lain:

Dekanat Bandung Timur[sunting | sunting sumber]

Dekanat Bandung Barat[sunting | sunting sumber]

Dekanat Bandung Selatan[sunting | sunting sumber]

Dekanat Pantura[sunting | sunting sumber]

Dekanat Priangan[sunting | sunting sumber]

Keterangan[sunting | sunting sumber]

  • Catatan 1: Gereja Santo Albertus Magnus berada di bawah reksa pastoral Gereja Mahasiswa Bandung, namun secara teritorial berada di wilayah Paroki Santa Odilia, Cicadas.[5]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  • Menuju Gereja Lebih Hidup, Pedoman Umat Katolik Keuskupan Bandung 2000-2004

Pranala luar[sunting | sunting sumber]