Keuskupan Manado

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Keuskupan Manado

Diœcesis Manadoensis
Coat of arms of Benedictus Estephanus Rolly Untu.png
Lambang Uskup Petahana,
Benedictus Estephanus Rolly Untu, M.S.C.
Lokasi
Negara Indonesia
Wilayah
Provinsi GerejawiMakassar
Dekenat9
PusatJalan Sam Ratulangi 66,
Kotak Pos 73
Wenang Selatan,
Wenang,
Manado
95111
Koordinat1°29′00″N 124°50′13″E / 1.483320°N 124.836927°E / 1.483320; 124.836927
Statistik
Luas wilayah90000 km2 (35000 sq mi)[2]
Populasi
- Total
- Katolik
(per 2015)
6.502.212
106.654 (1.64[1]%)
Jumlah paroki61[1]
Jumlah imam religius44[1]
Informasi
DenominasiKatolik Roma
Gereja sui iurisGereja Latin
RitusRitus Roma
Didirikan19 November 1919 (100 tahun, 268 hari)
KatedralHati Tersuci Maria, Manado
Jumlah imam96[1]
Kepemimpinan saat ini
PausFransiskus
UskupBenedictus Estephanus Rolly Untu, M.S.C.
Vikaris JenderalR.D. Agustinus Sumaraw
SekretarisR.D. Johanis Josep Montolalu
EkonomR.D. Jansens Dianomo
Uskup EmeritusJoseph Theodorus Suwatan, M.S.C.
Situs web
komsosmanado.com

Keuskupan Manado adalah keuskupan sufragan pada Provinsi Gerejani Keuskupan Agung Makassar. Wilayah geografisnya mencakup seluruh wilayah administrasi provinsi Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Sulawesi Tengah. Dalam perkembangan sejak pertama kali masuknya misionaris dari Keuskupan Amboina pada tahun 1534, populasi umat Katolik di Keuskupan Manado tidak pernah melebihi 5% dari keseluruhan penduduk di wilayah Sulawesi Utara dan 1,6% di wilayah Gorontalo dan Sulawesi Tengah.[3]

Di Keuskupan ini, terdapat Seminari Tinggi Hati Kudus Tuhan Yesus Pineleng, Pineleng Dua, Pineleng, Minahasa, yang berdiri sejak dasawarsa 1930-an.[4] Seminari ini menampung pendidikan calon imam Keuskupan Manado, Keuskupan Amboina, dan para calon imam dari Kongregasi Misionaris Hati Kudus.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Peristiwa pembaptisan pertama umat Katolik di Kevikepan Manado terjadi pada tahun 1563. Pada tahun itu, Diego de Magelhaes membaptis sekitar 1.500 umat Katolik di Manado. Setelah pembaptisan 1.500 orang tersebut, Diego de Magelhaes kemudian membaptis 2.000 orang di Kaidipan.[5]

Pada tahun yang sama, Raja Siau juga mengirimkan permintaan akan pembaptisan sejumlah warganya kepada Diego de Magelhaes. Permintaan tersebut tidak dipenuhi Diego de Magelhaes karena ia melakukan karya missi kerasulan ke sebelah barat wilayah Keuskupan Manado. Permintaan ini baru terlaksana pada tahun 1568, saat Pero Mascarenhas, S.J., mengunjungi Kevikepan Nusa Utara dan menginstruksikan sejumlah kepala desa dan umat Kristiani yang dibaptis pada tahun 1563 untuk membaptis ribuan warga Kabupaten Sitaro.[5]

Asistensi kerasulan dilakukan oleh para imam Fransiskan dari Keuskupan Agung Manila pada tahun 1610 dan 1611. Persekusi umat Kristiani di Keuskupan Manado tercatat pada tahun 1614 saat dua imam Fransiskan dibunuh sejumlah penduduk dari pemukiman muslim di Tagulandang. Persekusi terjadi di tahun 1622 saat R.P. Bras Palomino, O.F.M., dibunuh oleh sejumlah umat penghayat kepercayaan. Catatan pembunuhan yang dilakukan oleh umat penghayat kepercayaan juga terjadi pada tahun 1644 saat R.P. Lorenço Garralda, O.F.M., tewas akibat dugaan santet yang dilakukan sejumlah paranormal.[6]

Datangnya kapal-kapal Belanda di sejumlah pelabuhan di Sulawesi Utara pada tahun 1660, kehadiran missionaris Protestan ke sejumlah desa di Minahasa tahun 1663, dan pembangunan benteng di Manado pada tahun 1666 menandai terhentinya missi Keuskupan Manado. Usaha terakhir yang dilakukan oleh Carlo Turcotti di Bolaang Hitam/Bolang Itang dan Kaidipan tahun 1676, pada akhirnya, tidak membuahkan hasil.[6] Adapun missi Keuskupan Manado terhenti hingga tahun 1879.

Catatan pembaptisan umat kristiani paling awal di Kevikepan Tondano terjadi pada tanggal 19 September 1868, yakni pada saat R.P. Johannes de Vries, S.J., melakukan sakramen permandian di rumah pribadi seorang missionaris dari Nederlandsche Zendeling Genootschap di daerah Langowan kepada Daniel Agustinus Mandagi dan sejumlah anak-anak. Peristiwa pembaptisan ini merupakan catatan pertama Paroki Santo Petrus Langowan.[7] Adapun catatan pembaptisan umat Kristiani yang kedua terjadi pada 9 Agustus 1879, yakni pada saat tujuh katekumen di Paroki Santo Antonius Padua, Tataaran II, Tondano Selatan, Minahasa, secara resmi menerima sakramen pembaptisan.[8]

Atas catatan pembaptisan di Langowan tersebut, Adam Carel Claessens mengirim Gregorius Metz, imam Keuskupan Larantuka, untuk mengunjungi Minahasa pada tahun 1873. Setelah kunjungan tersebut, Bernardus Mutsaers secara permanen bermukim di Manado sejak 1886. Sekolah perempuan Katolik pertama didirikan pada tahun 1907 setelah kedatangan para biarawati dari Belanda pada tahun 1898.[9] Catatan ini menjadi bekal persiapan Keuskupan Manado untuk membentuk struktur baru yang resmi terbentuk pada November 1919.

Catatan ekspansi terakhir Keuskupan Manado dilakukan pada tahun 1900, saat sejumlah nelayan Filipina peternak mutiara membangun pemukiman di Sambiut, Totikum, Banggai Kepulauan. 25 tahun sesudahnya, seorang guru Protestan bersama sejumlah warga Banggai diterima dalam Gereja Katolik. Catatan ini menjadi cikal-bakal Kevikepan Luwuk.[10]

Pimpinan[sunting | sunting sumber]

Prefek Apostolik Celebes[sunting | sunting sumber]

  • Gerard Vesters, M.S.C. (Desember 1919 s.d. 16 Februari 1923, ditunjuk sebagai Uskup Tituler Diocletianopolis di Palestina)
    • Sede vacante (16 Februari s.d. 12 Juni 1923)
  • Joannes Walter Panis, M.S.C. (12 Juni 1923 s.d. 1 Februari 1934)

Vikaris Apostolik Celebes[sunting | sunting sumber]

Vikaris Apostolik Manado[sunting | sunting sumber]

Uskup Manado[sunting | sunting sumber]

Paroki[sunting | sunting sumber]

Kevikepan Manado (12 paroki)

Seluruh paroki berada di Kota Manado.

Kevikepan Tonsea (9 paroki)

Meliputi wilayah Kota Bitung dan Kabupaten Minahasa Utara.

  • Paroki Stella Maris, Bitung
  • Paroki Santo Antonius de Padua, Girian, Bitung
  • Paroki Maria Ratu Para Rasul, Manembo-Nembo, Bitung
  • Paroki Santo Antonius de Padua, Airmadidi, Minahasa Utara
  • Paroki Santo Fransiskus De Sales, Kokoleh, Minahasa Utara
  • Paroki Santo Yohanes Penginjil Laikit, Kab. Minahasa Utara
  • Paroki Santo Paulus Lembean, Kab. Minahasa Utara
  • Paroki Santa Ursula Watutumou - Kab. Minahasa Utara
  • Paroki Santo Fransiskus Xaverius Kema, Kab. Minahasa Utara
Kevikepan Tombulu (9 paroki)
  • Paroki Santo Antonius Kali - Kab. Minahasa
  • Paroki Kristus Raja Kembes - Kab. Minahasa
  • Paroki Bunda Hati Kudus Rumengkor - Kab. Minahasa
  • Paroki Santo Yohanes dan Kornelius Lotta, Kab. Minahasa
  • Paroki Santo Fransiskus Xaverius Mokupa - Kab. Minahasa
  • Paroki Santo Fransiskus Xaverius Pineleng - Kab. Minahasa
  • Paroki Hati Kudus Yesus Tanawangko - Kab. Minahasa
  • Paroki Santo Petrus Warembungan - Kab. Minahasa
  • Paroki Maria Ratu Pencinta Damai Lolah, Kab. Minahasa
Kevikepan Tomohon (7 paroki)
  • Paroki Santo Fransiskus Xaverius Kakaskasen - Kota Tomohon
  • Paroki Santo Yosep Sarongsong - Kota Tomohon
  • Paroki Santo Antonius Padua Taratara - Kota Tomohon
  • Paroki Hati Kudus Yesus Tomohon - Kota Tomohon
  • Paroki Roh Kudus Matani - Kota Tomohon
  • Paroki Santa Maria Ratu Damai Walian - Kota Tomohon
  • Paroki Bunda Hati Kudus Yesus Woloan - Kota Tomohon
Kevikepan Tondano (6 paroki)
  • Paroki Santo Petrus Langowan - Kab. Minahasa
  • Paroki Hati Kudus Sonder - Kab. Minahasa
  • Paroki Santo Antonius dari Padua Tataaran - Kab. Minahasa
  • Paroki Santa Rosa de Lima Tondano - Kab. Minahasa
  • Paroki Santo Yosep Kawangkoan - Kab. Minahasa
  • Paroki Santo Lukas Ratahan - Kab. Minahasa Tenggara
Kevikepan Stella Maris (10 paroki)
  • Paroki Kebangkitan Kristus Amurang - Kab. Minahasa Selatan
  • Paroki Santo Paulus Tompaso Baru - Kab. Minahasa Selatan
  • Paroki Santa Maria Ratu Rosari Suci Modoinding - Kab. Minahasa Selatan
  • Paroki Hati Kudus Yesus Keroit - Kab. Minahasa Selatan
  • Paroki Santo Andreas Lolak Pantura - Kab. Bolaang Mongondow
  • Paroki Santa Maria Pengantara Dumoga - Kab. Bolaang Mongondow
  • Paroki Santo Fransiskus Xaverius Guaan - Kab. Bolaang Mongondow Timur
  • Paroki Kristus Raja Kotamobagu - Kota Kotamobagu
  • Paroki Santo Theodorus Kaaruyan - Kab. Boalemo
  • Paroki Santo Christoforus Gorontalo - Kota Gorontalo
Kevikepan Luwuk Banggai (6 paroki)
  • Paroki Raja Damai Banggai - Kab. Banggai Laut
  • Paroki Santa Maria Bintang Kejora Luwuk - Kab. Banggai
  • Paroki Santo Paulus Rusa Kencana Toili - Kab. Banggai
  • Paroki Kristus Raja Sulubombong - Kab. Banggai
  • Paroki Santo Petrus Nulion - Kab. Banggai Kepulauan
  • Paroki Bunda Hati Kudus Sambiut - Kab. Banggai Kepulauan
Kevikepan Palu (8 paroki + 1 paroki persiapan)
  • Paroki Santo Paulus Palu - Kota Palu
  • Paroki Santa Maria Bunda Hati Kudus Palu - Kota Palu
  • Paroki Santa Theresia Tentena - Kab. Poso
  • Paroki Persiapan Kristus Raja Damai Napu - Kab. Poso
  • Paroki Santa Maria Bunda Penolong Abadi Beteleme - Kab. Morowali Utara
  • Paroki Kristus Raja Tolitoli - Kab. Tolitoli
  • Paroki Santo Thomas Modo - Kab. Buol
  • Paroki Santo Petrus Tolai - Kab. Parigi Moutong
  • Paroki Santo Petrus Kotaraya - Kab. Parigi Moutong
Kevikepan Nusa Utara (4 paroki)
  • Paroki Santa Familia Mangaran - Kab. Kep. Talaud
  • Paroki Santa Maria Ratu Damai Melonguane - Kab. Kep. Talaud
  • Paroki Santo Yohanes Rasul Tahuna - Kab. Kep. Sangihe
  • Paroki Santa Maria Siau - Kab. Kep. Sitaro


Catatan Kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d https://www.dokpenkwi.org/2015/10/26/keuskupan-manado
  2. ^ Ekaristi.org
  3. ^ Steenbrink 2007, hlm. 262.
  4. ^ Steenbrink 2007, hlm. 263.
  5. ^ a b Heuken 2008, hlm. 62.
  6. ^ a b Heuken 2008, hlm. 63.
  7. ^ Wullur 2020.
  8. ^ "Mgr Untu Pimpin Misa 140 Tahun Baptisan Pertama Paroki Tataaran". detikmanado.com. 11 Agustus 2019. Diakses tanggal 31 Agustus 2019. 
  9. ^ de Jonge & Parengkuan 2008, hlm. 429-30.
  10. ^ de Jonge & Parengkuan 2008, hlm. 453.
  11. ^ Radio Vatikan 2017.
  12. ^ Lumowa, Fernando (12 Juli 2019). "Uskup Manado Benedictus Untu Tahbiskan Paroki Santa Veronika Kaiwatu, Ini Pesannya kepada Umat". Tribun Manado. Diakses tanggal 17 Juli 2019. 

Daftar Pustaka[sunting | sunting sumber]

  • de Jonge, Christiaan; Parengkuan, Arnold (2008), "How Christianity Obtained a Central Position in Minahasa Culture and Society", dalam Steenbrink, Karel; Aritonang, Jan Sihar, A History of Christianity in Indonesia (dalam bahasa (Inggris)), Brill, hlm. 419–54, diakses tanggal 25 Mei 2020 
  • Heuken, Adolf (2008), "Catholic Converts in the Moluccas, Minahasa and Sangihe-Talaud, 1512–1680", dalam Steenbrink, Karel; Aritonang, Jan Sihar, A History of Christianity in Indonesia (dalam bahasa (Inggris)), Brill, hlm. 23–72, diakses tanggal 25 Mei 2020 
  • Radio Vatikan (12 April 2017), Pope appoints new bishop in Manado, Indonesia (dalam bahasa (Inggris)), diakses tanggal 14 April 2017 
  • Steenbrink, Karel (1 Januari 2007), Catholics in Indonesia, 1903-1942: A Documented History (dalam bahasa (Inggris)), 2, Brill, ISBN 978-90-67-18260-7 
  • Wullur, Frangki (24 Februari 2020), 19 September 1868, Baptisan Kontroversial Pater Johanes de Vries SJ (dalam bahasa (Indonesia)), Berita Manado, diakses tanggal 25 Mei 2020 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]