Ignatius Harsono

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Mgr. Ignatius Harsono
Uskup Emeritus Bogor
Mgr Ignatius Harsono.jpg
Gereja Gereja Katolik Roma
Keuskupan Bogor
Ditunjuk 30 Januari 1975
Akhir Masa Jabatan 17 Juli 1993
Pendahulu Paternus Nicholas Joannes Cornelius Geise, O.F.M.
Pengganti Cosmas Michael Angkur, O.F.M.
Tahbisan
Ditahbiskan 6 Januari 1958[1]
oleh Domenico Enrici
Konsekrasi 8 Mei 1975
oleh Kardinal Justinus Darmojuwono
Data Diri
Nama lahir Harsono
Lahir (1922-12-15)15 Desember 1922
Delanggu, Klaten, Jawa Tengah
Wafat 1 Maret 2000(2000-03-01) (umur 77)
Kewarganegaraan  Indonesia
Denominasi Katolik Roma
Moto "Omnes In Unitatem"
(Bersama Menuju Kesatuan)

Mgr. Ignatius Harsono (lahir di Delanggu, Klaten, Jawa Tengah, 15 Desember 1922 – meninggal 1 Maret 2000 pada umur 77 tahun) adalah Uskup Gereja Katolik Roma untuk Keuskupan Bogor periode 30 Januari 1975 hingga 17 Juli 1993.

Latar belakang[sunting | sunting sumber]

Harsono merupakan anak pertama dari empat bersaudara dari keluarga Troenosastrojo. Ia memiliki satu orang adik laki-laki dan dua orang adik perempuan. Ia menjalani mendidikan di Holland Inlandse School (HIS) di Klaten, dan kemudian melanjutkan ke Hollandsche Indische Kweekschool (HIK), yang merupakan sebuah sekolah pendidikan guru. Ia kemudian mengajar di Yogyakarta, Klaten, dan Ganjuran.[2]

Ia berada di seminari Yogyakarta sejak tahun 1948 hingga 1951, namun ia tidak bisa melanjutkan ke Seminari Tinggi karena kesehatannya yang buruk. Baru pada tahun 1952, ia masuk Seminari Tinggi Cicurug, Jawa Barat.

Karya[sunting | sunting sumber]

Pastor Harsono ditahbiskan menjadi Imam pada tanggal 6 Januari 1958 oleh Internunsius Apostolik untuk Indonesia, Uskup Agung Tituler Ancusa, Mgr. Domenico Enrici.

Setelah tahbisan menjadi Imam, ia mengajar di SGA (SPG) Sukabumi, Jawa Barat dan juga menjadi imam di daerah pertambangan Cikotok, Jawa Barat. Pada tahun 1959, ia berangkat ke Leuven, Belgia untuk melanjutkan studi dalam bidang ilmu sosial politik dan selesai pada 1964. Kondisi politik terkait Gerakan 30 September tahun 1965 membuatnya tidak dapat langsung kembali, dan baru kembali ke Indonesia tahun 1966.

Sepulangnya ke Indonesia, Pastor Harsono mendirikan SMEA Mardi Yuana di Cianjur, Jawa Barat. Ia turut membantu reksa pastoral di Cipanas, Jawa Barat. Uskup Bogor, Mgr. Paternus Geise menunjuknya sebagai Vikaris Episkopal (Vikep) pada tahun 1968 dan juga rektor untuk Seminari Tinggi untuk calon imam Keuskupan Bandung di Bogor. Ia kemudian sabatikal untuk studi sosial politik khusus konteks negara berkembang di Leuven, Belgia dan meraih gelar Diploma Khusus.

Sekembalinya, ia bertugas di Universitas Katolik Parahyangan dengan menjadi Dekan Fakultas Sosial Politik, Pembantu Rektor Urusan Keuangan dan Kemahasiswaan, serta Dosen Sosiologi. Setelah tahun 1970, ia menjabat Wakil Rektor. Ia kemudian ditugaskan di Institut Filsafat dan Teologi Bogor, dengan menjadi Dosen Sosiologi dan Wakil Rektor. Ia juga sempat menjadi dosen di Sekolah Komando Angkatan Darat (SESKOAD) Bandung. Mgr. Geise kemudian menunjuk Pastor Harsono menjadi Vikaris Jenderal pada tahun 1973.

Sebagai Uskup Bogor[sunting | sunting sumber]

Mgr. Harsono terpilih menjadi Uskup Bogor pada tanggal 30 Januari 1975, dengan bulla pengangkatan "Verba Nobiscum Sedule". Ia ditahbiskan menjadi Uskup pada 8 Mei 1975 oleh Uskup Agung Semarang, Kardinal Justinus Darmojuwono. Bertindak sebagai uskup ko-konsekrator, Nuncio Apostolik untuk Indonesia sekaligus Uskup Agung Tituler Cluentum, Mgr. Vincenzo Maria Farano dan Uskup Agung Jakarta, Mgr. Leo Soekoto, S.J.

Selama menjadi Uskup Bogor, Mgr. Harsono menghasilkan beberapa karya, termasuk pembuatan Buku Anggaran Dewan Paroki Keuskupan Bogor. Ia juga terlibat dalam pembentukan Kerasulan Marriage Encounter (ME), Persekutuan Doa Karismatik Katolik (PDKK), wadah untuk para imam Projo (UNIO), pengesahan Statuta Regio Jawa (15 Juli 1988). Dalam kepemimpinannya, Keuskupan Bogor sempat ditunjuk menjadi tuan rumah pertemuan Uskup-uskup se-Asia (1989). Mgr. Harsono turut membuka Balai Latihan Keterampilan sebagai pengganti Sekolah Pendidikan Guru Mardi Yuana Sukabumi (1989).

Mgr. Harsono pensiun sebagai Uskup Bogor pada 17 Juli 1993, sehingga mengalami kelowongan tahta uskup. Selama masa itu, Uskup Agung Jakarta, Mgr. Leo Soekoto, S.J. ditunjuk menjadi Administrator Apostolik. Kepemimpinan Keuskupan Bogor dilanjutkan oleh Mgr. Cosmas Michael Angkur, O.F.M.

Mgr. Harsono wafat pada 1 Maret 2000 dalam usia 77 tahun.

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Jabatan Gereja Katolik
Didahului oleh:
Paternus Nicholas Joannes Cornelius Geise, O.F.M.
Uskup Bogor
30 Januari 197517 Juli 1993
Diteruskan oleh:
Cosmas Michael Angkur, O.F.M.