Keuskupan Bogor

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Keuskupan Bogor

Diœcesis Bogorensis
Gereja Katredal Bogor Santa Perawan Maria.jpeg
Coat of arms of Paskalis Bruno Syukur.png
Lambang Uskup Bogor,
Paskalis Bruno Syukur, O.F.M.
Lokasi
Negara Indonesia
WilayahBogor, Banten, Cianjur, Sukabumi, Depok
Provinsi GerejawiJakarta
Dekenat4
PusatJalan Kapten Muslihat 22, Paledang, Bogor Tengah, Bogor 16122
Koordinat6°35′49″S 106°47′36″E / 6.5970°S 106.7932°E / -6.5970; 106.7932
Statistik
Luas wilayah18368 km2 (7092 sq mi)[4]
Populasi
- Total
- Katolik
(per 2017[5])
20,350,620
91,058 (0,44%)
Jumlah paroki23[1][2]
Jumlah imam religius26[3]
Informasi
DenominasiKatolik Roma
Gereja sui iurisGereja Latin
RitusRitus Roma
Didirikan9 Desember 1948 (71 tahun, 293 hari)
sebagai Prefektur Apostolik Sukabumi
KatedralSanta Perawan Maria, Bogor
Jumlah imam64[5][6]
Kepemimpinan saat ini
PausFransiskus
UskupPaskalis Bruno Syukur, O.F.M.[7]
Vikaris JenderalR.D. Paulus Haruna[8]
Vikaris YudisialR.D. Yohanes Driyanto[9]
SekretarisR.D. Yustinus Monang Damanik[9]
EkonomR.D. Stefanus Sri Haryono Putro[9]
Uskup EmeritusCosmas Michael Angkur, O.F.M.
(Uskup, 1994–2013)
Situs web
keuskupanbogor.org

Keuskupan Bogor merupakan keuskupan sufragan dari Keuskupan Agung Jakarta. Wilayahnya meliputi 18.400 km2 di lima kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat (Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten Cianjur, dan Kabupaten Sukabumi) dan hampir seluruh wilayah Banten (kecuali Tangerang dan Tangerang Selatan), berpusat di Bogor. Umat Katolik di Keuskupan Bogor berjumlah sekitar 90.000 dan tersebar dalam 23 paroki dan dilayani oleh 90 imam.

Imam diosesan (Praja) dikembangkan sejak awal di Keuskupan Bogor dan sekarang berjumlah 64 orang. Jumlah imam dari tarekat religius 26 orang. Rata-rata setiap imam melayani keperluan rohani 1.607 orang umat.

Keuskupan Bogor memiliki ikon katekese yaitu, Mamedo. Mamedo adalah Boneka peraga yang dibuat untuk berkatekese dalam mengenalkan Yesus Kristus. Mamedo adalah akronim dari Magnificat Anima Mea Dominum, sebagai semboyan Bapa Uskup Paskalis.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

  • Didirikan sebagai Prefektur Apostolik Sukabumi pada tanggal 9 Desember 1948, memisahkan diri dari Vikariat Apostolik Batavia
  • Ditingkatkan menjadi Keuskupan Bogor pada tanggal 3 Januari 1961

Walaupun kontak pertama agama Katolik yang dibawa para pedagang Portugis dengan penduduk Banten yang beragama Hindu terjadi di awal abad ke-16, namun baru pada pertengahan abad ke-19 Bogor dikunjungi oleh imam dari Batavia (Jakarta) untuk merayakan Ekaristi. Pada 1885 Pastor MYD Claessens Pr menetap di Bogor. Ia juga mendirikan gereja di Sukabumi (1896) dan membangun gereja yang sekarang menjadi katedral Bogor. Pada tahun 1929 imam-imam Fransiskan Konventual mulai bekerja di Batavia (Jakarta) dan berangsur-angsur mereka membina stasi-stasi Rangkasbitung (1933), Cianjur (1933), Cicurug (1934) dan Serang (1939). Dalam perkembangan selanjutnya kemudian dibentuklah suatu Prefektur Apostolik Sukabumi dipisahkan dari Vikariat Apostolik Batavia (Jakarta) pada 9 Desember 1948, dan pembinaannya diserahkan kepada Ordo Fransiskan. Dengan berdirinya hierarki Gereja Katolik mandiri di Indonesia pada 3 Januari 1961, paroki Bogor digabungkan dengan Prefektur Apostolik Sukabumi menjadi Keuskupan Bogor.

Pimpinan[sunting | sunting sumber]

Prefek Apostolik Sukabumi[sunting | sunting sumber]

Uskup Bogor[sunting | sunting sumber]

Paroki[sunting | sunting sumber]

Dekenat Barat[sunting | sunting sumber]

Mencakup Gereja di wilayah Banten.

  • Gereja Santa Maria Tak Bernoda, Rangkasbitung, Banten (1888)
  • Gereja Kristus Raja, Serang, Banten (1950)

Dekenat Selatan[sunting | sunting sumber]

Mencakup Gereja di wilayah Sukabumi dan Cianjur.

  • Gereja Hati Maria Tak Bernoda, Cicurug (1951)
  • Gereja Santo Fransiskus Asisi, Cibadak
  • Gereja Santo Joseph, Sukabumi (1927)
  • Gereja Santo Petrus, Cianjur (1931)
  • Gereja Santa Maria Ratu Para Malaikat, Cipanas (1948)

Dekenat Tengah[sunting | sunting sumber]

Mencakup Gereja di wilayah Bogor.

Dekenat Utara[sunting | sunting sumber]

Mencakup Gereja di wilayah Depok.


Referensi[sunting | sunting sumber]

Bibliografi[sunting | sunting sumber]

  • Departemen Dokumentasi dan Penerangan (Juni 2017), Buku Petunjuk Gereja Katolik Indonesia 2017 (dalam bahasa (Indonesia)) (edisi ke-1), Jakarta Pusat: Konferensi Waligereja Indonesia 
  • MAWI, Buku Petunjuk Gereja Katolik Indonesia 1986, hal 43-44
  • CLC, Ensiklopedi Populer Tentang Gereja Katolik di Indonesia, 1989, HAL 46-49

Pranala luar[sunting | sunting sumber]