Keuskupan Malang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Keuskupan Malang

Dioecesis Malangensis
Katolik
frameless
Gereja Katedral St. Perawan Maria dari Gunung Karmel Malang
Coat of arms of Henricus Pidyarto Gunawan.png
Lambang Uskup Petahana,
Henricus Pidyarto Gunawan, O.Carm.
Lokasi
Negara Indonesia
Wilayah
Semarang
Dekanat
Kantor pusat
Jl. Guntur 2, Malang 65112, Jawa Timur
Koordinat7°58′08″S 112°37′26″E / 7.968751°S 112.624000°E / -7.968751; 112.624000
Statistik
Luas24.409 km2 (9.424 sq mi)[2]
Populasi
- Total
- Katolik
(per 2015)
18830950[1]
82,497 (0,44%)
Paroki31
Kongregasi128
Imam42
Informasi
DenominasiKatolik Roma
Gereja sui iuris
Gereja Latin
RitusRitus Roma
Pendirian27 April 1927 (95 tahun, 63 hari)
sebagai Vikariat Apostolik Malang
KatedralSanta Perawan Maria dari Gunung Karmel, Malang
Kepemimpinan kini
PausFransiskus
UskupHenricus Pidyarto Gunawan, O. Carm.
Vikaris jenderal
R.D. Dr. Alphonsus Tjatur Raharso
Vikaris episkopal
R.P. Hugo Susdiyanto, O.Carm.
Vikaris yudisial
R.D. Dr. Alphonsus Tjatur Raharso
Sekretaris jenderal
R.P. Ignatius Joko Purnomo, O.Carm.
EkonomR.D. Hubertus Tangguh Ardi Wardana
Situs web
keuskupan-malang.org

Keuskupan Malang merupakan keuskupan sufragan pada Provinsi Gerejani Keuskupan Agung Semarang. Berada di Jawa Timur bagian timur Keuskupan Malang meliputi umat Katolik yang tinggal di Kawasan Malang Raya, Pulau Madura, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Jember, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Situbondo, Kota Pasuruan, dan Kota Probolinggo dengan luas wilayah 24.400 km². Terdapat 29 paroki di Keuskupan Malang.

Garis waktu[sunting | sunting sumber]

  • Didirikan sebagai Prefektur Apostolik Malang pada tanggal 27 April 1927, memisahkan diri dari Vikariat Apostolik Batavia
  • Ditingkatkan menjadi Vikariat Apostolik Malang pada tanggal 15 Maret 1939
  • Ditingkatkan menjadi Keuskupan Malang pada tanggal 3 Januari 1961

Waligereja[sunting | sunting sumber]

Ordinaris[sunting | sunting sumber]

Prefek Apostolik Malang
Vikaris Apostolik Malang
  • Antonius Everard Jean Avertanus Albers, O.Carm. (15 Maret 1939 s.d. 3 Januari 1961, naik tingkat)
Uskup Malang

Prelat tituler[sunting | sunting sumber]

Proprefek Apostolik Malang
  • R.P. Mattheus Franciscus Henckens, O.Carm. (16 Desember 1933 s.d. 18 Januari 1935, jabatan selesai)
Administrator Diosesan Keuskupan Malang
  • R.P. Dr. Piet Go Twan An, O.Carm. (30 Agustus 1988 s.d. 15 Mei 1989, jabatan selesai)

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pada 1865, Malang merupakan suatu stasi yang dilayani imam Serikat Jesus (SJ) atau Jesuit dari Surabaya. Umat Katolik yang pada umumnya warga Eropa pada waktu itu tersebar mengikuti jalur rel kereta lori perkebunan tebu dan pabrik gula, pada segitiga Pasuruan, Malang, Jatiroto, yang kemudian melebar ke Jember. Pada tahun 1923 Jesuit (SJ) mengundurkan diri dari wilayah Jawa Timur, dan wilayah gerejani Malang diserahkan kepada Ordo Karmel (O.Carm). Pada 27 April 1927 didirikan Prefektur Apostolik Malang, sebagai Prefektur Apostolik pertama di Jawa di luar Vikariat Apostolik Batavia, yang kemudian pada 13 Maret 1939 ditingkatkan menjadi Vikariat Apostolik. Dengan berdirinya hierarki Gereja Katolik di Indonesia pada 3 Januari 1961, Vikariat Apostolik Malang diubah statusnya menjadi diosis atau Keuskupan Malang.

Umat Katolik Keuskupan Malang yang pada tahun 1950 berjumlah 5000 orang di 11 paroki, dengan jumlah imam tarekat religius yang melayani umat sejumlah 28 orang dan tidak ada imam praja. Pada tahun 1970, jumlah umat menjadi 28.000 di 24 paroki, serta seorang imam praja dan 28 imam tarekat religius. Pada tahun 1980 jumlah umat bertambah menjadi 48.000, dengan jumlah imam praja bertambah menjadi 4 orang dan imam tarekat religius 52 orang; dan pada tahun 1990 umat menjadi 66.000. Menurut statistik tahun 2005, jumlah umat pada tahun 2004 adalah 88.000 dan tersebar di 28 paroki, sementara jumlah imam adalah sebanyak 25 imam praja dan 117 imam tarekat religius di Keuskupan Malang.

Paroki[sunting | sunting sumber]

Berikut adalah artikel mengenai Daftar paroki di Keuskupan Malang yang diolah dari berbagai sumber.

Dekenat Kota[sunting | sunting sumber]

Dekenat Blambangan[sunting | sunting sumber]

  • Paroki Banyuwangi - Maria Ratu Damai
    • Kapel Susteran SPM
    • Stasi Bintang Timur – Rogojampi
    • Stasi Galekan
  • Paroki Curahjati - St. Maria Ratu Para Rasul
    • Stasi Muncar Emanuel
    • Stasi Curahkrakal
    • Stasi Wringinpitu Ratu Damai
    • Stasi Purwoharjo St. Stefanus
    • Stasi Temurejo St. Paulus
    • Stasi Selorejo
    • Stasi Bagorejo
    • Kapel Susteran Sang Timur (PIJ)
  • Paroki Genteng - Kristus Raja
    • Stasi St. Perawan Maria –

Glenmore

    • Stasi St. Lukas - Kalibaru
    • Stasi St. Yohanes Rasul - Krikilan
    • Stasi St. Martinus – Sugihwaras
    • Stasi St. Paulus – Sidomulyo
    • Stasi St. Elizabet – Temuguruh
    • Kapel Susteran Abdi Kristus (AK)
  • Paroki Jajag - St. Paulus
    • Stasi Siliragung
    • Kapel Susteran Abdi Kristus (AK)
    • Kapel Susteran Hermanas Carmelitas (H. Carm)

Dekenat Jember[sunting | sunting sumber]

  • Paroki Ambulu - St. Paulus
  • Paroki Jember - St. Yusup
  • Paroki Situbondo - Maria Bintang Samudera
    • Stasi Besuki - St. Mikael
  • Paroki Bondowoso - St. Yohanes Penginjil
  • Paroki Probolinggo - Maria Bunda Karmel
  • Kuasi Paroki Kraksaan - St. Paulus
  • Paroki Tanggul - Maria Tak Bernoda
  • Paroki Lumajang - Maria Ratu Damai

Dekenat Utara Malang[sunting | sunting sumber]

  • Paroki Pasuruan - St. Antonius dari Padua
  • Paroki Pandaan - St. Theresia
  • Paroki Tumpang - Trinitas
  • Paroki Lawang - St. Perawan maria Tak Bernoda
  • Paroki Batu - Gembala Baik

Dekenat Selatan Malang[sunting | sunting sumber]

  • Paroki Lodalem - Maria Annunciata
  • Paroki Purworejo - Ratu Damai
  • Paroki Kepanjen - St. Perawan Maria Tak Bernoda

Dekenat Madura[sunting | sunting sumber]

  • Paroki Bangkalan - Maria dari Fatimah
  • Paroki Pamekasan - Maria Ratu Para Rasul
  • Paroki Sumenep - Maria Gunung Karmel

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pustaka tambahan[sunting | sunting sumber]

  • KWI, Buku Petunjuk Gereja Katolik
  • Dr. F. Hasto Rosariyanto SY, (2001), Becermin pada Wajah-wajah Keuskupan Gereja Katolik Indonesia. Kanisius.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]